Friday, May 31, 2013

15 Waktu yang Istimewa Untuk Berdoa

Assalamu'alaikum sobat-sobat se-tanah Air.

Sebagaimana yang telah ditetapkan, baik itu dalam kitab suci Al-Qur'an, hadits Nabi, dan ijma' para ulama, bahwasanya do itu mempunyai waktu-waktu yang istimewa.

Kapan saja itu, bisa disimak baik-baik di bawah ini.


15 Waktu yang Istimewa untuk Berdoa

1. Malam Lailatul Qadar.
Hal ini sebagaiman disebutkan dalam Al Qur'an Surat Al-Qadar ayat 3.

Allah SWT berfirman,

َيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya:
"Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan."
(QS. al-Qadar[97]: 3).

2. Berdoa di hari Arafah.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sebaik-baik doa adalah doa yang dipanjatkan di hari Arafah."
(HR. Tirmidzi).

3. Bulan Ramadan.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa apabila ia berdoa ketika berbuka, maka doanya tidak akan ditolak."
(HR. Al-Bukhari).

4. Hari Jumat atau malam Jumat, atau waktu-waktu sepanjang hari Jumat.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya di hari Jumat terdapat waktu, di mana kalau orang berdoa di waktu itu, akan dikabulkan."
(HR. at-Tirmidzi).

Mengenai dikabulkannya doa di hari Jumat, banyak sekali riwayat-riwayat yang menjelaskan hal itu, bahkan dalam sabda yang lain, Rasulullah SAW bersabda,
"Waktu itu terletak antara duduknya Imam setelah khutbah (pertama), hingga dikumandangkannya (iqamah) untuk pelaksanaan shalat."

5. Di Pertengahan malam terakhir.
Abi Umamah ra, ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya,
"Wahai Rasulullah, di waktu manakah doa didengarkan?"
Rasulullah SAW menjawab, "Di pertengahan malam."

6. Waktu sahur, yaitu bagian terakhir dari malam.

Allah SWT berfirman,

ل الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالأسْحَارِ

Artinya:
"(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur[1]."
(QS. Ali Imran[3]: 17).

Penjelasan ayat:
[1] Sahur: waktu sebelum fajar menyingsing mendekati subuh.

7. Ketika azan dikumandangkan.
Sebagaimana dikatakan oleh Sahl bin Sa'ad ra, ia berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Dua waktu doa yang apabila kita berdoa di waktu itu, maka tidak akan ditolak oleh Allah, yaitu di waktu azan berkumandang dan ketika kesusahan mendera silih berganti."
(ABu Dawud menambahkan, Ketika hujan turun).

8. Antara Azan dan Iqamah.
Sebagaimana dikatakan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi dari Anas ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
"Tidak ditolak doa di antara azan dan iqamah."

Kemudian kami berkata,"Apa yang harus kami panjatkan, wahai Rasulullah?"
Beliau menjawab,
"Mintalah kepada Allah keselamatan di dunia dan di akhirat."

9. Ketika Iqamah.
Sebagaimana dikatakan oleh Ahmad Jabir ra, ia berkata,
"Apabila shalat hendak dilakukan, maka pintu-pintu langit terbuka dan doa dikabulkan."

10. Setelah shalat wajib.
Dari Abu Umamah ra, dia menuturkan, ada seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW,
"Kapankah doa yang paling didengar olah Allah SWT?"
Rasulullah SAW menjawab, "Di tengah malam dan setelah shalat-shalat fardhu."

11. Di waktu Sujud.
Dari Abu Hurairah ra, bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Paling dekatnya hamba dengan Tuhannya adalah ketika dia bersujud, maka perbanyaklah berdoa."

12. Ketika sedang membaca al-Qur'an, apabila sudah mengkhatamkan bacaan.
Diriwayatkan dari Imran bin Khasin ra, ia melewati seseorang yang sedang membaca al-Qur'an, kemudian dia memintanya berdoa, dan mengulanginya lagi permintaannya seraya mengatakan,
"Siapa yang membaca al-Qur'an maka mohonlah kepada Allah karena sesungguhnya akan datang segolongan manusia yang membaca al-Qur'an dan orang-orang meminta didoakan dengannya."
(HR. at-Tirmidzi).

13. Ketika Imam selesai membaca Surat Al-Fatihah.
Sebagaiman sabdanya, "Apabila imam mengatakan, "Ghairil maghdubi 'alaihim waladh dhallin," maka katakanlah, "Amin", niscaya Allah akan mencintai kalian.

14. Ketika meminum air Zam Zam.
Diriwayatkan oleh Daruquthni dan Hakim dari hadits Ibnu Abbas ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda,
"Ai zam zam berkhasiat sesuai dengan keinginan peminumnya, apabila engkau meminumnya dengan harapan meminta kesembuhan, maka Allah akan menyembuhkannya, apabila engkau meminumnya dengan harapan untuk mengenyangkan, maka Allah akan mengenyangkanmu, apabila engkau meminmnya untuk emnghilangkan dahaga yang engkau rasakan, maka Allah akan menghilangkan dahagamu."

Al-Hakim menambahkan, apabila engkau meminum Air Zamzam, maka berdoalah sebagai berikut,
"Allahumma inni as'aluka 'ilman naf'an wa rizqan wasi'an wa syifa'an min kulli da'in."

Artinya:
Ya Allah, aku meminta kepadamu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas dan kesembuhan dari berbagai penyakit."

15. Ketika berkumplnya umat Islam di majelis dzikir.
Rasulullah Muhammad SAW bersabda,
"Tidaklah duduk segolongan kaum yang berzikir kepada Allah kecuali mereka dikelilingi malaikat, dicurahkan kepada mereka rahmat, dan diturunkan kepada mereka ketenangan dan Allah akan mencatat orang-orang yang ada di dalamnya."

Itulah waktu-waktu yang paling mustajab untuk berdoa dan Insya Allah akan dikabulkan.
Sekian, wassalamu'alaikum semuanya.

Gambar dari:
http://fulltimechristianity.com/

Monday, May 27, 2013

10 Perkara Penyebab Hati Mati Rasa

Apabila manusia membaca sejarah perjalanan hidup generasi masa lalu, niscaya akan tampak bahwa Allah SWT begitu besar kekuasaan-Nya, sangat dekat dengan hamba-hamba-Nya, mendengar ucapan mereka, mengabulkan doa mereka, membuka pintu-Nya untuk mereka serta memenuhi permintaan mereka.





Ada yang mengatakan,
"Bukankah ibadah pada masa Rasulullah SAW dijalankan sesuai dengan rukun-rukun dan syarat-syaratnya?"

Begitu juga dengan kita kan..
Bukankah kita juga menunaikannya sebagaimana para sahabat melaksanakannya. Dan Al Qur'an juga merupakan nikmat dari Allah SWT yang senantiasa kita baca dan kita dengarkan.
Bukankah langit, matahari, bulan dan bintang-bintang beredar pada posisinya dari tahun ke tahun, dan tetap beredar.

Lalu mengapakah ada sebagain dari kita yang beranggapan bahwa doanya tidaqk dikabulkan?
Lalu apa yang terjadi dengan doa yang tertolak itu serta solusinya.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ



Artinya:
dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[1] akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina".
(QS. Al-Mu'min: 60).

Penjelasan ayat:
[1] Yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku.

Untuk menjawa pertanyaan itu, kita dapat berkaca pada salah seorang ahli ibadah yang bertakwa dan bersih hatinya. Beliau adalah Ibrahim bin Adham.

Penyebab Hati Mati Rasa

Pada suatu ketika, sekelompok orang berkumpul di Pasar Basrah dan mereka berkata,
"Wahai Abu Ishaq (sebutan Ibrahim bin Adham), sesungguhnya Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur'an, 'Niscaya akan Aku perkenankan (Aku kabulkan doa) bagimu', dan kita telah berdoa kepada-Nya setiap malam. Akan tetapi mengapa doa kita tidak dikabulkan?"

Ibrahim bin Adham memberikan sebuah jawaban yang sangat bermanfaat buat kita semua, fadhilahnya sampai jaman modern ini.
Bahkan, jawaban beliau berguna untuk kita semuanya yang masih mempermasalhkan doa tak mustajab hingga saat ini.

Ibrahim bin Adham menjawab,
"Karena hati kalian telah mati."
"Apa yang menyebabkan hati kami mati?" tanya warga di pasar.
"Ada sepuluh perkara," jawab Ibrahim bin Adham.

"Apa sepuluh perkara itu?" tanya mereka.
Ibrahim bin Adham menjawab,
1. Kalian mengenal Allah SWT, tetapi kalian tidak melaksanakan hak-hak-Nya.
2. Kalian membaca Al Qur'an, tetapi kalian tidak mengamalkannya.
3. Kalian mengaku cinta kepada Rasulullah SAW, tetapi kalian meninggalkan sunnahnya.
4. Kalian mengaku bahwa setan adalah musuh kalian, tetapi kalian mengikuti jejaknya.
5. Kalian mengatakan, "Kami cinta surga", tetapi kalian tidak beramal untuk mendapatkannya.
6. Kalian mengatakan, "Kami takut api neraka", tetapi kalian mengorbankan diri untuknya.
7. Kalian mengatakan, "Sesungguhnya kematian itu benar", tetapi kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian itu.
8. Kalian sibuk dengan membicarakan aib saudara-saudara kalian, tetapi kalian lupa dengan aib sendiri.
9. Kalian telah menikmati nikmat Tuhan kalian, tetapi kalian tidak mensyukurinya.
10. Kalian turut memakamkan jenazah ke liang lahat, tetapi kalian tidak mengambil pelajaran darinya.

Kemudian Ibrahim bin Adham ditanya oleh salah seorang dari mereka.
Orang itu berkata,
"Bagaimana kalau kami meminta engkau untuk berdoa?"
Ibrahim bin Adham menjawab, "Boleh."

Lalu beliau kembali berkata kepadanya,
"Dan engkau, makanlah makanan yang halal, setelah itu berdoalah sekehendakmu."

Syair Syarat Terkabulnya Doa

Sebagian dari mereka melantunkan bait syair berikut ini:

Mereka mengatakan syarat-syarat doa yang dikabulkan bagi kita,
Ada sepuluh, dengannya seorang pendoa akan eruntung dalam pintanya,
Kesucian yang terjaga, shalat yang ditunaikan, dan sungguh dalam penyesalan,
Waktu yang tepat, penuh kekhusukan, dan berbaik sangka akan pengabulan,
Makanan yang halal, dan meninggalkan kemaksiatan,
Menyebutkan keinginan yang disertai dengan kesungguhan.

Ke sepuluh penyebab hati mati rasa inilah yang jadi pemicu kenapa doa seorang hamba tidak dikabulkan.
Sungguh suatu ilmu yang sangat bermanfaat bagi umat manusia, apa yang disampaikan oleh Imam Ibrahim bin Adham tersebut.

Wednesday, May 22, 2013

Pengertian Bulan Sya'ban

Sebentar lagi memasuki bulan Sya'ban.
Sya'ban berasalah dari Bahasa Arab yang berasalah dari kata Syi'ab, yang artinya adalah jalan di atas gunung.

Islam kemudian memanfaatkan bulan Sya'ban sebagai waktu untuk menemukan banyak jalan demi mencapai kebaikan.

Ada pula yang menamakan Sya'ban karena orang-orang Arab pada bulan tersebut yatasya'abun (berpencar) untuk mencari sumber air.
Dikatakan demikian juga karena mereka tasya'ub (berpisah-pisah/berpencar) di gua-gua.

Dan juga dikatakan sebagai Bulan Sya'ban juga karena bulan tersebut sya'aba (muncul) di antara dua bulan Rajab dan Ramadan.
Jamaknya adalah Sya'abanaat dan Sya'aabin.


Bulan Sya'ban Sering Dilupakan Umat Islam

Karena Bulan Sya'ban terletak di antara Bulan Rajab dan Bulan Ramadan, maka Sya'ban seringkali dilupakan.
Padahal semestinya tidaklah demikian.

Dalam Bulan Sya'ban itu terdapat berbagai keutamaan yang menyangkut peningkatan kualitas kehidupan umat Islam, baik sebagai individu maupun dalam lingkup kemasyarakatan. Salah satunya adalah dengan berpuasa.

Bagi yang berniat melakukan puasa Sunnah Sya'ban, hendaklah berniat pada malam harinya.

Adapun niat puasa Sya'ban adalah sebagai berikut:
"Nawaitu Shouma Syahri Sya'baana Sunnatan Lillahi Ta'aala."

Artinya:
Saya niat puasa bulan Sya'ban, sunnah karena Allah Ta'aala.

Lalu apa Keistimewaan Bulan Sya'ban, Puasa Sya'ban bisa disimak di Keistimewaan Bulan Sya'ban

Thursday, May 9, 2013

Keagungan Surat Al-Fatihah

Setiap muslim pasti akan tahu lafadz serta artinya tiap-tiap ayat di Surat Al-Fatihah yang ada dalam kitab suci Al-Qur'an.

Keagungan Surat Al-Fatihah sudah tidak diragukan lagi.
Menurut kalangan ulama, keagungan Surat Al Fatehah ini terletak pada kandungan ayat-ayatnya. Al-Hasan Al-Bisri misalnya, beliau berkata,
"Allah SWT menyimpan semua ilmu kitab terdahulu dalam Al-Qur'an. Kemudian, Dia menyimpan semua ilmu Al Qur'an dalam Al-Fatihah. Maka surat ini menjadi sumber dari segala sumber ilmu, sumber dari segala sumber hikmah, dan sumber dari segala sumber rahmat Allah SWT. Begitu agungnya, sehingga ada 7.000 malaikat yang mengiringi turunnya surat ini."

Oleh karena itulah, tidak mengherankan lagi kalau di dalam surat Al-Fatihah terkandung segudang fadhilah dan manfaat bagi hamba. Ini bisa terlihat dari banyaknya nama yang tersemat pada surat ini.


Jumlah Nama Lain Surat Al-Fatihah Menurut Ulama

1. Menurut Haqqi An-Nazili, surat ini memiliki 30 nama.

2. Sedangkan menurut Qurthubi, memiliki 12 nama.

3. Menurut Al-Fakhr, Ar-Razi dan Al-Alusi memiliki 22 nama.

Yang terpenting adalah bahwa setiap nama tersebut merujuk pada satu fadhilah yang berbeda-beda.

Salah satu nama Al-Fathihah tersebut, sebut saja adalah As-Syifa yang berarti obat.
Ini berarti Al-Fathihah bisa digunakan sebagai obat.

Banyak kisah-kisah nyata yang membuktikan kedahsyatan surat ini sebagai perantara menyembuhkan penyakit.
Luar biasa keagungan Surat Al-Fatihah ini.

Surat Al Aftihah


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ١
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ٢
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ٣
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ ٤)
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ٥
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ ٦
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ ٧

Artinya:
1. dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
2. segala puji[2] bagi Allah, Tuhan semesta alam.
3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4. yang menguasai di hari Pembalasan.
5. hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan.
6. Tunjukilah Kami jalan yang lurus,
7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Thursday, May 2, 2013

RA Kartini Ternyata Mati Syahid

Pada tiap bulan April, seluruh rakyat Indonesia merayakan Hari Ibu Kita Kartini.
Meski sudah lama masuk dalam buku sejarah dan beliau telah mendapatkan predikat sebagai pahlawan nasional, akan tetapi banyak yang tidak tahu bahwa ternyata RA Kartini mati SYAHID.


Kenapa Ibu Kita Kartini mati syahid?

Simak ulasannya berikut ini.

Raden Ajeng Kartini adalah seseorang dari kalangan proyayi atau kelas bangsawan jawa. Beliau adalah putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, Bupati Jepara. Ibunya bernama MA Ngasirah, putri dari Nyai Haji Siti Aminah dan Kiai Haji Madirono, seorang guru agama Teluk Awur, Jepara.

Raden Ajeng Kartini meninggal karena mengalami komplikasi saat melahirkan anak pertama dan satu-satunya. Salah satu pemicunya adalah preeklamsia, yang hingga kini masih menjadi penyebab utama kematian ibu hamil di samping infeksi dan pendarahan.

Pahlawan Nasional asal Jepara tersebut meninggal pada tanggal 17 September 1904, di usia yang masih snagat muda, yaitu 25 tahun. Teknologi saat itu mungkin masih sangat terbatas sehingga putri bungsu ini tidak bisa bertahan menghadapi komplikasi yang dia alami saat melahirkan.


Orang-Orang yang Mati Syahid

Dalam Agama Islam, seorang wanita yang meninggal karena melahirkan termasuk mati syahid.
Dalam beberapa hadits, keterangan tentang itu banyak disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Diriwayatkan oleh Shafwan bin Umayyah ra dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda,
"Orang yang mati karena wabah tha'un (kolera) adalah syahid, orang yang mati karena tenggelam adalah syahid, orang yang mati karena peperangan adalah syahid, orang yang mati karena sakit perut adalah syahid, dan wanita yang meninggal karena melahirkan adalah syahid."

Diriwaytkan oleh Imam An Nasaa'i dari hadits Uqbah bin Amir ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Ada lima perkara, barangsiapa mati karena lima perkara tersebut, maka ia terhitung mati syahid. Kelima perkara itu adalah: orang yang terbunuh fii sabilillah, orang yang meti tenggelam, orang yang mati karena penyakit perut, orang yang mati karena wabah kolera, dan wanita yang mati karena melahirkan termasuk syahid fii sabilillah."

Imam Ahmad pun juga meriwayatkan hal sama dari Abu Hurairah ra.
Dari beberapa hadits itu, cukuplah bisa membuktikan bahwa wanita yang mati karena melahirkan, statusnya adalah syahid dan ia berhak memperoleh pahala sebagaimana orang yang mati syahid.
Dan RA Kartini termasuk salah satunya, beliau mati syahid.

Subhanallah...

Perbuatan yang Mulia

Seorang wanita yang hamil, lalu melahirkan dan menyusui adalah perbuatan yang sangat mulia. Karena itulah Allah SWT memberikan pahala yang besar bagi perempuan yang demikian itu.

Perkara tersebut bukanlah perkara yang mudah. Seorang ibu bahkan rela mempertaruhkan nyawanya ketika mereka melahirkan. Dan bahkan kadang-kadang ada wanita yang meninggal dunia demi melahirkan anaknya.