Surat ini cuma 5 ayat, bosku. Paling pendek, sering kita baca saat sholat. Tapi di balik pendeknya, ada kisah yang bikin merinding dan pelajaran yang masih hidup sampai hari ini di warungku.
Surat Al Lahab. Surat ke-111. Surat yang turun bukan untuk orang jauh, tapi untuk paman Nabi sendiri.
Bacaan dan Terjemahan Surat Al Lahab
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ (1)
مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ (2)
سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ (3)
وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ (4)
فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ (5)
Artinya:
1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.
2. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
4. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.
5. Yang di lehernya ada tali dari sabut.
Tadabur Ayat 1: TABAT YADA - Binasalah Kedua Tangannya
Abu Lahab nama aslinya Abdul Uzza bin Abdul Muthalib. Paman Nabi Muhammad SAW, wajahnya tampan kemerahan, makanya dipanggil Abu Lahab (Bapak Api) karena pipinya selalu merah menyala.
Dia yang paling keras memusuhi Nabi. Saat Nabi dakwah di Bukit Shafa, Abu Lahab yang teriak, "Tabban laka! Celaka kamu, Muhammad! Untuk ini kamu kumpulkan kami?"
Maka Allah balas dengan kalimat yang sama: "Tabbat yada Abi Lahab - Binasalah kedua tangan Abu Lahab." Tangan yang dipakai untuk menunjuk dan mencaci Nabi, tangan itu yang didoakan binasa.
Pelajaran untuk kita, bosku: Jangan pernah pakai tangan dan mulut kita untuk merendahkan orang yang berjuang di jalan kebaikan. Sekali kita caci orang baik, doa itu bisa berbalik ke kita.
Tadabur Ayat 2: MAA AGHNAA ANHU MAALUHU - Hartanya Tidak Menyelamatkan
Abu Lahab itu kaya raya, bosku. Pedagang besar Quraisy, punya kebun, punya budak, nasabnya mulia, anak Abdul Muthalib, kakeknya Nabi.
Dia pikir dengan harta dan nasab, dia kebal. "Aku paman Muhammad, aku kaya, aku pasti selamat."
Tapi Allah bilang: "Harta dan apa yang dia usahakan tidak berguna." Di depan Allah, harta 0, nasab 0, kalau tidak ada iman.
Aku sering lihat di warung, ada orang sombong karena tokonya besar, mobilnya dua. Dia lupa, toko besar bisa bangkrut dalam semalam, mobil bisa hilang. Yang menyelamatkan bukan harta, tapi hati yang tawadhu.
Tadabur untuk kita: Jangan sombong karena warungmu laris, daganganmu banyak. Hari ini laris, besok bisa sepi. Harta itu titipan, bukan jaminan surga.
Tadabur Ayat 3: SAYASHLA NAARAN - Akan Masuk Api yang Bergejolak
Allah tidak bilang "mungkin" masuk neraka, tapi "sayashla" - pasti akan masuk api yang bergejolak. Api yang sesuai dengan namanya, Lahab, yang menyala-nyala.
Abu Lahab mati dengan cara hina, bosku. Setelah kalah Perang Badar, dia stres, sakit, badannya bernanah, tidak ada yang mau mendekati, bahkan anaknya sendiri. Meninggal sendirian, bau busuk, dikubur dengan didorong pakai kayu karena takut tertular. Orang yang dulu disegani, mati tidak ada yang mau sentuh.
Itulah akhir kesombongan.
Tadabur Ayat 4-5: Istri Pembawa Kayu Bakar dan Tali di Lehernya
Istri Abu Lahab, Ummu Jamil, namanya Arwa binti Harb, adik Abu Sufyan. Dia juga kaya dan cantik, tapi mulutnya jahat.
Setiap malam dia bawa kayu berduri, dia taruh di jalan yang akan dilewati Nabi, biar kaki Nabi tertusuk. Dia sebar fitnah, dia sebut Nabi tukang sihir.
Makanya Allah sebut "hammalat al-hatab - pembawa kayu bakar". Di dunia dia bawa kayu untuk menyakiti Nabi, di akhirat dia bawa kayu untuk bahan bakar api suaminya sendiri.
Di lehernya ada tali dari sabut, tali yang kasar, yang dulu di dunia dia pakai untuk ikat kayu duri, di akhirat jadi pengikat lehernya sendiri.
Pelajaran untuk suami-istri: Kalau suami istri kompak dalam kejahatan, kompak juga dalam siksaan. Tapi kalau suami istri kompak dalam kebaikan, kompak juga di surga. Pilih teman hidup yang bawa kamu ke masjid, bukan yang bawa kamu bawa kayu duri.
3 Hikmah Menyentuh Hati untuk Penjaga Warung Seperti Kita
1. Nasab Tidak Menjamin Surga:
Abu Lahab itu paman Nabi, darah dagingnya, tapi masuk neraka. Bilal bin Rabah itu budak hitam, tidak punya nasab, tapi sandal jepitnya sudah terdengar di surga. Jadi jangan bangga "Aku keturunan orang alim", kalau kelakuan kita seperti Abu Lahab.
2. Harta Banyak Bisa Jadi Bumerang:
Di warung, kadang kita sombong kalau dapat rezeki beras 5 kilo pagi-pagi. Padahal Abu Lahab hartanya se-Mekah, tapi tidak selamat. Syukuri harta dengan sedekah, bukan dengan sombong.
3. Diam Saat Orang Lain Didzolimi Itu Juga Dosa:
Abu Lahab tidak cuma diam, tapi ikut menyakiti. Hari ini kalau kita lihat orang difitnah, warung tetangga dijahatin orang, dan kita diam saja, kita mirip sedikit dengan Abu Lahab. Bela kebenaran, meski cuma dengan doa.
Penutup dari Warung Gresik Jam 6 Pagi
Aku tulis tafsir ini jam 6 pagi, baru buka rolling door, dapat rezeki beras dan telur. Aku ingat Surat Al Lahab, aku jadi takut.
Takut kalau warungku laris lalu aku jadi sombong seperti Abu Lahab. Takut kalau aku punya sedikit harta lalu merendahkan pembeli yang bayar pakai recehan kresek hitam.
Surat Al Lahab itu cermin, bosku. Cermin untuk kita yang kadang merasa paling kaya di kampung, paling benar, paling hebat nasabnya.
Allah bisa binasakan tangan yang sombong dalam satu ayat. Tapi Allah juga bisa muliakan budak hitam jadi ahli surga karena tawadhunya.
Pilih yang mana? Jadi Abu Lahab yang binasa, atau jadi Bilal yang sandal jepitnya terdengar di surga?
Semoga warung kecil kita ini dijauhkan dari sifat Abu Lahab. Aamiin.
Disclaimer Tadabur
Artikel ini adalah tadabur (perenungan) Surat Al Lahab berdasarkan Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Jalalain, dan Tafsir Al-Misbah Quraish Shihab, untuk tujuan edukasi dan pengingat hati. Terjemahan menggunakan terjemahan resmi Kemenag RI. Penulis adalah penjaga warung kelontong di Gresik yang belajar tafsir dari kajian masjid, bukan ustadz atau ahli tafsir. Untuk pemahaman lebih dalam, silakan baca kitab tafsir lengkap atau tanya kepada ustadz di masjid terdekat. Semoga Allah ampuni jika ada kesalahan penulisan.
Kamus Kecil
1. Tabbat Yada: Binasalah kedua tangannya, doa kehancuran untuk Abu Lahab.
2. Abu Lahab: Paman Nabi Muhammad SAW yang memusuhi dakwah, nama asli Abdul Uzza.
3. Hammalat Al-Hatab: Pembawa kayu bakar, julukan untuk istri Abu Lahab Ummu Jamil.
4. Masad: Sabut, tali kasar dari serat pohon.
5. Tadabur: Merenungi makna Al-Quran untuk diambil pelajaran hidup.
Belum ada tanggapan untuk "TABAT YADA! Bukan Sekadar Surat Pendek, Tapi Tamparan untuk yang Sombong Karena Harta - Tafsir Surat Al Lahab yang Menyentuh Hati"
Posting Komentar