Sby, Juli 2026
Salat Sunnah Muakad: Panduan Lengkap, Keutamaan, dan Waktu Pelaksanaannya
Meta Description: Panduan lengkap salat sunnah muakad: Rawatib, Tahajud, Dhuha, Witir, Hajat, dan Istikharah. Pelajari keutamaan, waktu, dan tata caranya untuk meningkatkan kualitas ibadah Anda.
Pengertian Salat Sunnah Muakad
Salat sunnah muakad merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Kata "muakad" berasal dari bahasa Arab yang berarti "ditekankan" atau "sangat dianjurkan".
Salat sunnah muakad adalah salat-salat sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dan hampir tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW dalam kehidupannya sehari-hari.
Berbeda dengan salat sunnah ghairu muakad yang bersifat pilihan dan tidak terlalu ditekankan, salat sunnah muakad memiliki keistimewaan tersendiri.
Para ulama menyatakan bahwa meninggalkan salat sunnah muakad tanpa uzur yang syar'i merupakan suatu kerugian besar, karena ibadah ini menjadi penyempurna dari salat fardhu yang kita kerjakan.
Mengapa Salat Sunnah Muakad Penting?
Dalam kehidupan seorang Muslim, salat fardhu lima waktu merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan. Namun, seringkali kita merasa bahwa ibadah kita masih kurang dan ada sesuatu yang hilang. Di sinilah peran salat sunnah muakad sebagai pelengkap dan penyempurna ibadah kita.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA: "Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah salat. Allah SWT berfirman kepada malaikat-Nya, padahal Dia lebih mengetahui: 'Lihatlah pada salat hamba-Ku, apakah sudah sempurna ataukah masih ada yang kurang?' Jika ternyata salat itu sudah sempurna, maka akan dicatat sempurna. Namun jika terdapat kekurangan, Allah berfirman: 'Lihatlah apakah hamba-Ku mempunyai salat sunnah?' Jika ia mempunyai salat sunnah, Allah berfirman: 'Sempurnakanlah salat fardhu hamba-Ku dengan salat sunnahnya.'" (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasai)
Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya salat sunnah, terutama salat sunnah muakad, sebagai penyempurna salat fardhu kita di hadapan Allah SWT.
Jenis-Jenis Salat Sunnah Muakad
1. Salat Rawatib Muakad
Salat Rawatib adalah salat sunnah yang dikerjakan sebelum (qabliyah) atau sesudah (ba'diyah) salat fardhu. Salat Rawatib muakad terdiri dari:
a. Qabliyah Subuh (2 rakaat)
Salat sunnah yang dikerjakan sebelum salat Subuh ini memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah SAW bersabda: "Dua rakaat sebelum Subuh lebih baik daripada dunia dan seisinya." (HR. Muslim)
Waktunya dimulai setelah masuk waktu Subuh hingga sebelum melaksanakan salat Subuh. Salat ini biasanya dikerjakan dengan ringan dan tidak terlalu panjang, namun memiliki pahala yang luar biasa.
b. Qabliyah Dzuhur (2 rakaat)
Dikerjakan sebelum salat Dzuhur, salat ini menjadi pembuka keberkahan di siang hari. Rasulullah SAW routinely mengerjakan salat ini dan menganjurkan umatnya untuk melakukannya.
c. Ba'diyah Dzuhur (2 rakaat)
Setelah menyelesaikan salat Dzuhur, disunnahkan untuk mengerjakan salat Ba'diyah Dzuhur 2 rakaat. Salat ini menjadi penutup dan penyempurna ibadah di waktu Dzuhur.
d. Ba'diyah Maghrib (2 rakaat)
Dikerjakan setelah salat Maghrib, salat ini memiliki keutamaan khusus. Waktu Maghrib adalah waktu yang mustajab untuk berdoa, dan salat Ba'diyah Maghrib menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
e. Ba'diyah Isya (2 rakaat)
Sebagai penutup ibadah di malam hari, Ba'diyah Isya dikerjakan setelah salat Isya. Salat ini menjadi bekal sebelum beristirahat dan mempersiapkan diri untuk bangun di malam hari atau pagi hari berikutnya.
Total salat Rawatib muakad adalah 10 rakaat dalam sehari. Jika ditambah dengan Rawatib ghairu muakad (2 rakaat sebelum Dzuhur, 2 rakaat sebelum Ashar, 2 rakaat sebelum Maghrib, dan 2 rakaat sebelum Isya), maka totalnya menjadi 20 rakaat.
2. Salat Tahajud
Salat Tahajud adalah salat sunnah yang dikerjakan di malam hari setelah bangun dari tidur. Waktu pelaksanaannya adalah setelah salat Isya hingga sebelum terbit fajar, dengan waktu yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir.
Keutamaan Salat Tahajud:
- Jalan menuju surga: Rasulullah SAW bersabda, "Wahai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam, berilah makan, sambunglah silaturahmi, dan kerjakanlah salat malam ketika manusia sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat." (HR. Tirmidzi)
- Doa yang mustajab: Waktu sepertiga malam terakhir adalah waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Allah SWT turun ke langit dunia pada waktu ini dan mengabulkan doa hamba-Nya.
- Mendapatkan kedudukan terpuji: Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra: 79, "Dan pada sebagian malam, maka kerjakanlah salat Tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji."
- Penghapus dosa dan pencegah dari perbuatan dosa: Salat Tahajud menjadi sarana untuk menghapus dosa-dosa yang telah lalu dan menjaga diri dari perbuatan dosa di masa datang.
Tata Cara Salat Tahajud:
Salat Tahajud dikerjakan minimal 2 rakaat dan maksimal tidak terbatas. Rasulullah SAW biasanya mengerjakan 8 rakaat ditambah 3 rakaat salat Witir. Setiap 2 rakaat ditutup dengan salam. Bacaan Al-Fatihah dan surat dapat dibaca dengan suara keras (jahr) atau pelan (sirr).
3. Salat Dhuha
Salat Dhuha adalah salat sunnah yang dikerjakan pada waktu Dhuha, yaitu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta (sekitar pukul 07.00-10.00) hingga sebelum waktu Dzuhur.
Keutamaan Salat Dhuha:
- Sedekah untuk persendian: Rasulullah SAW bersabda, "Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Maka setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan semua itu dapat diganti dengan salat Dhuha dua rakaat." (HR. Muslim)
- Rezeki yang cukup: Barangsiapa yang rutin mengerjakan salat Dhuha, Allah SWT akan mencukupkan rezekinya. Dalam hadits qudsi, Allah SWT berfirman, "Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu." (HR. Ahmad dan Abu Daud)
- Ghanimah (pahala) yang besar: Orang yang mengerjakan salat Dhuha seperti orang yang mendapatkan ghanimah (rampasan perang) yang besar tanpa perlu berperang.
- Dibangunkan istana di surga: "Barangsiapa yang salat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membangunkan untuknya istana di surga." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Jumlah Rakaat:
Salat Dhuha dapat dikerjakan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Rasulullah SAW biasanya mengerjakan 4 rakaat atau 8 rakaat. Setiap 2 rakaat ditutup dengan salam.
4. Salat Witir
Salat Witir adalah salat sunnah yang dikerjakan di malam hari dengan jumlah rakaat ganjil. Witir berarti "ganjil" atau "satu". Salat ini menjadi penutup ibadah di malam hari.
Hukum Salat Witir:
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum salat Witir. Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa salat Witir hukumnya wajib, sementara mayoritas ulama (Imam Syafi'i, Imam Malik, dan Imam Ahmad) berpendapat bahwa salat Witir hukumnya sunnah muakkad.
Waktu Pelaksanaan:
Waktu salat Witir adalah setelah salat Isya hingga sebelum terbit fajar. Namun, waktu yang paling utama adalah di akhir malam, yaitu setelah salat Tahajud. Bagi yang khawatir tidak bangun di akhir malam, disunnahkan untuk mengerjakan salat Witir sebelum tidur.
Jumlah Rakaat:
Salat Witir dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil, minimal 1 rakaat dan maksimal 11 rakaat. Cara yang paling umum adalah 3 rakaat dengan 2 kali salam atau 1 kali salam, atau 1 rakaat secara langsung.
Keutamaan Salat Witir:
- Allah SWT itu Witir dan menyukai yang witir: Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT itu Witir (ganjil) dan menyukai yang witir." (HR. Bukhari dan Muslim)
- Doa yang mustajab: Setelah salat Witir, disunnahkan membaca doa Qunut Witir yang merupakan doa mustajab.
- Penyempurna ibadah malam: Salat Witir menjadi penutup dan penyempurna ibadah di malam hari.
5. Salat Hajat
Salat Hajat adalah salat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang memiliki hajat atau kebutuhan tertentu. Salat ini menjadi sarana untuk memohon kepada Allah SWT agar hajatnya dikabulkan.
Waktu Pelaksanaan:
Salat Hajat dapat dikerjakan kapan saja, kecuali pada waktu-waktu yang dilarang untuk salat, yaitu:
- Setelah salat Subuh hingga matahari terbit
- Ketika matahari tepat di tengah (sebelum Dzuhur)
- Setelah salat Ashar hingga matahari terbenam
Waktu yang paling utama adalah di sepertiga malam terakhir, bersamaan dengan waktu salat Tahajud.
Jumlah Rakaat:
Salat Hajat dikerjakan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Setiap 2 rakaat ditutup dengan salam.
Keutamaan Salat Hajat:
- Hajat dikabulkan: Barangsiapa yang mengerjakan salat Hajat dengan sungguh-sungguh dan berdoa dengan penuh harap kepada Allah SWT, Insya Allah hajatnya akan dikabulkan.
- Mendekatkan diri kepada Allah: Salat Hajat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menunjukkan ketergantungan kita hanya kepada-Nya.
6. Salat Istikharah
Salat Istikharah adalah salat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang menghadapi pilihan atau kebingungan dalam mengambil keputusan. Salat ini menjadi sarana untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT.
Waktu Pelaksanaan:
Sama seperti salat Hajat, salat Istikharah dapat dikerjakan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang dilarang. Waktu yang paling utama adalah di sepertiga malam terakhir.
Jumlah Rakaat:
Salat Istikharah dikerjakan 2 rakaat dengan satu kali salam.
Tata Cara dan Doa:
Setelah salat, disunnahkan untuk membaca doa Istikharah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Doa ini memohon kepada Allah SWT untuk memberikan pilihan yang terbaik.
Keutamaan Salat Istikharah:
- Mendapatkan petunjuk: Allah SWT akan memberikan petunjuk kepada hamba-Nya yang sungguh-sungguh memohon petunjuk melalui salat Istikharah.
- Ketenangan hati: Setelah mengerjakan salat Istikharah, hati akan menjadi tenang dan pasrah kepada keputusan Allah SWT.
- Menghindari keputusan yang salah: Salat Istikharah membantu kita untuk menghindari keputusan yang salah dan memilih yang terbaik menurut Allah SWT.
Tips Konsisten Melaksanakan Salat Sunnah Muakad
- Mulai dari yang mudah: Mulailah dengan salat sunnah yang paling mudah, seperti Qabliyah Subuh 2 rakaat. Setelah terbiasa, tambahkan salat sunnah lainnya.
- Pahami keutamaannya: Dengan memahami keutamaan dan manfaat salat sunnah muakad, motivasi untuk melaksanakannya akan semakin kuat.
- Buat jadwal: Buatlah jadwal ibadah harian yang mencakup salat sunnah muakad yang ingin dikerjakan.
- Cari teman ibadah: Memiliki teman atau komunitas yang juga rutin mengerjakan salat sunnah muakad dapat meningkatkan semangat dan konsistensi.
- Jangan putus asa: Jika suatu hari terlewat, jangan putus asa. Segera perbaiki di hari berikutnya dan istiqomah.
- Perbanyak doa: Mohonlah kepada Allah SWT agar diberi kemudahan dan keistiqomahan dalam melaksanakan salat sunnah muakad.
Renungan :
Salat sunnah muakad merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Meskipun hukumnya tidak wajib seperti salat fardhu, namun keutamaannya sangat besar dan menjadi penyempurna ibadah kita.
Dengan konsisten melaksanakan salat sunnah muakad, kita berharap dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT, mendapatkan pahala yang berlipat ganda, dan meraih kesuksesan di dunia maupun di akhirat.
Mari kita mulai untuk lebih peduli dan rutin melaksanakan salat sunnah muakad. Jangan biarkan hari-hari kita berlalu tanpa menghiasinya dengan ibadah-ibadah sunnah yang mulia.
Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan keistiqomahan kepada kita semua dalam menjalankan ibadah ini. Aamiin.
Maaf jika ada yang salah ya.