Selasa, 02 September 2014

10 Macam Shalat yang Tidak akan Diterima Allah SWT

RASULULLAH SAW bersabda:
“Islam dibangun di atas lima hal; bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allâh dan Nabi Muhammad adalah utusan Allâh, menegakkan shalat….”
(HR Bukhâri dan Muslim).

Seorang Muslim tentu sudah paham betul bahwa sholat merupakan tiang dari dien ini. Oleh karena itu, ketika muadzin mengumandangkan adzan, kaum muslimin berbondong-bondong mendatangi rumah-rumah Allâh Ta’ala, mengambil air wudhu, kemudian berbaris rapi di belakang imam shalat mereka. Mulailah kaum muslimin tenggelam dalam dialog dengan Allâh Ta’ala dan begitu khusyu’ menikmati shalat sampai imam mengucapkan salam. Dan setelah usai, masing-masing kembali pada aktifitasnya.


Imam Hasan al-Bashri rahimahullâh pernah mengatakan: “Wahai, anak manusia. Shalat adalah perkara yang dapat menghalangimu dari maksiat dan kemungkaran. Jika shalat tidak menghalangimu dari kemaksiatan dan kemungkaran, maka hakikatnya engkau belum shalat”.

Dalam kesempatan lain, Rasulullah saw juga bersabda: “Barang siapa yang memelihara sholat, maka sholat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara sholat, maka sesungguhnya sholat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya.” (Tabyinul Mahaarim).




Kemudian Rasulullah saw juga bersabda bahwa: “10 orang sholatnya tidak diterima oleh Allah swt, di antaranya:

1. Orang lelaki yang sholat sendirian tanpa membaca sesuatu.

2. Orang lelaki yang mengerjakan sholat tetapi tidak mengeluarkan zakat.

3. Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.

4. Orang lelaki yang melarikan diri.

5. Orang lelaki yang minum arak tanpa mahu meninggalkannya (taubat).

6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya.

7. Orang perempuan yang mengerjakan sholat tanpa memakai tudung.

8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.

9. Orang-orang yang suka makan riba’.

10. Orang yang sholatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar.”

Sabda Rasulullah saw yang bermaksud: “Barang siapa yang sholatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya sholatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah swt dan jauh dari Allah.” Hassan r. a berkata : “Kalau sholat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan sholat. Dan pada hari kiamat nanti sholatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk.”
[sa/islampos/berbagaisumber]

sumber: Islam Pos
editor: -

Senin, 01 September 2014

8 Macam Puasa Syirik di Islam

Pada umumnya puasa-puasa yang biasa kita lakukan adalah puasa enam hari di bulan Syawal, puasa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, puasa hari Arofah, puasa Muharrom, puasa Assyuro, puasa Sya’ban, puasa pada bulan Harom (bulan yang dihormati) yaitu bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharrom, dan Rojab, puasa Senin dan Kamis, puasa tiga hari setiap bulan, puasa Dawud, dan puasa Ramadhan.

Itu memang mempunyai landasan jelas dalam Al-Qura’an dan Sunnah Nabi. Ternyata di luar itu, praktiknya ada sebagian manusia yang “kreatif” dan melahirkan jenis-jenis puasa, bahkan tidak sedikit yang mengamalkannya karena dipercaya akan melahirkan kesaktian.

Dalam puasa ritual untuk kesaktian misalnya, ada bentuk-bentuk puasa dengan persyaratan yang harus dipenuhi lagi, bergantung bentuk dan jenis ilmu kesaktian yang ingin diperolehnya. Di antaranya adalah:

8 Macam Puasa Syirik di Islam


1. Puasa mutih.

yaitu puasa tidak makan dan minum. Pada saat berbuka puasa harus makan makanan yang tidak berasa, baik manis, asam, asin atau makanan yang bernyawa dan hanya minum air putih saja. Kasihan amat ya?

2. Puasa pati geni.

yaitu orang yang berpuasa tidak melakukan makan dan minum, tidak tidur dan puasanya harus benar-benar di tempat-tempat yang gelap, baik pada siang hari atau malam hari, tidak boleh ada pencahayaan sedikit pun. Ini lebih kasihan, hidupnya mirip drakula—bahkan drakula pun masih sedikit beruntung karena boleh jadi mahluk nokturnal.

3. Puasa ngeluang.

yaitu tidak makan dan minum dan diam di suatu lubang di bawah tanah.

4. Puasa ngelewong.

yaitu puasa tidak makan tidak minum, juga tidak boleh tidur tapi boleh keluar rumah. Ini mirip apa ya?

5. Puasa ngidang.

yaitu puasa tidak boleh makan dan minum, juga tidak boleh tidur dan hanya di perbolehkan berbuka puasa dengan makanan dari daun-daunan muda.

6. Puasa ngepel.

yaitu puasa tidak boleh makan dan minum, tidak boleh tidur, hanya diperbolehkan memakan nasi sekepal selama sehari semalam.

7. Puasa ngebleng.

yaitu puasa tidak boleh makan dan minum, tidak boleh tidur, juga tidak boleh melihat matahari atau sinar lampu sedikitpun.

8. Puasa ngasrep.

yaitu puasa tidakboleh makan dan minum, tidak boleh tidur dan waktu berbuka hanya boleh makan makanan yang dingin dan minum yang dingin, tanpa bumbu atau rempah rempah.



Jika kita melihat jenis-jenis puasa ini yang disyaratkannya sungguh sangat berat, tetapi tidak sedikit orang yang melaksanakannya walaupun harus menyiksa diri sendiri. Mereka berkeyakinan jika ingin hajatnya dikabulkan, maka mereka harus bisa menunjukan kesungguhan dengan melakukan puasa yang saya pahami ini berat sekali.

Sebenarnya puasa yang dilakukan ini hanyalah menarik simpati jin agar mau berkolaborasi. Itu dilakukan sebagai bentuk loyalitasnya kepada jin. Biasanya petuah perintah puasa seperti ini dilakukan atas petunjuk bapak dukun, tentunya atas bisikan dari syetan karena sudah dikenal lama. Dukun ini biasanya berduet dengan syetan, atau yang diyakini sebagian orang musyrik sebagai arwah leluhur. Ehemmm arwah leluhur!

Memang pemahaman ini sudah melekat di masyarakat kita, seperti contoh ada orang kesurupan dan si jin yang merasukinya mengatakan, “Ini adalah arwah nenek moyangmu,” pasti yang mendengar memercayainya dan memberikan sesajen. Memang ritual seperti ini bisa menarik simpati setan untuk membantu keinginan nya. Pasalnya di dalamnya terdapat kesesatan dan penyimpangan terhadap syariat yang dibawa oleh Rasulullah SAW.

Lebih dari itu, puasa bid’ah ini bisa mengelabui manusia karena kemiripannya dengan puasa yang ada di dalam Islam bahkan mereka berkeyakinan puasa ini di anggap lebih hebat karna katanya puasa di dalam Islam tidak memberikan kesaktian. Sedangkan puasa hasil karya pak dukun dan sahabatnya ini bisa mendatangkan kesaktian, yang tentunya berasal dari syetan.

Wallahu A'lam.

______________

Diasuh oleh Oleh: Yudhistira Adi Maulana, Penggagas rumah sehat Bekam Ruqyah Centre Purwakarta yang berasaskan pengobatan Thibbunnabawi. Alamat: Jl. Veteran No. 106, Kebon Kolot Purwakarta, Jawa Barat, Telf. 0264-205794. Untuk pertanyaan bisa melalui SMS 0817 920 7630 atau PIN BB 26A D4A 15.

sumber: Islam Pos
editor: Uswah Islam

Label

5 Anak Muslim yang Ajaib (1) Al Qur'an (213) Asmaul Husna (1) cerita (62) doa (47) hadits (241) Haji (12) Iblis (6) islam (348) Jin (10) Kristologi (19) Kriteria Cowok Keren Versi Islam (4) Masjid (13) Nabi (29) Para Sufi (3) pengetahuan (20) Puasa (35) sahabat (45) Shalat (53) uswah (76) Wali (5)