Wednesday, December 31, 2014

8 Tingkatan dan Nama-Nama Surga yang Terkenal

Kehidupan di dunia ini sama seperti asap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sesungguhnya manusia seperti nafas saja dan semuanya sia-sia.

Banyak yang berharap hanya untuk kehidupan di dunia ini dan mereka menganggap "Inilah Kampung Halaman" yang sebenarnya. Setiap hari mereka hanya sibuk dengan urusan-urusan dunia, sibuk mencari duit, sibuk bekerja, sibuk dengan kesukaan. Mereka melupakan diri bahwa saatnya akan segera tiba, segalanya akan berakhir dan kita kembali kepada "Kampung Halaman" yang hakiki, yaitu surga atau neraka.




Al Qur'an telah mengurutkan nama-nama surga sesuai dengan tingkatan dan jenis penghuninya.

8 Tingkatan dan nama-nama surga itu adalah sebagai berikut:

1. Surga Firdaus.
2. Surga 'Adn.
3. Surga Na'iim.
4. Surga Da'wa.
5. Surga Darussalam.
6. Daarul Muaqqamah.
7. Al Muqamul Amin.
8. Surga Khuldi.

Ruh-ruh para nabi dan rasul akan ditempatkan ke dalam Surga 'Adn, sedangkan ruh para ulama akan menuju Surga Firdaus. Kita banyak lupanya ketimbang ingat akan kampung halaman yang sebenarnya. Perbanyaklah ibadah dan amal soleh agar kit nanti bisa menuju kampung halaman yang abadi dan baik yaitu Surga.





Allah SWT berfirman,

وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Artinya:
"Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar."
(QS. At-Taubah: 72).

Semoga kita bisa meraihnya.

Tuesday, December 30, 2014

Jutaan Muslim Dimurtadkan Setiap Tahunnya

Mengerikan rasanya karena setiap tahun ada jutaan orang islam yang dibuat murtad oleh orang-orang ini, ada apa gerangan, apa karena imannya hanya tipis saja ya.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban mengatakan, setiap tahun telah terjadi pemurtadan terhadap hampir dua juta umat Islam di Indonesia. Hal ini terjadi lantaran lemahnya aqidah umat muslim saat ini.
"Penggerusan aqidah berlaku disemua lini, mulai dari ekonomi, politik, pendidikan, militer, dan teknologi," kata Kaban di asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (26/12).




Selanjutnya Menteri Kehutanan era Presiden SBY ini membandingkan kondisi umat Islam pada era rezim orde baru dengan kondisi saat ini. Kaban mengatakan, diera Presiden Soeharto posisi ulama begitu dihormati dan disegani. Lalu dia bercerita dimana pada masa 32 tahun kekuasaan orba, Soeharto begitu respeck terhadap tokoh ulama Muhammad Natsir.

"Ketika Soeharto akan memberlakukan azas tunggal Pancasila, Pak Natsir hanya menulis diselembar kertas bertuliskan 'Dengarkan juga suara kami' Pak Harto langsung merubah mainsetnya," ujar Kaban.

Meskipun demikian diakuinya, pemerintahan orba selalu mengalamatkan tuduhan penghasut terhadap kelompok kelompok Islam yang ingin menjalankan jihad fisabilillah.

Oleh karenanya dia berpesan kepada para da'i yang mengikuti pelatihan yang diselenggaraka Dapur Da'i Nusantara (Daina) semangatnya tak boleh lemah dalam menyiarkan ajaran Islam.

sumber: voa-islam.com

Thursday, December 25, 2014

Dialog Raja Najasyi dan Ja'far bin Abi Thalib tentang Nabi Isa as

Dialog antara Raja Najasyi dengan Ja'far bin Abi Thalib ini cukup jelas dengan dalil yang jelas bahwasanya Isa adalah seorang Nabi dan Rasul, dia hanya manusia biasa seperti kita yang diberi mukjizat oleh Allah SWT. Sangatlah bohong kalau Nabi Isa as disebut sebagai Tuhan.

Dialog kisah dinukil dari catatan admin voa-islam.com semoga makin memperkuat iman kita.

Dialog Raja Najasyi dan Ja'far bi Abi Thalib


Tatkala datang waktu pagi, 'Amr masuk menghadap Najasyi dan berkata, “Wahai Raja, sungguh mereka telah mengatakan sesuatu di depanmu, tetapi mereka menyembunyikan sesuatu darimu. Sesungguhnya mereka beranggapan bahwasanya Isa bin Maryam hanyalah seorang hamba.”

Maka Najasyi memanggil mereka dan bertanya, “Apa yang kalian katakan tentang Isa bin Maryam?”

Ja'far bin Abi Thalib menjawab, “Kami mengatakan seperti apa yang telah datang dari Nabi kami, Muhammad SAW.”

Raja bertanya lagi, “Apakah yang ia katakan?”

Ja'far menjawab, “Sesungguhnya Isa adalah hamba Allah, utusan-Nya dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam yang masih suci.”

Najasyi kemudian berkata, “Demi Allah, Isa tidaklah keluar dari apa yang kalian katakan sedikit pun.”

Maka setelah mendengar perkataan Najasyi yang terakhir, para pendeta dan yang hadir saling berpandangan dan berbisik antara yang satu dan yang lain, mereka mengingkari apa yang telah dikatakan oleh Najasyi.

Maka Najasyi memandangi mereka seraya berkata, “Walaupun kalian mengingkarinya.”



Kemudian ia berkata kepada Ja'far bin Abi Thalib dan yang bersamanya, “Pergilah, sesungguhnya kalian aman di negeriku ini. Barang siapa menyakiti kalian, ia akan merugi; barang siapa menyakiti kalian, ia akan merugi. Sekalipun diberi gunung emas, aku tidak akan menyakiti salah seorang di antara kalian.”

Kemudian ia berkata kepada para pelayannya, “Kembalikan semua hadiah itu kepada 'Amr dan kawannya, karena kita tidaklah membutuhkannya, dan sesungguhnya Allah tidak meminta uang sogokan dariku tatkala Dia mengembalikan kerajaan ini kepadaku sehingga aku perlu mengambil uang sogokan setelah mendapatkan kekuasaan ini. Dan orang-orang tidak perlu patuh karena aku, sehingga aku pun harus patuh karenanya.”

Setelah kejadian itu, para pendeta mengumumkan kepada semua orang bahwasanya Raja telah meninggalkan agamanya dan masuk agama lain. Mereka mengajak masyarakat agar menurunkan Raja dari takhta, sehingga mereka mendirikan perkumpulan dan kemudian memutuskan untuk menurunkan Najasyi dari takhta kerajaan.

Setelah mendengar itu, Raja menulis surat kepada Ja'far dan para sahabatnya mengabarkan hal tersebut, kemudian menyiapkan sebuah perahu bagi mereka dan berkata, “Naiklah kalian dan bersiaplah terhadap apa yang akan terjadi. Jika aku kalah, pergilah ke tempat yang kalian inginkan; tapi jika aku menang, tetaplah di tempat kalian berada.”

Kemudian ia mengambil sehelai kertas dari kulit rusa dan menuliskan di atasnya:

Aku bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang patut disembah selain Allah, dan aku bersaksi pula bahwasanya Muhammad adalah hamba dan rasul terakhir-Nya. Aku juga bersaksi bahwasanya Isa adalah hamba dan rasul-Nya, ruh dan kalimat-Nya yang ia tiupkan kepada Maryam.

Kemudian ia menggantungkan kertas tersebut di atas dadanya dan pergi menemui rakyatnya.

Tatkala sampai di depan mereka, ia menyeru dan berkata, “Wahai rakyat Habasyah, apa yang kalian lihat pada diriku?”

Mereka menjawab, “Engkau adalah raja yang bijaksana.”

Raja bertanya lagi, “Maka apakah yang kalian tidak suka dariku?”

Mereka menjawab, “Sungguh engkau telah meninggalkan agama kami dan mengatakan bahwasanya Isa adalah seorang hamba.”

Najasyi berkata, “Apa yang kalian katakan tentang Isa?”

Mereka menjawab, “Ia adalah anak Allah.”

Maka kemudian Najasyi meletakkan tangannya di atas sehelai kertas yang tergantung di dadanya seraya berkata, “Aku bersaksi bahwasanya Isa tidaklah lebih dari sesuatu ini.” (Yang ia maksud adalah apa yang tertulis di kertas tersebut).

Maka mereka gembira dan pergi meninggalkan Raja dalam keadaan ridha.

Nabi SAW mendengar apa yang terjadi antara Najasyi dan rakyatnya, dan perihal perlindungannya terhadap orang-orang Islam yang berhijrah ke negerinya sehingga mereka merasa aman dan tenteram. Beliau merasa gembira terhadap kabar tentang kecondonganya kepada Islam dan keyakinannya terhadap kebenaran Al-Quran. Kemudian hubungan antara Najasyi dan Nabi SAW semakin baik dan erat.

sumber: voa-islam.com

Monday, December 22, 2014

Profesor Muhammad Quraish Shihab : Muslim Boleh Ucapkan Selamat Natal

Jadi bingung sendiri, Ustadz Yusuf Mansyur melarang mengucapkan selamat Natak ke umat Kristen, sedangkan Profesor Muhammad Quraish Shihab membolehkan, sangat membingungkan bagi umat islam seperti saya. Mana yang benar...?

Tokoh Islam Indonesia, Profesor Muhammad Quraish Shihab membolehkan seorang muslim mengucapkan selamat hari raya natal kepada umat kristiani.

“Jadi, kalau Anda mengucapkan selamat Natal, tapi keyakinan Anda bahwa Nabi Isa bukan Tuhan atau bukan anak Tuhan, maka tidak ada salahnya. Ucapkanlah selamat Natal dengan keyakinan seperti ini dan Anda kalau mengucapkannya sebagai muslim. Mengucapkan kepada umat kristiani yang paham, dia yakin bahwa anda tidak percaya,” penjelasan pengarang tafsir al-mishbah dan dan mantan Menteri Agama dalam program Tafsir Al Misbah di Metro TV, Ramadan 1435 Hijriah episode Surah Maryam Ayat 30-38.

Cendekiawan kelahiran Sulawesi Selatan, 1944 ini beralasan dengan sikap sebagian ulama Al-Azhar yang berkunjung kepada pimpinan umat kristiani mengucapkan selamat Natal.
Quraish juga mendasarkan pendapatnya kepada fatwa Ulama Syria, Mustafa Al Zarka’a yang mengatakan, “mengucapkan selamat Natal itu bagian dari basa-basi, hubungan baik”, nukilnya.

Bolehnya seorang muslim mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristiani, menurutnya, harus sesuai dengan keyakinannya sebagai muslim. Ucapan selamat atas kelahiran Nabi Allah, bukan tuhan atau anak tuhan. Seolah-olah mengucapkan kalimat kufur itu hanya main-main.



“Jadi syaratnya boleh mengucapkannya asal akidah anda tidak ternodai. Itu dalam rangka basa-basi saja, seperti apa yang dikatakan ulama besar suriah itu,” lanjutnya.

Al-Qur'an telah menukil tentang orang-orang yang kerjaannya memainkan agamanya, lalu Allah mengafirkan mereka.

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ
لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِنْ نَعْفُ عَنْ طَائِفَةٍ مِنْكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ

65. dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?"
66. tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.
(QS. At-Taubah: 65-66).

Jadi bingung, mana yang benar....boleh apa tidak sebenarnya mengucapkan selamat Natal ke umat Kristiani...?

sumber: voa-islam.com

Sunday, December 21, 2014

Rumah Mengaji Selamat dari Terjangan Longsor Banjarnegara

Subhanallah...
Allah Yang Maha Agung menunjukkan KebesaranNya. Rumah yang biasanya tempat berkumpul untuk mengaji, tidak roboh, goyah pun juga tidak oleh terjangan tanah longsor di Banjarnegara. Bahkan ladang jagungnya pun juga selamat dari terjangan tanah bah yang mengalir seperti air.

Sekali lagi Allah memperlihatkan kebesaran-Nya. Di tengah dusun yang luluh lantak, rata dengan tanah, akibat terjangan longsor bukit Telaga Lele, dusun Jemblung, Sampang, Karangkobar, Banjarnegara, Jawa Tengah, ada satu rumah dengan kebun jagungnya utuh, selamat. Rumah itu ternyata biasa digunakan untuk mengaji. Sang pemiliknya pun dikenal tetangganya sebagai orang yang murah hati.
Seperti diketahui, Jumat lalu (12/12), bencana longsor telah menyapu habis rumah penduduk yang berada di lereng bukit. Material longsor mengubur hidup-hidup dusun seluas 25 hektare, dengan 35 rumah dan 55 kepala keluarga. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat 88 korban dinyatakan masih tertimbun, 20 mayat telah ditemukan serta 15 orang luka-luka.

Di tengah pemandangan yang menggetarkan hati itu, rumah bercat putih itu nampak masih kokoh berdiri. Menurut penelusuran wartawan detik.com, rumah tersebut milik seorang petani jagung dan sayuran, Juan (25).



Dua tetangga Juan, Yono dan Rumiyah memastikan soal ini. Juan memang dikenal sebagai orang baik yang memberi bantuan tanpa pamrih.

"Itu punya Juan, dia orangnya baik suka menolong. Suka bantu-bantu," jelas Rumiyah yang ditemui di pengungsian di Karangkobar, Senin (15/12).

Rumiyah yang rumahnya berada berseberangan dengan rumah Juan mengaku melihat rumah Juan yang utuh sebagai sebuah mukjizat.

sumber:
detik.com
voa-islam.com

Friday, December 19, 2014

9 Larangan Bagi Muslim Saat Natal

Sebagai warga negara yang menjunjung tinggi toleransi beragama, umat Islam terkadang hanyut dalam perayaan Natal bersama. Sejauh manakah seorang muslim diperbolehkan mengikuti perayaan Natal? Mengapa umat Islam dilarang mengucapkan selamat Natal dan memakai atribut natal?

Mengikuti perayaan dan mengucapkan selamat Natal setiap akhir tahun selalu menjadi bahan kajian yang cukup menarik di kalangan umat Islam. Ada sebagian muslim yang mengatakan bahwa Natal yang dirayakan umat Nasrani pada tanggal 25 Desember itu sama seperti Maulid Nabi. Jadi, tak ada masalah mengikuti perayaan Natal karena sama seperti maulid nabi untuk Nabi Isa as.

Tanggapan Ketua MUI

Natal merupakan ritual agama dan tidak sama dengan maulid nabi.
Ulama Indonesia telah menyepakati bahwa merayakan Natal bersama adalah haram. Alasannya bahwa umat Islam diperbolehkan untuk bekerjasama dan bergaul dengan umat agama lain dalam maalah-masalah keduniaan, bukan akidah. Perayaan Natal adalah perayaan keagamaan yang dianggap proses kelahiran Yesus.

Allah SWT berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya:
"Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal."
(QS. Al-Hujuraat: 13).




Di dalam Islam, ada larangan keras mencampuradukkan antara yang hak dan yang bathil, antara akidah Islam dengan akidah agama lain. Namun umat Islam wajib mengakui kenabian dan kerasulan Nabi Isa bin Maryam sebagaimana pengakuan mereka kepada para nabi dan rasul yang lain.

Islam meyakini bahwa Isa itu hanya rasul dan bukanlah Yesus yang selama ini dianggap sebagai Tuhan. Yesus yang dianggap sebagai anak Tuhan, yakni Isa Almasih tidak lahir pada 25 Desember yang selama ini diyakini.

Allah SWT berfirman,

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ

Artinya:
"Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al masih itu putera Allah". Demikianlah itu Ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru Perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?"

Itu ringkasan perkataan dari ketui MUI, KH. Amidan.

9 Larangan Bagi Muslim Saat Natal

1. Mengikuti Ritual Natal.
2. Menghadiri perayaan Natal.
3. Merayakan Natal bersama.
4. Mengucapkan selamat Natal.
5. Makan hidangan Natal.
6. Memakai aksesori Natal.
7. Memberi hadiah Natal.
8. Menerima hadiah Natal.
9. Mengakui 25 Desember sebagai hari Natal.

Menurut Ustad Mokoginta

Menurut beliau, haram hukumnya bagi umat Islam yang mengikuti perayaan Natal atau mengucapkan selamat Natal. Sebab, hal ini bertentangan dengan akidah Islam dan berbenturan dengan banyaknya ayat Al Qur'an.

Menurut beliau lagi, mengucapkan selamat hari Natal itu sama artinya mengucapkan hari kelahiran Tuhan, padahal kita tahu semua bahwa Tunan itu tidak beranak dan tidak diperanakkan.

Wallahu A'lam..

Tuesday, December 16, 2014

Bolehkah Doa dan Puasa Lintas Agama Dilakukan Muslim

Prinsip Islam tentu sangat berbeda dengan gerakan pluralisme yang sedang trend dan menjangkiti sebagian umat Islam.

Bukannya mendakwahi pemeluk agama kufur untuk masuk Islam biar selamat di ahirat, malah bersama-sama dengan mereka melaksanakan ibadah bareng dan doa bersama di gereja atau tempat lainnya. Pastinya, orang-orang kafir tersebut semakin terdukung dengan keyakinan agamanya.

Kegiatan doa bersama berkonsekuensi seorang muslim tidak menyatakan salah dan kufur agama selain Islam. Sehingga perbedaan islam dan kekufuran, hak dan batil, ma’ruf dan munkar menjadi pudar. Wala’ dan bara’ sudah tidak ada. Akibatnya, kegiatan dakwah kepada Islam dan jihad untuk meninggikan kalimat Allah harus ditinggalkan. Wal ‘iyadhu billah.
Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan kepada Nabi-Nya Shallallahu 'Alaihi Wasallam agar mengajak pemeluk agama lain, khususnya ahli kita, kepada Islam. Yaitu hanya menuhankan Allah semata denga ibadah.

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلاَّ نَعْبُدَ إلاَّ اللَّهَ وَلا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ فَإن تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

“Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".” (QS. Ali Imran: 64)

Rasulullah SAW telah menunaikan perintah ini dengan beliau mendakwahi sanak keluarganya terdekat dan manusia secara umum. Bahkan, dalam keterangan dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, bahwa beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah menulis surat kepada penguasa Romawi dan Persia, kepada raja Najasyi dan segenap pungasa lalim lainnya. Isi surat beliau berisi dakwah agar menyembah kepada Allah semata dan mengakui beliau sebagai utusan Allah kepada mereka. Salah satu contohnya adalah surat beliau kepada Heraklius, penguasa Romawi:

“Bismillahirrahmanirrahim (Dengan menyebut nama Allah Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang). Surat ini dari Muhammad, hamba Allah dan Rasul Allah, kepada Heraklius, penguasa Romawi. Salam kesejahteraan tercurah pada orang yang mengikuti jalan yang lurus. Adapaun selanjutnya, aku benar-benar menyeru Anda memeluk Islam. Masuk Islam-lah, pasti Anda selamat. Allah pasti akan menganugerahi Anda pahala dua kali lipat. Namun kalau Anda menolak, maka Anda bertanggung jawab akan dosa orang-orang Arison. Dan :

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلاَّ نَعْبُدَ إلاَّ اللَّهَ وَلا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ فَإن تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

“Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".” (QS. Ali Imran: 64)




Jalan ini pula yang telah ditempuh para sahabat dan tabi’in. mereka menaklukkan hati musuh sebelum menjebol benteng mereka sehingga memasukkan mereka ke dalam Islam dengan berbondong-bondong. Kemudian para ulama salaf sesudah mereka mengikuti langkah-langkah mereka ini. Mereka hanya mengenal dakwah kepada Allah dengan hujjah dan argumentasi yang jelas. Jika musuh menolak, maka pedang dan kekuatanlah yang bertindak, “Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah.” (QS. Al-Anfal: 39).

Mereka tidak mengenal metode baru dalam ber-Islam yang mengakui kebenaran agama lain dan berupaya mengadakan kegiatan keagamaan bersama-sama, seperti doa bersama, saling mengucapkan selamat atas hari besar antar umat beragama, dan saling menghadiri dan memeriahkannya.

sumber: voa-islam.com

Sunday, December 14, 2014

Aturan Shalat Berjamaah 2 Orang

Jika dua orang shalat berjamaah, maka makmum berada di sebelah kanan imam dengan sejajar/berdampingan.
Ini didasarkan kepada hadits dari Ibnu Abbas ra, ia berkata:
Aku bermalam di rumah bibiku Maimunah, lalu Rasulullah SAW berdiri shalat dan aku berdiri di sebelah kirinya. Kemudian beliau memindahkan aku ke sebelah kanannya.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Aturan shaf ini berlaku umum bagi laki-laki yang mengimami laki-laki seorang, atau wanita yang mengimami wanita seorang. Berbeda jika laki-laki mengimami wanita seorang, maka posisi makmum wanita itu di belakangnya.




Larangan shalat sendirian di belakang imam menguatkan keharusan posisi makmum yang seorang di sebelah kanannya. Dan larangan itu berlaku atas laki-laki dan wanita, kecuali ada udzur.

Jika istri antum berjamaah bersama anak perempuannya seorang saja, maka keduanya bersebelahan (sejajar dan berdampingan), posisi makmum sebelah kanan imam.

sumber: voa-islam.com

Friday, December 12, 2014

Keutamaan Kapan Waktu Tepat Shalat Fajar

Rasulullah SAW pernah kesiangan melaksanakan shalat Shubuh dalam satu perjalanan. Beliau bangun saat matahari sudah terbit.

Kemudian beliau menyuruh Bilal untuk mengumandangkan adzan. Lalu beliau wudhu dan shalat fajar dua rakaat yang diikuti oleh para sahabat. Kemudian beliau menyuruh Bilal mengumandangkan iqamah dan beliau shalat Shubuh bersama mereka.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan Syaikh Al-Albani)
Beliau menerangkan tentang keutamaannya,

رَكْعَتَا اَلْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ اَلدُّنْيَا وَمَا فِيهَا

“Dua rakaat fajar itu lebih baik daripada dunia dan seisinya.”
(HR. Muslim)




Imam Nawawi Rahimahullah memaknakan lebih baik dari dunia, yaitu dari kenikmatannya.

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Bassaam –semoga Allah ampuni dosa beliau dan kedua orang tuanya-, dalam Taudhih Al-Ahkam (2/382) berkata, “Sesungguhnya dua rakaat Fajar adalah shalat rawatib paling utama, keduanya lebih baik daripada dunia dan apa yang ada di dalamnya. Sungguh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkan keduanya saat di tempat tinggalnya dan tidak pula saat safar.”

Dua Rakaat Fajar ini adalah nama lain dari shalat sunnah ratibah (shalat sunnah yang mengiringi shalat fardlu) Shubuh. Shalat ini dikerjakan sebelum shalat Shubuh. Sebagian masyarakat kita menyebutnya Qabliyah Shubuh.

Cara pelaksanaannya yang benar, setelah seseorang berwudhu dan sudah yakin masuk waktu shubuh atau setelah muadzin mengumandangkan adzan Shubuh, ia berdiri shalat dua rakaat sebelum shalat fardhu Shubuh.

sumber: voa-islam.com

Wednesday, December 10, 2014

Apa Hakikat Natal Menurut Islam

Hari raya Natal yang juga lazim disebut hari Cristmash diyakini kaum Nasrani sebagai hari kelahiran al-Masih atau Jesus yang diklaim sebagai tuhan atau anak Tuhan. Sementara dalam akidah Islam, Al-Masih Isa bin Maryam adalah Nabi dan Rasul Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dia bukan anak Tuhan dan bukan Tuhan itu sendiri.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah sangat murka dengan tuduhan bahwa Dia menjadikan Isa sebagai putera-Nya; dan membantahnya melalui Firman-Nya dalam Al-Qur’an,

وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا

“Dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristri dan tidak (pula) beranak.” (QS. Al-Jin: 3)

بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ أَنَّى يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak padahal Dia tidak mempunyai istri. Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-An’am: 101)
Allah mengabarkan bahwa Dia Mahakaya tidak butuh kepada yang selain-Nya. Dia tidak butuh mengangkat seorang anak dari makhluk-Nya.

قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ هُوَ الْغَنِيُّ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ إِنْ عِنْدَكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ بِهَذَا أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata: "Allah mempunyai anak". Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kamu tidak mempunyai hujjah tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (QS. Yunus: 68)

Dalam akidah Islam sikap umat Kristiani yang telah menjadikan Isa putra Maryam sebagai Tuhan atau satu dari tiga oknum Tuhan adalah sikap lancang terhadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Di mana jika Allah punya anak maka ada selain Diri-Nya yang memiliki sifat Ketuhanan. Karena setiap anak anak itu mewarisi sifat yang dimiliki orang tuanya.

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: "Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga", padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (QS. Al-Maidah: 73)



Allah menggambarkan murkanya langit dan bumi atas perkataan umat Kristiani tersebut, hampir-hampir membuat langit pecah dan bumi terbelah karenanya.

"Dan mereka berkata: 'Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak'. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba."
(QS. Maryam: 88-93)

Oleh sebab itu, tidak boleh muslim yang meyakini Allah sebagai Tuhan yang Esa; tiada Tuhan yang benar selain Dia, dan meyakini Isa bin Maryam sebagai hamba Allah dan utusan-Nya ridha dan suka rela melakukan sesuatu yang memeriahkan perayaan yang berisi penghinaan dan kekufuran terhadap Allah tersebut.

sumber: voa-islam.com

Monday, December 8, 2014

10 Orang yang Tidak Diterima Shalatnya

Rasulullah saw juga bersabda:
"Barang siapa yang memelihara sholat, maka sholat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara sholat, maka sesungguhnya sholat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya."
(Tabyinul Mahaarim).
Kemudian Rasulullah saw juga bersabda bahwa: "10 orang sholatnya tidak diterima oleh Allah swt, di antaranya:

1. Lelaki yang sholat sendirian tanpa membaca sesuatu.

2. Lelaki yang mengerjakan sholat tetapi tidak mengeluarkan zakat.

3. Lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.

4. Lelaki yang melarikan diri.

5. Lelaki yang minum arak tanpa mau meninggalkannya (taubat).




6. Perempuan yang suaminya marah kepadanya.

7. Perempuan yang mengerjakan sholat tanpa memakai tudung.

8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.

9. Orang-orang yang suka makan riba’.

10. Orang yang sholatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan munkar."

Sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa yang sholatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya sholatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah swt dan jauh dari Allah.”

Hassan r. a berkata : “Kalau sholat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan sholat. Dan pada hari kiamat nanti sholatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk.”

sumber: islampos.com

Saturday, December 6, 2014

Candi Borobudur Akan Dijadikan Kiblat Seperti Ka'bah

Ide yang dilontarkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada peringatan 200 tahun Candi Borobudur beberapa waktu lalu itu, Gubernur dari PDIP ini mengusulkan agar Candi Borobudur dijadikan semacam Ka’bah di Tanah Suci Makkah Al-Mukarramah, yakni sebagai tempat ibadah atau ritual bagi pemeluk Buddha di seluruh dunia setiap tahunnya.

Jadi Candi Borobudur nantinya akan dijadikan tempat ritual religi setiap tahun bagi pemeluk Buddha di seluruh dunia yang saat ini berjumlah 300 juta orang. Bahkan saking semangatnya, Ganjar Pranowo yang pernah bersekolah di SMA Katolik De Britto Jogjakarta itu sampai menegaskan ide gilanya itu di hadapan para kyai dan santri Ponpes API di Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah pada Khotbah Kebudayaaan beberapa waktu lalu.

Untuk itu dia meminta para santri dan kyai Ponpes yang dipimpin KH M Yusuf Chudlori itu pada khususnya dan umat Islam pada umumnya agar memberi ruang seluas-luasnya bagi pemeluk Buddha agar dapat menjalankan prosesi ritual keagamaan di Candi Borobudur setiap tahunnya.

Ide yang Sangat Berbahaya


Sejak para Walisongo yang dibantu Raden Patah Sultan Kerajaan Islam Demak yang juga menjadi anggota Majelis Walisongo melacarkan dakwahnya 500 tahun lalu, Pulau Jawa yang sebelumnya didominasi pemeluk Hindu dan Buddha, berubah menjadi Pulau dengan mayoritas umat Islam hingga sekarang ini, meski telah 350 tahun dibawah kekuasan Kolonial Belanda yang Nasrani.

Karena umat Islam dikenal sebagai umat yang toleran, bekas tempat ritual umat Hindu dan Buddha yang telah ditinggalkan pemeluknya, bukannya dihancurkan tetapi malah dikubur di bawah tanah, sehingga sekarang banyak ditemukan bekas candi yang terkubur di bawah tanah. Salah satunya Candi Borobudur yang ditemukan arkeolog Belanda dua abad lalu di Magelang.

Sedangkan sebagian kecil masyarakat yang tetap memeluk Hindu, akhirnya pindah ke Bali sehingga mereka mayoritas di sana. Sementara itu salah seorang tokoh Hindu yang bernama Sabdo Palon ketika akan meninggalkan Pulau Jawa sempat bersumpah akan membalas kekalahan Hindu dan Buddha di Pulau Jawa dengan mangatakan, suatu saat nanti Hindu dan Buddha akan kembali mayoritas dan berkuasa di Pulau Jawa.

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, apa dampak buruknya bagi mayoritas umat Islam di Pulau Jawa khususnya dan Indonesia pada umumnya jika ide gila dan berbahaya dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu benar-benar terwujud dan dilaksanakan nantinya.



Bahayanya

1. Seharusnya Candi Borobudur tidak boleh digunakan sebagai tempat ritual bagi pemeluk Buddha meski ketika Waisak sekalipun. Sebab Candi Borobudur sudah ditetapkan oleh UNESCO dan PBB sebagai warisan kebudayaan dunia, sehingga bukan lagi milik pemeluk Buddha dan sudah menjadi museum internasional, sehingga bukan lagi menjadi tempat ritual bagi pemeluk Buddha tetapi telah menjadi tempat tujuan wisata dunia.

Bahkan Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Dinasti Syailendra itu pernah ditetapkan PBB menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

2. Tidak menutup kemungkinan sumpah dari Sando Palon itu akan menjadi kenyataan, di mana Hindu dan Buddha akan kembali mayoritas dan berkuasa di Pulau Jawa. Meski sekarang umat Islam mayoritas di Pulau Jawa, tetapi tingkat keimanan dan ketaqwaan mereka masih sangat lemah.

Dengan iming-iming harta benda duniawi seperti yang sering dilakukan perkumpulan pemeluk Buddha “Buddha Tsu Chi” dengan melancarkan aksi bantuan sosialnya, umat Islam yang dalam kondisi lemah iman dan ekonomi bisa menjadi murtad. Apalagi sekarang pemeluk Buddha sudah memiliki televisi nasional, DAAI TV milik tokoh wanita pengusaha Buddha, Siti Hartati Murdaya yang baru saja dibebaskan dari tahanan KPK karena terlibat kasus korupsi.

3. Dengan kedatangan para pemeluk Buddha dari seluruh dunia untuk melakukan ritual tahunan di Candi Borobudur, terutama dari para pengusaha kaya di Cina, Korsel, Taiwan, Hongkong, Singapura, Myanmar serta Thailand dengan membawa modal besar; maka mereka akan memiliki kontribusi besar untuk mem-Buddha-kan Pulau Jawa.

Karena mayoritas rakyat Indonesia berada di Pulau Jawa, maka agama manapun dan siapapun yang berhasil menguasai Pulau Jawa, pasti akan menguasai Indonesia. Kalau Buddha berhasil menguasai Pulau Jawa, maka mereka akan berusahaa keras mem-Buddha-kan Indonesia dan ini akan menjadi penderitaan berat bagi umat Islam Indonesia.

Jika hal itu sampai terjadi, maka NKRI dalam bahaya, sebab hanya umat Islamlah yang mampu dan bersedia mempertahankan keutuhan NKRI sampai titik darah penghabisan.

4. Meski kelihatannya para pemeluk dan Biksu Buddha itu lemah lembut dan toleran, tetapi sesungguhnya mereka itu amat kejam terutama terhadap umat Islam jika mereka mayoritas dan berkuasa.

Seperti penderitaan sekarang ini yang dialami umat Islam di negara yang mayoritas pemeluk Buddha yakni Myanmar, Thailand dan Sri Lanka. Hampir setiap hari mereka menjadi korban pembantaian dan pelanggaran HAM berat dari para pemeluk Buddha yang didukung para Biksu dan pemerintahnya.

Untuk itu jangan sampai ide gila dan berbahaya dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu benar-benar terwujud, umat Islam dan para pemimpin Islam serta partai politik Islam harus bersatu padu untuk menggagalkan ide gila dan berbahaya yang nantinya dikhawatirkan bisa menjurus pada Buddhaisasi Pulau Jawa dan Indonesia. Naudzubillah min dzalik.

sumber:
voa-islam.com

Thursday, December 4, 2014

Kapan Puasa Ayyamul Bidh Dilaksanakan

Ayyamul Bidh besok jatuh pada hari sabtu, minggu dan senin.

Ayyamul bidh, yaitu tanggal 13, 14, dan 15 dari bulan Hijriyah. Dinamakan bidh (putih) karena putihnya malam-malam itu dengan cayaha bulan. Pada malam-malam itu bulan terlihat sempurna bulat dan cahaya terang.

Ibnu Bari Rahimahullah berkata:
"Yang benar disebut Ayyamul Bidh dengan idhofah (menyandarkan kata pertama ke kata kedua,-pent) karena al-bidh dari sifat al-layaali (malam-malam)- maksudnya: ayyaam al-Layaalii al-Baidh (beberapa hari dari malam-malam yang putih)."
Kaum muslimin disunnahkan berpuasa pada hari-hari tersebut. Keutamannya, seperti puasa sepanjang tahun. Karena pahala amal shalih dalam Islam, satu dilipatgandakan menjadi sepuluh.

Jika setiap bulan berpuasa tiga hari, seolah ia berpuasa satu bulan penuh. Dan seolah selama satu tahun dirinya selalu berpuasa. Sehingga pantaslah disebutkan keutamaanya seperti puasa dahr (setahun). Seseorang mendapat pahala puasa setahun penuh tanpa harus berpuasa pada setiap harinya. Ini kemurahan Allah untuk hamba-hamba-Nya.

Dari Abdullah bin 'Amru bin Al-'Ash, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepadanya:

وَإِنَّ بِحَسْبِكَ أَنْ تَصُومَ كُلَّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَإِنَّ لَكَ بِكُلِّ حَسَنَةٍ عَشْرَ أَمْثَالِهَا فَإِنَّ ذَلِكَ صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

"Dan sesungguhnya cukuplah bagimu berpuasa tiga hari dari setiap bulan. Sesungguhnya amal kebajikan itu ganjarannya sepuluh kali lipat, seolah ia seperti berpuasa sepanjang tahun." (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan an Nasai)

Diriwayatkan dari Abi Dzarr Radhiyallahu 'Anhu berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda kepadaku:

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنْ الشَّهْرِ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

"Wahai Abu Dzarr, jika engkau ingin berpuasa tiga hari dari salah satu bulan, maka berpuasalah pada hari ketiga belas, empat belas, dan lima belas." (HR. At Tirmidzi dan al-Nasai. Hadits ini dihassankan oleh al-Tirmidzi dan disetujui oleh Al-Albani dalam al-Irwa' no. 947)

Dari Jabir bin Abdillah, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda;

صِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صِيَامُ الدَّهْرِ وَأَيَّامُ الْبِيضِ صَبِيحَةَ ثَلَاثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

"Puasa tiga hari setiap bulan adalah puasa dahr (puasa setahun). Dan puasa ayyamul bidh (hari-hari putih) adalah hari ketiga belas, empat belas, dan lima belas." (HR. An Nasai dan dishahihkan al Albani)

Pada bulan ini, Shofar 1436 Hijriyah, puasa Ayyamul Bidh jatuh pada besok hari, Sabtu, Ahad, dan senin. Bertepatan tanggal 6, 7, dan 8 Desember 2014 M. (Terkadang permulaan puasa ini berbeda antara satu negeri dengan negeri lainnya, sesuai dengan permulaan bulan yang ada di sana).




Apakah Harus Puasa Tiga Hari Setiap Bulan Pada Ayyamul Bidh?


Jika tidak melaksanakan shaum tiga hari setiap bulan pada Ayyamul Bidh, tidak mengapa melaksanakannya pada awal bulan atau akhir bulan. Dari Mu'adzah al-'Adawiyah, sesungguhnya ia pernah bertanya kepada 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha: "Apakah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam biasa melaksanakan shaum selama tiga hari setiap bulannya?" Aisyah menjawab: "Ya".

Ia pun bertanya lagi: "Hari-hari apa saja yang biasanya beliau melaksanakan shaum?" Aisyah pun menjawab: "Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam tidak terlalu memperhatikan hari keberapa dari setiap bulannya beliau melaksanakan shaum."
(HR. Muslim)

Dalam Majmu' Fatawa wa Rasail, Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin berkata, "Seorang boleh berpuasa pada awal bulan, pertengahannya, ataupun di akhirnya secara berurutan atau terpisah-pisah. Tetapi yang paling afdhal (utama) dilaksanakan pada Ayyamul Bidh, yaitu tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah Radliyallah 'Anha, "Adalah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berpuasa tiga hari setiap bulan. Beliau tidak terlalu peduli apakah berpuasa di awal atau di akhir bulan."
(HR. Muslim)

sumber: http://www.voa-islam.com/read/ibadah/2014/12/05/34258/sabtu-senin-jadwal-shiyam-ayyamul-bidh-bulan-shofar-1436-h/

Tugce Albayrak jadi Pahlawan Musilmah Jerman

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un...

Seorang wanita beragama islam telah menghadap Allah SWT. Dia sangat disegani semua orang walaupun bukan artis tapi pengunjung takziah mengalahkan semuanya.

Ini memberikan bukti bahwa islam adalah agama yang pantas untuk dianut dan diteladani oleh semua ahama.

Negara Jerman berduka melepas kepergian seorang gadis muda berusia 23 tahun. Sekitar 3.000 orang menghadiri upacara pemakamannya, menyalatkan jasadnya di Waechtersbach di negara bagian Hesse, dan mengantarnya ke peristirahatannya yang terakhir. Doa dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan terlantun untuk ketenangan arwahnya.

Dubes Turki untuk Jerman, juga Gubernur negara bagian Hessen, Volker Bouffier ada dalam daftar pelayat. Karangan bunga dengan tulisan sayang, 'Kau akan selalu di hati kami' bertebaran.

Tugce Albayrak -- nama almarhumah -- bukan artis, ia juga tak masuk kategori selebritis. Keberaniannya lah yang membuat rakyat Jerman menangisi kematiannya. Menganggapnya sebagai pahlawan.

Albayrak meninggal dunia Jumat 28 November 2014 lalu. Kematian yang menggegerkan Jerman.
Semua bermula pada Sabtu 15 November 2014 lalu. Tugce Albayrak tak tinggal diam saat mendengar teriakan minta tolong dari sebuah toilet di restoran cepar saji di Kota Offenbach, dekat Frankfurt.

Suara teriakan itu berasal dari 2 perempuan yang mengalami pelecehan seksual dari sekelompok laki-laki.

Albayrak terlibat adu mulut bahkan bergelut dengan para tersangka. Berusaha mati-matian menghentikan pelecehan itu. Ia jatuh koma setelah para pria pelaku pelecehan kembali dan menyerangnya secara brutal di lapangan parkir.

Media setempat, Bild mempublikasikan rekaman CCTV insiden tersebut Senin kemarin.




Dalam rekaman, seorang pria terlihat berusaha menghentikan lelaki lain -- tersangka yang diketahui bernama Senal M -- sebelum ia mendaratkan tinju fatal yang membuat Albayrak terbanting ke tanah, tak bergerak di antara kerumunan orang.

Mahasiswi keguruan itu dalam kondisi koma selama 2 pekan sebelum para dokter menyimpulkan, ia tak akan sadar kembali dan mengalami mati otak. Dengan berat hati, orangtuanya mencopot alat penopang hidupnya tepat di hari ulang tahun korban yang ke-23.

Apa yang dilakukan Albayrak, keberaniannya untuk bertindak meski akhirnya mengorbankan nyawanya sendiri, mendapat pujian dari Presiden Jerman Joachim Gauck yang menyebut almarhumah sebagai 'suri tauladan'.

sumber: http://news.liputan6.com/read/2142391/jerman-menangisi-kepergian-gadis-muslim-ini

Tuesday, December 2, 2014

Doa ini Warisan Nabi Muhammad SAW

Dasar Doa


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, berkata: Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam biasa berdoa,

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

“Ya Allah, perbaikilah urusan agamaku yang meurpakan penjaga keselamatan urusanku, perbiakilah untukku urusan duniaku yang di dalamnya terdapat mata pencaharianku, dan perbaikilah untukku urusan akhiratku yang akan menjadi tempat kembalilku. Jadikanlah hidup ini sebagai tambahan bagiku dalam setiap kebaikan, dan jadikanlah kematian sebagai pemutus dari setiap keburukan.” (HR. Muslim)

Penjelasan Isi Doa


Doa ini berisi lima permintaan hamba kepada Rabbnya, Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Pertama, meminta kepada Allah agar memperbaiki agamanya. Kedua, meminta kepada Allah agar memperbaiki urusan dunianya. Ketiga, meminta kepada Allah agar memperbaiki urusan akhiratnya. Keempat, meminta kepada Allah agar hidup di dunianya ini berkah dan diisi dengan amal shalih. Kelima, meminta kepada Allah agar kematiannya dijadikan sebagai peristirahatan dari keburukan, agar setiap yang ia peroleh adalah kebaikan.

1. Diperbaiki agama

Permintaan ini berada diurutan pertama karena menjadi penentu utama nasib hamba di dunia dan akhirat. Jika agama seseorang rusak, ia merugi dunia dan akhirat. Minta kepada Allah agar memperbaiki urusan agama ini berarti meminta kepada-Nya agar memberi taufik untuk berpegang kepada Al-Qur'an dan sunnah sesuai petunjuk pendahulu umat ini dari kalangan sahabat, tabi’in, dan tabi’ tbai’in dalam semua perkara.

Dien seseorang menjadi baik jika tegak di atas dua landasan pokok. Pertama, ikhlas ibadah kepada Allah semata. Kedua, mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam beragama. Apabila ini dilakukan seorang hamba terlindungi dari semua keburukan dan kesesatan.

2. Diperbaiki urusan dunia

Maksudnya meminta kepada Allah agar memperbaiki urusan dunia hamba di dunia yang fana lagi sebentar ini. yaitu dengan memberikan rizki yang cukup, halal dan bermanfaat. Yaitu rizki yang membantunya untuk taat dan ibadah kepada Allah. Masuk di dalamnya minta agar dijadikan baik keluarganya; istri yang shalihah, anak-anak yang shalih, tempat tinggal yang nyaman, kehidupan yang tentram dan aman. Ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala,

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
(QS. Al-Nahl: 97)




Hayata thayyibah, maksudnya: kehidupan yang baik di dunia dengan sifat qana’ah, rizki halal dan cukup, istri shalihah, anak-anak yang baik, ibadah yang nikmat, dan taufik untuk beramal shalih. Bahkan Ibnu Katsir menyebutkan, hayatan thayyibah mencakup semua bentuk kenikmatan dari semua sisi. Wallahu A’lam.

3. Diperbaiki urusan akhirat

Yaitu meminta kepada Allah agar memberi taufik kepadanya untuk beramal shalih yang Allah ridhai dan melazimi ketaatan kepada-Nya sampai akhir hayat. Yaitu kembali kepada Allah dengan husnul khatimah.

4. Hidup bertambah kebaikan

Yaitu meminta kepada Allah agar menjadikan hidupnya sebagai sarana menambah kebaikan, ibadah dan ketaatan yang Allah ridhai. Ini menunjukkan, panjangnya umur muslim untuk menambah amal shalih yang akan meninggikannya di surga kelak. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah ditanya, siapa orang yang paling baik? Beliau menjawab,

مَنْ طَالَ عُمْرُهُ، وَحَسُنَ عَمَلُهُ

“Siapa yang panjang umurnya dan bagus amalnya.” (HR. Ahmad, al-Tirmidiz, dan selainnya. Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih)

5. Mati istirahat dari keburukan

Yaitu kematian sebagai peristirahatan dari hiruk pikuk, kegundahan, fitnah, bencana, dan cobaan maksiat. Dapat dipahami, seorang mukmin benar-benar bristirahat saat meninggal dunia. Meraih keselamatan sempurna saat meninggalkan dunia fana.

Pernah suatu hari, Nabi SAW dilalui iring-iringan jenazah. Beliau lalu bersabda,

مُسْتَرِيحٌ، وَمُسْتَرَاحٌ مِنْهُ

"Yang istirahat dan yang diistirahatkan darinya." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apa maksud yang istirahat dan yang diistirahatkan darinya?" Beliau menjawab,

الْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ يَسْتَرِيحُ مِنْ نَصَبِ الدُّنْيَا وَأَذَاهَا إِلَى رَحْمَةِ اللَّهِ ، وَالْعَبْدُ الْفَاجِرُ يَسْتَرِيحُ مِنْهُ الْعِبَادُ وَالْبِلاَدُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ

"Seorang hamba yang mukmin beristirahat dari keletihan dunia dan kesusahannya, kembali kepada rahmat Allah. Sedangkan hamba yang jahat, para hamba, negeri, pohon dan binatang beristirahat (merasa aman dan tenang) darinya." (HR. Bukhari dan Muslim).

sumber: voa-islam.com