Thursday, September 29, 2011

Ruqyah yang Boleh

Ruqyah yang dibolehkan adalah ruqyah syari', sesuai dengan ketentuan agama. Namun ada catatan pembolehannya, hal ini berdasarkan kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar al-Asqani, yang mempersyaratkan 3 hal pokok:

1. Menggunakan kalamullah (ayat-ayat Al Qur'an) atau dengan Asmaul Husna atau dengan dengan sifat-sifat Allah SWT atau dengan doa-doa yang diajarkan oleh Rasululah SAW.
2. Menggunakan bahasa Arab, atau dengan bahasa selain bahasa Arab yang dapat dipahami maknanya.
3. Meyakini bahwa ruqyah tersebut tidak mampu menyembuhkan dengan sendirinya, akan tetapi dengan kekuasaan Allah SWT.
Allah SWT lah yang sejatinya menyembuhkan orang yang sedang menderita suatu penyakit.

Di samping itu ada hal penting lagi yang juga harus diperhatikan bahwa ruqyah akan bekerja secara efektif bila orang yang sakit dan orang yang megobati sama-sama memiliki keyakinan yang kuat kepada Allah SWT, bertawakal kepada-Nya, serta meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa Al Qur'an adalah penmyembuh bagi penyakit dan rahmat bagi orang yang beriman.




An-Nawawi dalam Shahih Muslim mengatakan, satu pujian jika seseorang yang meruqyah tidak menggunakan kalimat-kalimat kekufuran, meruqyah dengan kalimat-kalimat asing, meruqyah dengan selain bahasa Arab atau sesuatu yang tidak diketahui maknanya.
Sebab semua itu tercela, karena kemungkinan maknaya adalah kekufuran, mendekati kekufuran atau makruh.

Tetapi meruqyah dengan ayat-ayat Al Qur'an dan zikir-zikir yang diketahui tidak dilarang, bahkan sunnah.
Dasarnya adalah ketika keluarga 'Amr bin Hazam bertanya kepada Rasulullah SAW dan Beliau menjawab,
"Aku lihat tidak mengapa. Barang siapa diantara kalian yang mampu mmemberikan manfaat kepada saudaranya, maka lakukanlah."

Wednesday, September 14, 2011

Macam Ruqyah

Berdasarkan pada hadits dari postingan sebelumnya, maka para ulama mengklasifikasikan ruqyah menjadi 2 macam.

1. Ruqyah Syari'.
Yaitu ruqyah yang pada prakteknya menggunakan jampi-jampi berdasarkan al Qur'an dan doa-doa sesuai ajaran Rasulullah SAW, baik untuk tujuan penjagaan diri atau untuk orang lain dari pengaruh jahat pandangan mata, kerasukan, pengaruh sihir, gangguan kejiwaan, berbagai penyakit fisik dan lain sebagainya.

2. Ruqyah Syirki.
Yaitu ruqyah yang ada unsur syirik di dalamnya sehingga pada prakteknya dilarang oleh agama.

Tuesday, September 13, 2011

Dalil Tentang Ruqyah

Dalam Islam, tauhid adalah harga mati, tidak bisa ditawar-tawar lagi.Artinya, bila seseorang telah meyakini bahwa Allah SWT sebagai Tuhan dan Dialah pada hakekatnya yang menyembuhkan segala jenis penyakit yang dialami oleh semua makhluk.

Agar kita memiliki gambaran yang lebih jelas tentang ruqyah, berikut ini beberapa hadits yang berkaitan dengan ruqyah.

1. Dari Abdullah bin Mas'ud r.a bahwa beliau berkata, aku mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya segala ruqyah, tamimah dan tiwalah adalah syirik."

Tamimah yang dimaksud di sini adalah menggantungkan sesuatu atau jimat dan tergantung padanya. Sementara tiwalah adalah guna-guna yang dipakai seseorang untuk menjadikan orang lain menjadi tertarik kepadanya.

2. Dari 'Auf bin Malik al-Asyja'i r.a bahwa beliau berkata,
"Dahulu kami meruqyah di masa Jahiliyah. Lalu kami bertanya," Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu tentang hal itu?"
Beliau menjawab," Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu tidak mengapa selama tidak mengandung syirik."
(HR. Muslim).

3. Dari Jabir bin Abdillah r.a bahwa beliau berkata,
"Rasululah SAW melarang dari segala ruqyah. lalu keluarga 'Amr bin Hazm datang kepada Rasululah SAW. Mereka berkata,
"Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu memiliki ruqyah yang kami pakai untuk meruqyah yang kami pakai untuk meruqyah karena kalajengking. Tetapi engkau telah melarang dari semua ruqyah. Mereka lalu menunjukkan ruqyah itu kepada Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah SAW bersabda,
"TIdak mengapa barang siapa di antara kalian yang mampu memberi kemanfaatan bagi saudaranya, maka hendaknya lakukanlah."

4. Dari 'Ubadah bin ash-Shamit r.a.
"Di masa Jahiliyah dulu, aku meruqyah karena kalajengking dan 'ain. Tatkala aku masuk Islam, aku memberitahukan kepada Rasulullah SAW. Kemudian Rasululah SAW bersabda,
"Perlihatkan ruqyah itu kepadaku." Lalu aku menunjukkan kepada beliau. Beliau pun bersabda,
"Pakailah untuk meruqyah karena tidak mengapa menggunakannya."

5. Dari Syifa binti Abdullah r.a.
Dahulu dia meruqyah di masa Jahiliyah. Setelah kedatangan Islam, maka dia berkata,
"Aku tidak meruqyah hingga aku meminta izin kepada Rasululah SAW. Lalu dia pun pergi menemui dan meminta izin kepada beliau. Rasululah SAW bersabda,
"Silahkan engkau meruqyah selama tidak mengandung perbuatan syirik."

Dari semua hadits di atas menunjukkan bahwa asal mula seluruh ruqyah adalah dilarang, karena di masa jahiliyah, mereka meruqyah dengan ruqyah-ruqyah syirik dan tidak bisa dipahami maknanya. Mereka meyakini bahwa ruqyah itu berpengaruh dengan sendirinya.

Namun setelah mereka menunjukkan perihal ruqyah yang dilakukan, ternyata tidak semua jenis ruqyah itu dilarang dalam Islam, dan sebaliknya tidak semua ruqyah diperbolehkan.
Lalu ruqyah yang dilarang dan yang boleh itu yang bagaimana, nantikan pada postingan selanjutnya.

Sunday, September 11, 2011

Pengertian Ruqyah

Pada dasarnya ruqyah sama seperti doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT agar Allah berkenan memberikan kesembuhan penyakit, baik fisik maupun batin. Karena arti ruqyah sendiri secara bahasa adalah bacaan atau mantra.

Akan tetapi doa-doa untuk penyembuhan tersebut tidak boleh sembarangan melainkan yang sesuai dengan syariat Islam, yakni bacaan yang terdiri dari ayat Al Qur'an, Asmaul Husna serta doa-doa yang dicontohkan Nabi SAW berdasarkan hadits yang shahih.




Sehingga jika ada orang yang menyebut ruqyah namun prakteknya menyimpang, tentu bertentangan dengan ruqyah yang diperbolehkan oleh Nabi SAW.
Sebab di jaman sekarang ini begitu marak praktek yang mengaku-ngaku pengobatan ala Islam padahal kenyataannya kontradiksi dengan apa yang pernah diajarkan Nabi. Tujuan mereka hanya untuk meraup uang saja.

Ngerinya lagi, bila ruqyah yang dilakukan itu mengandung kesyirikan, seperti menyandarkan diri kepada selain Allah SWT, pemujaan kepada jin atau setan, meyakini kesembuhan dari benda-benada tertentu dan sebagainya.

Alasan inilah yang membuat Rasulullah SAW pernah melarang para sahabat untuk melakukan ruqyah, karena ruqyah kala itu lebih kental dengan nuansa syiriknya, padahal Islam datang untuk mengenyahkan segala bentuk kesyirikan.

Friday, September 9, 2011

Ruqyah Sebelum Islam

Apabila ditelusuri, praktek ruqyah telah ada sebelum masa Rasulullah SAW. Hanya saja sebelum Islamdatang, belum ada batasan-batasn yang menjelaskan ruqyah yang boleh dan yang tidak.
Justru dalam prakteknya, ruqyah yang dilakukan pada masa itu (masa Jahiliyah) banyak yang menyimpang dari koridor agama. Fenomena yang memprihatinkan inilah yang menyebabkan Nabi SAW pernah melarang praktek ruqyah.

Setelah pelarangan tersebut, para sahabat meminta klarifikasi kepada Rasulullah SAW, apakah semua praktek ruqyah dilarang ataukah sebenarnya ada ruqyah yang diperbolehkan.
Kemudian Rasulullah SAW meminta para sahabat untuk menunjukkan mode ruqyah-ruqyah yang selama ini mereka lakukan.

Setelah Rasulullah SAW tahu persis, akhirnya beliau menetapkan bahwa tidak semua ruqyah dilarang, akan tetapi ada ruqyah yang diperbolehkan asalkan tidak ada unsur syirik di dalamnya.

Wednesday, September 7, 2011

Makhluk Halus bisa Menampakkan Diri

Makhluk halus itu hanya bisa dilihat oleh orang-orang tertentu yang dikehendaki oleh Allah SWT. Hanya yang dikehendaki-Nya saja yang mampu melihatnya, semua terjadi hanya karena Kehendak-Nya.

Sebagaimana dalam hadits yang telah diriwayatkan Imam Al Bukhari bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Setan memperlihatkan wujudnya ketika aku shalat. Namun atas pertolongan Allah, aku dapat mencekiknya sehingga kurasakan air liurnya di tanganku. Kalau bukan karena adanya doa saudaraku Nabi Sulaiman, pasyi kubunuh dia."

Jadi jelas, sekalipun dia Nabi dan Rasul, pasti karena Allah SWT lah yang memberinya kekuatan untuk melihat makhluk halus ini.
Setan yang mengganggu itu berasal dari jin kafir dan manusia. Jadi jika ada manusia yang berlaku jahat, bisa disebut setan berwujud manusia.

Sebagaiman yang disebutkan dalam ayat Al Qur'an Surat An-Naas,


قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
مَلِكِ النَّاسِ
إِلَهِ النَّاسِ
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ




1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. raja manusia.
3. sembahan manusia.
4. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6. dari (golongan) jin dan manusia.

Saturday, September 3, 2011

Gendam dalam Islam

Gendam adalah imu gaib yang dapat mempengaruhi alam bawah sadar manusia dengan cara kekuatan sihir dengan bantuan jin. Orang yang terkena ilmu gendam seperti kena sihir dan seketika itu juga korban akan menuruti apa saja keinginan si pemilik ilmu gendam. Gendam itu termasuk ilmu sihir dan ilmu kanuragan tingkat tinggi, dengan tujuan yang biasanya untuk mencuri.

Ilmu semacam ini sudah ada sejak zaman pra Islam, dimana orang banyak mempercayai sihir sebagai kekuatan gaib yang bisa mendatangkan keuntungan.
Allah SWT berfirman,
"Dan bahwasanya ada sekelompok lelaki dari bangsa manusia meminta perlindungan kepada sekelompok lelaki bangsa jin, maka mereka menambahi ketakutan dan dosa."
(QS. Al Jin: 6).




Ilmu gendam ini banyak sekali caranya, misalnya dengan memberi minuman korban, memegang tangan atau tubuh korban dan berpura-pura sakit. Jika Anda menemukan tindakan seperti itu, maka hati-hati saja karena mereka pelaku gendam. Jangan mudah percaya dengan orang lain yang belum Anda kenal sebab bisa saja mereka bermaksud jelek.

Ilmu gendam itu berasal dari kebatinan yang digunakan untuk memanipulasi kehendak orang lain, memanipulasi kehendak orang yang menjadi sasaran dengan masud mengambil harta.

Agar Terhindar dari Gendam.
Islam mengajarkan agar kita selalu berhati-hati dalam setiap tindakan dan perilaku. Islam memberikan arahan agar kita selalu waspada dan banyak zikir kepada Allah SWT.
Cara yang bisa dilakukan oleh seornag muslim agar terhindar dari gendam adalah sebagai berikut:
  • Sebelum pergi, bacalah basmalah, bacalah shalawat.
  • Jangan pernah meninggalkan shalat, karena shalat adalah penjaga dari kejahatan.
  • Waspada terhadap orang yang baru dikenal.
  • Waspada dengan orang yang pura-pura sakit dan minta tolong.
  • Bawa barang secukupnya dan jangan berlebihan, karena tindakan berlebihan ini akan menyulut orang lain untuk berbuat jahat.
  • Berpamitlah kepada orang tua dan jangan lupa berdoa.

Yang terpenting sebenarnya Rasulullah SAW menyuruh umat Islam untuk hidup sederhana dan tidak berlebihan, dan yakinlah bahwa orang yang shalatnya khusyuk, insya Alloh akan selamat dari kejahatan.