Bulan Rajab merupakan salah satu bulan Asyhurul Hurum, sebuah bulan yang dimuliakan selain Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Muharram.
Puasa dalam bulan Rajab sebagaimana bulan mulia lain, hukumnya adalah sunnah.
Diriwayatkan dari mujibah al-Bahiliyah, Rasulullah SAW bersabda,
"Puasalah pada bulan-bulan haram (mulia)."
(HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Banyak sekali keistimewaan yang diperoleh apabila kita mau menunaikan puasa Rajab, Salah Satunya adalah sebagai berikut:
1. Laksana puasa sebulan.
Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa berpuasa pada bulan Rajab sehari maka laksana ia puasa selama sebulan, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya 7 pintu neraka jahanam. Bila puasa 8 hari maka dibukakan untuknya 8 pintu surga. Dan bila puasa 10 hari maka Allah akan mengabulkan semua permintaannya."
HR. At-Thabrani
2. Mencatat Amalnya selama 60 Bulan.
Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa puasa pada tanggal 27 Rajab, Allah mencatatnya sebagaimana orang yang puasa selama 60 bulan."
Abu Hurairah.
3. Puasa 7 hari pada bulan Rajab akan menutup pintu neraka baginya.
4. Puasa 8 hari pada bulan Rajab akan membuka 8 pintu surga untuknya.
5. Puasa 10 hari pada bulan Rajab maka akan menghapus dosa-dosanya dan diganti dengan kebaikan.
6. Puasa sehari pada bulan Rajab akan mendapatkan air susu yang berasal dari sungai Rajab di surga.
Rasanya manis melebihi madu.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang dinamakan Rajab, airnya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis dari madu. Barang siapa puasa sehari pada bulan Rajab, maka ia akan dikarunia minum dari sungai tersebut."
Uswah Islam Merupakan Cerita Suri Tauladan dari Sahabat Nabi Muhammad SAW Untuk dijadikan Pelajaran Buat Kita Semua
Wednesday, June 6, 2012
Monday, June 4, 2012
Akhlak Mencari Rezeki yang Halal
Dalam mencari rezeki itu ada yang termasuk kategori fisabilillah dab juga fisabilisysyaithan. Kedua jalan tersebut termasuk bertentangan. Jalan yang pertama jelas bahwa membawa keberkahan dan kebahagiaan,
Sedangkan jalan yang kedua tersebut jelaslah akan membuahkan kecelakaan dan kesengsaraan. Maka dari itu, hendaknya mencari rezeki itu haruslah mengikuti akhlak yang telah diajarkan oleh Allah SWT dan Rasulnya.
Setidaknya ada 4 macam yang telah diajarkan Allah dan Rasulnya.
1. Niat yang benar.
Rasulullah SAW bersabda,
"Seluruh amal tergantung pada niatnya."
Sebagai seorang muslim dalam melakukan aktivitas termasuk mencari rezeki hendaknya secara ikhlas, yakni semata-mata karena Allah SWT. Termasuk di dalamnya larangan mencari rezeki dengan bersekutu bersama setan.
2. Bekerja yang benar.
Artinya bahwa seorang muslim yang niatnya benar, yaitu karena dan untuk Allah SWT, maka ia pantang bekerja dengan menzalimi orang lain.
Tidak dibenarkan juga bekerja dengan cara yang haram seperti mendatangi dukun, menganut pesugihan dan sebagaianya.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari harta yang haram. Neraka lebih pantas untuknya."
(HR. Ahmad dan Ad Darimi).
3. Bersyukur.
Setelah harta benda atau rezeki ada di tangan, seseorang harus yakin bahwa semuanya itu hanyalah semata-mata anugerah dari Allah SWT.
Dari itu kita wajib bersyukur.
4. Bersedekah.
Salah satu bentuk bersyukur adalah dengan bersedekah.
Pergunakanlah rezeki itu untuk tujuan-tujuan yang diridhai oleh Allah SWT.
Termasuk diantaranya adalah dengan berbagi dengan sesama, khususnya kepada orang-orang yang diwajibkan kepada pemilik rezeki untu mengeluarkan sebagian rezeki untuk mereka.
Sedangkan jalan yang kedua tersebut jelaslah akan membuahkan kecelakaan dan kesengsaraan. Maka dari itu, hendaknya mencari rezeki itu haruslah mengikuti akhlak yang telah diajarkan oleh Allah SWT dan Rasulnya.
Setidaknya ada 4 macam yang telah diajarkan Allah dan Rasulnya.
1. Niat yang benar.
Rasulullah SAW bersabda,
"Seluruh amal tergantung pada niatnya."
Sebagai seorang muslim dalam melakukan aktivitas termasuk mencari rezeki hendaknya secara ikhlas, yakni semata-mata karena Allah SWT. Termasuk di dalamnya larangan mencari rezeki dengan bersekutu bersama setan.
2. Bekerja yang benar.
Artinya bahwa seorang muslim yang niatnya benar, yaitu karena dan untuk Allah SWT, maka ia pantang bekerja dengan menzalimi orang lain.
Tidak dibenarkan juga bekerja dengan cara yang haram seperti mendatangi dukun, menganut pesugihan dan sebagaianya.
Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari harta yang haram. Neraka lebih pantas untuknya."
(HR. Ahmad dan Ad Darimi).
3. Bersyukur.
Setelah harta benda atau rezeki ada di tangan, seseorang harus yakin bahwa semuanya itu hanyalah semata-mata anugerah dari Allah SWT.
Dari itu kita wajib bersyukur.
4. Bersedekah.
Salah satu bentuk bersyukur adalah dengan bersedekah.
Pergunakanlah rezeki itu untuk tujuan-tujuan yang diridhai oleh Allah SWT.
Termasuk diantaranya adalah dengan berbagi dengan sesama, khususnya kepada orang-orang yang diwajibkan kepada pemilik rezeki untu mengeluarkan sebagian rezeki untuk mereka.