Monday, July 13, 2015

7 Sunnah Nabi Ketika Idul Fitri

Begitu hari terakhir bulan Ramdan tiba, kita sangat disunnahkan untuk memperbanyak takbir sejak terbenamnya matahari sampai imam naik mimbar untuk melaksanakan shalat idul fitri keesokan harinya.

Itulah salah satu sunnah nabi di hari raya idul fitri.


Sebentar lagi kita akan menuju hari kemenangan, yakni Hari Raya Idul Fitri.
Akankah di hari kemenangan itu hanya kita sambut dengan baju baru, rumah dicat dan kehebohan mudik saja? Marilah kita meniru sunnah-sunnah Nabi Muhammad SAW.




7 Sunnah Nabi Ketika Idul Fitri


1. Mandi.

Sebelum berangkat shalat idul fitri, kita disunnahkan untuk mandi terlebih dahulu. Waktunya adalah muli dari separuh malam sampai hendak mengerjakan shalat. Biar terasa segar saat shalat, usai subuh segeralah mandi.

2. Pakaian terbaik dan wangi.

Setelah mandi, segeralah memotong kuku dan pilihlah pakaian terbaik yang kita miliki serta pakailah wangi-wangian. Jangan lupa membawa uang untuk infak di masjid.

3. Makan dulu.

Selanjutnya, ajaklah seluruh keluarga untuk makan terlebih dahulu karena makan jelang shalat idul fitri ini hukumnya sunnah. Setelah makan, segeralah melangkahkan kaki menuju masjid.






4. Berbeda jalan.

Maksudnya adalah usahakan mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari shalat idul fitri.

5. Bertakbir.

Setelah sampai di masjid, segera menata shaf dan duduk tenang sambil membaca takbir sembari menunggu imam datang.

6. Shalat Idul Fitri.

Begitu imam datang dan ada seruan shalat dimulsi, segeralah berdiri dan menata barisan dan niat shalat idul fitri.

7. Menyimak khutbah.

Usai salam, jangan langsung pulang, sebab ada khutbah hari raya, ikutilah dengan seksama.

Tuesday, July 7, 2015

5 Keutamaan Sedekah di Bulan Ramadan

Selain ibadah puasa, bulan Ramadan adalah bulan sedekah. Taburan rahmat dan kemuliaan bersedekah di bulan suci Ramadan amatlah berlimnpah. Begitulah teladan dari Nabi kita.

Bersedekah merupakan amal yang istimewa.
Bahkan Rasulullah SAW sendiri yang menjamin bahwa orang yang ahli sedekah adalah hamba yang dicintainya.


Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya Allah Ta'ala itu Maha Memberi, Ia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia. Ia membenci akhlak yang buruk."
(HR. Al Baihaqi).




Berikut ini Kedahsyatan Bersedekah di Bulan Ramadan


1. Sesuai sunnah Nabi.

Bersedekah adalah sunnah Nabi SAW karena beliau memang orang yang dermawan. Dan kedermawanan akan lebih dahsyat lagi kalau dilaksanakan pada bulan Ramadan.

2. Dijamin masuk surga.

Dengan syarat kita tetap menjalankan ibadah dan menjauhi yang dilarangNya. Jika kita mampu menggabungkan ibadah puasa dengan bersedekah, maka surga menjadi jaminannya.

3. Ruangan khusus di surga.

HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban.





4. Pahala berlipat.

Setiap amal kebaikan akan dibalas dengan 700 kali lipat.
HR Muslim.

5. Diberi kemudahan.

HR Bukhari Muslim.

Subhanallah...
Mudah-mudahan kita mendapatkan kemudahan dalam bersedekah, sehingga ibadah kita di bulan Ramadan menjadi sempurna.
Amiiin...

Wednesday, July 1, 2015

4 Bahaya Hutang

Memang hutang adalah salah satu beban yang cukup berat, yang bagi seorang muslim jiwanya akan selalu terganggu sebelum hutangnya dilunasi.

Dalam suatu doa yang pernah diajarkan oleh Rasulullah SAW dicantumkan tentang mohon perlindungan dari tumpukan hutang. Karena jiwa seorang mukmin tergantung kepada hutangnya sampai hutang tersebut dibayarnya.




3 Bahaya Hutang

Ada beberapa akibat buruk yang sering ditimbulkan karena memiliki hutang.

1. Merugikan keluarga karena dikecohkan oleh tagihan-tagihan hutang.

2. Menggoncangkan pikiran.

3. Mengganggu ketenangan dan ketentraman jiwa.

4. Bila mencapai puncaknya, hutang yang besar dapat mendorong seseorang untuk berbuat jahat.
Kejahatan-kejahatan yang sering timbul saat ini kemungkinan besar dikarenakan seseorang terbelit hutang dengan jumlah yang bervariasi. Misalnya saja korupsi, mencuri, menipu dan sebagainya yang kesemuanya dilarang oleh Allah SWT.

Penyebab Manusia Berhutang


Adapun faktor-faktor yang menyebabkan seseorang berhutang adalah sebagai berikut.

1. Keadaan yang sangat memaksa karena kesulitan hidup.

Hal semacam ini bisa dimaklumi, misal saja karena sakit yang memerlukan pembelian obat.





2. Kecenderungan untuk menikmati kemewahan.

Karena melihat orang-orang mewah, maka tergiurlah hati untuk menirunya.

3. Karena tidak cukup uang.

Maka dilakukanlah peminjaman uang.