Friday, June 21, 2013

Takbir Adalah Rahasia Kekuatan Mike Tyson di Ring Tinju

Di dunia tinju kelas berat, nama Mike Tyson menjadi salah satu legenda abadi. Ini lantaran semasa jayanya, Mike Tyson pernah menyandang gelar sebagai juara sejati karena mampu menyandingkan tiga sabuk komisi tinju dunia, yaitu WBA, WBC, dan IBF.

Namun siapa sangka, kehebatan Tyson di dalam ring tidak semata karena kekuatan fisiknya semata. Petinju bernama lengkap Michael Gerard Tyson alias Malik Abdul Aziz, kelahiran New York City pada 30 Juni 1966 ini ternyata dikenal memiliki ritual khusus jelang pertarungan.


Ritual itu adalah pembacaan doa dan pengucapan lafaz takbir, "Allahu Akbar" yang dilakukan secara berulang-ulang. Selain latihan keras, petinju berjuluk Si Leher Beton ini sebelum bertarung gemar sekali memanjaatkan doa dengan berpasrah diri kepada Allah SWT.

Hal itu dilakukan sebagai upaya pemantapan Tyson agar siap secara fisik dan mental ketika menghadapi petinju yang tangguh. Fakta itu dapat dilihat di Youtube dengan judul video 'Mike Tyson - Muslim - Praying - Takbir'. Hanya saja, dalam video itu tidak disebutkan dengan siapa Tyson bakal bertanding.

Kita ketahui, kariernya sangat menjanjikan dan dengan cepat mampu menyedot perhatian penggemar tinju dunia. Sayangnya, akibat tindakannya yang kadang tidak terkendali membuat Tyson harus berurusan dengan pihak berwajib.

Pada 22 November 1986, Tyson mendapat kesempatan pertama untuk meraih gelar kelas berat versi WBC, melawan petinju Trevor Berbick. Hanya perlu dua ronde baginya untuk menjadi juara dunia kelas berat termuda di dunia.

Pada 7 Maret 1987, Tyson melawan James 'Bonecrusher' Smith dan sukses merebut gelar WBA lewat kemenangan angka. Setelah mengalahkan Tony Tucker pada 1 Agustus, Tyson menjadi juara tinju dunia kelas berat sejati setelah sukses merebut gelar IBF.

Kemudian, namanya semakin meroket hingga tersangkut kasus kriminalitas dan puncaknya aksi di dalam ring dengan menggigit kuping saat melawan Evander Holyfield pada 28 Juni 1997 membuat kariernya jatuh. Setelah itu, semakin bertambahnya usia membuat performa Tyson menurun hingga harus mengakhiri karier di dunia tinju akibat kekuatan fisiknya tak lagi menunjang.

sumber artikel:
republika.co.id

sumber gambar:
dealbreaker.com

Sunday, June 9, 2013

7 Keistimewaan Bulan Sya'ban

Setelah Bualan Rajab, akan datang bulan Sya'ban. Bulan Sya'ban juga termasuk salah satu bulan yang diagungkan dalam Islam. Pada malam Nisfu Sya'ban, Allah SWT turun ke langit dunia dan memberi syafaat (bantuan) bagi siapa saja yang meminta pada malam itu hingga terbit Fajar.

Rasulullah SAW pernah bersabda,
"Jika terjadi malam nisfu Sya'ban, maka shalatlah kamu sekalian pada malam harinya, dan puasalah kamu sekalian pada siang harinya. Karena sesungguhnya Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi turun pada malam tersebut ke langit dunia mulai dari terbenam matahari dan berfirman,

"Apakah tidak ada orang yang meminta ampun, sehingga Aku mengampuninya?
Apakah tidak ada orang yang meminta rezeki, sehingga Aku memberinya rezeki?
Apakah tidak ada orang yang terkena bala, sehingga Aku dapat menyelamatkannya?
Apakah tidak demikian, apakah tidak demikian, sehingga terbit fajar."

Diantara keistimewaan ibadah pada bulan Sya'ban yang agung adalah sebagai berikut.

7 Keistimewaan Puasa Bulan Sya'ban:

1. Menurut Imam Nawawi, pada hari nisfu Sya'ban (hari ke lima belas) tahun kedua Hijriyah, telah berlaku pertukaran kiblat umat Islam yaitu dari Masjid Al-Aqsa ke Kab'bah di Masjid Al-Haram.



2. Telah terjadi peperangan Bani Mustalik pada tahun kelima Hijrah.
Kemenangan berpihak kepada Islam dan terjadinya perang Badar yang terakhir pada tahun keempat Hijrah.

3. Bulan Sya'ban merupakan bulan dimana amal-amal kita diangkat untuk dihadapkan kepada Tuhan.
Hal ini berdasarkan hadits riwayat An Nasai dan Abu Dawud dan ditashih oleh Ibnu Huzaimah dari Usamah bin Zaid, katanya,
"Aku berkata, Wahai Rasulullah, aku tidak melihat tuan berpuasa dari satu bulan dari beberapa bulan seperti puasa tuan di Bulan Sya'ban."
Beliau menjawab, "Itu adalah bulan yang dilupakan oleh manusia antara bulan Rajab dan Ramadan. Bulan Sya'ban itu bulan amal-amal diangkat ke hadapan Tuhan semesta alam. Oleh karena itu, aku senang apabila amalku diangkat, sedangkan aku berpuasa."

4. Bulan Membaca Al-Qur'an.
Diriwayarkan dari Anas ra, berkata,
"Adalah orang-orang muslim apabila masuk bulan Sya'ban, mereka membuka mushaf-mushaf Al Qur'an dan membacanya, mengeluarkan zakat dari harta mereka untuk memberi kekuatan kepada orang-orang yang lemah dan orang-orang miskin untuk melakukan puasa Ramadan."

Berkata Salamah bin Suhail,
"Telah dikatakan bahwa bulan Sya'ban itu merupakan bulannya para qurra' (pembaca Al Qur'an)."

Dan adalah Habib bin Abi Tsabit apabila masuk bulan Sya'ban dia berkata,
"Inilah bulannya para qurra'."

Dari 'Amr bin Qais Al-Mula'i apabila masuk bulan Sya'ban dia menutup tokonya dan meluangkan waktu (khusus) untuk membaca Al-Qur'an."




5. Bulannya Rasulullah SAW.
Hal ini berdasarkan sabda baliau yang berbunyi,
"Bulan Rajab itu adalah bulan Allah, bulan Sya'ban adalah bulanku dan bulan Ramadan adalah bulannya umatku."

Rasulullah SAW pada setiap setiap malam tanggal 15 Sya'ban selalu melakukan shalat malam dengan sangat lama, menunaikan kewajiban bersyukur kepada Allah SWT, sehingga Al-Hafidh Al-Baihaqi dalam kitab Musnadnya meriwayatkan hadits dari A'isyah ra katanya,
"Rasulullah SAW pada suatu malam bangun, lalu melakukan shalat. Beliau memperlama sujud, sehingga aku mengira beliau telah wafat. Setelah aku melihat yang demikian itu, aku bangun sehingga menggerakkan ibu jari beliau, dan ibu jari beliau bergerak."

6. Pada setiap malam nisfu Sya'ban, Rasulullah SAW selalu mendoakan umatnya, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.
Dalam hal ini, Sayyidina Ali ra menceritakan sebagai berikut,
"Susungguhnya Rasulullah SAW keluar pada malam ini (malam nisfu sya'ban) ke Baqi' (kuburan dekat masjid Nabawi) dan aku mendapatkan beliau dalam keadaan memintaan ampun bagi orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan dan para syuhada."

Banyak hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal dalam kitab musnad beliau, Imam At-Tirmidzi At-Thabrani, Ibnu Hibban, Ibnu Majah, Al Baihaqi dan An Nasai, yang menetapkan bahwa Rasulullah SAW adalah memuliakan malam Nisfu Sya'ban dengan memperbanyak shalat, doa dan istighfar.

Jadi, bukanlah perbuatan bid'ah dan bukan pula perbuatan aneh jika malam nisfu Sya'ban dijadikan malam untuk banyak berzikir, berdoa dan istighfar dan melakukan shalat bagi kaum muslimin.





7. Bulan turunnya Allah SWT ke muka bumi.
Rasulullah SAW pernah bersabda,
"Jika terjadi malam nisfu Sya'ban, maka shalatlah kamu sekalian pada malam harinya, dan puasalah kamu sekalian pada siang harinya. Karena sesungguhnya Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi turun pada malam tersebut ke langit dunia mulai dari terbenam matahari dan berfirman,
"Apakah tidak ada orang yang meminta ampun, sehingga Aku mengampuninya? Apakah tidak ada orang yang meminta rezeki, sehingga Aku memberinya rezeki? Apakah tidak ada orang yang terkena bala, sehingga Aku dapat menyelamatkannya? Apakah tidak demikian, apakah tidak demikian, sehingga terbit fajar."

Imam Al-Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya'ban sebagai malam yang penuh syafaat (pertolongan).
Menurut Al Ghazali, pada malam ke 13 di bulan Sya'ban, Allah SWT memberikan tiga syafaat kepada hamba-hambanya.
Sedangkan pada malan ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh.

Subhanallah...
Dengan demikian, pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Karena pada malam ke 15 bylan Sya'ban inilah catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dianikkan ke hadapan Allah SWT.

Akhir kata,
Selamat Berburu Amal Saleh di Bulan Sya'ban, terutama di malam Nisfu Sya'ban (malam tanggal 15).

Monday, June 3, 2013

Ibadah Nabi Waktu Pagi Hari

Pada waktu paagi hari adalah waktu oenuh berkah.
Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk memulai aktifitas.
Saat pagi hari datang, udara masih segar dan tubuh pun bugar karena semalam telah beristirahat.
Pada pagi harilah Allah SWT menebar ezeki.

Rasulullah SAW pun selalu mengisi pagi harinya dengan ibadah dan memulai aktifitasnya.
Udara yang dingin, kerap menggoda kita untuk tetap berdiam di atas ranjang, meski azan subuh sudah berkumandang atau pun usai mengerjakan shalat subuh.

Rasulullah SAW mempunyai kebiasaan tersendiri setiap harinya.
Beliau biasa bangun pagi lalu mandi. Khusus di hari jumat, beliau biasanya menambahkan dengan mengenakan pakaian yang bagus dan menggunakan wewangian.


Dalam sebuah riwayat telah diceritakan bahwa pada suatu hari Rasulullah SAW melihat putrinya Fatimah, yang masih saja tertidur padahal waktu subuh telah tiba. Beliau lalu menggoyang-goyangkan kaki putrinya itu dengan penuh kasih sayang seraya berkata,
"Wahai putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Allah SWT membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh hingga terbitnya matahari."

Rasulullah pun melanjutkan penjelasannya,
"Bila kamu bangun subuh, maka berlipat ganda upah yang kamu terima."
Beliau pun kemudian perpesan kepada orang-orang di sekitarnya.
"Seusai shalat fajar (subuh), janganlah kamu tidur sehingga melalaikan kamu dari mencari rezeki."

Zikir dan Membaca Al Qur'an

Jabir bin Samuroh sering mendapati Rasulullah SAW membaca Al Qur'an di waktu pagi, seusai melaksanakan shalat subuh. Beliau biasanya tidak beranjak dari tempat duduknya setelah shalat subuh hingga terbit matahari. Apabila matahari terbit, Rasulullah SAW berdiri (meninggalkan tempat shalat).

Memelihara waktu subuh dengan mengisinya melalui tilawah Al Qur'an satu juz dalam satu hari, berzikir atau menghafal.

Itulah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Selesai menunaikan shalat Subuh, beliau duduk di tempat shalatnya hingga terbit matahari.

Dalam waktu yang lain, Rasulullah SAW pernah mengatakan bahwa waktu subuh adalah masa-masa dimana para malaikat malam naik ke langit dan digantikan oleh malaikat siang. Betapa indahnya jika pada waktu pergantian tersebut seseorang dalam keadaan melakukan ketaatan kepada Allah SWT.

Shalat Fajar

Ada sebuah amalan yang sangat besar fadhilahnya apabila dilakukan oleh seseorang dalam rangka memanfaatkan waktu di pagi hari dengan sebaik-baiknya.
Rasulullah SAW selalu mengingatkan,
"Barang siapa shalat Fajar (Subuh) berjamaah di masjid, kemudian tetap duduk berzikir mengingat Allah hingga terbit matahari lalu shalat dua rakaat (Shalat Dhuha), maka seakan-akan ia mendaptkan pahala haji dan umrah dengan sempurna, sempurna, dan sempurna."

Memulai Bisnis

Selain ibadah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW di pagi hari, beliau juga mempunyai kebiasaan bila melepas pasukannya ke medan perang, selalu sehabis shalat subuh.
Dan ternyata, peperangan yang dilakukan terbilang berhasil dan sukses.

Satu hal lagi, Rasulullah SAW adalah seorang pedagang.
Beliau juga mempunyai kebiasaan mengirimkan barang dagangannya pada pagi hari. Keberkahan atas nikmat rezeki Allah SWT pun dapat beliau peroleh. Dagangan yang dilakukan Rasulullah SAW pun berhasil, hartanya melimpah ruah, dan beliau bisa dikatakan sebagai pedagang sukses.