![Bulan Sya'ban sering disebut sebagai "bulan yang terlupakan" — terjepit di antara Rajab yang mulia dan Ramadhan yang agung. Padahal Rasulullah ﷺ justru memperbanyak ibadah di bulan ini, terutama puasa. Artikel ini akan menjelaskan 7 keistimewaan Sya'ban berdasarkan dalil-dalil yang jujur dan akurat: mana yang shahih, mana yang hasan, dan mana yang perlu diluruskan. Mari kita sambut Sya'ban dengan ilmu, bukan sekadar tradisi. 🌙 7 Keistimewaan Bulan Sya'ban 1. Bulan Rasulullah ﷺ Memperbanyak Puasa [SHAHIH] Ini adalah keistimewaan paling shahih tentang Sya'ban. Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau memperbanyak puasa (sunnah) seperti di bulan Sya'ban." (HR. Bukhari dan Muslim) Artinya: Puasa Sya'ban adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Rasulullah ﷺ berpuasa hampir sebulan penuh di Sya'ban (meski tidak full 30 hari). Mengapa? Sya'ban adalah bulan latihan sebelum Ramadhan. Siapa yang rajin puasa di Sya'ban, tubuhnya sudah siap menghadapi Ramadhan. 2. Bulan Diangkatnya Amal ke Langit [SHAHIH] Rasulullah ﷺ bersabda: "Itulah bulan yang manusia lalai darinya, antara Rajab dan Ramadhan. Itulah bulan di mana amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, maka aku suka jika amalku diangkat saat aku berpuasa." (HR. An-Nasa'i, dinilai hasan) Artinya: Sya'ban adalah "bulan laporan tahunan" — saat amal-amal kita selama setahun diangkat ke langit. Rasulullah ﷺ ingin amal terakhirnya sebelum laporan adalah puasa. Amalan yang dianjurkan: Perbanyak sedekah, istighfar, dan amal shalih di Sya'ban, karena ini adalah "penutup buku" amal tahunan kita. 3. Malam Nisfu Sya'ban: Ampunan yang Luas [HASAN LI GHAIRIH] Ada hadits tentang malam ke-15 Sya'ban (Nisfu Sya'ban): "Allah melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya'ban, lalu mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali dua golongan: orang musyrik dan orang yang bermusuhan (tidak mau berdamai)." (HR. Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dinilai hasan li ghairih karena banyak jalur) Status hadits: Sebagian ulama menilai dhaif, tapi Syaikh Al-Albani menilai hasan li ghairih (hasan karena banyak jalur periwayatan). Ulama lain juga menilai hasan. Artinya: Malam Nisfu Sya'ban adalah malam ampunan — Allah mengampuni hamba-Nya kecuali yang musyrik dan yang masih menyimpan dendam. Amalan yang dianjurkan: Berdamai dengan orang yang kita musuhi Istighfar dan taubat Doa dan dzikir (tanpa tata cara khusus yang tidak ada dalilnya) 4. Bulan Persiapan Menuju Ramadhan [SHAHIH secara Makna] Para ulama salaf menyebut Sya'ban sebagai "bulan menanam" sebelum Ramadhan. Ibnu Rajab Al-Hanbali berkata: "Bulan Sya'ban adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak tilawah Al-Qur'an." Amalan yang dianjurkan: Mulai biasakan membaca Al-Qur'an setiap hari Bayar hutang puasa tahun lalu (qadha) Siapkan fisik dan mental untuk Ramadhan Lunasi hutang dan selesaikan urusan duniawi 5. Syahrul Qurra' (Bulan Para Pembaca Al-Qur'an) [PENDAPAT ULAMA] Para ulama salaf menyebut Sya'ban sebagai Syahrul Qurra' — bulan para pembaca Al-Qur'an. Mereka memperbanyak tilawah di bulan ini sebagai persiapan Ramadhan. Amalan yang dianjurkan: Targetkan khatam Al-Qur'an 1x selama Sya'ban Baca minimal 1 juz per hari Pahami tafsir ayat-ayat yang dibaca 6. Bulan yang Sering Dilupakan [FAKTA SEJARAH] Rasulullah ﷺ sendiri bersabda bahwa Sya'ban adalah "bulan yang dilupakan orang" karena letaknya antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah fakta yang diakui Rasulullah ﷺ sendiri. Hikmah: Justru karena sering dilupakan, pahala beribadah di Sya'ban menjadi lebih besar — karena sedikit yang melakukannya. 7. Bulan Pembersihan Hati [IBARAT DARI ULAMA] Para ulama mengibaratkan: Rajab = bulan menyiram benih (memulai taubat) Sya'ban = bulan merawat tanaman (membersihkan hati) Ramadhan = bulan memanen hasil (mendapat pahala berlimpah) Amalan yang dianjurkan: Perbanyak istighfar (minimal 100x per hari) Bersihkan hati dari dendam, iri, dan dengki Maafkan orang yang pernah menyakiti kita ⚠️ Meluruskan Amalan yang Tidak Ada Dalilnya Dengan rendah hati, mari kita luruskan beberapa amalan yang tidak ada dasar shahihnya: ❌ Shalat Khusus Malam Nisfu Sya'ban Hadits tentang shalat khusus di malam Nisfu Sya'ban (misalnya shalat 100 rakaat dengan bacaan tertentu) dinilai maudhu' (palsu) oleh para ulama. Sikap yang benar: Tetap boleh shalat malam (tahajjud) seperti biasa, tapi jangan meyakini ada shalat khusus Nisfu Sya'ban yang diajarkan Rasulullah ﷺ. ❌ Doa Khusus dengan Redaksi Tertentu Tidak ada doa khusus Nisfu Sya'ban yang diajarkan Rasulullah ﷺ. Boleh berdoa apa saja, tapi jangan meyakini ada redaksi khusus yang harus dibaca. ❌ Merayakan Nisfu Sya'ban Seperti Hari Raya Tidak ada dalil yang menganjurkan perayaan khusus (kumpulan massal, makan-makan, dll) di malam Nisfu Sya'ban. Ini adalah tradisi lokal, bukan ajaran Islam. Sikap yang benar: Hormati tradisi lokal selama tidak meyakini itu sebagai ibadah wajib. Tapi jangan memaksakan atau menghukumi saudara kita yang tidak merayakan. 📋 Panduan Praktis Amalan Sya'ban ✅ Yang DIANJURKAN (ada dalilnya): Memperbanyak puasa sunnah (terutama Senin-Kamis, Ayyamul Bidh) Memperbanyak tilawah Al-Qur'an Memperbanyak istighfar dan dzikir Membersihkan hati dari dendam dan permusuhan Bayar hutang puasa tahun lalu (qadha) Persiapan fisik dan mental untuk Ramadhan Sedekah dan amal shalih lainnya ⚠️ Yang TIDAK ADA DALILNYA (boleh dilakukan tapi jangan diyakini sebagai ibadah khusus): Shalat khusus Nisfu Sya'ban Doa dengan redaksi khusus Perayaan massal malam Nisfu Sya'ban Meyakini ada amalan khusus yang hanya boleh dilakukan di Nisfu Sya'ban 💡 Penutup: Sya'ban yang Tenang, Bukan Sibuk Sya'ban seharusnya tidak membuat kita sibuk mencari amalan-amalan "rahasia" yang tidak ada dalilnya. Sya'ban adalah bulan yang tenang dan sederhana: puasa sunnah, baca Qur'an, bersihkan hati, dan persiapkan diri untuk Ramadhan. Mari kita sambut Sya'ban dengan ilmu yang benar, bukan sekadar tradisi turun-temurun. Semoga Allah menyampaikan kita ke Ramadhan dalam keadaan lebih baik dari tahun lalu. Aamiin. 📖 Disclaimer Rendah Hati Tulisan ini dirangkum dari sumber-sumber terpercaya (NU Online, Almanhaj, Rumaysho, Baznas, dll) dengan niat meluruskan dalil, bukan menghakimi. Jika ada kesalahan, mohon koreksi dari para ustadz dan ahli ilmu. Wallahu a'lam bishawab. 🔗 Baca Juga: 7 Keistimewaan Puasa Bulan Rajab Urutan 114 Surat Al-Qur'an Lengkap Tips Khatam Al-Qur'an Ramadhan Cara Bayar Hutang Puasa yang Benar](https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEj3YmUzs6BopdN_4korEOxuU1S9H-hVMlricCMR1QXFqRVk8SwdQGsBeudRT1DcPjs2IRnOL1pdOWLZt5UZ9mre5Ph45_Z6aTQkUdDgY_voJVsTrD15fK0VbMXrVqHvAoBK2DUM3UnxgyrHmj9Zyre6wdRdjMHGemMIg1A1tRA2QhI1079vvPD5FbDqSfI=w640-h426-rw) |
| 7 Keistimewaan Bulan Sya'ban |
Bulan Sya'ban sering disebut sebagai "bulan yang terlupakan" — terjepit di antara Rajab yang mulia dan Ramadhan yang agung. Padahal Rasulullah ﷺ justru memperbanyak ibadah di bulan ini, terutama puasa.
Artikel ini akan menjelaskan 7 keistimewaan Sya'ban berdasarkan dalil-dalil yang jujur dan akurat: mana yang shahih, mana yang hasan, dan mana yang perlu diluruskan. Mari kita sambut Sya'ban dengan ilmu, bukan sekadar tradisi.
🌙 7 Keistimewaan Bulan Sya'ban
1. Bulan Rasulullah ﷺ Memperbanyak Puasa [SHAHIH]
Ini adalah keistimewaan paling shahih tentang Sya'ban. Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
"Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau memperbanyak puasa (sunnah) seperti di bulan Sya'ban."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya: Puasa Sya'ban adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Rasulullah ﷺ berpuasa hampir sebulan penuh di Sya'ban (meski tidak full 30 hari).
Mengapa? Sya'ban adalah bulan latihan sebelum Ramadhan. Siapa yang rajin puasa di Sya'ban, tubuhnya sudah siap menghadapi Ramadhan.
2. Bulan Diangkatnya Amal ke Langit [SHAHIH]
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Itulah bulan yang manusia lalai darinya, antara Rajab dan Ramadhan. Itulah bulan di mana amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, maka aku suka jika amalku diangkat saat aku berpuasa."
(HR. An-Nasa'i, dinilai hasan)
Artinya: Sya'ban adalah "bulan laporan tahunan" — saat amal-amal kita selama setahun diangkat ke langit. Rasulullah ﷺ ingin amal terakhirnya sebelum laporan adalah puasa.
Amalan yang dianjurkan: Perbanyak sedekah, istighfar, dan amal shalih di Sya'ban, karena ini adalah "penutup buku" amal tahunan kita.
3. Malam Nisfu Sya'ban: Ampunan yang Luas [HASAN LI GHAIRIH]
Ada hadits tentang malam ke-15 Sya'ban (Nisfu Sya'ban):
"Allah melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya'ban, lalu mengampuni seluruh makhluk-Nya kecuali dua golongan: orang musyrik dan orang yang bermusuhan (tidak mau berdamai)."
(HR. Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dinilai hasan li ghairih karena banyak jalur)
Status hadits: Sebagian ulama menilai dhaif, tapi Syaikh Al-Albani menilai hasan li ghairih (hasan karena banyak jalur periwayatan). Ulama lain juga menilai hasan.
Artinya: Malam Nisfu Sya'ban adalah malam ampunan — Allah mengampuni hamba-Nya kecuali yang musyrik dan yang masih menyimpan dendam.
Amalan yang dianjurkan:
- Berdamai dengan orang yang kita musuhi
- Istighfar dan taubat
- Doa dan dzikir (tanpa tata cara khusus yang tidak ada dalilnya)
4. Bulan Persiapan Menuju Ramadhan [SHAHIH secara Makna]
Para ulama salaf menyebut Sya'ban sebagai "bulan menanam" sebelum Ramadhan.
Ibnu Rajab Al-Hanbali berkata: "Bulan Sya'ban adalah waktu yang tepat untuk memperbanyak tilawah Al-Qur'an."
Amalan yang dianjurkan:
- Mulai biasakan membaca Al-Qur'an setiap hari
- Bayar hutang puasa tahun lalu (qadha)
- Siapkan fisik dan mental untuk Ramadhan
- Lunasi hutang dan selesaikan urusan duniawi
5. Syahrul Qurra' (Bulan Para Pembaca Al-Qur'an) [PENDAPAT ULAMA]
Para ulama salaf menyebut Sya'ban sebagai Syahrul Qurra' — bulan para pembaca Al-Qur'an. Mereka memperbanyak tilawah di bulan ini sebagai persiapan Ramadhan.
Amalan yang dianjurkan:
- Targetkan khatam Al-Qur'an 1x selama Sya'ban
- Baca minimal 1 juz per hari
- Pahami tafsir ayat-ayat yang dibaca
6. Bulan yang Sering Dilupakan [FAKTA SEJARAH]
Rasulullah ﷺ sendiri bersabda bahwa Sya'ban adalah "bulan yang dilupakan orang" karena letaknya antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah fakta yang diakui Rasulullah ﷺ sendiri.
Hikmah: Justru karena sering dilupakan, pahala beribadah di Sya'ban menjadi lebih besar — karena sedikit yang melakukannya.
7. Bulan Pembersihan Hati [IBARAT DARI ULAMA]
Para ulama mengibaratkan:
- Rajab = bulan menyiram benih (memulai taubat)
- Sya'ban = bulan merawat tanaman (membersihkan hati)
- Ramadhan = bulan memanen hasil (mendapat pahala berlimpah)
Amalan yang dianjurkan:
- Perbanyak istighfar (minimal 100x per hari)
- Bersihkan hati dari dendam, iri, dan dengki
- Maafkan orang yang pernah menyakiti kita
⚠️ Meluruskan Amalan yang Tidak Ada Dalilnya
Dengan rendah hati, mari kita luruskan beberapa amalan yang tidak ada dasar shahihnya:
❌ Shalat Khusus Malam Nisfu Sya'ban
Hadits tentang shalat khusus di malam Nisfu Sya'ban (misalnya shalat 100 rakaat dengan bacaan tertentu) dinilai maudhu' (palsu) oleh para ulama.
Sikap yang benar: Tetap boleh shalat malam (tahajjud) seperti biasa, tapi jangan meyakini ada shalat khusus Nisfu Sya'ban yang diajarkan Rasulullah ﷺ.
❌ Doa Khusus dengan Redaksi Tertentu
Tidak ada doa khusus Nisfu Sya'ban yang diajarkan Rasulullah ﷺ. Boleh berdoa apa saja, tapi jangan meyakini ada redaksi khusus yang harus dibaca.
❌ Merayakan Nisfu Sya'ban Seperti Hari Raya
Tidak ada dalil yang menganjurkan perayaan khusus (kumpulan massal, makan-makan, dll) di malam Nisfu Sya'ban. Ini adalah tradisi lokal, bukan ajaran Islam.
Sikap yang benar: Hormati tradisi lokal selama tidak meyakini itu sebagai ibadah wajib. Tapi jangan memaksakan atau menghukumi saudara kita yang tidak merayakan.
📋 Panduan Praktis Amalan Sya'ban
✅ Yang DIANJURKAN (ada dalilnya):
- Memperbanyak puasa sunnah (terutama Senin-Kamis, Ayyamul Bidh)
- Memperbanyak tilawah Al-Qur'an
- Memperbanyak istighfar dan dzikir
- Membersihkan hati dari dendam dan permusuhan
- Bayar hutang puasa tahun lalu (qadha)
- Persiapan fisik dan mental untuk Ramadhan
- Sedekah dan amal shalih lainnya
⚠️ Yang TIDAK ADA DALILNYA (boleh dilakukan tapi jangan diyakini sebagai ibadah khusus):
- Shalat khusus Nisfu Sya'ban
- Doa dengan redaksi khusus
- Perayaan massal malam Nisfu Sya'ban
- Meyakini ada amalan khusus yang hanya boleh dilakukan di Nisfu Sya'ban
💡 Penutup: Sya'ban yang Tenang, Bukan Sibuk
Sya'ban seharusnya tidak membuat kita sibuk mencari amalan-amalan "rahasia" yang tidak ada dalilnya. Sya'ban adalah bulan yang tenang dan sederhana: puasa sunnah, baca Qur'an, bersihkan hati, dan persiapkan diri untuk Ramadhan.
Mari kita sambut Sya'ban dengan ilmu yang benar, bukan sekadar tradisi turun-temurun. Semoga Allah menyampaikan kita ke Ramadhan dalam keadaan lebih baik dari tahun lalu. Aamiin.
📖 Disclaimer Rendah Hati
Tulisan ini dirangkum dari sumber-sumber terpercaya (NU Online, Almanhaj, Rumaysho, Baznas, dll) dengan niat meluruskan dalil, bukan menghakimi. Jika ada kesalahan, mohon koreksi dari para ustadz dan ahli ilmu. Wallahu a'lam bishawab.
🔗 Baca Juga:
- 7 Keistimewaan Puasa Bulan Rajab
- Urutan 114 Surat Al-Qur'an Lengkap
- Tips Khatam Al-Qur'an Ramadhan
- Cara Bayar Hutang Puasa yang Benar
Setelah Bualan Rajab, akan datang bulan Sya'ban. Bulan Sya'ban juga termasuk salah satu bulan yang diagungkan dalam Islam. Pada malam Nisfu Sya'ban, Allah SWT turun ke langit dunia dan memberi syafaat (bantuan) bagi siapa saja yang meminta pada malam itu hingga terbit Fajar.
Rasulullah SAW pernah bersabda,
"Jika terjadi malam nisfu Sya'ban, maka shalatlah kamu sekalian pada malam harinya, dan puasalah kamu sekalian pada siang harinya. Karena sesungguhnya Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi turun pada malam tersebut ke langit dunia mulai dari terbenam matahari dan berfirman,
"Apakah tidak ada orang yang meminta ampun, sehingga Aku mengampuninya?
Apakah tidak ada orang yang meminta rezeki, sehingga Aku memberinya rezeki?
Apakah tidak ada orang yang terkena bala, sehingga Aku dapat menyelamatkannya?
Apakah tidak demikian, apakah tidak demikian, sehingga terbit fajar."
Diantara keistimewaan ibadah pada bulan Sya'ban yang agung adalah sebagai berikut.
7 Keistimewaan Puasa Bulan Sya'ban:
1. Menurut Imam Nawawi, pada hari nisfu Sya'ban (hari ke lima belas) tahun kedua Hijriyah, telah berlaku pertukaran kiblat umat Islam yaitu dari Masjid Al-Aqsa ke Kab'bah di Masjid Al-Haram.
2. Telah terjadi peperangan Bani Mustalik pada tahun kelima Hijrah.
Kemenangan berpihak kepada Islam dan terjadinya perang Badar yang terakhir pada tahun keempat Hijrah.
3. Bulan Sya'ban merupakan bulan dimana amal-amal kita diangkat untuk dihadapkan kepada Tuhan.
Hal ini berdasarkan hadits riwayat An Nasai dan Abu Dawud dan ditashih oleh Ibnu Huzaimah dari Usamah bin Zaid, katanya,
"Aku berkata, Wahai Rasulullah, aku tidak melihat tuan berpuasa dari satu bulan dari beberapa bulan seperti puasa tuan di Bulan Sya'ban."
Beliau menjawab, "Itu adalah bulan yang dilupakan oleh manusia antara bulan Rajab dan Ramadan. Bulan Sya'ban itu bulan amal-amal diangkat ke hadapan Tuhan semesta alam. Oleh karena itu, aku senang apabila amalku diangkat, sedangkan aku berpuasa."
4. Bulan Membaca Al-Qur'an.
Diriwayarkan dari Anas ra, berkata,
"Adalah orang-orang muslim apabila masuk bulan Sya'ban, mereka membuka mushaf-mushaf Al Qur'an dan membacanya, mengeluarkan zakat dari harta mereka untuk memberi kekuatan kepada orang-orang yang lemah dan orang-orang miskin untuk melakukan puasa Ramadan."
Berkata Salamah bin Suhail,
"Telah dikatakan bahwa bulan Sya'ban itu merupakan bulannya para qurra' (pembaca Al Qur'an)."
Dan adalah Habib bin Abi Tsabit apabila masuk bulan Sya'ban dia berkata,
"Inilah bulannya para qurra'."
Dari 'Amr bin Qais Al-Mula'i apabila masuk bulan Sya'ban dia menutup tokonya dan meluangkan waktu (khusus) untuk membaca Al-Qur'an."
5. Bulannya Rasulullah SAW.
Hal ini berdasarkan sabda baliau yang berbunyi,
"Bulan Rajab itu adalah bulan Allah, bulan Sya'ban adalah bulanku dan bulan Ramadan adalah bulannya umatku."
Rasulullah SAW pada setiap setiap malam tanggal 15 Sya'ban selalu melakukan shalat malam dengan sangat lama, menunaikan kewajiban bersyukur kepada Allah SWT, sehingga Al-Hafidh Al-Baihaqi dalam kitab Musnadnya meriwayatkan hadits dari A'isyah ra katanya,
"Rasulullah SAW pada suatu malam bangun, lalu melakukan shalat. Beliau memperlama sujud, sehingga aku mengira beliau telah wafat. Setelah aku melihat yang demikian itu, aku bangun sehingga menggerakkan ibu jari beliau, dan ibu jari beliau bergerak."
6. Pada setiap malam nisfu Sya'ban, Rasulullah SAW selalu mendoakan umatnya, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.
Dalam hal ini, Sayyidina Ali ra menceritakan sebagai berikut,
"Susungguhnya Rasulullah SAW keluar pada malam ini (malam nisfu sya'ban) ke Baqi' (kuburan dekat masjid Nabawi) dan aku mendapatkan beliau dalam keadaan memintaan ampun bagi orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan dan para syuhada."
Banyak hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal dalam kitab musnad beliau, Imam At-Tirmidzi At-Thabrani, Ibnu Hibban, Ibnu Majah, Al Baihaqi dan An Nasai, yang menetapkan bahwa Rasulullah SAW adalah memuliakan malam Nisfu Sya'ban dengan memperbanyak shalat, doa dan istighfar.
Jadi, bukanlah perbuatan bid'ah dan bukan pula perbuatan aneh jika malam nisfu Sya'ban dijadikan malam untuk banyak berzikir, berdoa dan istighfar dan melakukan shalat bagi kaum muslimin.
7. Bulan turunnya Allah SWT ke muka bumi.
Rasulullah SAW pernah bersabda,
"Jika terjadi malam nisfu Sya'ban, maka shalatlah kamu sekalian pada malam harinya, dan puasalah kamu sekalian pada siang harinya. Karena sesungguhnya Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi turun pada malam tersebut ke langit dunia mulai dari terbenam matahari dan berfirman,
"Apakah tidak ada orang yang meminta ampun, sehingga Aku mengampuninya? Apakah tidak ada orang yang meminta rezeki, sehingga Aku memberinya rezeki? Apakah tidak ada orang yang terkena bala, sehingga Aku dapat menyelamatkannya? Apakah tidak demikian, apakah tidak demikian, sehingga terbit fajar."
Imam Al-Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya'ban sebagai malam yang penuh syafaat (pertolongan).
Menurut Al Ghazali, pada malam ke 13 di bulan Sya'ban, Allah SWT memberikan tiga syafaat kepada hamba-hambanya.
Sedangkan pada malan ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh.
Subhanallah...
Dengan demikian, pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Karena pada malam ke 15 bylan Sya'ban inilah catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dianikkan ke hadapan Allah SWT.
Akhir kata,
Selamat Berburu Amal Saleh di Bulan Sya'ban, terutama di malam Nisfu Sya'ban (malam tanggal 15).