Jumat, 22 Agustus 2014

Kisah Wanita Atheis Masuk Islam

Hidayah bisa datang kapan saja dan kepada siapa sesuai Kehendak Allah SWT. Bersyukurlah kalau kalian mendapatkan suatu hidayah tertentu karena tidak semua orang mendapatkannya. Seperti kisah hidupnya Ibu Heather di bawah ini. Beliau tidak memiliki agama sama sekali dalam hidupnya.

Pada waktu lampau hanya ada dua momen percakapan dengan Tuhan yang diingat oleh Heather yaitu di setiap pernikahan dan pemakaman. Selebihnya, hidupnya sama sekali tanpa Tuhan.

Perempuan ini memilih menjadi atheis dikarenakan tidak mendapatkan apapun dalam semua ajaran agama yang ia pelajari, mulai dari Taoisme, Budhisme, dan Yahudi. Heather pun hidup bebas. Gampang ditebak, ia melahirkan anak di luar nikah.

Situasi kian runyam ketika ia harus membesarkan anaknya itu sendiri.

Merasa tidak kuat, ia serahkan anaknya itu untuk diadopsi. “Saya terdiam, dan merasa malu kepada Tuhan,” ujarnya.
Meskipun menjadi Atheis, tidak serta merta ia berhenti mencari kebenaran hakiki. Suatu hari, ia bertemu dengan seorang Kristen yang mengalami pencerahan.

“Setiap kali mendengar kisahnya, saya merasa sinis. Saya benar-benar tidak peduli,” katanya.

Setelah itu, Heather terus mendengar perempuan itu bercerita hal yang logis. Sempat, Heather dibuat kesal. Tetapi sikapnya yang acuh membuatnya tidak berkomentar sinis.

Ketika ia mulai bekerja, yang menjadi bosnya adalah seorang Muslim. Ketimbang perempuan tadi, ia lebih menerima berdiskusi tentang Islam dan Muslim bersama bos-nya itu.




Oleh bosnya itu, Heather diberikan pandangan yang lain tentang Islam dan Muslim.

“Saya diminta baca Alquran, lalu berdebat soal isinya,” kenang dia.

Ia baca surat pertama, Al-Fatihah. Dari isinya, Heather melihat banyak kemiripan dalam beberapa hal pada ajaran Kristen. Pada bahasan kebenaran, ia sayai kebenaran sejati itu tidak pernah terbantahkan. Selesai membaca ayat itu, ia mendapati satu kesimpulan. “Inilah agama yang saya cari,” katanya.

Dari sekian hal yang dipelajari Heather tentang Islam, ada satu hal yang mengganjalnya. Banyak informasi yang mengatakan Islam identik dengan terorisme. Tapi, dalam hatinya itu mengatakan sebaliknya. Islam tidak terkait dengan bom bunuh diri, pembajakan atau hal negatif lainnya.

Melihat masalah ini, ia gunakan akal pikirannya. “Saya gunakan otak saya. Selanjutnya, saya tahu apa yang saya lsayakan. Saya menjadi Muslimah,” ujarnya.

Setelah menjalani kehidupan sebagai Muslimah, Heather pun menikah dengan bosnya itu. Selamat ya Ibu Heather.
[sa/islampos/onislam]

sumber: islampos.com
editor:swah islam.

Kamis, 21 Agustus 2014

Apa yang Terjadi Setelah Dajjal Mati

Nanti pada suatu hari ketika Dajjal muncul di muka bumi, maka seakan semua orang berpihak kepada Dajjal, kecuali orang-orang yang mantap imannya.

Dajjal juga termasuki makhluk, dan diapun juga akan mengalami binasa. Lalu apa yang terjadi setelah itu, apakah ada Dajjal kedua atau apa. Ternyata berdasarkan hadits, setelah matinya Dajjal maka di muka bumi akan orang-orang yang jahat saja, karena mereka yang memiliki iman walau hanya sedikit, akan dimatikan oleh Allah SWT.


Setelah kematian Dajjal, manusia kemudian hidup dengan damai selama 7 tahun. Tidak ada permusuhan di antara mereka. Sampai akhirnya Allah mengutus angin yang sejuk dari arah Syam. Maka setiap orang yang di dalam hatinya memiliki kebaikan dan iman walaupun seberat biji sawi, akan dicabut nyawanya. Sampai-sampai seandainya seseorang masuk ke tengah gunung niscaya angin itu akan mengejar dan mencabut nyawanya.
Maka tinggallah orang-orang yang jahat di muka bumi. Mereka hidup seperti burung (berlomba dalam kejahatan) dan berjiwa seperti binatang buas yang saling bermusuhan dan mendholimi. Mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak menolak syaithon di tengah-tengah mereka, ia berkata, “Tidakkah kalian menyambutku?” Mereka bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepada kami?”

Maka syaithon memerintahkan mereka agar menyembah berhala. Padahal ketika itu mereka mendapat rizki yang terus mengalir dan kehidupan mereka makmur sekali. Kemudian ditiuplah sangkakala tanda hari kiamat telah datang. Tidak seorangpun mendengarnya melainkan mengalihkan perhatian dan mengangkat kepala.


Orang yang pertama kali mendengarnya adalah orang yang sedang memperbaiki telaga untanya. Maka orang itu kemudian mati. Selanjutnya mati pula seluruh manusia. Kemudian Allah menurunkan hujan gerimis. Maka tumbuhlah jasad-jasad manusia karenanya (kembali ke asal penciptaannya). Kemudian ditiuplah sangkakala untuk kedua kalinya. Saat itu bangkitlah manusia untuk menunggu (keputusan Allah).

Kemudian dikatakan “Wahai sekalian manusia marilah menghadap Rabb kalian. Tegakkan mereka karena mereka akan ditanya oleh Allah.”

Kemudian dikatakan, “Keluarkanlah bagian untuk menjadi penghuni neraka.”



Terdengar jawaban “Berapa?”

“Dari setiap seribu orang sembilan ratus sembilan puluh sembilan untuk jadi bagian penghuni neraka”

Maka itulah hari kiamat yang membuat anak kecil segera beruban (putih rambutnya), dan pada hari itu terbukalah segala kedahsyatan.

[Sumber : Hadist Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash, riwayat Muslim dalam Riyadhus Sholihin No.1810].

sumber: islampos.com
editor: uswah islam.

Label

5 Anak Muslim yang Ajaib (1) Al Qur'an (213) Asmaul Husna (1) cerita (62) doa (47) hadits (241) Haji (12) Iblis (6) islam (344) Jin (10) Kristologi (18) Kriteria Cowok Keren Versi Islam (4) Masjid (13) Nabi (29) Para Sufi (3) pengetahuan (20) Puasa (34) sahabat (45) Shalat (52) uswah (76) Wali (5)