Jumat, 18 April 2014

6 Modus Kristenisasi yang Mesti Diwaspadai

Kawin antar-agama hanyalah salah satu cara kristenisasi. Lainnya, banyak.

Menurut kristolog Abu Deedat Shihab, kaum misionaris dan zending perlu menempuh berbagai macam cara karena selama ini merasa gagal.

Kini, kristenisasi lebih diprioritaskan untuk menjauhkan ummat Islam dari agama, baru kemudian memurtadkannya. Abu Deedat merujuk pada Al-Quran Surat Al-Baqarah: 109,

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya:
"Sebahagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Juga Al-Baqarah: 120,

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا نَصِيرٍ

Artinya:
"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)". dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu."

Sinyalemen Al-Quran itu memang benar. Dalam Konferensi Misionaris di kota Quds (1935), Samuel Zweimer, seorang Yahudi yang menjabat direktur organisasi misi Kristen, menyatakan,
"Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslimin sebagai seorang Kristen, namun mengeluarkan seorang Muslim dari Islam agar jadi orang yang tidak berakhlaq sebagaimana seorang Muslim. Tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas dan hanya mengejar kepuasan hawa nafsu."


1. Plesetan Al-Qur’an

Al-Quran, sebagai tuntunan hidup ummat Islam, kini dimanfaatkan sebagai sarana kristenisasi. Tentu saja bukan Al-Quran sungguhan, tapi palsu. Salah satunya adalah The True Furqan, yang sempat beredar di internet dan menggegerkan publik Jawa Timur, awal Mei lalu. Dalam Al-Quran buatan Evangelis (Ev) Anis Shorrosh itu, ada surat bernama Al-Iman, At-Tajassud, Al-Muslimun, dan Al-Washaya yang isinya memuji-muji Yesus.

Selain ada Al-Quran palsu, juga bertebaran buku-buku plesetan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits. “Cara ini yang sekarang paling banyak terjadi.

Pemberian Indomie atau bantuan uang sudah tidak manjur lagi,” tutur Abu Deedat.
Kenapa cara itu ditempuh? Dalam wawancara dengan majalah Jemaat Indonesia (edisi 4 Juni 2001), Pdt R Muhamad Nurdin —Muslim murtad— menyebut trik itu sebagai cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. “Saya membuat buku agar dibaca umat Kristen, kemudian disalurkan kepada umat beragama lain. Saya tulis untuk kalangan sendiri, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Demikian bagi orang Yahudi aku seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang Yahudi. Itu cara yang hati-hati dalam merebut hati kaum Muslimin. Jangan sampai ada vonis mati seperti untuk Suradi dan Poernama,” ujarnya. Dua nama terakhir adalah pendeta yang divonis mati oleh Forum Ulama Ummat (FUU) Bandung karena menghina agama Islam.

Buku-buku Nurdin laku keras. Dalam tiga tahun, 5000 eksemplar ludes. Hasilnya, menurut penuturan Wakil Gembala Gereja Kristen Maranatha Indonesia (GKMI) Rawamangun Jakarta ini, banyak orang Islam yang akhirnya menerima Yesus alias murtad. “Bahkan ada yang menjadi penginjil.”

Contoh buku karangan Nurdin adalah Ash-Shadiqul Masdhuq (Kebenaran yang Benar), As-Sirrullahil Akbar (Rahasia Allah yang Paling Besar), dan Ayat-ayat Penting dalam Al-Quran.

Selain buku, juga bermunculan brosur atau pamflet sejenis lembar Jumat. Judul yang dipilih pun seolah-olah Islami.

Misalnya “Allahu Akbar Maulid Nabi Isa as”, “Kesaksian Al-Quran tentang Keabsahan Taurat dan Injil”, dan “Siapakah yang Bernama Allah itu?” Bertebaran pula stiker kaligrafi Arab yang isinya pujian kepada Yesus.

Buku dan brosur itu diterbitkan oleh Yayasan Jalan Al-Rachmat, Yayasan Christian Center Nehemia Jakarta, Yayasan Pusat Penginjilan Alkitabiah (YPPA), Dakwah Ukhuwah, dan Iman Taat kepada Shiraathal Mustaqiim.

Anak-anak sekolah juga menjadi sasaran empuk. Siti Muflikhah, santri Pesantren At-Taqwa Bekasi, pernah mendapat surat berisi komik anak-anak dari sebuah lembaga yang menamakan diri Klab17. Di bagian awal, komik itu berisi cerita keseharian anak-anak. Namun di bagian akhir ada pernyataan, “Saya percaya akan Engkau, Yesus sebagai juruselamat saya.”

2. Mengaku Mantan Haji

Bidang kesehatan juga dibidik. Ini antara lain dialami keluarga Hartono, warga Kupang, Surabaya. Istrinya, Jam’iyah, sakit dan dirawat di RS RKZ Surabaya. Biaya yang harus dikeluarkan selangit sehingga Hartono yang cuma bekerja sebagai mandor kontraktor kebingungan. Datang misionaris menawarkan bantuan biaya pengobatan. Namun ada syaratnya: masuk Kristen. Hartono terpikat. Suami istri itupun akhirnya menjadi penganut Kristen.

Cara yang cukup sulit diidentifikasi adalah tipu daya dengan meniru adat atau kebiasaan komunitas Muslim. Di Cirebon, ada kelompok qasidah yang menyanyikan puji-pujian kepada Yesus.

Hal serupa juga dilakukan jemaat Kanisah (Kristen) Ortodoks Syiria (KOS) yang menyelenggarakan tilawatul Injil, memakai peci, ibadahnya mengamalkan shalat 7 waktu, memakai sajadah, dan mendendangkan qasidah.

Duta-duta Injil (begitu kalangan Kristen menyebutnya —red) juga berani mengaku sebagai mantan ustadz, bertitel haji atau hajjah, atau anak kiai terkenal. Pengakuan-pengakuan seperti itu direkam dalam kaset dan diedarkan di tengah masyarakat.

Misalnya di Cirebon, murtadin Ev Danu Kholil Dinata alias Theofilus Daniel alias Amin Al-Barokah, mengaku sebagai sarjana agama Islam, yang pindah menjadi pemeluk Kristen setelah mempelajari Nabi Isa versi Islam di STAI Cirebon. Ternyata ijazah sarjana yang dipakai untuk kesaksian itu palsu.

Ada lagi Ev Hj Christina Fatimah alias Tin Rustini alias Sutini alias Bu Nonot, pemberita Injil dengan memperalat Al-Quran di Gereja Bethel Pasir Koja, Bandung. Mengaku pernah berkali-kali menunaikan ibadah haji. Menurut penuturan Sumarsono, mantan suaminya, Sutini tidak pernah belajar di pesantren. Selama berkeluarga tidak pernah shalat. Memang dia pernah pergi ke Arab Saudi, bukan untuk ibadah haji tetapi menjadi TKW.

Banyak lagi kaset-kaset yang berisi rekaman kesaksian palsu, misalnya kesaksian HA Poernama Winangun alias H Amos, Pdt R Muhamad Nurdin, Pdt M Mathius, Pdt Akmal Sani, Niang Dewi Ratu Epon Irma F Intan Duana, dan Ev Paulus Marsudi.

3. Sekolah dan Tawaran Kerja

Biaya sekolah yang kian mahal juga dimanfaatkan untuk menjerumuskan kaum Muslimin. Mereka mendirikan sekolah (yang seolah-olah) Islam, seperti Institut Teologi Kalimatullah Jakarta yang dikelola Yayasan Misi Global Kalimatullah. Juga ada Sekolah Tinggi Teologi (STT) Apostolos Jakarta, yang mempunyai kurikulum Islamologi bermuatan 40 sks.

Lapangan kerja juga menjadi lahan subur. Ini misalnya dilakukan pasangan misionaris Robert Antony Adam dan Traccy Carffer di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Warga Amerika Serikat yang terang-terangan mengaku utusan Yesus itu berhasil memurtadkan 123 orang Minang, dengan bekal jabatan konsultan kehutanan Global Partners Forestry Unit (GPFU). Robert-Traccy yang masuk Pesisir Selatan sejak Desember tahun silam, menawarkan rekayasa teknologi tepat guna pemberdayaan jati emas, pala super, dan kapas transgenik. Robert lantas menjual bibit jati mas, pala, dan kapas dengan harga 50% lebih murah daripada harga pasaran. Kalau mau dapat gratisan, bisa saja. “Asal masuk Kristen,” ujar Masrizal, aktivis dakwah di Pesisir Selatan. Banyak warga yang tergiur dan akhirnya menjual keyakinan karena terobsesi keuntungan jutaan rupiah. Untung misionaris ini segera dideportasi karena pelanggaran visa, pertengahan bulan lalu.

Kasus serupa terjadi di Bekasi. Bulan April lalu terbongkar praktik kristenisasi berbungkus lapangan kerja. Sekitar 50 orang Muslim asal Gorontalo dibawa ke Bekasi dengan janji akan dipekerjakan dan diberi beasiswa oleh Yayasan Dian Kaki Emas. “Tapi setelah sampai di sini, mereka dididik dan dipaksa pindah agama Kristen oleh Pendeta Edi Sapto,” ungkap Hamdi, Ketua Divisi Khusus Forum Bersama Ummat Islam, dalam acara konferensi pers di Masjid Al Azhar, Klender Jakarta Timur.

Warga Muslim itu disekap, didoktrin ajaran Kristen, disuruh ikut kebaktian, dan dilarang shalat. Mereka juga diwajibkan memelihara babi-babi yang ada di kompleks yang berdiri di atas tanah seluas 5 hektar itu. Akhirnya kompleks kristenisasi terselubung itu digerebeg warga dan aparat.

4. Dukungan Tokoh “Muslim” Liberal (JIL)

Proyek kristenisasi ternyata mendapat `dukungan’ dari beberapa orang yang sering disebut cendekiawan Muslim. Tokoh-tokoh ini memperkenalkan paham liberalisme dan pluralisme yang kerap mengusung slogan `membangun dunia baru’, dengan penyatuan agama dan melepaskan fanatisme agama. Salah satunya adalah Prof DR Said Agil Siradj, MA. Gagasan pluralnya antara lain tampak dalam pengantar buku Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam. Buku ini dikarang oleh Bambang Noorsena, pendiri Kanisah Ortodoks Syiria (KOS) di Indonesia. Di situ Said Agil menulis bahwa KOS tidak berbeda dengan Islam. Secara al-rububiyyah, KOS mengakui bahwa Allah adalah Tuhan sekalian alam yang harus disembah. Secara al’uluhiyyah, telah mengikrarkan Laa ilaha ilallah (Tiada Ilah selain Allah) sebagai ungkapan ketauhidannya. Jadi dari tauhid sifat dan asma Allah secara substansial tidak jauh berbeda dengan Islam. Perbedaannya, menurut Said Agil, hanya sedikit. Jika dalam Islam (Sunni) kalam Tuhan yang Qadim itu turun kepada manusia (melalui Muhammad) dalam bentuk Al-Quran, maka dalam KOS kalam Tuhan turun menjelma (tajassud) dengan Ruh al-Quddus dan perawan Maryam menjadi Manusia (Yesus). Perbedaan ini tentu saja sangat wajar dalam dunia teologi, termasuk dalam teologi Islam. “Pandangan seperti itu merupakan salah satu bentuk penghancuran aqidah,” timpal Abu Deedat.

Tokoh lainnya adalah DR Nurcholis Madjid. Dalam buku Pluralitas Agama, Kerukunan dalam Keragaman, Cak Nur menjelaskan bahwa pengikut Isa Almasih menyebut kitab Injil sebagai Perjanjian Baru berdampingan dengan kitab Taurat yang mereka sebut sebagai Perjanjian Lama. Kaum Yahudi tidak mengakui Isa Almasih dengan kitab Injil-nya, menolak ide Perjanjian Lama ataupun Perjanjian Baru itu, namun Al-Quran mengakui keabsahan keduanya sekaligus. Dengan nada agak tinggi, Abu Deedat menyebut pendapat Cak Nur itu sebagai upaya pendangkalan aqidah.

"Para pengikut Nabi Isa as (kaum Hawariyun) tidak pernah menyebut Injil sebagai kitab Perjanjian Baru. Nabi Isa sendiri tidak pernah menerima atau mengetahui kitab Perjanjian Baru karena Injil yang diturunkan Allah kepada Nabi Isa bukanlah Perjanjian Baru yang isinya kebanyakan surat-surat Paulus yang sangat bertentangan dengan ajaran Nabi Isa itu sendiri," katanya.

Selain kedua tokoh di atas, Abu Deedat juga memasukkan Alwi Shihab sebagai tokoh pluralis. Sementara Adian Husaini dalam Islam Liberal menunjuk beberapa nama seperti dosen-dosen Universitas Paramadina (Komaruddin Hidayat, Budhy Munawar Rahman, Luthfi As-Syaukanie), dosen UIN Syarif Hidayatullah (Azyumardi Azra, Muhammad Ali, Nasaruddin Umar), dan beberapa nama lain yang menjadi kontributor Jaringan Islam Liberal.

Menurut Adian yang juga anggota Komisi Kerukunan antarumat Beragama MUI, melalui pluralisme, ummat Islam diprovokasi agar melapaskan aqidahnya. Tidak lagi meyakini agamanya saja yang benar, dan kemudian diajak untuk mengakui bahwa agama Kristen juga benar. “Teologi pluralis sebenarnya adalah pembuka pintu bagi misi Kristen dan sejalan dengan imbauan Paus Yohanes Paulus II agar misi Kristen terus dijalankan,” ujarnya.

Kaum Kristen juga tak segan-segan “menyerang” tokoh-tokoh Muslim yang dikenal sebagai pejuang tegaknya syariat Islam. Misalnya KH Kholil Ridwan (Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia) dan KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii (Pimpinan As-Syafiiyah, Jakarta).

Sekitar 5 bulan lalu, keduanya mendapat kiriman brosur dari STT Apostolos. “Isinya tidak secara langsung mengajak kepada agama Kristen, namun mengajak saya agar masuk ke dalam Apostolos. Itu artinya Apostolos mengajak saya untuk masuk ke dalam agama Kristen,” kata Abdul Rasyid.

Abdul Rasyid segera melaporkan kejadian itu kepada aparat, sebab cara itu sudah melanggar ketentuan hukum, yakni larangan mengajak ummat suatu agama untuk masuk ke agama lain. Kemudian ada pemberitahuan dari aparat bahwa pihak Apostolos melalui Pdt Yusuf Roni membantah telah mengirim surat dan brosur itu.

“Terlepas dari benar tidaknya bantahan itu, yang jelas apa yang saya alami merupakan indikasi bahwa sasaran kristenisasi tidak hanya kalangan akar rumput, tapi juga ulama dan tokoh masyarakat,” ujar Abdul Rasyid.

5. Yerikho 2000 dan Doa 2002

Misi Kristen di Indonesia didukung oleh kekuatan dana yang sangat besar, di antaranya melibatkan konglomerat keturunan Cina, James T Riady (bos Grup Lippo). Seperti terungkap di majalah Fortune (16 Juli 2001), James berencana membangun seribu sekolah di desa-desa miskin di Indonesia. James bekerjasama dengan Pat Robinson (misionaris dunia) juga akan mendirikan organisasi jaringan umat Kristiani.

Hebatnya, ummat Islam secara tidak sadar turut mendukung cita-cita besar James T Riady. Antara lain dengan menjadi nasabah Bank Lippo, belanja di Mal Lippo, membeli rumah di Lippo Karawaci dan Cikarang, berobat ke RS Siloam, pelanggan Lippo Shop, Link Net, Lippo Star, Kabel Vision, dan Asuransi Lippo.

Indonesia memang akan dijadikan pusat perkembangan Kristen di Asia Pasifik. Demikian kata Pdt George Anatorae dari The Lord Familly Church Singapore dalam seminar kerjasama Global Mission Singapore dan Galilea Ministry Indonesia, di Hotel Shangrila Jakarta (9-12 Juni 1998). Sejauh mana keberhasilan program itu, perlu diteliti lebih lanjut. Yang pasti, data tahun 1999 menunjukkan jumlah umat Islam di Indonesia anjlok dari 90% menjadi 75% (Siar No 43, 18-24 November 1999).

Keberhasilan itu berkat kerja keras 38 agen kristenisasi, 1573 misionaris pribumi, 62 misionaris asing, dan 421 misionaris lintas kultural (data dari Operation World 2001 yang dihimpun India Missions Association, Japan Evangelical Assocation, dan Korea Research Institute for Missions).

Salah satu lembaga yang gencar melaksanakan kristenisasi adalah Doulos World Mission (DWM). Saat ini DWM sedang melaksanakan Proyek Yerikho 2000, yaitu program pengkristenan wilayah Jawa Barat, dengan sentra kegiatan digerakkan di kawasan pinggiran Jakarta.

Proyek ini bertujuan “mewujudkan Kerajaan Allah di bumi Parahyangan menyongsong abad XXI”. Menurut Hendrik Kraemer, peneliti dan penginjil dari Belanda, Jawa Barat adalah wilayah “paling gelap” di Indonesia dan sangat tertutup bagi Injil. Karena itu aktivis DWM bertekad, “Kita harus merebut tanah Pasundan bagi Kristus.”

Yerikho 2000 juga digerakkan di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Pusat kegiatan DWM berada di kawasan Rawamangun (Jakarta Timur) dan Tangerang (Banten).

Program lainnya adalah Doa 2002, yang dilaksanakan sejak tanggal 19 Oktober 2001 sampai 6 Desember 2002. Secara khusus program ini menyebut beberapa komunitas Muslim sebagai objek kristenisasi. Di antaranya adalah suku Kaili Ledo (Sulawesi Tengah), Melayu Riau, Betawi, Aceh, Melayu Kalimantan, Tenggarong Kutai, Bima, Maluku, Banda, dan Papua. Rencana program Doa 2002 tertuang dalam buku 40 Hari Doa Bangsa-Bangsa yang telah diterjemahkan ke dalam 35 bahasa di dunia.

Muslim Betawi misalnya, harus didoakan oleh segenap orang Kristen pada tanggal 9 November 2001 lalu. Itu perlu dilakukan agar hati Bapa mengasihi dan merindukan orang Betawi. Selain itu, agar Bapa mengutus duta-duta kerajaan-Nya untuk mengembangkan pelayanan kesenian Betawi, literatur, dan radio dalam bahasa Betawi. Juga, agar Tuhan mencurahkan kuasa-Nya dan mengubah kehidupan orang-orang yang berpengaruh dalam suku Betawi, baik para penyanyi, penari, tokoh agama, masyarakat, pemuda, dan wanita.

Secara khusus, orang Kristen mendoakan Presiden Megawati dan beberapa pemimpin dunia. Harapannya, agar Megawati (dan para pemimpin) mendapat pewahyuan tentang Ketuhanan Yesus dan keluarganya datang mengenal Kristus.

Duta-duta Injil juga sedang menggencarkan ritual Doa 5 Patok. Yakni meningkatkan doa 5 kali sehari dengan pelaksanaan minimal 30 menit lebih awal sebelum waktu shalat (bagi orang Islam). Tujuannya adalah untuk mengadakan penghadangan ruhani sekaligus pembersihan atmosfir ruhani agar kaum Muslimin dapat menerima Yesus.

Ritualnya dilaksanakan sebelum waktu shalat ummat Islam, yakni subuh (mulai 03.15-selesai), pagi (10.30-selesai), siang (14.00-selesai), sore (17.00-selesai), dan malam (18.00-selesai). Pada Kamis malam, dilakukan doa semalaman dan peperangan ruhani sambil berkeliling kota/lokasi tertentu. Awas, hati-hati!• (ahmad, dodi nurja, amz, pam)

Peta Kristenisasi Dunia (klik untuk memperbesar gambar)

6. Modus Kristenisasi Melalui Hipnotis

Drs. Abu Deedat Syihab M.H menuturkan dalam majalah ummi, sebut saja Astriana Damayanti (25) -bukan nama sebenarnya- tak pernah berpikir menukar agama. Sejak kecil ia menerima pendidikan agama yang cukup baik. Terakhir ia tercatat sebagai mahasiswi sebuah institut agama Islam.

Perkenalannya dengan seorang pemuda membuat nasibnya bercerita lain. Ia hamil dan sempat bertukar agama. Kini Astriana menjalani konsultasi agama dengan Drs. Abu Deedat, seorang kristolog, untuk mengembalikan akidahnya.

Menurut ustadz berkacamata ini, muslimah memang menjadi target kristenisasi di Indonesia. Untuk mengenali modus operandinya, reporter UMMI, Asmawati, mewawancarai beliau di rumahnya di kawasan Bekasi.

sumber:
voa-islam.com

Rabu, 16 April 2014

Apakah Puasa Tiga Hari Setiap Bulan Harus Pada Ayyamul Bidh?

Apakah Puasa Tiga Hari Setiap Bulan Harus Pada Ayyamul Bidh?

Jika berhalangan melaksanakan shaum tiga hari setiap bulan pada Ayyamul Bidh, tidak mengapa melaksanakannya pada awal bulan atau akhir bulan. Dari Mu'adzah al-'Adawiyah, sesungguhnya ia pernah bertanya kepada 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha: "Apakah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam biasa melaksanakan shaum selama tiga hari setiap bulannya?" Aisyah menjawab: "Ya".


Ia pun bertanya lagi: "Hari-hari apa saja yang biasanya beliau melaksanakan shaum?" Aisyah pun menjawab: "Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak terlalu memperhatikan hari keberapa dari setiap bulannya beliau melaksanakan shaum." (HR. Muslim)

Dalam Majmu' Fatawa wa Rasail, Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin berkata, "Seorang boleh berpuasa pada awal bulan, pertengahannya, ataupun di akhirnya secara berurutan atau terpisah-pisah. Tetapi yang paling afdhal (utama) dilaksanakan pada Ayyamul Bidh, yaitu tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas.

Hal ini berdasarkan hadits Aisyah Radliyallah 'Anha, "Adalah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berpuasa tiga hari setiap bulan. Beliau tidak terlalu peduli apakah berpuasa di awal atau di akhir bulan."
(HR. Muslim)

sumber:
voa-islam.com

Selasa, 15 April 2014

Paus Fransiskus Tergugah Untuk Meminta Maaf

Sebulan setelah dikritik PBB, akhirnya Paus Fransiskus terbuka hatinya dan merasa wajib untuk meminta maaf secara pribadi atas kejahatan dan pelecehan seksual yang dilakukan para pastor Katolik terhadap anak-anak.

Paus mengecam perbuatan amoral ini sebagai “kerusakan moral yang dilakukan oleh anggota Gereja”, dan bertekad akan menjatuhkan sanksi, ungkap Radio Vatikan.


Berbagai kalangan menilai, kecaman Paus ini pernyataan yang paling keras terkait kasus pelecehan seksual di gereja Katolik.

Dalam sebuah wawancara, Paus Fransiskus membela Gereja Katolik dengan mengatakan, ”Tidak ada seorang pun yang melakukan lebih (untuk menangani pelecehan seksual). Tetapi Gereja menjadi satu-satunya yang diserang.”

...tindakan Paus yang terlalu lambat untuk mengakui parahnya kerusakan moral dan mental akibat kebejatan seksual para pastor pedofil...

Pernyataan itu keluar menyusul laporan PBB yang menuduh Vatikan lebih mengutamakan untuk mempertahankan reputasi Gereja dan para pelaku pelecehan dibandingkan perlindungan terhadap para korban.

Bulan lalu, menanggapi kritik yang disampaikan PBB terhadap gereja Katolik, Paus Fransiskus masih membela Gereja Katolik Roma dalam upaya menangani kasus yang menjijikkan ini. Tahun lalu Paus membentuk komite untuk membantu korban pelecehan seksual pastor.

Meski demikian, sebagian umat Katolik menyayangkan tindakan Paus yang terlalu lambat untuk mengakui parahnya kerusakan moral dan mental akibat kebejatan seksual para pastor pedofil.

sumber:
voaislam.com

Minggu, 13 April 2014

Malaikat Jibril Menangis Ketika Bercerita Tentang Api Neraka

Malaikat Jibril bercerita tentang api neraka.

Bahwa ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala,telah menyalakan api neraka itu selama 1.000 tahun,sehingga apinya menjadi merah padam bernyala-nyala.
Lalu dipanaskan lagi 1.000 tahun,lantaran suhu panasnya,api itu berubah warna menjadi putih.

Lalu ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala memanaskannya selama 1.000 tahun lagi,hingga apinya berubah hitam pekat dan gelap.

"Jika ada manusia yang di lemparkan ke dalamnya,maka sekejap saja langsung akan musnah," ujar Jibril pun menangis.

"Mengapa engkau menangis Ya Jibril," tanya

Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wassalam."Aku takut kepada jiwaku," ucap Jibril. "Bukankah engkau adalah malaikat,yang tidak mungkin berbuat maksiat kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala," kata Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi Wasallam.

"Benar,akan tetapi takdir ALLAH bisa berlaku atas siapa saja.

Bukankah IBLIS itu asalnya adalah penduduk surga, lalu berlaku takdir ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala atasnya. Hingga Iblis menjadi penghuni Neraka" urai Jibril.

Ya ALLAH...
Jauhkanlah hamba dan Setiap orang yang mengucapkan "AAMIIN" dari siksa api neraka & jadikanlah kami golongan orang2 yang beriman yang menjadi penghuni surga-MU.

Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

Jumat, 11 April 2014

Iblis dan Setan Bapak Jin serta Biang Keburukan

بسم الله الرحمن الرحيم

Syaikh Abu Sa’ad al-Amili

Alih Bahasa : Thalibul 'Ilm al-Akh Abu Asybal Usamah

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Kemenangan untuk orang-orang yang beriman dan tidak ada permusuhan kecuali terhadap orang-orang zalim. Shalawat dan salam kepada junjungan kita Muhammad, Rasul yang Dipercaya, keluarga dan para sahabatnya.

Tidak diragukan lagi bahwa iman kepada perkara ghaib termasuk sesuatu yang paling sulit bagi manusia. Dan jika seseorang melihat dan merasakan pengaruhnya dalam keseharian, maka itu Allah jadikan sebagai tanda kejujuran seseorang dalam imannya. “Alif Laam Mim.

Itulah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, sebagai petunjuk bagi orang-orang bertaqwa.

Yaitu orang-orang yang beriman kepada ghaib, menegakkan shalat dan menunaikan zakat serta yakin menginfakkan sebagian yang rezki dari Kami”. Maka Allah menjadikan iman kepada hal ghaib termasuk karakter utama mukmin yang shadiq (benar-benar).

IBLIS

Dan termasuk iman kepada ghaib, meyakini adanya jin, muslim atau kafir, taat atau durhaka. Sebagaimana rincian penjelasannya dalam surah al-Jinn, al-Ahqaf dan lain-lain dari ayat-ayat Al-Qur’an dan redaksi hadits-hadits Nabi. Sementara Iblis dan syaithan merupakan bapak jin dan biang keburukan pada mereka, sejak Allah ciptakan Adam hingga hari kiamat.

Tidak ada kerjaan dari makhluk yang satu ini melainkan menghalang-halangi hamba Allah dari hidayah dan menjerumuskannya ke jurang kesesatan. “Sungguh kami akan sesatkan mereka semua”, “Sungguh aku akan halang-halangi mereka dari jalan-Mu yang lurus”.

Di antara senjatanya yang paling ampuh dalam menghadapi manusia adalah tipu daya. Allamah Ibnul Qaayyim al-Jauziyyah dalam kitabnya Ighotsatul Lahfan Min Makaidisy Syaithan, beliau berkata, “Dan di antara tipu daya musuh Allah Ta’ala, ia menakut-nakuti orang-orang beriman dengan bala tentaranya.

Maka mereka (mukmin) tidak melawannya, tidak memerintahkan mereka (wali-wali syaithan) kepada kebaikan dan mencegah mereka dari munkar. Dan ini adalah tipu daya yang besar terhadap manusia. Dan sungguh Allah Ta’ala telah mengabarkan hal ini dalam firman-Nya (Sungguh yang demikian itu karena syaithan menakut-nakuti kalian dengan wali-walinya. Maka janganlah kalian takut kepada mereka, dan takutlah kepada-Ku jika kalian beriman) [QS Ali Imran:175]”.

Dan di antara tipu dayanya pula adalah selalu menyihir (mempengaruhi) akal. Dan tidak ada yang selamat dari sihir ini kecuali yang Allah kehendaki. Maka ia (syaithan) menghiasi perbuatan yang membahayakan orang itu seolah-olah bermanfaat baginya. Dan ia pun memburukkan perbuatan yang bermanfaat seolah-olah perbuatan itu membahakan baginya.

Berapa bnyak orang yang terfitnah dengan sihir ini. Dan berapa banyak hati terhalang dari iman, Islam dan ihsan akibat sihir ini? Berapa banyak kebathilan nampak dalam bentuk yang baik? Dan berapa kebenaran yang nampak dalam bentuk yang tercela? Berapa banyak para kritikus tampil dalam kemasan yang hebat dan orang-orang berilmu terpojokkan? Itulah sihir yang menundukkan akal dan menggiringnya hingga terjerumus dalam hawa nafsu dan opini-opini bermacam-macam.

Ia menuntun mereka menempuh jalan-jalan sesat hingga ia melemparkan mereka ke dalam kebinasaan. Ia menghiasi di mata mereka menyembah berhala, memutuskan silaturahmi, menggauli ibu dan membunuh anak perempuan beserta kekufuran dan kefasikan dengan menjanjikan mereka surga. Ia menampakkan syirik dan bentuk pengagungan dan penghormatan. Mengkufuri shifat Allah dengan dalih mensucikannya.

Meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar dengan dengan dalih menciptakan keharmonisan serta berdalih “Jagalah dirimu” [QS Al-Maidah:105] berpaling dari apa yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan dalih taklid, mencukupkan beramal atas dasar perkataan orang yang dianggap alim dari mereka, berbuat nifaq dan bermudahanah dengan dalih pemikiran cemerlang menyatukan manusia.

Ia adalah teman Adam dan Hawa ketika diusir dari surga. Ia teman bagi Qabil ketika membunuh saudaranya, ia teman bagi kaum Nuh saat mereka ditenggelamkan, dan kaum ‘Ad saat dibinasakan dengan angin maha ribut, ia sahbat bayi kaum Shalih ketika mereka dibinasakan dengan suara ledakkan, kawan bagi kaum Luth ketika digulingkan dan dihujani dengan batu, ia sahabat bagi Fir’aun dan kaumnya ketika ditenggelamkan, sahabat bagi penyembah anak sapi emas ketika terjadi apa yang terjadi pada mereka, ia teman bagi Quraish saat dipanggil pada hari Badr dan bagi setiap orang yang binasa lagi terlena.

Itulah syaithan dan tipu dayanya yang senantiasa memantau dan menyasar hamba-hamba Allah. Maka pertempuran kita dengannya abadi. Kita tidak punya sesuatu kecuali mawas diri dan berhati-hati. Lalu mempersiapkan diri mengumpulkan senjata dan masuk dalam pertempuran itu serta menempuh langkah-langkah menuju kemenangan.

Kita juga mencari sebab-sebab cita kepada dunia dan kekalahan agar kita menjauh darinya.
Agar kita diberi kemenangan atas makhluk berbahaya ini. Paling tidak kita melawan senjata-senjatanya dan membalas serangan-serangannya agar tidak terjerumus dalam lubang-lubang syahwatnya. Maka jadilah kita orang yang merugi dan binasa. Dan jadilah kita penyebab terhentinya dakwah, amar ma’ruf nahi munkardan jihad fi sabilillah, yang dengannya Allah memuliakan kita di antara makhluk-makhluk dan umat-ummat lain. Maka kita meraih ridha-Nya. (Dan yang demikian itu adalah kemenangan yang besar).

NB : diambil dari kata pengantar kitab ‘Indama Tar’adz Dziabu al-Ghanam karya Syaikh Rifa’i Surur

sumber:
voa-islam.com

Label

5 Anak Muslim yang Ajaib (1) Al Qur'an (204) Asmaul Husna (1) cerita (61) doa (42) hadits (237) Haji (12) Iblis (6) islam (295) Jin (10) Kriteria Cowok Keren Versi Islam (4) Masjid (13) Nabi (27) Para Sufi (3) pengetahuan (19) Puasa (20) sahabat (43) Shalat (50) uswah (74) Wali (5)

Top Weekend