Uswah Islam

Uswah Islam Merupakan Cerita Suri Tauladan dari Sahabat Nabi Muhammad SAW Untuk dijadikan Pelajaran Buat Kita Semua

  • Home
  • Sitemap
  • Tentang
  • Hubungi
Beranda » Nabi » Uswah » Bukan Sekadar Nabi: Sisi Humanis Rasulullah yang Membuat Kita Ingin Menjadi Sahabatnya

Bukan Sekadar Nabi: Sisi Humanis Rasulullah yang Membuat Kita Ingin Menjadi Sahabatnya

Surabaya, 1 Agustus 2026 - Pagi
Pernahkah Anda merasakannya?
Saat membaca sirah nabawiyah atau kisah-kisah perjuangan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, kita sering kali merasa takjub. Luar biasa. Namun, di saat yang sama, ada jarak yang terasa begitu jauh. Kita melihat beliau sebagai sosok yang sempurna, seorang Nabi yang menerima wahyu, seorang pemimpin agung yang tak tersentuh oleh hal-hal duniawi yang biasa kita rasakan.
Ilustrasi kehangatan Rasulullah bersama sahabat dan anak-anak dalam suasana majelis yang penuh kasih sayang dan tawa
Ilustrasi suasana hangat Rasulullah bersama para sahabat dan anak-anak dalam majelis yang penuh kasih sayang, mencerminkan sisi humanis beliau yang jarang dibahas. (Ilustrasi: Akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari)
Jujur saja, rasa "segan" ini wajar. Tapi, tahukah Anda bahwa dengan hanya melihat beliau dari sisi "kenabian" yang agung, kita justru melewatkan separuh dari keindahan akhlaknya?
Rasulullah SAW bukan hanya seorang utusan Tuhan. Beliau adalah seorang ayah yang menggendong cucunya saat shalat. Beliau adalah seorang suami yang memasak untuk keluarganya. Beliau adalah seorang teman yang tertawa lepas, menangis tersedu, dan mendengarkan curhatan dengan sepenuh hati.
Hari ini, mari kita kesampingkan sejenak rasa "segan" itu. Mari kita duduk lebih dekat, dan mengupas sisi humanis Rasulullah yang jarang dibahas. Sisi yang membuat kita bukan hanya ingin menghormatinya, tapi juga ingin menjadi sahabatnya.

Mengapa Kita Perlu Melihat Sisi Humanis Beliau?

Di era modern yang serba cepat dan penuh tekanan ini, kita sering kali merasa kesepian. Kita mencari sosok role model yang tidak hanya sempurna secara teori, tapi juga relate dengan pergumulan hidup kita sehari-hari.
Memahami sisi humanis Rasulullah mengajarkan kita bahwa menjadi seorang Muslim yang taat tidak berarti harus kaku, suram, atau kehilangan emosi. Islam itu hangat. Dan kehangatan itu dipraktikkan langsung oleh Rasulullah dalam interaksi beliau dengan manusia.
Beliau menunjukkan kepada kita bahwa keimanan yang kuat justru melahirkan kelembutan, bukan kekasaran.

Tertawa Sampai Terlihat Gigi Serinya: Rasulullah yang Penuh Canda

Banyak dari kita yang salah kaprah, mengira bahwa menjadi religius berarti harus memasang wajah datar dan serius sepanjang hari.
Padahal, Rasulullah adalah pribadi yang sangat humoris. Beliau sering bercanda dengan para sahabat untuk mencairkan suasana dan membuat mereka bahagia.
Aisyah Radhiyallahu 'anha pernah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah berkata kepada seorang wanita tua, "Wahai Fulanah, tidak ada orang tua yang masuk surga." Wanita itu kaget dan mulai menangis. Rasulullah pun tersenyum dan menjelaskan maksudnya, "Tidak ada yang masuk surga dalam keadaan tua. Semua akan dimasukkan ke surga dalam keadaan muda, yaitu muda-mudi. Umur 33 tahun." (HR. Tirmidzi).
Bayangkan betapa hangat dan mencairkannya suasana saat itu.
Namun, ada satu aturan emas dalam humor beliau: Beliau tidak pernah bercanda dengan cara menyakiti, dan dalam candaannya, beliau selalu berbicara jujur. Tidak ada prank yang merendahkan, tidak ada roasting yang menyakitkan hati. Candaan beliau murni untuk menebar senyum, bukan untuk membangun ego.

Air Mata yang Mengalun untuk Sahabat: Kecerdasan Emosional Sang Pemimpin

Ada stigma di masyarakat kita bahwa "laki-laki itu tidak boleh menangis" atau "menangis itu tanda lemah".
Rasulullah SAW menghancurkan stigma ini dengan sangat elegan. Beliau adalah sosok yang sangat emosional dalam artian positif; beliau memiliki kecerdasan emosional yang luar biasa tinggi.
Ketika putranya, Ibrahim, meninggal dunia, Rasulullah menangis. Air mata beliau mengalir deras di pipi. Abdurrahman bin Auf yang melihatnya bertanya dengan heran, "Engkau pun menangis, wahai Rasulullah?"
Dengan suara yang bergetar, beliau menjawab, "Wahai Ibnu Auf, sesungguhnya ini adalah rasa kasih sayang. Barangsiapa yang tidak memiliki rasa kasih sayang, maka ia tidak akan disayangi." (HR. Bukhari & Muslim).
Beliau juga menangis ketika membaca Al-Qur'an, menangis karena rindu kepada sahabat-sahabatnya yang telah mendahuluinya, dan menangis saat melihat penderitaan umatnya.
Pelajaran besarnya sangat jelas: Menangis bukan kelemahan. Itu adalah bukti bahwa hati kita masih hidup, masih peka, dan masih memiliki rasa kasih sayang.

Mendengarkan dengan Hati: Seni Menjadi Teman yang Baik

Pernahkah Anda berbicara dengan seseorang, tapi matanya malah asyik melihat ke arah lain atau sibuk dengan ponselnya? Rasanya tidak enak, bukan?
Rasulullah SAW adalah definisi nyata dari kata "hadir".
Anas bin Malik, sahabat yang melayani beliau selama 10 tahun, pernah berkata: "Rasulullah SAW adalah orang yang paling baik akhlaknya. Apabila ada seseorang yang berbicara dengan beliau, beliau tidak akan memalingkan wajahnya hingga orang tersebut selesai berbicara." (HR. Tirmidzi).
Bayangkan rasanya diperhatikan sepenuhnya oleh Rasulullah. Beliau tidak hanya mendengar dengan telinga, tapi mendengarkan dengan hati. Beliau menatap mata lawan bicaranya, memiringkan tubuhnya ke arah mereka, dan membuat setiap orang yang duduk di depannya merasa bahwa mereka adalah orang paling penting di dunia saat itu.
Di zaman di mana semua orang sibuk berebut untuk didengar, kemampuan untuk menjadi pendengar yang tulus adalah bentuk kasih sayang yang paling mahal.

Memperlakukan yang Lemah dengan Lembut: Anak Kecil dan Hewan

Cara seseorang memperlakukan mereka yang "tidak bisa memberikan keuntungan" baginya, adalah cerminan sejati dari karakternya.
Rasulullah SAW sering kali memotong shalatnya—ibadah yang paling beliau cintai—hanya karena mendengar tangisan bayi. Beliau khawatir ibunya akan terganggu dan terburu-buru dalam shalat.
Beliau juga pernah mencium cucunya, Hasan dan Husain. Seorang sahabat bernama Al-Aqra' bin Habis yang melihatnya berkata, "Aku punya sepuluh anak, tapi tidak satu pun yang pernah kucium." Rasulullah pun menatapnya dan bersabda, "Barangsiapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi." (HR. Bukhari).
Bahkan terhadap hewan, beliau menunjukkan sisi humanisnya. Beliau menegur sahabat yang mengambil anak burung dari sarangnya hanya untuk membuat induknya sedih. Beliau bersabda, "Siapakah yang telah menyakiti burung ini dan mengambil anak-anaknya? Kembalikan anak-anaknya kepada burung ini!" (HR. Abu Daud).

Mengaplikasikan "Uswah" Hangat Ini di Kehidupan Modern

Lalu, bagaimana kita membawa sisi humanis ini ke dalam kehidupan kita yang serba digital dan sibuk ini? Berikut adalah beberapa langkah kecil yang bisa kita mulai hari ini:
Infografis 4 kualitas humanis Rasulullah: Humor & Joy, Compassion & Tears, Deep Listening, Mercy & Kindness dengan ornamen Islam
Infografis empat kualitas humanis Rasulullah SAW: (1) Humor & Joy - tertawa dan bercanda, (2) Compassion & Tears - menangis karena kasih sayang, (3) Deep Listening - mendengarkan dengan sepenuh hati, (4) Mercy & Kindness - menunjukkan belas kasih. (Ilustrasi: Karakter humanis Rasulullah)
  1. Jadilah Pendengar yang "Hadir": Saat pasangan, anak, atau teman bercerita, letakkan ponsel Anda. Tatap matanya. Berikan mereka hadiah berupa perhatian penuh, persis seperti yang diajarkan Rasulullah.
  2. Tertawalah yang Sehat: Jangan takut untuk bercanda dengan keluarga dan teman. Ciptakan suasana rumah yang penuh tawa, bukan penuh tekanan. Tapi ingat, jaga lisan agar tidak menyakiti.
  3. Izinkan Diri untuk Merasakan Emosi: Jika Anda sedih, menangislah. Jika Anda terharu, biarkan air mata mengalir. Jangan memendamnya. Mengakui emosi adalah bagian dari kesehatan mental yang diajarkan oleh sunnah.
  4. Tunjukkan Kasih Sayang secara Fisik dan Verbal: Cium kening anak Anda sebelum tidur. Peluk pasangan Anda. Ucapkan "Aku sayang kamu" atau "Terima kasih". Rasulullah tidak pelit dengan kasih sayang.

Penutup: Mencintai Beliau, Bukan Hanya Mengagumi Beliau

Mengenal sisi humanis Rasulullah bukan berarti mengurangi rasa hormat kita kepada beliau sebagai Nabi. Justru, ini membuat cinta kita menjadi lebih utuh.
Kita tidak lagi hanya mencintainya karena kewajiban agama, tapi karena kita jatuh hati pada akhlaknya yang luar biasa manusiawi. Kita merindukan beliau, bukan hanya sebagai juru selamat di akhirat, tapi sebagai sosok yang ingin kita jadikan teman duduk, tempat bersandar, dan sahabat terbaik di dunia.
Semoga dengan mengenal sisi hangat ini, kita semakin termotivasi untuk meneladani beliau. Bukan untuk menjadi sempurna, tapi untuk menjadi manusia yang lebih baik, lebih lembut, dan lebih penuh kasih sayang.
Bagaimana dengan Anda? Sisi humanis Rasulullah mana yang paling menyentuh hati Anda? Mari berbagi di kolom komentar, semoga bisa menjadi inspirasi bagi pembaca lainnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Apakah bercanda itu diperbolehkan dalam Islam? A: Sangat diperbolehkan, bahkan dianjurkan untuk mencairkan suasana dan membahagiakan orang lain, selama candaan tersebut tidak mengandung kebohongan, tidak menyakiti perasaan orang lain, dan tidak menjatuhkan martabat seseorang.
Q: Bagaimana cara meneladani Rasulullah di era digital yang sibuk ini? A: Mulailah dari hal kecil yang konsisten. Misalnya, menaruh HP saat makan bersama keluarga, tersenyum kepada orang yang ditemui di jalan (online maupun offline), dan mengucapkan salam serta doa yang baik di grup chat.
Q: Apakah menangis itu mengurangi pahala kesabaran? A: Tidak. Rasulullah SAW sendiri menangis saat menghadapi musibah. Menangis adalah luapan rasa kasih sayang dan kesedihan yang manusiawi. Yang dilarang adalah meratapi takdir dengan ucapan yang menunjukkan keputusasaan atau protes kepada Allah.
Tweet

Jangan sampai ketinggalan postingan-postingan terbaik dari Uswah Islam. Berlangganan melalui email sekarang juga:

Artikel keren lainnya:

Ditulis oleh Uswah Islam pada tanggal Sabtu, 01 Agustus 2026
Posting Lama
Beranda
Lihat versi seluler

Translate

RSS Feeds Uswah Islam

  • RSS Feeds Uswah Islam

Popular Posts

  • 7 Keistimewaan Puasa Bulan Rajab
    Bulan Rajab merupakan salah satu bulan Asyhurul Hurum, sebuah bulan yang dimuliakan selain Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Muharram. Puasa ...
  • Urutan Surat Al Qur'an | Jumlah Surat Al Quran
    No. Surat Jml. ayat 1 Al Faatihah 7 2 Al Baqarah 286 3 Ali 'Imran 200 4 An Nisaa' 176 5 Al Maa-idah 1...
  • 7 Keistimewaan Bulan Sya'ban
    Setelah Bualan Rajab, akan datang bulan Sya'ban. Bulan Sya'ban juga termasuk salah satu bulan yang diagungkan dalam Islam. Pada mala...
  • Doa dan Ucapan Selamat Untuk Anak yang Baru Lahir
    Sering bingung mau mengucapkan apa ketika mendengar ada ikhwah yang baru mendapatkan bayi? Saya juga. Maunya sih mengucapkan doa tertentu,...
  • Kisah Lengkap Ashabul Kahfi
    Kisah ashabul kahfi merupakan cerita 7 pemuda yang menjadi salah satu bukti kebenaran yang diabadikan di dalam al quran. Kalau dipikir den...
  • 20 Kisah Teladan Rasulullah SAW
    20 Kisah Rasulullah Yang Menunjukkan Tingginya Kasih Sayang Baginda: Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Kisah hidup Rasulullah SAW yang men...
  • 7 Mukjizat dan Keistimewaan Al Quran
    Setidaknya ada 7 keistimewaan Al Qur'an yang patut diketahui oleh umat Islam sendiri maupun pihak non Islam. Bahwa sesungguhnya Al Qur...
  • 7 Dalil Tawakal dalam Al Quran
    Barangsiapa mengenal dan yakin bahwa Allah swt sebagai Rahman (Maha Pengasih), Rahim (Maha Penyayang), ‘Aziz (Maha Perkasa), Hakim (Maha Bij...
  • Alasan Dilarang Tidur Setelah Shalat Subuh
    Imam Ibnul Qayyim mengatakan dalam kitabnya Zaadul Ma’aad, bahwasannya orang yang tidur di pagi hari akan menghalanginya dari mendapatkan ri...

Arsip Blog

  • ▼  2026 (74)
    • ▼  Agustus (1)
      • Bukan Sekadar Nabi: Sisi Humanis Rasulullah yang M...
    • ►  Juli (48)
    • ►  Juni (19)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2025 (26)
    • ►  Desember (2)
    • ►  November (11)
    • ►  Oktober (12)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2022 (2)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2021 (7)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2018 (14)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2017 (30)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (9)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (14)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2016 (15)
    • ►  Desember (1)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (4)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2015 (51)
    • ►  Desember (4)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  September (2)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (3)
    • ►  Juni (5)
    • ►  Mei (1)
    • ►  April (1)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Februari (10)
    • ►  Januari (17)
  • ►  2014 (175)
    • ►  Desember (15)
    • ►  November (22)
    • ►  Oktober (26)
    • ►  September (18)
    • ►  Agustus (24)
    • ►  Juli (25)
    • ►  Juni (11)
    • ►  Mei (12)
    • ►  April (12)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (3)
    • ►  Januari (4)
  • ►  2013 (132)
    • ►  Desember (6)
    • ►  November (11)
    • ►  Oktober (12)
    • ►  September (27)
    • ►  Agustus (16)
    • ►  Juli (4)
    • ►  Juni (3)
    • ►  Mei (5)
    • ►  April (5)
    • ►  Maret (19)
    • ►  Februari (9)
    • ►  Januari (15)
  • ►  2012 (55)
    • ►  Desember (3)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (3)
    • ►  September (3)
    • ►  Juli (6)
    • ►  Juni (2)
    • ►  Mei (2)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (2)
    • ►  Februari (10)
    • ►  Januari (21)
  • ►  2011 (309)
    • ►  Desember (34)
    • ►  November (29)
    • ►  Oktober (22)
    • ►  September (8)
    • ►  Agustus (24)
    • ►  Juli (17)
    • ►  Juni (30)
    • ►  Mei (32)
    • ►  April (32)
    • ►  Maret (22)
    • ►  Februari (25)
    • ►  Januari (34)
  • ►  2010 (270)
    • ►  Desember (13)
    • ►  November (22)
    • ►  Oktober (25)
    • ►  September (28)
    • ►  Agustus (30)
    • ►  Juli (32)
    • ►  Juni (31)
    • ►  Mei (52)
    • ►  April (34)
    • ►  Maret (3)

Label

Nabi Uswah islam sahabat nabi

Pengikut

Teman Uswah Islam

  • Hikmah Teladan
  • Jangka Jawa
  • Kejawen Wetan
  • Obat Sakit 2011
  • Ponsel HP
  • Ruana Sagita
  • Tahtadun
  • violia sagita blog

Update Teman Uswah Islam

  • Hikmah Teladan
    Kisah Cinta BJ Habibie & Ainun: Hikmah Kesetiaan di Tengah Badai Kehilangan - Surabaya, 1 Agustus 2026 - Pagi Di era di mana hubungan sering kali terasa rapuh, mudah retak, dan penuh syarat, kita kadang lupa seperti apa bentuk cinta y...
    14 jam yang lalu
  • violia sagita blog
    Dari Jakarta ke Panggung Dunia: 5 Artis Indonesia yang Berhasil Tembus Hollywood & Korea, Bikin Bangga! - Surabaya, 1 Agustus 2026 - Pagi Hari Pernah nggak sih, kamu nonton film Hollywood atau drama Korea, terus tiba-tiba lihat wajah yang familiar? *"Eh, tunggu ...
    15 jam yang lalu
  • violia sagita blog
    Dari Jakarta ke Panggung Dunia: 5 Artis Indonesia yang Berhasil Tembus Hollywood & Korea, Bikin Bangga! - Surabaya, 1 Agustus 2026 - Pagi Hari Pernah nggak sih, kamu nonton film Hollywood atau drama Korea, terus tiba-tiba lihat wajah yang familiar? *"Eh, tunggu ...
    15 jam yang lalu
  • Ruana Sagita
    Dari Mana Asalnya 12 Bulan? Kisah Kalender yang Penuh Intrik Kaisar, Kesalahan Hitung, dan Kompromi Politik - Surabaya, 1 Agustus 2026 - Pagi Hari Pernah nggak sih, di awal tahun baru, kamu bertanya-tanya: *"Kenapa sih setahun itu harus 12 bulan? Kenapa nggak 10 ata...
    15 jam yang lalu
  • Kejawen Wetan
    "Lilakno Lungaku": Seni Melepaskan yang Paling Sulit, Namun Paling Membebaskan - Surabaya, 1 Agustus 2026 Pernah nggak sih kamu berada di titik di mana kamu sangat mencintai seseorang, tapi kamu sadar bahwa bertahan di sana justru membua...
    19 jam yang lalu
  • Jangka Jawa
    "Sak Itik" Kuwi Apa Sih? Mengartikna Ungkapan Basa Jawa sing Sering Digunakake - Surabaya, 31 Juli 2026 Pernah krungu kanca ngomong *"makan sak itik wae"* utawa *"ngerti sak itik"*? Apa kuwi tegese? Kok bahasane aneh ya? Tenang, sampeyan...
    1 hari yang lalu
  • Obat Sakit 2011
    7 Ciri Sakit Maag yang Sering Dianggap Remeh, Jangan Tunggu Parah! - Surabaya, Juli 2026 Pernah nggak sih kamu ngerasa perut nggak enak, tapi malah dibilang "ah, cuma masuk angin kok"? Hati-hati, jangan sampai kecolongan. Nye...
    2 hari yang lalu
  • Ponsel HP
    10 Fitur Tersembunyi Android yang Bikin Nyesel Baru Tahu Sekarang - Surabaya, Juli 2026 Pernah nggak sih kamu beli HP Android spek dewa, tapi yang dipakai cuma buat *scrolling* TikTok dan *chatting*? *Jujurly*, banyak banget...
    2 hari yang lalu
  • Tahtadun
    Apakah Nabi Khidir Masih Hidup? Mengungkap Misteri Figur Misterius dalam Islam - Sby, 5 Juli 2026 - Tahtadun Nabi Khidir (atau Khidhr) adalah salah satu figur paling misterius dalam sejarah Islam. Kisahnya yang abadi dalam Al-Qur'an Sur...
    3 minggu yang lalu
Copyright © 2026 Uswah Islam - Powered by Blogger
Template by Mas Sugeng - Versi Seluler