Ramadan tiba, Ramadan tiba.
Selain berpuasa dan qiyamul lail, radarus Alqur'an menjadi amalan yang paling utama.
Bulan Ramadan itu bulannya Al Qur'an.
Maka salah satu amalan yang dianjurkan adalah membaca Alqur'an yang dikenal dengan nama tadarus. Berjuta kebaikan, keutamaan dan berkah akan tercurah kepada kita yang mau mengamalkannya.
Untuk itu, para ulama salafus shalih memberikan naseihat agar di bulan Ramadan kita menyibukkan diri dengan Alqur'anul karim, baik membacanya, merenunginya atau mengkajinya.
Berikut ini Enam Hikmah Tadarus Alqur'an:
1. Manusia terbaik.
Jika kita bisa menguatkan diri, meluangkan waktu untuk membuka Alqur'an, membaca sekaligus merenungkannya terlebih di bulan Ramadan, maka fadilahnya sungguh sangat luar biasa.
Kita akan memdapat predikat manusia terbaik karena Rasulullah SAW pernah bersabda,
"Sebaik-baik kamu sekalian adalah yang mempelajari Alqur'an dan mengajarkannya."
(HR. Bukhari).
2. Pahala berlipat.
Tadarusan akan memberikan dan memperoleh pahala yang berlipat ganda.
3. Menjadi syafaat.
Nabi SAW memerintahkan untuk membaca Alqur'an dengan bentuk perintah yang bersifat mutlak. Setiap waktu dan setiap ada kesempatan membacanya. Karena kelak akan bisa memberi syafaat bagi pembacanya.
4. Di Surga dengan Malaikat.
Bagi yang mahir. Tapi bagi yang kurang mahir alias gratul-gratul juga akan mendapatkan pahala 2x lipat.
5. Derajatnya Mulia.
Allah SWT akan mengamgkat derajat bagi yang membaca Alqur'an.
6. Pribadi Sempurna.
Jika kita istiqomah membaca Alqur'an, merenubgkannya dan mempelajarinya serta pada akhirnya berusaha untuk mengamalkannya, insya Allah kita akan menjadi pribadi yang sempurna.
Pribadi yang tidak hanya indah di penampilan tapi juga bernilai.
Uswah Islam Merupakan Cerita Suri Tauladan dari Sahabat Nabi Muhammad SAW Untuk dijadikan Pelajaran Buat Kita Semua
Saturday, June 27, 2015
Thursday, June 25, 2015
5 Cara Memakmurkan Masjid
Memakmurkan masjid adalah sesuatu hal yang sangat istimewa. Banyak cerita yang mengiyakannya diantaranya bahwa ada yang matinya dishalat oleh malaikat, dihadiri malaikat, mati dengan senyuman dan sebagainya.
Rasulullah SAW bersabda,
"Jika kamu melihat orang rajin mendatangi masjid, maka persaksikanlah ia sebagai orang yang beriman."
(HR. Ahmad, At-Thirmidzi).
Suatu keindahan yang tak terkira jika kita mampu menjemput takdir kematian dengan khunul khatimah.
Alangkah baiknya kalau datang ke masjid tidak kenal musim, meskipun hujan kalau sudah waktunya shalat sudah seharusnya kita datangi masjid untuk menunaikan shalat berjamaah.
Apalagi kalau bulan Ramadan, taraweh dan tadarus harus senantiasa diikuti semampunya.
Berikut ini Cara-cara Memakmurkan Masjid:
1. Membangun.
Keutamaan membangun masjid seperti sabda Nabi SAW.
Rasulullah SAW bersabda,
"Barangsiapa membangun masjid karena mengharap wajah Allah, maka Allah akan membangunkan untuknya yang semisalnya di dalam surga."
(HR. Bukhari Muslim).
2. Membersihkan.
Hal itu telah diperintahkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana diceritakan oleh Aisyah ra.
"Rasulullah memerintahkan untuk membangun masjid-masjid di perkampungan-perkampungan lalu dibersihkan dan diberi wewangian."
3. Zikrullah.
4. Shalat.
5. Tilawatl Qur'an.
Itulah yang paling utama dari tujuan membangun masjid.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya masjid-masjid itu tidak pantas digunakan untuk tempat kencing dan berak, tetapi hanya saja ia dibangun untuk zikrullah, shalat dan membaca Al Qur'an.
Nabi SAW bersabda,
"Barangsiapa berwudhu untuk shalat, lalu dia menyempurnakan wudhunya, kemudian berjalan menuju shalat fardhu, lalu dia shalat bersama manusia yakni bersama berjamaah di masjid, niscaya Allah ampuni dosa-dosanya.
(HR. Muslim).
Rasulullah SAW bersabda,
"Jika kamu melihat orang rajin mendatangi masjid, maka persaksikanlah ia sebagai orang yang beriman."
(HR. Ahmad, At-Thirmidzi).
Suatu keindahan yang tak terkira jika kita mampu menjemput takdir kematian dengan khunul khatimah.
Alangkah baiknya kalau datang ke masjid tidak kenal musim, meskipun hujan kalau sudah waktunya shalat sudah seharusnya kita datangi masjid untuk menunaikan shalat berjamaah.
Apalagi kalau bulan Ramadan, taraweh dan tadarus harus senantiasa diikuti semampunya.
Berikut ini Cara-cara Memakmurkan Masjid:
1. Membangun.
Keutamaan membangun masjid seperti sabda Nabi SAW.
Rasulullah SAW bersabda,
"Barangsiapa membangun masjid karena mengharap wajah Allah, maka Allah akan membangunkan untuknya yang semisalnya di dalam surga."
(HR. Bukhari Muslim).
2. Membersihkan.
Hal itu telah diperintahkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana diceritakan oleh Aisyah ra.
"Rasulullah memerintahkan untuk membangun masjid-masjid di perkampungan-perkampungan lalu dibersihkan dan diberi wewangian."
3. Zikrullah.
4. Shalat.
5. Tilawatl Qur'an.
Itulah yang paling utama dari tujuan membangun masjid.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya masjid-masjid itu tidak pantas digunakan untuk tempat kencing dan berak, tetapi hanya saja ia dibangun untuk zikrullah, shalat dan membaca Al Qur'an.
Fadilah Shalat Berjamaah
Bahkan khusus tentang berjamaah di masjid, fadilahnya sangat luar biasa.Nabi SAW bersabda,
"Barangsiapa berwudhu untuk shalat, lalu dia menyempurnakan wudhunya, kemudian berjalan menuju shalat fardhu, lalu dia shalat bersama manusia yakni bersama berjamaah di masjid, niscaya Allah ampuni dosa-dosanya.
(HR. Muslim).
Friday, June 19, 2015
4 Panduan Iktikaf bagi Muslimah
Bulan Ramadan adalah bulan yang tepat untuk zikir, berdoa, serta beriktikaf.
Akan tetapi, bolehkan muslimah beriktikaf dan haruskah itu dilakukan di masjid?
Iktikaf adalah tinggal atau menginap di masjid dengan niat iktikaf.
Dalam sebuah hadits riwayat Aisyah ra, Rasulullah SAW selalu beriktikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadan.
Riwayat Bukhari Muslim.
Para ulama berbeda pendapat mengenai waktunya, namun yang terbanyak berpendapat bahwa iktikaf sah meskipun sebentar asalkan dengan niat iktikaf.
1. Seizin suami.
Bagi yang sudah menikah harus izin suami dan bagi yang belum izin orang tuanya.
2. Terpisah.
Sebaiknya iktikaf di tempat terpisah dan tertutup dari tempat pria.
3. Sunnah menjelang iktikaf.
Disunnahkan sebelum melakukan iktikaf, tidak menjenguk orang sakit, tidak tidur dengan suaminya serta tidak keluar kecuali ada uzur mendesak.
4. Sunnah saat iktikaf.
- Memperbanyak shalat sunnah, baca Al Qur'an, zikir dan ibadah lainnya.
- Menghindari segala perbuatan yang tidak bermanfaat.
- Tidak banyak bicara.
- Menghindari caci maki, pertengkaran dan perbuatan keji lainnya.
- Membersihkan rambut dan merapikannya.
- Diperbolehkan juga makin di masjid, tapi harus menjaga kebersihan.
- Boleh juga berwudhu di masjid.
Wallahu A'lam.
Akan tetapi, bolehkan muslimah beriktikaf dan haruskah itu dilakukan di masjid?
Iktikaf adalah tinggal atau menginap di masjid dengan niat iktikaf.
Dalam sebuah hadits riwayat Aisyah ra, Rasulullah SAW selalu beriktikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadan.
Riwayat Bukhari Muslim.
Para ulama berbeda pendapat mengenai waktunya, namun yang terbanyak berpendapat bahwa iktikaf sah meskipun sebentar asalkan dengan niat iktikaf.
4 Panduan Iktikaf bagi Muslimah:
1. Seizin suami.
Bagi yang sudah menikah harus izin suami dan bagi yang belum izin orang tuanya.
2. Terpisah.
Sebaiknya iktikaf di tempat terpisah dan tertutup dari tempat pria.
3. Sunnah menjelang iktikaf.
Disunnahkan sebelum melakukan iktikaf, tidak menjenguk orang sakit, tidak tidur dengan suaminya serta tidak keluar kecuali ada uzur mendesak.
4. Sunnah saat iktikaf.
- Memperbanyak shalat sunnah, baca Al Qur'an, zikir dan ibadah lainnya.
- Menghindari segala perbuatan yang tidak bermanfaat.
- Tidak banyak bicara.
- Menghindari caci maki, pertengkaran dan perbuatan keji lainnya.
- Membersihkan rambut dan merapikannya.
- Diperbolehkan juga makin di masjid, tapi harus menjaga kebersihan.
- Boleh juga berwudhu di masjid.
Wallahu A'lam.
Sunday, June 14, 2015
6 Orang yang Diwajibkan Puasa Ramadan
Sebentar lagi akan masuk bulan suci Ramadan 1436 hijriyah, dimana setiap orang Islam diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan lebih.
Namun bukanlah semuanya, namun harus memenuhi syarat agar ibadah puasanya berpahala sekaligus menyehatkan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"
(QS. Al Baqarah : 183).
Jadi, sebelum melaksanakan puasa Ramadan, Islam memberikan syarat-syarat awal agar bisa mengikutinya.
Yang anak kecil, tidak diwajibkan berpuasa oleh agama Islam, dan masih ada lima lagi syaratnya.
Berikut ini ada 6 orang yang diwajibkan untuk berpuasa Ramadan:
1. Beragama Islam.
2. Berakal sehat.
3. Baligh atau dewasa.
4. Kuat berpuasa.
5. Mukim, yaitu orang yang tidak bepergian.
6. Suci dari hadts besar.
Orang yang gila, anak balita, sakit dan lemah tidak diwajibkan atasnya berpuasa Ramadan.
Namun bukanlah semuanya, namun harus memenuhi syarat agar ibadah puasanya berpahala sekaligus menyehatkan.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya:
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,"
(QS. Al Baqarah : 183).
Jadi, sebelum melaksanakan puasa Ramadan, Islam memberikan syarat-syarat awal agar bisa mengikutinya.
Yang anak kecil, tidak diwajibkan berpuasa oleh agama Islam, dan masih ada lima lagi syaratnya.
Berikut ini ada 6 orang yang diwajibkan untuk berpuasa Ramadan:
1. Beragama Islam.
2. Berakal sehat.
3. Baligh atau dewasa.
4. Kuat berpuasa.
5. Mukim, yaitu orang yang tidak bepergian.
6. Suci dari hadts besar.
Orang yang gila, anak balita, sakit dan lemah tidak diwajibkan atasnya berpuasa Ramadan.
Monday, June 1, 2015
13 Manfaat Shalat Thuma'ninah
Kalau kita sedang menjalankan shalat, thuma'ninah termasuk salah satu rukunnya shalat. Karenanya, kalau ditinggalkan berarti tidak sah shalatnya.
Thuma'ninah adalah kondisi kemantapan jiwa tanpa merasakan kebimbangan, keragu-raguan, kegelisahan, dan kepanikan.
1. Thuma'ninah dalam pengertian umum.
2. Thuma'ninah dalam pengertian khusus.
Kalimat "Allahu Akbar" mendominasi dalam setiap gerakan shalat. Oleh karena itu, harus ada tenggang waktu untuk menghayati setiap gerakan.
Inilah pengertian Thuma'ninah secara khusus.
Setelah mengetahui arti dan makna thuma'ninah, sekarang apa manfaatnya ketika ditandemkan dengan ibadah shalat. Tentu sangatlah dahsyat fadhilahnya untuk manusia yang bisa melaksanakannya.
1. Kebahagiaan yang indah dalam shalat.
2. Beristirahat dengan tenang di dalam shalat.
3. Nyaman wakaupun diri ini bersendiri ria dan tidak merasa sendirian.
4. Selalu gemar bershodaqoh secara lengkap.
5. Selalu terjaga dan disayang oleh Allah SWT dalam kondisi apapun.
6. Tidak ada rasa khawatir dan bersedih hati secara alami.
7. Robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti khasanah waqina adzabannar bis menjadi kenyataan.
8. Diri akan merasa merdeka setiap saat dalam kondisi apapu atau seperti anak yang baru lahir.
9. Penglihatan akan semakin jelas tentatang tuntunan dan bimbinganNya yang berupa kasih sayang sesuai kondisi atau takaran seseorang.
10. Penglihatan akan semakin gamblang tentang Roudhoh yang berada di Masjid Nabawi.
11. Penglihatan akan semakin gamblang tentang Roudhoh yang berada di Ka'bah Baitullah, Padang Arofah, Gua Hiro' dan sebagainya.
12. Surat Al Quraisy ayat 3 dan 4 menjadi suatu kejadian dan peristiwa yang nyata di muka bumi ini, apalagi di kampung halaman akhirat.
13. Di dalam bacaan shalat sangat menikmati ayat per ayat sampai tak terasa lama berdiri, lama rukuk, lama iktidal, lama sujud dan sebagainya sehingga kondisi tubuh tetap diam yang sesuai dengan syarat rukunnya shalat. Bila ingin bergerak, cukup tiga ksli dan itupun perlahan-lahan agar tidak merasa kehilangan moment pertemuan denganNya.
Mari temukan kebahagiaan sejati di dalam shalat.
Thuma'ninah adalah kondisi kemantapan jiwa tanpa merasakan kebimbangan, keragu-raguan, kegelisahan, dan kepanikan.
Pengertian
Ada dua istilah Thuma'ninah yang digunakan kaitannya dengang shalat, yaitu:1. Thuma'ninah dalam pengertian umum.
2. Thuma'ninah dalam pengertian khusus.
Khusus
Dalam melaksanakan shalat terdapat adanya perubahan-perubahan gerakan, seperti berdiri tegak menghadap kiblat, rukuk, iktidal, dan sujud. Setiap perubahan gerak itu disertai dg takbir.Kalimat "Allahu Akbar" mendominasi dalam setiap gerakan shalat. Oleh karena itu, harus ada tenggang waktu untuk menghayati setiap gerakan.
Inilah pengertian Thuma'ninah secara khusus.
Umum
Adapun pengertiannya secara umum adalah sikap kejiwaan yang tegar dan kesiapan untuk melaksanakan shalat.Setelah mengetahui arti dan makna thuma'ninah, sekarang apa manfaatnya ketika ditandemkan dengan ibadah shalat. Tentu sangatlah dahsyat fadhilahnya untuk manusia yang bisa melaksanakannya.
1. Kebahagiaan yang indah dalam shalat.
2. Beristirahat dengan tenang di dalam shalat.
3. Nyaman wakaupun diri ini bersendiri ria dan tidak merasa sendirian.
4. Selalu gemar bershodaqoh secara lengkap.
5. Selalu terjaga dan disayang oleh Allah SWT dalam kondisi apapun.
6. Tidak ada rasa khawatir dan bersedih hati secara alami.
7. Robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti khasanah waqina adzabannar bis menjadi kenyataan.
8. Diri akan merasa merdeka setiap saat dalam kondisi apapu atau seperti anak yang baru lahir.
9. Penglihatan akan semakin jelas tentatang tuntunan dan bimbinganNya yang berupa kasih sayang sesuai kondisi atau takaran seseorang.
10. Penglihatan akan semakin gamblang tentang Roudhoh yang berada di Masjid Nabawi.
11. Penglihatan akan semakin gamblang tentang Roudhoh yang berada di Ka'bah Baitullah, Padang Arofah, Gua Hiro' dan sebagainya.
12. Surat Al Quraisy ayat 3 dan 4 menjadi suatu kejadian dan peristiwa yang nyata di muka bumi ini, apalagi di kampung halaman akhirat.
13. Di dalam bacaan shalat sangat menikmati ayat per ayat sampai tak terasa lama berdiri, lama rukuk, lama iktidal, lama sujud dan sebagainya sehingga kondisi tubuh tetap diam yang sesuai dengan syarat rukunnya shalat. Bila ingin bergerak, cukup tiga ksli dan itupun perlahan-lahan agar tidak merasa kehilangan moment pertemuan denganNya.
Mari temukan kebahagiaan sejati di dalam shalat.




