Sby, Juli 2026
Nabi Idris AS adalah salah satu nabi yang paling istimewa dalam sejarah umat manusia. Beliau adalah manusia pertama yang diangkat ke langit oleh Allah, guru pertama yang mengajarkan ilmu tulis-menulis, dan sosok yang dikenal dengan kebijaksanaan serta ketakwaannya yang luar biasa. Meskipun kisah beliau tidak diuraikan secara detail dalam Al-Qur'an, namanya diabadikan sebagai salah satu nabi yang dimuliakan Allah.
Artikel ini akan mengupas secara mendalam kisah Nabi Idris AS, dari silsilah, kehidupan, ajaran, hingga pengangkatan beliau ke langit yang menjadi salah satu keajaiban terbesar dalam sejarah kenabian.
BAB I: Silsilah dan Kelahiran
Silsilah Mulia
Nabi Idris AS memiliki silsilah yang mulia. Beliau adalah Idris bin Yarid bin Mahlail bin Qainan bin Anusy bin Syits bin Adam AS. Dengan demikian, Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam AS.
Para sejarawan menyebutkan bahwa nama lengkap beliau adalah Akhnukh bin Yarid bin Mahlail. Beliau disebut "Idris" karena beliau banyak mempelajari (darasa) kitab-kitab suci dan ajaran-ajaran dari nabi sebelumnya.
Kelahiran dan Masa Kecil
Nabi Idris lahir di Babilonia (sekarang Irak) sekitar tahun 4533 sebelum Masehi. Beliau lahir di masa ketika umat manusia mulai berkembang dan menyebar di berbagai wilayah.
Sejak kecil, Idris menunjukkan kecerdasan yang luar biasa. Beliau sangat tertarik untuk belajar dan menuntut ilmu. Berbeda dengan kebanyakan orang pada masanya, Idris lebih menyukai kesunyian dan kontemplasi untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Masa Hidup
Nabi Idris hidup pada generasi ketujuh setelah Adam AS. Beliau hidup sekitar 865 tahun, dan menurut sebagian riwayat, beliau diangkat ke langit pada usia 365 tahun (ada yang mengatakan 82 tahun).
BAB II: Pengangkatan Menjadi Nabi
Wahyu Pertama
Ketika berusia sekitar 40 tahun (menurut sebagian riwayat), Idris diangkat oleh Allah menjadi nabi dan rasul. Allah memberikan wahyu kepadanya untuk membimbing umat manusia yang saat itu mulai menyimpang dari ajaran tauhid yang diajarkan oleh Nabi Adam AS dan keturunannya.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
"Dan (ingatlah kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan (janji Allah) dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi." (QS. Maryam: 56-57)
Ayat ini menunjukkan kemuliaan Nabi Idris yang diangkat ke derajat yang tinggi oleh Allah.
Kondisi Umat Saat Itu
Pada masa Nabi Idris, umat manusia mulai jauh dari ajaran tauhid. Penyembahan berhala mulai menyebar, dan manusia mulai melakukan berbagai kemaksiatan. Banyak dari keturunan Qabil (Cain) yang melakukan kerusakan di muka bumi.
Melihat kondisi ini, Nabi Idris merasa terpanggil untuk membimbing mereka kembali ke jalan yang lurus. Beliau mulai berdakwah dengan penuh kesabaran dan kebijaksanaan.
BAB III: Dakwah dan Ajaran
Ajaran Tauhid
Seperti para nabi sebelumnya, ajaran utama Nabi Idris adalah tauhid - mengesakan Allah dalam ibadah. Beliau mengajarkan kepada umatnya untuk:
- Menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya
- Meninggalkan penyembahan berhala yang mulai menyebar
- Beribadah hanya kepada Allah dengan penuh ketulusan
- Menjalani kehidupan dengan penuh ketakwaan
Ilmu Pengetahuan dan Keterampilan
Nabi Idris dikenal sebagai manusia pertama yang mengajarkan berbagai ilmu dan keterampilan kepada umat manusia. Beliau mengajarkan:
1. Tulis-Menulis
Nabi Idris adalah manusia pertama yang menulis dengan pena. Beliau mengajarkan cara menulis kepada umat manusia, yang menjadi dasar perkembangan peradaban.
Allah berfirman:
"Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al-Alaq: 4-5)
Sebagian ulama menafsirkan bahwa Nabi Idris adalah orang pertama yang diberi kemampuan menulis.
2. Ilmu Astronomi
Nabi Idris mengajarkan ilmu perbintangan dan astronomi. Beliau mempelajari pergerakan bintang-bintang dan planet-planet.
3. Ilmu Matematika
Beliau mengajarkan perhitungan matematika yang digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk perhitungan waktu dan kalender.
4. Menjahit Pakaian
Nabi Idris adalah manusia pertama yang mengajarkan cara menjahit pakaian. Sebelum masanya, manusia hanya menggunakan kulit binatang atau daun-daunan untuk menutupi tubuh mereka.
Karena keahlian ini, Nabi Idris mendapat gelar Abu al-Khayyatin (Bapak Para Penjahit).
5. Seni dan Keterampilan Lain
Beliau juga mengajarkan berbagai keterampilan lain seperti:
- Cara membuat alat-alat pertanian
- Teknik bangunan dan arsitektur
- Pengobatan dan pengobatan herbal
- Cara mengukur waktu dengan bintang
Pendidikan Akhlak
Selain ilmu pengetahuan, Nabi Idris juga menekankan pentingnya akhlak yang mulia. Beliau mengajarkan:
- Kejujuran dalam segala hal
- Keadilan dalam bermasyarakat
- Kesabaran dalam menghadapi ujian
- Rendah hati dan tidak sombong
- Menyayangi sesama manusia
- Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
BAB IV: Keistimewaan dan Mukjizat
Manusia Pertama yang Menulis
Sebagai manusia pertama yang menulis, Nabi Idris meninggalkan warisan yang sangat berharga bagi peradaban manusia. Dengan tulisan, ilmu pengetahuan dapat dilestarikan dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
Guru Pertama Peradaban
Nabi Idris dapat dikatakan sebagai guru pertama peradaban manusia. Beliau mengajarkan berbagai ilmu yang menjadi dasar perkembangan kebudayaan dan teknologi manusia.
Diangkat ke Langit
Keistimewaan terbesar Nabi Idris adalah diangkatnya beliau ke langit oleh Allah dalam keadaan hidup. Ini adalah mukjizat yang sangat luar biasa dan hanya diberikan kepada sedikit nabi.
Allah berfirman:
"Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi." (QS. Maryam: 57)
Para ulama menafsirkan bahwa ayat ini mengacu pada pengangkatan Nabi Idris ke langit.
BAB V: Kisah Pengangkatan ke Langit
Pertemuan dengan Malaikat
Menjelang pengangkatannya ke langit, Nabi Idris bertemu dengan Malaikat Izrail (Malaikat Maut). Kisah pertemuan ini sangat menarik dan penuh hikmah.
Menurut riwayat, suatu hari Nabi Idris sedang beribadah di sebuah tempat yang sunyi. Tiba-tiba datanglah seorang malaikat yang menyamar sebagai manusia. Malaikat itu bertanya kepada Nabi Idris.
Permintaan Nabi Idris
Dalam pertemuan tersebut, Nabi Idris mengajukan permintaan yang luar biasa kepada malaikat. Beliau meminta untuk dibawa ke langit untuk melihat kekuasaan Allah dan beribadah di sana.
Menurut kisah yang diriwayatkan, Nabi Idris berkata kepada Malaikat Izrail:
"Aku ingin engkau mencabut nyawaku di langit, agar aku dapat melihat kekuasaan Allah di sana sebelum kembali ke bumi."
Malaikat Izrail kemudian membawa Nabi Idris ke langit.
Perjalanan ke Langit
Malaikat Izrail membawa Nabi Idris dalam perjalanan menuju langit. Ketika mereka sampai di langit keempat (menurut sebagian riwayat), Malaikat Izrail berkata:
"Wahai Idris, Allah telah mengizinkanmu untuk tinggal di langit jika engkau menginginkannya."
Nabi Idris memilih untuk tetap di langit dan beribadah kepada Allah di sana.
Tetap Hidup di Langit
Allah mengangkat Nabi Idris ke langit dalam keadaan hidup. Beliau tidak meninggal seperti manusia pada umumnya, tetapi diangkat langsung oleh Allah.
Ini adalah keistimewaan yang sangat besar. Nabi Idris menjadi salah satu dari sedikit manusia yang diangkat ke langit dalam keadaan hidup (yang lainnya adalah Nabi Isa AS dan menurut sebagian pendapat Nabi Khidir AS).
Pertemuan dengan Nabi Muhammad SAW
Ketika Nabi Muhammad SAW melakukan Isra' Mi'raj, beliau bertemu dengan Nabi Idris di langit keempat (menurut sebagian riwayat).
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Kemudian aku dinaikkan ke langit keempat, lalu dibukakan pintu langit. Di sana aku bertemu dengan Idris. Ia menyambutku dan mendoakan kebaikan untukku." (HR. Bukhari dan Muslim)
Pertemuan ini menunjukkan bahwa Nabi Idris masih hidup di langit dan terus beribadah kepada Allah.
BAB VI: Identitas dengan Hermes dan Enoch
Idris dan Enoch
Banyak sejarawan dan ulama yang mengidentifikasi Nabi Idris dengan Enoch yang disebutkan dalam kitab-kitab Yahudi dan Kristen. Enoch adalah keturunan ketujuh dari Adam, sama seperti Nabi Idris.
Dalam kitab Kejadian (Genesis) disebutkan bahwa Enoch "berjalan dengan Allah, kemudian ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah." Ini sangat sesuai dengan kisah pengangkatan Nabi Idris ke langit.
Idris dan Hermes Trismegistus
Sebagian sejarawan juga mengidentifikasi Nabi Idris dengan Hermes Trismegistus, tokoh legendaris dalam sejarah Yunani kuno yang dikenal sebagai bapak ilmu pengetahuan, filsafat, dan astrologi.
Hermes Trismegistus digambarkan sebagai sosok yang sangat bijaksana dan menguasai berbagai ilmu pengetahuan, sama seperti Nabi Idris.
Kesamaan Karakteristik
Kesamaan antara Nabi Idris, Enoch, dan Hermes Trismegistus meliputi:
- Keturunan ketujuh dari Adam
- Dikenal sebagai guru ilmu pengetahuan
- Diangkat ke langit
- Menguasai berbagai ilmu (astronomi, matematika, filsafat)
- Sosok yang sangat bijaksana
Meskipun ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, banyak yang menerima bahwa ketiganya adalah sosok yang sama atau setidaknya memiliki karakteristik yang sangat mirip.
BAB VII: Keluarga dan Keturunan
Istri dan Anak-anak
Nabi Idris menikah dan memiliki anak-anak. Menurut riwayat, beliau memiliki beberapa anak, yang paling terkenal adalah Matusyalikha (Methuselah).
Matusyalikha kemudian menjadi ayah dari Lamekh, yang merupakan ayah dari Nabi Nuh AS. Dengan demikian, Nabi Idris adalah buyut dari Nabi Nuh AS.
Penerus Ajaran
Anak-anak dan keturunan Nabi Idris melanjutkan ajaran beliau. Mereka mengajarkan ilmu pengetahuan dan tauhid kepada umat manusia.
Namun, setelah beberapa generasi, umat manusia mulai kembali menyimpang. Penyembahan berhala semakin meluas, dan akhirnya Allah mengirimkan banjir besar pada masa Nabi Nuh untuk membersihkan bumi dari kerusakan.
BAB VIII: Warisan Ilmu Pengetahuan
Ilmu yang Ditinggalkan
Nabi Idris meninggalkan warisan ilmu pengetahuan yang sangat berharga bagi umat manusia, antara lain:
1. Sistem Penulisan
Beliau mengembangkan sistem penulisan yang menjadi dasar komunikasi dan dokumentasi ilmu pengetahuan.
2. Astronomi dan Astrologi
Nabi Idris mempelajari pergerakan bintang-bintang dan mengajarkan cara membaca tanda-tanda langit.
3. Matematika
Beliau mengajarkan sistem perhitungan yang digunakan untuk berbagai keperluan.
4. Pengukuran Waktu
Nabi Idris mengajarkan cara mengukur waktu berdasarkan pergerakan benda-benda langit.
5. Teknologi Pakaian
Penemuan cara menjahit pakaian mengubah cara manusia berpakaian dan melindungi diri.
Pengaruh terhadap Peradaban
Ajaran dan ilmu yang diajarkan Nabi Idris memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan peradaban manusia. Beliau dapat dikatakan sebagai pionir dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
BAB IX: Pelajaran dari Kisah Nabi Idris AS
Kisah Nabi Idris AS mengandung banyak pelajaran dan hikmah yang sangat berharga bagi umat manusia:
1. Pentingnya Menuntut Ilmu
Nabi Idris adalah teladan dalam menuntut ilmu. Beliau menunjukkan bahwa:
- Ilmu pengetahuan adalah anugerah Allah yang sangat berharga
- Menuntut ilmu adalah ibadah
- Ilmu harus diamalkan dan diajarkan kepada orang lain
- Ilmu tanpa amal adalah sia-sia
2. Keseimbangan Dunia dan Akhirat
Nabi Idris mengajarkan keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Beliau:
- Menguasai ilmu pengetahuan dunia
- Tetap fokus pada ibadah dan akhirat
- Tidak terlena dengan kemajuan duniawi
- Menggunakan ilmu untuk mendekatkan diri kepada Allah
3. Kreativitas dan Inovasi
Nabi Idris menunjukkan bahwa:
- Islam mendorong kreativitas dan inovasi
- Penemuan baru harus bermanfaat bagi umat manusia
- Teknologi dan ilmu pengetahuan adalah sarana, bukan tujuan
- Inovasi harus sejalan dengan nilai-nilai tauhid
4. Ketakwaan dan Kesalehan
Allah mengangkat Nabi Idris ke derajat yang tinggi karena ketakwaan dan kesalehannya. Ini mengajarkan kita:
- Takwa adalah kunci kemuliaan
- Kesalehan lebih penting daripada kekayaan
- Allah mengangkat derajat orang yang bertakwa
- Ibadah yang ikhlas akan diangkat derajatnya
5. Dakwah dengan Bijak
Nabi Idris mengajarkan cara berdakwah yang efektif:
- Dengan ilmu dan pengetahuan
- Dengan keteladanan
- Dengan kesabaran dan kebijaksanaan
- Dengan mengajarkan keterampilan yang bermanfaat
6. Persiapan untuk Akhirat
Pengangkatan Nabi Idris ke langit mengingatkan kita:
- Kehidupan akhirat lebih baik dan kekal
- Kita harus mempersiapkan diri untuk akhirat
- Dunia hanyalah sementara
- Ibadah adalah tujuan utama penciptaan
7. Keutamaan Menulis
Sebagai manusia pertama yang menulis, Nabi Idris mengajarkan:
- Pentingnya mendokumentasikan ilmu
- Tulisan dapat melestarikan pengetahuan
- Menulis adalah sarana dakwah
- Ilmu yang ditulis akan terus mengalir pahalanya
BAB X: Nabi Idris dalam Al-Qur'an dan Hadis
Penyebutan dalam Al-Qur'an
Nabi Idris disebutkan dalam Al-Qur'an sebanyak dua kali:
1. QS. Maryam: 56-57
"Dan (ingatlah kisah) Idris (yang tersebut) di dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan (janji Allah) dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi."
2. QS. Al-Anbiya: 85-86
"Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar. Dan Kami telah memasukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh."
Hadis-Hadis tentang Nabi Idris
Beberapa hadis yang menyebutkan tentang Nabi Idris:
1. Pertemuan dalam Isra' Mi'raj
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Nabi Muhammad SAW bersabda:
"Kemudian aku dinaikkan ke langit keempat, dan di sana aku bertemu dengan Idris." (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Keutamaan Nabi Idris
Nabi Muhammad SAW menyebutkan Nabi Idris sebagai salah satu nabi yang dimuliakan Allah.
BAB XI: Kontroversi dan Perbedaan Pendapat
Usia Pengangkatan
Para ulama berbeda pendapat tentang usia Nabi Idris ketika diangkat ke langit:
Pendapat Pertama: 365 tahun (sesuai dengan jumlah hari dalam setahun)
Pendapat Kedua: 82 tahun
Pendapat Ketiga: Lebih dari 400 tahun
Lokasi Pengangkatan
Ada perbedaan pendapat tentang di mana Nabi Idris diangkat:
Pendapat Pertama: Di Babilonia (Irak sekarang)
Pendapat Kedua: Di Palestina
Pendapat Ketiga: Di suatu tempat di Mesir
Identitas dengan Tokoh Lain
Sebagaimana telah disebutkan, ada perbedaan pendapat apakah Nabi Idris sama dengan Enoch atau Hermes Trismegistus:
Pendapat Pertama: Nabi Idris adalah Enoch dalam kitab Yahudi dan Kristen
Pendapat Kedua: Nabi Idris adalah Hermes Trismegistus
Pendapat Ketiga: Mereka adalah tokoh yang berbeda
Status di Langit
Para ulama juga berbeda pendapat tentang status Nabi Idris di langit:
Pendapat Pertama: Masih hidup di langit keempat
Pendapat Kedua: Telah meninggal di langit
Pendapat Ketiga: Hidup dalam bentuk yang berbeda
BAB XII: Makam dan Tempat-Tempat yang Dikaitkan dengan Nabi Idris
Makam di Berbagai Tempat
Karena Nabi Idris diangkat ke langit, tidak ada makam beliau yang dapat dipastikan. Namun, ada beberapa tempat yang diklaim sebagai makam Nabi Idris:
1. Mosul, Irak
Ada sebuah masjid di Mosul yang diklaim sebagai makam Nabi Idris.
2. Beirut, Lebanon
Ada pula yang mengatakan makam beliau berada di Beirut.
3. Memphis, Mesir
Sebagian sejarawan mengaitkan Nabi Idris dengan kota Memphis di Mesir.
Tempat Ibadah
Beberapa masjid dan tempat ibadah dinamai dengan nama Nabi Idris sebagai penghormatan kepada beliau.
BAB XIII: Nabi Idris dalam Tradisi dan Kebudayaan
Dalam Tradisi Islam
Dalam tradisi Islam, Nabi Idris dihormati sebagai:
- Nabi yang saleh dan bijaksana
- Guru pertama ilmu pengetahuan
- Manusia pertama yang menulis
- Sosok yang diangkat ke langit
Dalam Tradisi Lain
Nabi Idris juga dihormati dalam tradisi Yahudi dan Kristen sebagai Enoch, dan dalam tradisi Yunani sebagai Hermes Trismegistus.
Pengaruh terhadap Peradaban Islam
Warisan Nabi Idris sangat mempengaruhi perkembangan peradaban Islam, terutama dalam bidang:
- Ilmu pengetahuan
- Filsafat
- Astronomi
- Matematika
- Sastra dan penulisan
Penutup: Meneladani Nabi Idris AS
Nabi Idris AS adalah teladan yang sempurna dalam menggabungkan ilmu pengetahuan dan ketakwaan. Dari beliau kita belajar bahwa:
✓ Ilmu dan iman harus berjalan beriringan
✓ Kreativitas dan inovasi didorong dalam Islam
✓ Takwa adalah kunci kemuliaan di sisi Allah
✓ Menulis dan dokumentasi ilmu sangat penting
✓ Keseimbangan dunia-akhirat adalah kunci keberhasilan
✓ Dakwah dapat dilakukan melalui pengajaran ilmu
Semoga kita dapat meneladani akhlak dan keteladanan Nabi Idris AS, dan semoga Allah mengangkat derajat kita sebagaimana Dia mengangkat derajat Nabi Idris.
Mari kita perbanyak menuntut ilmu, mengamalkannya, dan mengajarkannya kepada orang lain. Semoga ilmu yang kita pelajari menjadi amal saleh yang terus mengalir pahalanya.
"Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi." (QS. Maryam: 57)
Artikel ini disusun dengan penuh penghormatan kepada Nabi Idris AS, sebagai upaya untuk mengenal lebih dalam kisah beliau dan mengambil pelajaran yang bermanfaat untuk kehidupan kita.
Wallahu a'lam bish-shawab.
"Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam kepada Nabi Idris, sebagaimana Engkau telah mengangkatnya ke derajat yang tinggi. Jadikanlah kami termasuk hamba-hamba-Mu yang menuntut ilmu dan mengamalkannya untuk mendekatkan diri kepada-Mu. Aamiin ya Rabbal 'alamin."