Sejarah Penetapan Kalender Hijriah
Latar Belakang
Sebelum kalender Hijriah ditetapkan, umat Islam di masa awal menggunakan peristiwa-peristiwa penting sebagai acuan tahun, seperti "Tahun Gajah" (tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW) atau "Tahun Fijar". Namun, seiring meluasnya wilayah Islam dan kompleksitas administrasi negara, diperlukan sistem penanggalan yang standar.
Peran Khalifah Umar bin Khattab
Pada tahun 17 H (638 M), Khalifah Umar bin Khattab RA menerima surat dari gubernur Basrah, Abu Musa Al-Asy'ari, yang mengeluhkan kebingungan dalam menentukan tanggal pada surat-surat resmi. Tidak ada sistem penanggalan yang seragam, sehingga surat-surat hanya ditandai dengan bulan tanpa tahun yang jelas.
Khalifah Umar kemudian bermusyawarah dengan para sahabat senior untuk menetapkan sistem kalender Islam. Beberapa usulan muncul:
- Ada yang mengusulkan berdasarkan kelahiran Nabi Muhammad SAW
- Ada yang mengusulkan berdasarkan pengangkatan Nabi sebagai rasul
- Ada yang mengusulkan berdasarkan wafatnya Nabi
Namun, akhirnya disepakati untuk menggunakan momen hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah sebagai tahun pertama (1 H), dengan pertimbangan:
- Hijrah adalah momen pemisah yang jelas antara kebenaran dan kebatilan
- Hijrah menandai berdirinya negara Islam pertama di Madinah
- Peristiwa ini disepakati oleh semua sahabat tanpa perbedaan pendapat
Penetapan Bulan Muharram sebagai Awal Tahun
Para sahabat juga berdiskusi tentang bulan mana yang seharusnya menjadi awal tahun. Dipilihlah bulan Muharram dengan pertimbangan:
- Muharram adalah bulan haram (suci) yang diagungkan
- Setelah musim haji (bulan Dzulhijjah), umat Islam kembali ke daerah masing-masing dengan semangat baru
- Muharram menjadi momentum yang tepat untuk memulai tahun baru
12 Bulan dalam Kalender Hijriah
1. MUHARRAM (المحرّم)
Arti Nama: "Yang Diharamkan" atau "Yang Disucikan"
Jumlah Hari: 30 hari
Makna dan Keutamaan:
Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan haram (suci) yang diagungkan dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 36:
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu."
Empat bulan haram tersebut adalah: Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Peristiwa Penting:
- 1 Muharram: Tahun Baru Hijriah, momen untuk muhasabah (introspeksi) diri
- 10 Muharram (Hari Asyura): Hari yang sangat bersejarah dengan berbagai peristiwa:
- Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari Firaun
- Nabi Nuh AS mendarat di bukit Judie setelah banjir bandang
- Nabi Yunus AS dikeluarkan dari perut ikan paus
- Syahidnya cucu Nabi Muhammad SAW, Hussein bin Ali, dalam Pertempuran Karbala (61 H/680 M)
Amalan yang Dianjurkan:
- Memperbanyak puasa sunnah, terutama puasa Tasu'a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram)
- Rasulullah SAW bersabda: "Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa di bulan Allah, Muharram." (HR. Muslim)
- Menyantuni anak yatim dan memperbanyak sedekah
- Muhasabah dan membuat resolusi kebaikan untuk tahun baru
2. SAFAR (صفر)
Arti Nama: "Kosong" atau "Kuning"
Jumlah Hari: 29 atau 30 hari
Makna dan Keutamaan:
Nama Safar berasal dari kata "shifr" yang berarti kosong. Dinamakan demikian karena pada bulan ini kaum lelaki Arab Jahiliyah meninggalkan rumah mereka untuk berperang atau bepergian, sehingga perkampungan menjadi kosong.
Ada juga yang berpendapat nama ini berasal dari kata "shufrah" yang berarti kuning, merujuk pada warna daun yang menguning di musim gugur.
Mitos dan Fakta:
Di masyarakat Arab Jahiliyah dan sebagian masyarakat yang masih memegang tradisi lama, Safar dianggap sebagai bulan sial atau membawa kesialan. Mereka percaya segala musibah dan bencana sering terjadi di bulan ini.
Namun, Islam datang menghapus kepercayaan ini. Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada penyakit menular (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (menganggap sial), tidak ada hamah, dan tidak ada (kesialan) pada bulan Safar." (HR. Bukhari dan Muslim)
Rasulullah juga menegaskan:
"Tidak ada penularan penyakit (yang menular dengan sendirinya), tidak ada kesialan bulan Safar, dan tidak ada burung hantu yang membawa kesialan." (HR. Bukhari)
Peristiwa Penting:
- Beberapa peperangan terjadi di bulan ini, seperti Perang Al-Abwa (2 H)
- Rasulullah SAW melakukan beberapa ekspedisi militer di bulan Safar
Amalan yang Dianjurkan:
- Tidak ada amalan khusus yang dikhususkan untuk bulan Safar
- Umat Islam dianjurkan untuk tidak percaya pada mitos kesialan
- Tetap beribadah dan beraktivitas seperti biasa
- Bertawakal kepada Allah dan tidak takut pada tahayul
3. RABIUL AWAL (ربيع الأوّل)
Arti Nama: "Musim Semi Pertama"
Jumlah Hari: 30 hari
Makna dan Keutamaan:
Nama Rabiul Awal berasal dari kata "rabi'" yang berarti musim semi dan "awwal" yang berarti pertama. Dinamakan demikian karena bulan ini biasanya bertepatan dengan musim semi di Arabia, saat tumbuhan mulai tumbuh dan bumi menjadi hijau.
Peristiwa Penting:
Kelahiran Nabi Muhammad SAW (12 Rabiul Awal)
Ini adalah peristiwa paling bersejarah di bulan ini. Nabi Muhammad SAW lahir pada Tahun Gajah (571 M) di Makkah. Beliau lahir dalam keadaan yatim, karena ayahnya, Abdullah, meninggal beberapa bulan sebelum kelahirannya.
Para ulama berbeda pendapat tentang tanggal pasti kelahiran Nabi:
- Mayoritas ulama berpendapat 12 Rabiul Awal
- Ada juga yang berpendapat 2, 8, 9, atau 10 Rabiul Awal
- Sebagian bahkan mengatakan bulan Ramadan
Hijrah ke Madinah
Rasulullah SAW tiba di Quba, dekat Madinah, pada 12 Rabiul Awal tahun 1 H, setelah melakukan hijrah dari Makkah. Beliau membangun Masjid Quba, masjid pertama dalam sejarah Islam.
Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Ironisnya, Nabi Muhammad SAW juga wafat pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 H (632 M) di Madinah, pada usia 63 tahun.
Peringatan Maulid Nabi:
Umat Muslim di seluruh dunia memperingati Maulid Nabi (hari kelahiran Nabi Muhammad SAW) pada 12 Rabiul Awal. Peringatan ini dilakukan dengan berbagai cara:
- Membaca shalawat dan dzikir
- Mengadakan pengajian tentang sirah (biografi) Nabi
- Bersedekah dan menyantuni fakir miskin
- Mengadakan lomba-lomba Islami
Para ulama berbeda pendapat tentang hukum peringatan Maulid:
- Sebagian membolehkan sebagai bid'ah hasanah (inovasi baik)
- Sebagian lain menganggapnya tidak ada contoh dari Nabi dan sahabat
Amalan yang Dianjurkan:
- Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW
- Mempelajari sirah nabawiyah (sejarah kehidupan Nabi)
- Meneladani akhlak dan sunnah Rasulullah
- Bersedekah dan berbuat kebaikan
4. RABIUL AKHIR (ربيع الآخر)
Arti Nama: "Musim Semi Terakhir"
Jumlah Hari: 29 atau 30 hari
Makna dan Keutamaan:
Disebut Rabiul Akhir (atau Rabiuts Tsani) karena merupakan bulan kedua dari musim semi. Setelah Rabiul Awal, bulan ini melengkapi periode musim semi di Arabia.
Peristiwa Penting:
- Tidak ada peristiwa besar yang secara khusus dicatat terjadi di bulan ini
- Beberapa peperangan kecil (sariyyah) terjadi di bulan ini
Amalan yang Dianjurkan:
- Tidak ada amalan khusus yang dikhususkan untuk bulan ini
- Tetap menjalankan ibadah rutin dan sunnah
- Menjaga konsistensi amal shaleh
5. JUMADIL AWAL (جمادى الأولى)
Arti Nama: "Kekeringan Pertama"
Jumlah Hari: 30 hari
Makna dan Keutamaan:
Nama Jumadil Awal berasal dari kata "jumad" yang berarti kering atau beku, dan "awwal" yang berarti pertama. Dinamakan demikian karena bulan ini biasanya bertepatan dengan musim dingin di Arabia, saat air membeku dan tanah menjadi kering dan keras.
Sebelum Islam, bulan ini disebut dengan nama "Jumada Khamsah" (Jumada yang Kelima).
Peristiwa Penting:
- Perang Mu'tah (8 H): Pertempuran pertama antara Muslim dan Romawi Byzantium di wilayah Yordania modern
- Wafatnya Zaid bin Haritsah, Ja'far bin Abi Thalib, dan Abdullah bin Rawahah dalam Perang Mu'tah
- Beberapa ekspedisi militer di masa Rasulullah
Amalan yang Dianjurkan:
- Tidak ada amalan khusus yang dikhususkan untuk bulan ini
- Tetap menjalankan ibadah harian
- Memperbanyak dzikir dan doa
6. JUMADIL AKHIR (جمادى الآخرة)
Arti Nama: "Kekeringan Terakhir"
Jumlah Hari: 29 atau 30 hari
Makna dan Keutamaan:
Disebut Jumadil Akhir (atau Jumadats Tsaniyah) karena merupakan bulan kedua dari periode musim dingin. Melengkapi Jumadil Awal dalam siklus musim dingin di Arabia.
Peristiwa Penting:
- Tidak ada peristiwa besar yang secara khusus dicatat
- Beberapa perjanjian dan ekspedisi kecil terjadi di bulan ini
Amalan yang Dianjurkan:
- Tidak ada amalan khusus
- Menjaga istiqomah dalam beribadah
- Persiapan menuju bulan Rajab
7. RAJAB (رجب)
Arti Nama: "Yang Dimuliakan" atau "Yang Dihormati"
Jumlah Hari: 30 hari
Makna dan Keutamaan:
Rajab berasal dari kata "rajaba" yang berarti mengagungkan atau memuliakan. Bulan ini adalah salah satu dari empat bulan haram (suci) yang diagungkan dalam Islam, bersama Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram.
Di masa Jahiliyah, bangsa Arab sangat memuliakan bulan Rajab. Mereka menghunus pedang dan menghentikan segala peperangan. Bulan ini juga disebut "Rajab Al-Fard" (Rajab yang Tunggal) karena terpisah dari bulan-bulan haram lainnya.
Peristiwa Penting:
Isra' Mi'raj (27 Rajab)
Peristiwa paling agung di bulan Rajab adalah Isra' Mi'raj, perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina, kemudian naik ke Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat lima waktu.
Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 621 M (sebelum hijrah) dan merupakan ujian keimanan yang berat bagi kaum Muslimin saat itu. Banyak yang murtad karena tidak percaya, sementara Abu Bakar ash-Shiddiq RA justru semakin beriman dan mendapat gelar "Ash-Shiddiq" (Yang Membenarkan).
Allah SWT mengabadikan peristiwa ini dalam Al-Qur'an:
"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Isra: 1)
Perang Tabuk (9 H)
Persiapan dan terjadinya Perang Tabuk, perang terakhir yang diikuti Rasulullah SAW, terjadi di bulan Rajab. Ini adalah ekspedisi militer terbesar yang dipimpin langsung oleh Nabi.
Amalan yang Dianjurkan:
- Puasa Sunnah
- Rasulullah SAW menganjurkan puasa di bulan haram
- Puasa Rajab hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan)
- Terutama puasa di pertengahan bulan (13-14-15 Rajab)
- Memperbanyak Istighfar
- Rajab disebut "Syahrul Istighfar" (bulan permohonan ampun)
- Memperbanyak taubat dan memohon ampunan Allah
- Shalat Malam
- Memperbanyak qiyamul lail (shalat malam)
- Berdoa dan bermunajat kepada Allah
- Menjaga Diri dari Maksiat
- Karena bulan ini dimuliakan, hendaknya dijaga dari dosa
- Meningkatkan ketaatan dan ibadah
Catatan Penting:
Banyak hadits tentang keutamaan khusus Rajab yang lemah (dhaif) atau palsu (maudhu'). Namun, keutamaan Rajab sebagai bulan haram adalah shahih berdasarkan Al-Qur'an dan hadits shahih.
8. SYA'BAN (شعبان)
Arti Nama: "Pemisah" atau "Golongan"
Jumlah Hari: 29 atau 30 hari
Makna dan Keutamaan:
Sya'ban berasal dari kata "syi'ab" yang berarti jalan di pegunungan atau pemisah. Dinamakan demikian karena bulan ini memisahkan antara Rajab dan Ramadan. Ada juga yang berpendapat karena orang-orang Arab berpencar (bergolong-golongan) mencari air di bulan ini.
Peristiwa Penting:
Perubahan Kiblat (15 Sya'ban)
Pada 15 Sya'ban tahun 2 H, turun perintah Allah untuk mengubah arah kiblat dari Masjidil Aqsha (Yerusalem) ke Masjidil Haram (Makkah). Sebelumnya, umat Islam shalat menghadap Baitul Maqdis selama sekitar 16-17 bulan setelah hijrah.
Allah SWT berfirman:
"Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya." (QS. Al-Baqarah: 144)
Nuzulul Qur'an (Pertengahan Sya'ban)
Sebagian ulama berpendapat bahwa Al-Qur'an mulai diturunkan dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul Izzah (langit dunia) pada malam 15 Sya'ban, kemudian diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril mulai 17 Ramadan (atau 24 Ramadan menurut pendapat lain).
Malam Nisfu Sya'ban (15 Sya'ban)
Malam pertengahan Sya'ban memiliki keutamaan khusus. Rasulullah SAW bersabda:
"Allah melihat kepada semua makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya'ban, lalu Dia mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan (memutuskan silaturahmi)." (HR. Ahmad, Ibnu Hibban)
Para ulama berbeda pendapat tentang amalan khusus di malam ini, namun sebagian menganjurkan:
- Memperbanyak istighfar
- Bertaubat
- Berdoa
- Shalat malam
Persiapan Menuju Ramadan
Sya'ban adalah bulan di mana Rasulullah SAW memperbanyak puasa sunnah sebagai persiapan menuju Ramadan.
Aisyah RA berkata:
"Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa (sunnah) lebih banyak daripada di bulan Sya'ban." (HR. Bukhari dan Muslim)
Amalan yang Dianjurkan:
- Puasa Sya'ban
- Memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya'ban
- Terutama di pertengahan bulan
- Puasa sampai akhir Sya'ban (untuk yang mampu)
- Malam Nisfu Sya'ban
- Menghidupkan malam dengan ibadah
- Memperbanyak istighfar dan doa
- Bertaubat dari dosa-dosa
- Persiapan Ramadan
- Memperbanyak tilawah Al-Qur'an
- Melatih diri untuk ibadah
- Membersihkan hati dari dengki dan iri
- Melunasi Puasa Ramadan Tahun Lalu
- Bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadan sebelumnya
- Harus dilunasi sebelum Ramadan tiba
9. RAMADAN (رمضان)
Arti Nama: "Panas yang Terik" atau "Bakar"
Jumlah Hari: 29 atau 30 hari
Makna dan Keutamaan:
Ramadan berasal dari kata "ramadha" yang berarti panas yang terik atau membakar. Dinamakan demikian karena bulan ini biasanya bertepatan dengan musim panas yang terik di Arabia. Ada juga yang berpendapat dinamakan demikian karena puasa membakar dosa-dosa.
Ramadan adalah bulan paling mulia dalam kalender Islam, bulan di mana Al-Qur'an diturunkan, bulan penuh berkah, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Keutamaan Ramadan:
- Bulan Al-Qur'an
Allah SWT berfirman:
"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)." (QS. Al-Baqarah: 185)
- Bulan Puasa
Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)
- Pintu Surga Dibuka, Pintu Neraka Ditutup
"Apabila datang Ramadan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu." (HR. Bukhari dan Muslim)
- Malam Lailatul Qadar
Malam yang lebih baik dari seribu bulan, malam diturunkannya Al-Qur'an. Allah berfirman:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan." (QS. Al-Qadr: 1-3)
Malam ini terjadi di 10 malam terakhir Ramadan, terutama pada malam-malam ganjil (21, 23, 25, 27, 29).
- Bulan Ampunan
"Dan barangsiapa mendirikan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari)
Peristiwa Penting:
Nuzulul Qur'an (17 Ramadan)
Al-Qur'an mulai diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril pada 17 Ramadan tahun 611 M di Gua Hira. Ayat pertama yang turun adalah Surah Al-'Alaq ayat 1-5.
Peristiwa ini dikenal dengan Nuzulul Qur'an dan diperingati oleh umat Islam di seluruh dunia.
Perang Badar (17 Ramadan, 2 H)
Perang besar pertama dalam sejarah Islam terjadi pada 17 Ramadan tahun 2 H (624 M). Umat Muslim yang berjumlah 313 orang dengan peralatan seadanya berhasil mengalahkan pasukan Quraisy Makkah yang berjumlah 1000 orang dengan persenjataan lengkap.
Kemenangan ini adalah mukjizat dan pertolongan Allah SWT, sekaligus menjadi titik balik kekuatan Islam di Arabia.
Fathu Makkah (Pembebasan Makkah, 20 Ramadan, 8 H)
Rasulullah SAW bersama 10.000 pasukan Muslim memasuki Makkah tanpa pertumpahan darah pada 20 Ramadan tahun 8 H (630 M). Beliau menghancurkan 360 berhala di sekitar Ka'bah dan mengembalikan kesucian Baitullah.
Peristiwa ini dikenal dengan Fathu Makkah (Pembebasan Makkah) dan menjadi kemenangan terbesar Islam.
Wafatnya Fatimah Az-Zahra (15 Ramadan, 11 H)
Putri tercinta Rasulullah SAW, Fatimah Az-Zahra, wafat pada 15 Ramadan tahun 11 H, enam bulan setelah wafatnya ayahanda beliau.
Amalan yang Dianjurkan:
- Puasa Wajib
- Menunaikan puasa Ramadan dengan penuh keimanan
- Menjaga puasa dari hal-hal yang membatalkan
- Menjaga anggota badan dari maksiat
- Shalat Tarawih
- Shalat sunnah malam di bulan Ramadan
- Dilakukan secara berjamaah di masjid
- Biasanya dengan khatam Al-Qur'an
- Tilawah Al-Qur'an
- Memperbanyak membaca Al-Qur'an
- Target khatam satu atau lebih di Ramadan
- Tadabbur dan mengamalkan isinya
- Sedekah dan Zakat
- Memperbanyak sedekah
- Menunaikan zakat fitrah sebelum Idul Fitri
- Zakat mal jika sudah mencapai nisab
- I'tikaf
- Berdiam diri di masjid terutama 10 hari terakhir
- Fokus mencari Lailatul Qadar
- Memperbanyak ibadah dan doa
- Mencari Lailatul Qadar
- Menghidupkan 10 malam terakhir
- Memperbanyak doa: "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni"
- I'tikaf di masjid
- Umrah di Ramadan
- Rasulullah SAW bersabda: "Umrah di bulan Ramadan seperti haji bersamaku." (HR. Bukhari dan Muslim)
10. SYAWWAL (شوّل)
Arti Nama: "Meningkat" atau "Bersemi"
Jumlah Hari: 29 atau 30 hari
Makna dan Keutamaan:
Syawwal berasal dari kata "syala" yang berarti meningkat atau naik. Dinamakan demikian karena pada bulan ini unta betina mengangkat ekornya saat musim kawin. Ada juga yang berpendapat karena suhu udara meningkat setelah Ramadan.
Peristiwa Penting:
Idul Fitri (1 Syawwal)
Hari raya pertama umat Islam, Hari Raya Idul Fitri, jatuh pada 1 Syawwal. Ini adalah hari kemenangan setelah sebulan berpuasa di Ramadan.
Pada hari ini:
- Umat Islam dilarang berpuasa
- Disunnahkan makan sebelum shalat Ied
- Memakai pakaian terbaik
- Bertakbir dari malam hingga shalat Ied
- Shalat Ied berjamaah di lapangan atau masjid
- Membayar zakat fitrah
- Silaturahmi dan halal bi halal
Perang Uhud (7 Syawwal, 3 H)
Perang Uhud terjadi pada 7 Syawwal tahun 3 H (625 M). Dalam perang ini, umat Muslim mengalami kekalahan karena sebagian pasukan pemanah meninggalkan posisinya. Rasulullah SAW terluka dan 70 sahabat syahid, termasuk Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi.
Dari perang ini, umat Islam belajar pentingnya ketaatan kepada pemimpin dan tidak terpedaya oleh harta rampasan perang.
Puasa Enam Hari di Bulan Syawwal
Rasulullah SAW menganjurkan puasa enam hari di bulan Syawwal:
"Barangsiapa berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan berpuasa enam hari di bulan Syawwal, maka itu seperti puasa sepanjang tahun." (HR. Muslim)
Keutamaan ini karena:
- Satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali
- Puasa Ramadan (30 hari) x 10 = 300 hari
- Puasa 6 hari di Syawwal x 10 = 60 hari
- Total = 360 hari (satu tahun dalam kalender Hijriah)
Amalan yang Dianjurkan:
- Shalat Idul Fitri
- Berjamaah di lapangan atau masjid
- Mendengarkan khutbah
- Bergembira dengan tetap dalam koridor syariat
- Puasa Enam Hari Syawwal
- Boleh dilakukan berturut-turut atau terpisah
- Lebih utama segera setelah Idul Fitri
- Boleh juga di pertengahan atau akhir bulan
- Silaturahmi
- Mempererat hubungan dengan keluarga dan teman
- Halal bi halal
- Saling memaafkan
- Bersedekah
- Tetap melanjutkan semangat sedekah dari Ramadan
- Menyantuni fakir miskin
11. DZULQA'DAH (ذو القعدة)
Arti Nama: "Pemilik Masa Tenang" atau "Bulan Duduk"
Jumlah Hari: 30 hari
Makna dan Keutamaan:
Dzulqa'dah berasal dari kata "qa'ada" yang berarti duduk atau tinggal di rumah. Dinamakan demikian karena pada bulan ini orang-orang Arab Jahiliyah duduk di rumah dan tidak melakukan peperangan atau bepergian. Mereka bersiap-siap untuk menunaikan ibadah haji.
Dzulqa'dah adalah bulan haram pertama dari empat bulan suci yang diagungkan dalam Islam, bersama Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Peristiwa Penting:
Perjanjian Hudaibiyah (Dzulqa'dah, 6 H)
Pada Dzulqa'dah tahun 6 H (628 M), Rasulullah SAW dan kaum Muslimin berangkat ke Makkah untuk umrah, namun dicegat oleh Quraisy di Hudaibiyah. Akhirnya dibuatlah Perjanjian Hudaibiyah yang isinya antara lain:
- Gencatan senjata selama 10 tahun
- Umat Islam boleh umrah tahun depan
- Siapa yang ingin masuk Islam atau meninggalkan Islam, bebas melakukannya
Meskipun awalnya terlihat merugikan, perjanjian ini justru menjadi kunci kemenangan Islam. Dalam dua tahun setelah perjanjian, banyak orang masuk Islam dan akhirnya terjadi Fathu Makkah.
Allah SWT menyebut perjanjian ini sebagai "kemenangan yang nyata" dalam Surah Al-Fath.
Amalan yang Dianjurkan:
- Persiapan Haji
- Bagi yang akan haji, ini adalah waktu persiapan terakhir
- Memantapkan ilmu manasik
- Persiapan fisik dan mental
- Puasa Sunnah
- Karena termasuk bulan haram, dianjurkan berpuasa
- Terutama puasa di pertengahan bulan
- Menjaga Diri dari Maksiat
- Bulan haram adalah waktu yang dimuliakan
- Dosa di bulan haram lebih besar
- Perbanyak ketaatan
12. DZULHIJJAH (ذو الحجّة)
Arti Nama: "Pemilik Haji" atau "Bulan Haji"
Jumlah Hari: 29 atau 30 hari
Makna dan Keutamaan:
Dzulhijjah adalah bulan terakhir dalam kalender Hijriah dan juga termasuk bulan haram. Dinamakan demikian karena pada bulan inilah umat Islam menunaikan ibadah haji ke Baitullah di Makkah.
Ini adalah bulan yang sangat mulia dengan berbagai keutamaan dan amalan istimewa.
Keutamaan Dzulhijjah:
Allah SWT berfirman tentang bulan-bulan haji (Syawwal, Dzulqa'dah, dan Dzulhijjah):
"Musim haji adalah beberapa bulan yang telah diketahui." (QS. Al-Baqarah: 197)
Rasulullah SAW bersabda tentang keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah:
"Tidak ada hari di mana amal shaleh pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah." Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?" Beliau menjawab: "Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat (jihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun." (HR. Bukhari)
Peristiwa Penting:
Ibadah Haji (8-13 Dzulhijjah)
Rangkaian ibadah haji dilakukan pada tanggal:
- 8 Dzulhijjah: Hari Tarwiyah, jamaah haji berangkat ke Mina
- 9 Dzulhijjah: Hari Arafah, puncak ibadah haji dengan wukuf di Padang Arafah
- 10 Dzulhijjah: Hari Raya Idul Adha, penyembelihan hewan kurban
- 11-13 Dzulhijjah: Hari Tasyrik, melontar jumrah
Hari Arafah (9 Dzulhijjah)
Hari paling utama di bulan Dzulhijjah. Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa hari Arafah diharapkan dapat menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang." (HR. Muslim)
Bagi yang tidak haji, disunnahkan berpuasa Arafah.
Doa terbaik dipanjatkan di hari ini. Rasulullah SAW bersabda:
"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah." (HR. Tirmidzi)
Idul Adha (10 Dzulhijjah)
Hari Raya Kedua umat Islam, Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Pada hari ini:
- Dilarang berpuasa
- Shalat Ied berjamaah
- Penyembelihan hewan kurban (sapi, kambing, unta)
- Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin
Peristiwa ini mengenangkan ketaatan Nabi Ibrahim AS yang bersedia menyembelih putranya, Ismail AS, atas perintah Allah. Allah kemudian menggantikan Ismail dengan seekor domba.
Hari Tasyrik (11-13 Dzulhijjah)
Tiga hari setelah Idul Adha disebut Hari Tasyrik. Pada hari ini:
- Dilarang berpuasa
- Disunnahkan memperbanyak takbir
- Jamaah haji melontar jumrah
- Penyembelihan hewan kurban masih boleh dilakukan
Amalan yang Dianjurkan:
- Puasa di Awal Dzulhijjah
- Puasa sunnah dari tanggal 1-8 Dzulhijjah
- Terutama puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
- Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) sangat dianjurkan
- Perbanyak Dzikir dan Takbir
- Membaca takbir: "Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Wa lillahil hamd"
- Dari 1 Dzulhijjah hingga Ashar 13 Dzulhijjah
- Terutama setelah shalat fardhu
- Ibadah Haji
- Bagi yang mampu, tunaikan ibadah haji
- Haji mabrur adalah haji yang diterima Allah
- Balasan haji mabrur adalah surga
- Kurban
- Menyembelih hewan kurban pada 10-13 Dzulhijjah
- Sunnah muakkad (sangat dianjurkan) bagi yang mampu
- Mengenang ketaatan Nabi Ibrahim AS
- Memperbanyak Amal Shaleh
- 10 hari pertama Dzulhijjah adalah hari paling dicintai Allah
- Perbanyak shalat, puasa, sedekah, dzikir
- Taubat dan istighfar
- Bersedekah
- Memperbanyak sedekah
- Menyantuni fakir miskin
- Berbagi daging kurban
Perbedaan Kalender Hijriah dan Masehi
Sistem Perhitungan
Kalender Hijriah (Lunar):
- Berdasarkan revolusi bulan mengelilingi bumi
- Satu bulan = 29 atau 30 hari (siklus bulan baru ke bulan baru)
- Satu tahun = 354 atau 355 hari
- 11 hari lebih pendek dari tahun Masehi
Kalender Masehi (Solar):
- Berdasarkan revolusi bumi mengelilingi matahari
- Satu bulan = 28-31 hari (buatan)
- Satu tahun = 365 atau 366 hari
- Berdasarkan musim
Implikasi Perbedaan
Karena perbedaan 10-11 hari per tahun, bulan-bulan Islam bergeser setiap tahun dalam kalender Masehi:
- Dalam 33 tahun, bulan Islam bergeser satu tahun penuh
- Ramadan bisa terjadi di semua musim (panas, dingin, semi, gugur)
- Tidak terikat pada musim tertentu
Penentuan Awal Bulan
Metode yang Digunakan:
- Rukyatul Hilal
- Melihat bulan sabit (hilal) secara langsung
- Jika terlihat, besok adalah awal bulan baru
- Jika tidak terlihat, bulan digenapkan 30 hari (istikmal)
- Digunakan oleh Arab Saudi, Indonesia (NU), dan banyak negara
- Hisab
- Perhitungan astronomi matematis
- Menentukan posisi bulan secara ilmiah
- Tidak perlu melihat hilal
- Digunakan oleh Muhammadiyah dan sebagian negara
- Rukyat Global vs Lokal
- Global: Jika hilal terlihat di satu tempat, berlaku untuk seluruh dunia
- Lokal: Hilal harus terlihat di wilayah masing-masing
- Perbedaan ini menyebabkan perbedaan awal Ramadan dan Syawwal
Kriteria Penentuan:
- Imkanur Rukyat: Kemungkinan terlihatnya hilal
- Mablaghur Rukyat: Batas minimal tinggi hilal (biasanya 2-3 derajat)
- Wujudul Hilal: Bulan sudah di atas ufuk (kriteria terlemah)
Tabel 12 Bulan Islam
Bulan-Bulan Haram (Suci)
Dalam Islam, ada empat bulan yang dimuliakan dan diharamkan untuk berperang:
- Dzulqa'dah (bulan 11)
- Dzulhijjah (bulan 12)
- Muharram (bulan 1)
- Rajab (bulan 7)
Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu." (QS. At-Taubah: 36)
Keutamaan Bulan Haram:
- Dosa dan pahala dilipatgandakan
- Diharamkan peperangan (kecuali jika diserang)
- Waktu yang tepat untuk ibadah dan taubat
- Bulan yang dimuliakan sejak zaman Nabi Ibrahim AS
Konversi Tahun Hijriah dan Masehi
Rumus Konversi
Dari Hijriah ke Masehi:
M = H × 0.97 + 622
Dari Masehi ke Hijriah:
H = (M - 622) × 1.03
Contoh:
- Tahun 1447 H = 1447 × 0.97 + 622 = 2025 M
- Tahun 2026 M = (2026 - 622) × 1.03 = 1447 H
Tahun Baru Hijriah 1447
Tahun Baru Hijriah 1447 jatuh pada sekitar 19-20 Juni 2026 M, bertepatan dengan 1 Muharram 1447 H.
Relevansi Kalender Hijriah di Era Modern
Pentingnya Kalender Hijriah
Meskipun dunia modern menggunakan kalender Masehi untuk aktivitas sehari-hari, kalender Hijriah tetap penting bagi umat Islam karena:
- Penentu Waktu Ibadah
- Awal Ramadan, Syawwal, dan Dzulhijjah
- Waktu haji dan umrah
- Puasa sunnah
- Zakat fitrah
- Identitas Keislaman
- Membedakan umat Islam dari umat lain
- Mengingat sejarah dan peristiwa Islam
- Memperkuat ukhuwah Islamiyah
- Pengingat Spiritual
- Bulan-bulan untuk meningkatkan ibadah
- Momentum muhasabah diri
- Mengingat kebesaran Allah
Tantangan di Era Modern
- Perbedaan Penanggalan
- Perbedaan awal bulan antara negara
- Perbedaan metode hisab dan rukyat
- Perlu standarisasi global
- Adaptasi dengan Kalender Masehi
- Aktivitas kerja dan sekolah menggunakan Masehi
- Perlu konversi terus-menerus
- Generasi muda kurang familiar
- Komersialisasi
- Momentum hari besar Islam sering dikomersilkan
- Esensi ibadah berkurang
- Perlu edukasi berkelanjutan
Tips Menghafal 12 Bulan Islam
Metode Asosiasi
- Muharram - Mulai (awal tahun)
- Safar - Sepi (kosong)
- Rabiul Awal - Rasul lahir (Maulid)
- Rabiul Akhir - Rabiul yang kedua
- Jumadil Awal - Jemur (kering)
- Jumadil Akhir - Jumadil yang kedua
- Rajab - Rasul Isra Mi'raj
- Sya'ban - Siapkan (Ramadan)
- Ramadan - Ramadan (puasa)
- Syawwal - Syawwal (Idul Fitri)
- Dzulqa'dah - Diam (tenang, persiapan haji)
- Dzulhijjah - Dzalhijjah (haji)
Metode Kelompok
Kelompok 1: Bulan Haram
- Muharram, Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjah
Kelompok 2: Berpasangan
- Rabiul Awal & Rabiul Akhir
- Jumadil Awal & Jumadil Akhir
Kelompok 3: Tunggal
- Safar, Sya'ban, Ramadan, Syawwal
Kesimpulan
Kalender Hijriah dengan 12 bulannya adalah sistem penanggalan yang sarat dengan makna spiritual dan sejarah Islam. Setiap bulan memiliki keutamaan dan peristiwa penting yang patut diingat dan diamalkan oleh umat Muslim.
Beberapa poin penting:
- Muharram adalah awal tahun dengan keutamaan puasa Asyura
- Rabiul Awal bulan kelahiran dan wafatnya Nabi Muhammad SAW
- Rajab bulan Isra' Mi'raj dan bulan haram
- Sya'ban bulan persiapan menuju Ramadan
- Ramadan bulan paling mulia dengan puasa dan Lailatul Qadar
- Syawwal bulan kemenangan dan puasa enam hari
- Dzulhijjah bulan haji dengan 10 hari paling utama
Memahami dan mengamalkan keutamaan bulan-bulan Islam akan meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Kalender Hijriah bukan sekadar penunjuk waktu, tetapi pengingat akan kebesaran Allah dan sejarah perjuangan umat Islam.
Marilah kita manfaatkan setiap bulan dengan amal shaleh, memperbanyak ibadah, dan meneladani sejarah para Nabi dan Rasul. Semoga Allah SWT memberikan kita umur panjang untuk bertemu dengan bulan-bulan mulia dan menerima semua amal ibadah kita.
Referensi:
- Al-Qur'an Al-Karim
- Hadits-hadits shahih dari Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmidzi
- Kitab-kitab sirah nabawiyah
- Literatur fiqh dan sejarah Islam
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan sumber-sumber Islam yang otoritatif. Untuk detail hukum dan perbedaan pendapat ulama, disarankan untuk berkonsultasi dengan ulama atau ustadz yang kompeten.
Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang kalender Hijriah dan keutamaan bulan-bulan Islam. Wallahu a'lam bish-shawab.
Belum ada tanggapan untuk "Sejarah Penetapan Kalender Hijriyah, Nama-Nama Bulan Islam, Makna dan Peristiwa Penting"
Post a Comment