Malam itu, warung saya sepi. Hanya ada seorang ibu yang duduk di sudut, membaca Al-Qur'an dengan suara pelan. Saya mendekat dan bertanya, "Bu, sedang membaca surat apa?"
Ia tersenyum dan menjawab, "Saya sedang membaca Surat Maryam, Mas. Setiap kali sampai di bagian Maryam melahirkan Isa di bawah pohon kurma, hati saya selalu bergetar. Betapa beratnya ujian seorang wanita suci yang harus mengandung tanpa suami, tapi ia tetap bersabar dan bertawakal."
 |
| "Dari seorang ibu yang suci, lahirlah cahaya yang menerangi Bani Israil dengan kalimat tauhid yang murni. 🕌" |
Saya terdiam. Dan malam ini, saya ingin mengajak Bos semua duduk sejenak, menyeduh teh hangat, dan menyelami salah satu kisah paling ajaib dan penuh mukjizat dalam sejarah umat manusia: Kisah Baginda Nabi Isa 'alaihissalam. 🕌
📜 Bagian I: Maryam binti Imran — Wanita Suci yang Terpilih
Nazr Seorang Ibu
Kisah Nabi Isa tidak bisa dipisahkan dari ibunya, Maryam binti Imran. Ibunya (istri Imran) telah bernazar: jika ia melahirkan anak, ia akan menyerahkan anak itu untuk berkhidmat di Baitul Maqdis (tempat ibadah Bani Israil).
Maryam lahir sebagai anak perempuan. Dalam tradisi saat itu, biasanya hanya anak laki-laki yang bisa berkhidmat di tempat ibadah. Tapi Allah SWT menerima nazar tersebut dengan penerimaan yang baik.
"Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik." (QS. Ali 'Imran: 37)
Pengasuhan di Bawah Nabi Zakariya
Allah SWT menjadikan Nabi Zakariya 'alaihissalam sebagai wali dan pengasuh Maryam. Nabi Zakariya membangun sebuah mihrab (ruang ibadah yang tinggi dan terpisah) untuk Maryam agar ia bisa beribadah dengan khusyuk.
Setiap kali Nabi Zakariya masuk ke mihrab, ia selalu menemukan makanan dan buah-buahan segar di sisi Maryam, padahal tidak ada yang membawakan.
"Zakariya berkata, 'Wahai Maryam, dari mana engkau memperoleh (makanan) ini?' Maryam menjawab, 'Itu dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.'" (QS. Ali 'Imran: 37)
Maryam tumbuh menjadi wanita yang sangat shalihah, menjaga kehormatannya, dan menghabiskan harinya dengan beribadah kepada Allah SWT.
🕊️ Bagian II: Kabar Gembira dari Langit
Kedatangan Malaikat Jibril
Pada suatu hari, ketika Maryam sedang menyendiri untuk beribadah, datanglah Malaikat Jibril dalam wujud manusia yang sempurna. Maryam terkejut dan ketakutan.
"Dia (Maryam) berkata, 'Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih terhadapmu, jika engkau orang yang bertakwa.'" (QS. Maryam: 18)
Malaikat Jibril menenangkannya dan menyampaikan kabar gembira yang mengejutkan: Maryam akan mengandung seorang anak laki-laki yang suci.
"Dia (Jibril) berkata, 'Sesungguhnya aku hanyalah utusan Tuhanmu, untuk menyampaikan anugerah kepadamu seorang anak laki-laki yang suci.'" (QS. Maryam: 19)
Maryam, dalam keheranan dan kesuciannya, bertanya:
"Bagaimana mungkin aku mempunyai anak laki-laki, padahal tidak pernah ada orang laki-laki yang menyentuhku dan aku bukan seorang pezina?" (QS. Maryam: 20)
Jawaban Jibril sangat tegas dan penuh kekuasaan:
"Demikianlah. Tuhanmu berfirman, 'Hal itu mudah bagi-Ku. Dan agar Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami. Dan hal itu adalah suatu urusan yang sudah diputuskan.'" (QS. Maryam: 21)
Mengandung Tanpa Ayah
Dengan izin Allah, Maryam mengandung Nabi Isa tanpa ayah. Ini adalah mukjizat yang menunjukkan kekuasaan Allah yang tak terbatas. Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya perumpamaan (penciptaan) Isa bagi Allah, seperti (penciptaan) Adam. Dia menciptakannya dari tanah, kemudian Dia berkata kepadanya, 'Jadilah!' Maka jadilah sesuatu itu." (QS. Ali 'Imran: 59)
Maryam mengasingkan diri ke tempat yang jauh untuk menjaga kehormatannya dan menghadapi ujian berat dari kaumnya.
🌴 Bagian III: Kelahiran Ajaib di Bawah Pohon Kurma
Rasa Sakit dan Keputusasaan
Ketika rasa sakit melahirkan datang, Maryam bersandar pada batang pohon kurma. Ia merasa sangat kesepian dan takut menghadapi cemoohan kaumnya. Dalam keputusasaannya, ia berkata:
"Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan." (QS. Maryam: 23)
Pertolongan dari Allah
Tapi Allah tidak membiarkan Maryam sendirian. Malaikat Jibril menyeru dari bawahnya (atau dari arah bawah lembah):
"Maka dia (Jibril) menyerunya dari tempat yang rendah, 'Janganlah engkau bersedih hati. Sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.'" (QS. Maryam: 24-25)
Maryam pun makan, minum, dan merasa tenang. Allah juga memerintahkannya untuk bernazar berpuasa bicara (tidak berbicara dengan manusia) pada hari itu.
Menghadapi Tuduhan Kaumnya
Ketika Maryam kembali ke kaumnya dengan menggendong bayi Isa, mereka langsung menuduhnya dengan tuduhan yang sangat keji:
"Wahai Maryam! Sungguh, engkau telah membawa sesuatu yang sangat mungkar. Wahai saudara perempuan Harun (wanita shalihah)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina." (QS. Maryam: 27-28)
Maryam tidak menjawab. Ia hanya menunjuk ke arah bayinya. Kaumnya semakin bingung dan marah:
"Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?" (QS. Maryam: 29)
👶 Bagian IV: Mukjizat Pertama — Isa Berbicara Saat Masih Bayi
Kesaksian dari Sang Bayi
Dan di sinilah mukjizat pertama yang mengguncang terjadi. Bayi Isa yang masih dalam gendongan tiba-tiba berbicara dengan jelas:
"Sesungguhnya aku hamba Allah. Dia memberiku Kitab (Injil) dan menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup. Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali." (QS. Maryam: 30-33)
Kaumnya tercengang. Mereka tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ini adalah bukti nyata bahwa Maryam adalah wanita suci dan Isa adalah utusan Allah.
Pertumbuhan Isa
Nabi Isa tumbuh menjadi pemuda yang cerdas, bijaksana, dan penuh kasih sayang. Allah SWT memberinya hikmah dan ilmu sejak kecil. Ia hidup sederhana, berbakti kepada ibunya, dan menjauhi kemewahan dunia.
📖 Bagian V: Dakwah dan Mukjizat Nabi Isa
Diutus kepada Bani Israil
Ketika Nabi Isa dewasa, Allah SWT mengutusnya sebagai nabi dan rasul kepada Bani Israil yang saat itu telah banyak menyimpang dari ajaran Taurat. Mereka terlalu terikat pada hukum-hukum lahiriah dan melupakan esensi spiritual agama.
Allah SWT menurunkan Kitab Injil kepada Nabi Isa sebagai petunjuk dan cahaya.
"Dan Kami telah memberikan kepadanya (Isa) Kitab Injil, di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Taurat, dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Ma'idah: 46)
Mukjizat-Mukjizat Nabi Isa
Untuk mendukung dakwahnya, Allah SWT memberikan Nabi Isa banyak mukjizat yang luar biasa:
- Menciptakan Burung dari Tanah Liat
Nabi Isa membuat bentuk burung dari tanah liat, lalu meniupnya, dan atas izin Allah, tanah itu menjadi burung yang hidup.
"Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuatkan bagimu (sesuatu) dari tanah berbentuk seperti burung, lalu aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah." (QS. Ali 'Imran: 49)
- Menyembuhkan Orang Buta Sejak Lahir
Nabi Isa dapat menyembuhkan orang yang buta sejak lahir, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh siapa pun di zamannya.
- Menyembuhkan Penyakit Sopak (Kusta)
Penyakit sopak (kusta) yang sangat ditakuti dan dianggap kutukan di zaman itu dapat disembuhkan oleh Nabi Isa atas izin Allah.
- Menghidupkan Orang Mati
Atas izin Allah, Nabi Isa dapat menghidupkan kembali orang yang sudah mati. Ini adalah mukjizat terbesar yang membuat banyak orang Bani Israil tercengang.
- Mengetahui Apa yang Dimakan dan Disimpan Orang
Nabi Isa dapat memberitahu orang-orang apa yang mereka makan di rumah mereka dan apa yang mereka simpan, sebagai bukti kenabiannya.
Semua mukjizat ini dilakukan "bi idznillah" (dengan izin Allah). Nabi Isa selalu menegaskan bahwa semua itu adalah kekuasaan Allah, bukan kekuatannya sendiri.
Tantangan dari Bani Israil
Meskipun telah melihat mukjizat-mukjizat yang nyata, banyak dari Bani Israil yang tetap menolak Nabi Isa. Mereka merasa terancam karena ajaran tauhid murni yang dibawa Nabi Isa akan menggoyang kekuasaan dan tradisi mereka.
Para pemuka agama Yahudi saat itu mulai menyusun rencana untuk menyingkirkan Nabi Isa. Mereka menuduhnya sebagai penyihir, penipu, dan bahkan anak haram.
🕋 Bagian VI: Pengkhianatan dan Rencana Pembunuhan
Hawariyyun — Murid-Murid Setia
Di tengah penolakan itu, Allah SWT memberikan Nabi Isa sekelompok pengikut setia yang disebut Al-Hawariyyun. Mereka adalah murid-murid yang benar-benar beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
"Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil), ia berkata, 'Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?' Para Hawariyyun menjawab, 'Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri (Muslim).'" (QS. Ali 'Imran: 52)
Rencana Pembunuhan
Para pemuka Bani Israil semakin geram melihat pengaruh Nabi Isa yang semakin besar. Mereka akhirnya bersekongkol dengan penguasa Romawi (dalam riwayat disebut Pontius Pilatus atau gubernur setempat) untuk menangkap dan membunuh Nabi Isa.
Mereka menyebar mata-mata dan pengkhianat untuk melacak keberadaan Nabi Isa. Salah satu murid Nabi Isa (dalam tradisi disebut Yudas Iskariot) berkhianat dan menunjukkan tempat persembunyian Nabi Isa kepada para prajurit.
Allah Menyelamatkan Nabi Isa
Namun Allah SWT tidak membiarkan kekasih-Nya dibunuh. Pada malam yang direncanakan untuk penangkapan, Allah SWT melakukan sesuatu yang luar biasa: menyerupakan seseorang dengan Nabi Isa.
Ketika para prajurit datang, mereka menangkap orang yang diserupakan dengan Nabi Isa (menurut riwayat, itu adalah Yudas Iskariot yang berkhianat). Sementara itu, Nabi Isa diangkat ke langit oleh Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
"Dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, 'Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,' padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (QS. An-Nisa: 157-158)
Inilah keyakinan Islam yang sangat tegas: Nabi Isa tidak dibunuh dan tidak disalib. Allah SWT mengangkatnya ke langit dan menyelamatkannya dari rencana jahat Bani Israil.
🌌 Bagian VII: Pengangkatan ke Langit dan Keyakinan Akan Kedatangannya Kembali
Diangkat ke Langit
Setelah diangkat ke langit, Nabi Isa berada di sisi Allah SWT. Dalam beberapa riwayat hadits, disebutkan bahwa Nabi Isa berada di langit keempat (bersama Nabi Idris) atau di langit tertentu sesuai hikmah Allah.
Pengangkatan ini adalah bukti kekuasaan Allah dan penghormatan besar kepada Nabi Isa. Ia tidak mati di tangan musuh-musuhnya, melainkan diangkat dengan kemuliaan.
Kedatangan Kembali di Akhir Zaman
Islam meyakini bahwa Nabi Isa akan turun kembali ke bumi menjelang hari kiamat. Ini adalah bagian dari tanda-tanda besar hari kiamat.
Dalam hadits-hadits shahih disebutkan bahwa Nabi Isa akan turun di:
- Menara putih sebelah timur Damaskus (Suriah)
- Ia akan turun dengan mengenakan dua pakaian yang dicelup za'faran dan wars
- Ia akan membunuh Dajjal
- Ia akan menegakkan keadilan dan mematahkan salib (artinya meluruskan ajaran yang menyimpang tentangnya)
- Ia akan memerintah dengan syariat Islam dan membawa kedamaian
"Demi Allah, sungguh akan turun Isa putra Maryam sebagai hakim yang adil. Ia akan mematahkan salib, membunuh babi, menghapus jizyah, dan harta akan melimpah hingga tidak ada seorang pun yang mau menerima sedekah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Wafatnya Setelah Turun Kembali
Setelah menyelesaikan tugasnya di akhir zaman, Nabi Isa akan wafat secara normal sebagai manusia. Kaum Muslimin akan menshalatinya dan menguburkannya. Ini menunjukkan bahwa Nabi Isa adalah manusia biasa yang tunduk pada takdir Allah, bukan Tuhan atau anak Tuhan.
💭 Renungan Penjaga Warung: Pelajaran dari Sang "Ruhullah"
Sebagai penjaga warung, saya sering merenung tentang gelar yang diberikan Allah kepada Nabi Isa: "Ruhullah" (Ruh dari Allah) dan "Kalimatullah" (Firman/Kata-kata Allah).
Gelar-gelar ini bukan berarti Nabi Isa adalah bagian dari Allah atau anak Allah (naudzubillah). Tapi gelar ini menunjukkan betapa istimewanya penciptaan Nabi Isa: ia diciptakan langsung dari "Kalimat" Allah ("Kun!" — Jadilah!) dan dari "Ruh" yang ditiupkan ke rahim Maryam tanpa perantara ayah.
Tapi di balik semua keistimewaan itu, ada pelajaran yang sangat mendalam tentang kerendahan hati dan ketaatan.
Nabi Isa, meskipun bisa menghidupkan orang mati dan menyembuhkan orang sakit, selalu berkata: "Bi idznillah" (dengan izin Allah). Ia tidak pernah mengklaim kekuatan itu sebagai miliknya sendiri. Ia selalu mengembalikan semua kemuliaan kepada Allah SWT.
Nabi Isa juga mengajarkan kita tentang kasih sayang kepada ibu. Dalam Al-Qur'an, salah satu wasiat pertama yang disebutkan Nabi Isa saat berbicara di ayunan adalah: "Dan berbakti kepada ibuku."
Di zaman di mana banyak anak yang durhaka kepada orang tuanya, melupakan pengorbanan ibunya, dan sibuk dengan dunia sendiri, Nabi Isa mengingatkan kita bahwa ridha Allah ada pada ridha orang tua, terutama ibu.
Dan yang paling penting, kisah Nabi Isa mengajarkan kita tentang kekuatan iman di tengah fitnah. Maryam difitnah habis-habisan oleh kaumnya. Nabi Isa ditolak, dikhianati, dan direncanakan untuk dibunuh. Tapi mereka tetap teguh. Mereka tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Mereka menyerahkan semuanya kepada Allah.
Dan Allah membuktikan bahwa kebenaran akan selalu menang, meskipun butuh waktu. Maryam yang difitnah akhirnya dibersihkan namanya oleh kesaksian bayi Isa. Nabi Isa yang hendak dibunuh justru diangkat ke langit dengan kemuliaan.
Maka Bos, kalau hari ini Bos merasa difitnah, disalahpahami, atau dikhianati oleh orang-orang terdekat, ingatlah Maryam dan Isa. Serahkan semuanya kepada Allah. Kebenaran tidak akan pernah bisa dibunuh, dan keadilan Allah akan datang pada waktu yang paling tepat.
"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar." 🕌🤍
📚 Sumber dan Rujukan Utama
- Catatan Rendah Hati dari Admin: Admin blog ini bukan ahli tafsir maupun ulama. Tulisan ini adalah rangkuman dari Al-Qur'an, hadits shahih, dan kitab-kitab Qashash Al-Anbiya yang muktabar. Untuk kajian yang lebih mendalam, selalu rujuk kepada ulama dan kitab-kitab tafsir yang terpercaya. Matur nuwun!*
📖 KAMUS KECIL
Belum ada tanggapan untuk "Kisah Lengkap Nabi Isa 'Alaihissalam: Dari Kelahiran Ajaib Tanpa Ayah hingga Diangkat ke Langit — Perjalanan Sang Ruhullah"
Posting Komentar