Jam 05.00 subuh, warung kelontong saya di Manyar Gresik sudah buka. Lampu LED Philips 18 watt nyala dari jam 05.00 sampai 22.00. Di meja kayu, sebelum pembeli datang, saya sempatkan buka Al Quran 1 lembar. Jujur, saya tidak paham semua artinya. Baca masih terbata-bata, tajwid masih berantakan.
|
Pernah ada yang nyeletuk di warung, "Ngapain baca kalau gak paham artinya, Cak? Buang waktu." Saya diam. Di hati agak ciut. Apa iya bacaan saya tidak dapat pahala karena tidak paham maknanya? Padahal saya cuma ingin istiqomah.
Akhirnya saya tanya ke Pak Haji yang kemarin gula darahnya 380 tapi tetap puasa sunnah, dan Mbah Kromo 78 tahun mantan malang (polisi desa zaman dulu). Jawabannya bikin adem. Ternyata pahala membaca Al Quran itu luas sekali, tidak nunggu kita jadi ustadz dulu baru dapat pahala.
Diary subuh ini saya tulis sebelum istirahat siang, mumpung laptop Toshiba Satellite L755 sudah adem diganjal tutup botol Aqua. Saya rangkum dalil-dalil shahih yang saya temukan, biar kita yang orang awam ini tetap semangat baca. Ono wong moco, oleh manfaat, dadi ganjaran.
Isi: Dalil Shahih Pahala Baca Quran Walau Tak Paham
1. Tetap Dapat 10 Kebaikan Per Huruf - Hadits Shahih. Ini dalil paling jelas buat kita. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Quran), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, Mim satu huruf." Referensi: HR. Tirmidzi No. 2910, hadits hasan shahih, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib. Jadi walau kita tidak paham artinya, setiap huruf yang kita eja tetap dihitung pahala. Bayangkan Alif Lam Mim saja sudah 30 kebaikan.
2. Yang Terbata-bata Justru Dapat 2 Pahala - Hadits Bukhari Muslim. Buat kita yang bacanya masih terbata, jangan minder. Rasulullah bersabda: "Orang yang mahir membaca Al Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan taat, sedangkan orang yang membaca Al Quran dengan terbata-bata dan merasa kesulitan, maka baginya dua pahala." Referensi: HR. Bukhari No. 4937 dan Muslim No. 798. Dua pahala itu adalah pahala membaca dan pahala kesungguhannya melawan kesulitan. Jadi yang tidak paham dan terbata itu pahalanya dobel, bukan zonk.
3. Al Quran Akan Jadi Syafaat di Hari Kiamat. Rutin baca, meski tidak paham, akan menolong kita nanti. Rasulullah bersabda: "Bacalah Al Quran, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya." Referensi: HR. Muslim No. 804. Allah juga berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki... mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi." Referensi: QS. Fatir ayat 29. Membaca adalah perniagaan yang tidak pernah rugi, paham atau belum paham, tetap untung.
Penutup: Jangan Berhenti Karena Belum Paham
Jam 05.20, kopi panas di meja sudah setengah gelas. Saya jadi paham, pahala baca Quran itu bertingkat. Tingkat pertama dapat pahala hurufnya dulu. Tingkat kedua baru paham artinya, tingkat ketiga mengamalkannya. Jangan nunggu sempurna baru mulai. Mulai dulu dari yang bisa.
Mbah Kromo bilang, "Le, moco Quran iku koyo jaga gedhogan (omahe jaran). Nek resik terus, jarane betah. Nek Quran diwoco terus, atine resik." Slamet kenek proyek Manyar juga bilang, dia baca 1 ayat tiap habis maghrib, walau artinya lihat terjemahan besoknya. Tidak apa-apa.
Jadi buat kita penjaga warung, tukang bangunan, ibu-ibu yang sibuk, tetap baca. Walau 1 lembar, walau terbata. Pahalanya sudah dijamin dengan dalil shahih di atas. Semoga istiqomah. Ono wong moco, oleh manfaat, dadi ganjaran.
Catatan Kamus Leluhur Warung:
- Gedhogan = omahe jaran / kandang kuda / istal
- Malang = polisi desa zaman dulu, sekarang disebut hansip
Disclaimer Toko Manyar Gresik - Warung Kito: Saya bukan ustadz, bukan ahli tafsir, bukan lulusan pesantren. Saya hanya pemerhati dan penjaga toko kelontong / warung kopi di Manyar Gresik yang buka jam 05.00-22.00 dengan lampu LED Philips 18 watt. Artikel tentang pahala baca Al Quran ini saya garap dibantu AI untuk merangkai kata, sudah saya cek dan edit sendiri. Dalil yang saya sebutkan merujuk pada HR. Tirmidzi No. 2910, HR. Bukhari No. 4937, Muslim No. 798 dan 804, serta QS. Fatir:29. Jika ada kekeliruan, mohon dikoreksi. Untuk pemahaman tafsir yang lebih mendalam, silakan tanya ke ustadz atau kyai di masjid terdekat. Tujuannya berbagi dan amal jariyah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar