Wednesday, August 31, 2011

Letak Perbedaan Penentuan Lebaran

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriyah.
Tim hisab dan rukyat dari ormas Islam sebenarnya sudah bertemu dan sudah menyepakati soal penentuan kalender hijriyah. Ada tiga kesepakatan yang dicapai.

Ketiga kesepakatan tersebut adalah:
  • Letak wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
  • Metode penentuan kalender hijriyah, yakni dengan hisab dan rukyat.
  • Posisi hilal dengan ketinggian 1.5 derajat.

Selama ini, pemerintah berpedoman dengan rukyat bil fi'il, sehingga sangat sulit untuk melihat bulan pada ketinggian 1.5 derajat, apalagi awan mendung seringkali menghalangi tim rukyat dari Kementerian Agama.

Hialal 1.5 derajat itu sebenarnya sudah bisa dilihat oleh kasat mata. Cuma sayangnya bentuk bulan belum sempuerna dan usia bulan masih muda, yakni kemunculannya tidak lama hanya berkisar 10-15 menit saja.

Friday, August 26, 2011

Pembagian Shalat Sunnah Imam Syafi'i

Pembagian shalat sunnah menurut Imam Syafi'i dapat dibagi menjadi 5 macam istilah. Imam Syafi'i tidak membedakan arti dari istilah-istilah ini, ia hanya menyebut shalat sunnah adalah shalat-shalat yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW baik yang mengiringi shalat fardhu dan yang dilakukan secara mandiri seperti shalat tahajud, shalat hajat dan sebagainya.

Kelima istilah mengenai shalat sunnah menurut Imam Syafi'i tersebut adalah:
  • Tathawu' (sukarela).
  • Raghibah (dianjurkan).
  • Mustahab (disarankan).
  • Mandub (sangat didorong/sangat dianjurkan).
  • Nafilah (disunnahkan sebagai nilai tambah).

Wednesday, August 24, 2011

Dasar Hukum Puasa Senin Kamis

Puasa senin dan kamis sangat dianjurkan oleh Rasululah SAW.
Senin dan kamis merupakan dua nama hari dalam kalender Hijriyah maupun Masehi. Namun, hari itu memiliki keistimewaan tersendiri, karena pada kedua hari itu, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan puasa sunnah. Pada dua hari itu, umat islam disunnahkan untuk berpuasa.

Puasa Senin dan Kamis adalah puasa yang paling sering dilakukan Nabi Muhammad SAW sebagaimana sabda Rasulullah SAW dari Abu Hurairah,
"Bahwasanya Rasulullah SAW adalah orang yang paling banyak berpuasa pada hari Senin dan Kamis.



Ketika ditanya tentang alasannya, Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya segala amal perbuatan dipersembahkan pada hari Senin dan Kamis, maka Allah akan mengampuni dosa setiap orang muslim atau setiap orang mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan."
(HR. Ahmad0>

Rasulullah SAW sangat menganjurkan kepada umatnya untuk melaksanakan puasa Senin-Kamis. Di samping Nabi menganjurkan, Nabi swndiri mengerjakannya. Hal ini dapat terungkap lewat sebuah hadits dari Aisyah binti Abu Bakar.

Ummul Mukminin Aisyah berkata,
"Nabi Muhammad SAW sangat antusias senang melaksanakan puasa Senin dan Kamis."
(HR. Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah).

Monday, August 22, 2011

Rukun Iktikaf

Iktikaf dianggap sah apabila dilakukan di masjid dan memenuhi rukun-rukunnya sebagai berikut:

Pertama: Niat.
Niat adalah kunci segala amal hamba Allah yang benar-benar mengharap ridha dan pahala dari-Nya.

Kedua: Berdiam di masjid.
Maksudnya dengan diiringi dengan tad=fakkur, zikir, berdoa dan lain sebagainya.

Ketiga: Di dalam masjid.
Iktikaf dianggap sah apabila dilakukan di dalam masjid, yang biasa digunakan untuk shalat Jum'at.
Hal ini berdasarkan hadits berikut.

Rasululah SAW bersabda,
"Dan tiada iktikaf kecuali di masjid jami'."
(HR. Abu Daud).

Keempat: Islam dan suci serta akil baligh.

Sunday, August 21, 2011

Indahnya Cinta

Pria mencintai wanita atau sebaliknya termasuk bagian dari nikmat dunia dari Allah SWT. Cinta memang indah dan ini semua yang telah Allah anugerahkan kepada semua insan. Namun tidak semua yang kita cintai pasti terpenuhi, karena kehendak manusia tergantung kehendak Allah SWT.

Allah SWT berfirman,
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Artinya:
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)."
(QS. Ali Imran: 14).

Jika Allah SWT enghendaki maka pasti akan terjadi, tapi jika tidak maka tidak akan terjadi. Jika kita menerima prinsip ini, maka semua yang sulit akan menjadi mudah


Saturday, August 20, 2011

Kita Menghadap Allah pun Menghadap

Nah ini dia yang sering kita temui dalam keseharian, mungkin saja terjadi. Misal saja apabila kita bertemu dengan seseorang, dan kita mengucapkan sesuatu kepadanya, namun orang yang ada di depan kita tadi tidak menghadapkan wajahnya ke kita alias membelakangi kita.
Gimana perasaa kita kala itu bila sudah menghadapi kejadian yang demikian.

Demikian pula dalan hal shalat.
Jika hati kita hadir dan ilmu khusyuk bisa kitaresapi, maka hubungan kita dengan Sang Khalik akan menjadi satu hubungan yang dekat.

Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya Allah senantiasa menghadap kepada orang yang shalat selama dia tidak berpaling."
(H. Abu Dawud, Nasa'i dan Al-Hakim).

Kata berpaling di situ bisa berarti bahwa kita harus melakukan shalat dengan khusyuk, jangan pernah berfikir yang ada selain shalat atau berfikir tentang dunia, atau bahkan hutang-hutang yang belum kita lunasi.

Kita menghadap-Nya dan Dia menghadap pula kepada kita. Manakah lagi hal yang lebih indah dari ini jika Sang Khalik dan hamba saling bertatap muka...
Itulah hikmah sahlat dimana hati kita hadir, bersih dan sehat dalam hubungan kita dengan-Nya.
Khusyuk dan khusyuk semoga kita bisa mencapi kekhusyukan shalat, minimal mendekati dengan khusyuknya orang-orang yang shaleh dahn shalehah.

Malu dalam Shalat

Malu dalam shalat ini merupakan rasa yang bersumber dari kesadaran mengenai kelemahan, kerendahan, kelalaian kita, terutama dalam hal beribadah kepada-Nya.

Kita merasa malu apabila kita melakukan shalat, namun badan kita tidak bersih dan lain sebagainya.

Rajak dalam Shalat

Raja' adalah suatupengharapan.
Ini terwujud dalam hati karena kita menyadari kelembutan-Nya, kedermawanan-Nya, kesantunan-Nya, serta demikian agung cinta dan kasih-Nya.

Pengharapan inilah yang membawa ketenangan dalam shalat kita karena kita sujud dan menjalankan perintah Dzat yang demikian baik kepada kita.

Makna Haibah

Haibah adalah perasaan takut yang bersumber dari rasa hormat.
Inilah yang kita kenal dalam bahasa Indonesia sebagai segan. Kesadaran seperti ini lahir dari pengetahuan atas kekuasaan Allah dan kekukuhan qudrat dan Iradat-Nya.

Maka kita akan segan kepada-Nya.
Jika hal ini bisa terwujud dalam shalat, maka kita tidak akan memikirkan hal lain karena tujuan shalat adalah tunduk dan menjalankan perintah Tuhan Yang Maha Tinggi dan Maha Kuat.

Arti Takzim

Takzim adalah sikap hormat kepada Allah SWT.
Takzim merupakan buah dari dua pengetahuan, yaitu pengetahuan serta penghayatan atas kebesaran Allah dan kesadaran akan kehinaan dan keterbatasan diri kita sebagai makhluk.

Inilah yang kemudian akan melahirkan kepasrahan, ketunduykan dan kekhusyukan.

Kepahaman tentang Shalat

Sementara itu, kepahaman dalam shalat adalah kita memahami benar apa-apa yang ada di luar dan di dalam shalat itu sendiri. Memahami dalilnya, memahami gerakan dan bacaannya. Kepahaman inilah yang akan membantu shalat hadir dalam hati kita.

Apalah artinya apabila kita melaksanakan shalat, namun tidak mengetahui ilmu tentangnya, serasa makna khusyuk akan jauh dari kita.

Menghadirkan Hati dalam Shalat

Menghadirkan hati adalah membersihkan shalat kita dari hal-hal yang tidak perlu.
Makna ini lahir dari keinginan hati yang kuat. Jika kita menginginkan suatu perkara dengan hati yang kuat, maka dengan sendirinya hal itu akan hadir dalam hati kita. Demikian jugalah dalam shalat.

Jika keinginan kita kuat untuk melaksanakan shalat, maka hati kita akan hadir dalam setiap gerakan dan bacaan shalat kita.
Pahamilah bahwa tidak ada hal lain di jagat raya ini yang lebih mulia dan lebih penting daripada Allah SWT. Jika Allah tidak ada, maka tidak ada pulalah hidup ini. Dialah yang menghembuskan angin yang kita hirup, memberi makan dan mengalirkan darah kita. Maka hadirkanlah hati kita kepada-Nya dalam berdiri, rukuk dan sujud kita.

Makna Batin yang dapat Menyempurnakan Shalat

Setidaknya ada enam makna batin yang dapat menyempurnakan makna shalat yang kita lakukan setiap hari.
Keenam point tersebut adalah:
  • Kehadiran hati.
  • Kefahaman.
  • Ta'zim atau pengagungan kepada Allah.
  • Segan atau Haibah.
  • Berharap atau raja'.
  • Malu.

Keenam makna akan dibahas setelah psotingan ini dipublish.

Dirikanlah Shalat untuk Mengingat Tuhan

Sebuah renungan Ramadhan untuk kita semua.
Mendirikan shalat dengan khusyuk adalah sangat penting. Karenanya, khusyuk adalah menghadirkan hati, hati yang mengingat-Nya. Jika ini tidak dilakukan maka shalat kita adalah amal yang hanya berbuah letih saja. Siapa orang yang tidak khusyuk, maka rusaklah shalat itu.

Allah SWT berfirman,

إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي

Artinya:
Sesungguhnya aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, Maka sembahlah aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat aku.


Khusyuk dalam Shalat

Hikmah besar kedua yang ada dalam shalat adalah khusyuk. Kekhusyukan inilah merupakan kunci yang bisa membawa kita pada makna shalat yang agung, yakni peresapan makna-makna ketauhidan, kehambaan dan kesyukuran. Shalat yang khusyuk adalah shalat yang menyapu keangkuhan dan pembangkangan kepada Allah SWT, Sang Rahman dan Rahim.
Penunaian shalat secara khusyuk akan memusnahkan sifat ujub dan sombong diri bahkan dapat memusnahkan kemungkaran dan kekejian.

Kekhusyukan ini juga berarti mengerjakan shalat dalam rukun dan sunnah secara sempurna. Dalam khusyuk terealisasi adab lahir dan batin dalam shalat. Khusyuk adalah hikmah shalat, namun dia juga merupakan sebuah ilmu, ilmu yang spesial.
Rasululah SAW bersabda,
"Ilmu yang pertama kali diangkat dari muka bumi adalah kekhusyukan."
(HR. Thabrani dengan sanad Hasan).

Jika umat akhir zaman disebut sebagai umat yang buruk maka kiranya itu terjadi karena tidak ada ilmu khusyuk dalam kehidupan umat itu.
Khusyuk juga merupakan manifestasi tertinggi hati yang sehat.
Jika ilmu itu diangkat hanya berarti bahwa hati akan sakit dan rusak. Jka khusyuk hilang, maka manusia akan mencintai dunia dengan cinta yang besar hingga mereka bersaing untuk menunaikan cinta itu dengan nafsu membara bagai binatang.

Kecenderungan kepada akhirat akan berkurang bahkan hilang dan manusia hanya sibuk mengerjakan hal-hal yang tak bermakna. Hati dan kehidupan tanpa khusyuk adalah hati dan kehidupan yang tanpa vitalitas. Hati dan kehidupan seperti ini akan menutup pintu bagi nasehat dan peringatan, serta syahwat mendominasi dan kehidupan di dunia akan dipenuhi kehancuran.

Khusyuk ini sangat sedikit dikuasai oleh seseorang.
Karenanya, jika kesulitan meraihnya maka lebarkanlah pandangan kita. Carilah orang yang khusyuk itu di sekitar kita dan bersandarlah padanya. Jika Anda melihat orang yang khusyuk dalam shalatnya dan dia adalah seorang ulama maka yakinlah bahwa Anda telah melihat seorang ulama kahirat.

Friday, August 19, 2011

Minuman Keras Pangkal Kemaksiatan

Mungkin bagi mereka yang sudah tertutup mata hatinya dengan racun minuman keras selalu berdalih, apa yang mereka lakukan tidak berdampak pada orang lain. Padahal minuman keras justru menjadi pangkal kemaksiatan, karena itu adalah perbuatan setan.

Allah SWT berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالأنْصَابُ وَالأزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah Termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
(QS. Al Maidah: 90).

Al Azlaam artinya:
anak panah yang belum pakai bulu. orang Arab Jahiliyah menggunakan anak panah yang belum pakai bulu untuk menentukan Apakah mereka akan melakukan suatu perbuatan atau tidak. Caranya Ialah: mereka ambil tiga buah anak panah yang belum pakai bulu. setelah ditulis masing-masing Yaitu dengan: lakukanlah, jangan lakukan, sedang yang ketiga tidak ditulis apa-apa, diletakkan dalam sebuah tempat dan disimpan dalam Ka'bah. bila mereka hendak melakukan sesuatu Maka mereka meminta supaya juru kunci ka'bah mengambil sebuah anak panah itu.

Terserahlah nanti Apakah mereka akan melakukan atau tidak melakukan sesuatu, sesuai dengan tulisan anak panah yang diambil itu. kalau yang terambil anak panah yang tidak ada tulisannya, Maka undian diulang sekali lagi.


Cahaya Kearifan

Hadits yang berikut ini sangat baik untuk dijadikan bahan renungan.
Ternyata sumber cahaya kearifan dalam diri manusia adalah dengan selalu lapar, atau boleh dikatakan banyak berpuasa.

Rasulullah SAW bersabda,
"Cahaya kearifan adalah lapar, menjauh dari Allah adalah kenyang, mendekati Allah SWT adalah mencintai fakir miskin dan akrab dengan mereka. Jangan kenyangkan perutmu, nanti akan padam cahaya hikmah dalam hatimu."

Doa dan Sedekah

Sang Pencipta selalu mengabulkan doa-doa kita. Doa merupakan permohonan, memanjatkan kepada Allah SWT, sedangkan sedekah adalah bentuk dari syukur kita kepada Allah SWT atas segala karunia yang kita peroleh.

Artinya, disini ada baiknya setelah kita berdoa kemudian kita bersedekah, apalagi di bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah bagi umat Islam. Kerjakanlah amalan-amalan yang telah Allah perintahkan, tidak hanya menahan lapar dan haus saja, tapi juga mengendalikan nafsu kita.

Yasid Al Bisthami mengatakan,
"Lapar itu mega. Bila perut lapar, dari hati akan tercurah hujan hikmah. Lapar akan memancarkan kearifan, kenyang akan melahirkan kedunguan."

Cerita tentang Doa Sa'ad

Memang benar, setiap kali berdoa, doa Rasulullah SAW selalu dikabulkan oleh Allah SWT.
Dalam syiar Islam dipaparkan cerita tentang Sa'ad bahwa pernah ada orang yang melecehkan Ali bin ABi Thalib, dan Sa'ad pun membelanya, karena Ali bin Abi Thalib adalah salah satu orang dekat Rasulullah, yang nasehatnya selalu berpedoman kepada kebenaran Al Qur'an dan hadits.

Sa'ad terus membelanya, namun orang itu tetap saja mencemooh sahabat Ali bin ABi Thalib.
Maka Sa'ad pun berdoa,
"Ya Allah, cukupkanlah aku darinya menurut kehendak-Mu."

Tioba-tiba saja ada seekor onta yang lari dengan kencangnya dari arah Kuffah. Unta itu langsung merangsek ke tengah-tengah kerumunan orang hingga akhirnya sampai kepada orang yang mencemooh Ali bin ABi Thalib tersebut.
Akhirnya orang itu mati seketika di tempat kerumunan orang banyak.
Sangat dahsyat kekuatan doa orang yang beriman ini.
Mau kah kita seperti Sa'ad yang doanya dikabulkan oleh Allah ?

Mengaku Cinta Tapi Bohong

Setelah beberapa jam yang lalu membaca kiktab Ihya Ulumuddin, sebuah karya agung dari Imam Al Ghazali, layaknya pantas kita renungkan hal berikut ini.

Imam Al Ghazali berkata,
"Bohonglah orang yang mengaku mencintai Allah SWT, tetapi ia tidak mencintai Rasul-Nya. Bohonglah orang yang mengaku mencintai Rasul-Nya, tetapi tidak mencintai kaum fakir dan miskin, dan bohonglah orang yang mengaku mencintai surga, tetapi ia tidak mau mentaati perintah Allah SWT."

Begitu Pentingnya Shalat Berjamaah

Karena begitu pentingnya shalat berjamaah, sampai-sampai Rasulullah SAW tetap mewajibkan shalat berjamaah meskipun dia buta.

Hadits yang berkenaan tersebut adalah.
Dari Abu Hurairah r.a, berkata Rasulullah SAW ketika didatangi oleh seorang laki-laki yang buta dan berkata,
"Ya Rasululah, tidak ada orang yang menuntunku ke masjid."

Rasululah SAW berkata untuk memberikan keringanan untuknya. Ketika sudah berlalu, Rasulullah SAW memanggilnya dan bertanya,
"Apakah kamu mendengar azan shalat?"
"Ya," jawab orang buta itu.
"Maka datangilah," jawab Rasul.

(HR. Muslim).

Mudah-mudahan kita semua diberi kekuatan, diberi kesadaran untuk selalu melaksanakan shalat berjamaah.

Kematian akan Menemui Kita

Sungguh, hanya Allah Yang Maha Tahu kapan kita akan menghadap-Nya. Untuk itu, persiapkan diri dengan senantiasa menjalankan kebaikan, mentaati semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Dengan begitu, kita akan siap setiap saat untuk menghadap-Nya dengan keadaan yang khusnul khatimah.

Mari kita renungkan firman Allah SWT berikut ini,

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya:
Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, Maka Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan".
(QS. Al Jumu'ah: 8).


Thursday, August 18, 2011

Orang yang Senantiasa Shalat

Sejuta keutamaan shalat tentu sudah tidak asing lagi kita dengar.
Tak diragukan lagi khususnya bagi mereka yang istikhamah shalat berjamaah, jaminan luar biasa yakni dijamin masuk surga.

Allah SWT berfirman,

الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلاقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ




Artinya:
(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.
(QS. Al Baqarah: 46).

Ayat di atas menjelaskan bahwa orang yang senantiasa melaksanakan shalat akan dijamin bertemu Allah di surga. Karena itu, orang yang ahli shalat akan meninggal dengan keadaan tenang dan wajah berseri, karena dia akan bertemu Allah SWT.

Saturday, August 13, 2011

Meraih Lailatul Qadar

Dalam bulan Ramadhan, ada malam seribu bulan.
Wah sangat senang sekali bila amal ibadah yang semalam itu dihitung seperti amalan seribu bulan. Semua pasti ingin dan ingin.
Di malam itu Allah SWT benar-benar melipatgandakan pahala.
Akankah kita bisa meraihnya...

Anda mungkin bertanya, apakah malam Lailatul Qadar hanya khusus untuk orang alim saja...
Kalau bukan, bagaimana orang awam seperti kita bisa meraihnya..

Mungkin dari beberapa catatan berikut bisa memberikan tips untuk meraih malam seribu bulan dalam bulan Ramadhan ini.
Bangunlah Malam Hari.
Para ulama menjelaskan, salah satunya adalah Yusuf Qaradawi yang mengatakan bahwa malam itu datang untuk semua orang yang benar-benar menginginkannya.
Di malam itu kebaikan terbuka untuk siapa pun yang mencarinya.

Rasulullah SAW bersadda,
"Barang siapa yang melakukan shalat Isya' berjamaah, seolah-olah ia berqiyam (bangun malam) di separuh malam. Dan barang siapa yang shalat shubuh berjamaah, seolah-olah ia melakukan di sepanjang malam tersebut."
(HR. Ahmad Muslim).

Salah satu cara untuk meraih pahalanya adalah dengan shalat malam.
Sebagaimana disebutkan dalam shahih Bukhari dari Abu Hurairah,
"Barang siapa yang berqiyam di malam Al Qadar dengan penuh keimanan dan bersungguh-sungguh, maka telah diampunkannya apa yang telah lalu dari dosanya."
(HR. Bukhari).

Penuh Berdzikir.
Syeikh Atiyah Saqr menganjurkan, hidupkanlah malam mulia itu dengan shalat, membaca Al Qur'an, berdzikir, beristighfar, dan berdoa dari terbenam matahari hingga terbit fajar.

Hidupkanlah Ramadhan dengan bershalat Tarawih di dalamnya.
Berkata Aisyah r.a,
"Ya Rasulullah, di waktu Lailatul Qadar apakah yang harus aku lakukan?
Katakanlah, Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan suka pada pengampunan, maka ampunilah aku."

Aneka Ibadah.
Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Barang siapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan berbagai amal ibadah secara yakin dan percaya kepada pahala yang disediakan Allah dan dengan secara ikhlas, maka Allah akan mengampunkan segala dosanya yang telah lalu."

Kita semua memang tidak tahu kapan malam itu akan datang. Ada ulama yang berpendapat bahwa Lailatul Qadar itu bisa saja terjadi sejak dari awal masuknya bulan Ramadhan sampai akhir, namun kapan pastinya, Allah merahasiakannya.
Dengan dirahasiakan itulah kita makin termotivasi untuk menghidupkan seluruh bulan Ramadhan dengan berbagai macam ibadah, seperti Tarawih, Tadarrus, shalat sunnah dan lain sebagainya.

Ada juga yang berpnedapat bahwa Lailatul Qadar itu ada pada sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadhan (Madzhab Imam Syafi'i).
Bahkan ada yang mengkhususkannya di malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir.

Tak sepatutnya kita sebagai umat Islam saling memperdebatkan kapan pastinya malam Lailatul Qadar itu akan terjadi.
Namun yanmg jelas dan pasti, hanya terjadi di malam bulan Ramadhan, Allah merahasiaknnya. Namun, pada malam itu ada ciri-ciri alam yang menandakan bahwa malam itu adalah malam Lailatul Qadar (akan dibahas selanjutnya saja).

So...jangan dikendurkan niat ibadahnya selama bulan Ramadhan, agar kita bisa memperoleh malam Lailatul Qadar dengan amalan yang sebanyak mungkin.

Sunday, August 7, 2011

Mikraj Dalam Shalat

Jika sang Nabi diangkat ke langit dalam peristiwa Isra Mikraj, yang mengantarkan Beliau menyaksikan rahasia-rahasia suci, serta bertemu langsung dengan sang Khalik, maka seorang mukmin sejati juga bisa merasakan mikraj ini. Medianya tak lain adalah shalat.
Ya, shalat adalah mikraj rohani mukmin, sarana dia untuk sampai dan menggapai keluhuran dan ketinggian.

Shalat dan Ketinggian.
Shalat dan ketinggian barangkali sudah bersanding secara azali. Shalat diperintahkan langsung oleh Allah Tuhan Yang Maha Tinggi dan tempat pemyampaian perintah itu adalah Sidratul Muntaha, tempat tertinggi yang penghabisan.

Kalimat azan yang menyeru,
"Hayya ala ash-sholah, hayya ala al-falah, marilah kita shalat marilah kita menuju kemenangan.."

Kalimat itu merupakan pernyataan implisit sekalugus eksplisit bahwa mereka yang shalat adalah mereka yang ditinggikan. bukankah sang juara akan berdiri paling atas dan paling terlihat diantara yang bukan pemenang...??
Demikianlah, ketinggian rohani terpampang jelas dalam amal ini bagi siap saja yang berkonsentrasi memperhatikannya.

Rasulullah SAW telah menyebutkan bahwa ashshalatu mi'rajul mu'minin yang berarti shalat itu mi'rajnya orang-orang mukmin. Inilah tamsil nan indah serta luar biasa. Jelas ada sesuatu yang dahsyat hingga Nabi menyebutkan kenyataan batin ini dnegan kalimat demikian. Kedahsyatan itu hanya bisa didapat jika kita larut dan khusyuk dalam shalat.
Artinya sebuah pengalaman yang dialami langsung, dicecap indra dan teraba oleh hati. Sayang kita sering menyia-nyiakan tamsil ini dah ini dengan tidak mengindahkan kekhusyukan shalat.

Semoga Allah mengampuni kita dan merubah perangai kita agar lebih khusyuk nantinya.