Saturday, July 30, 2011

Bukti Penguat Ikhlas

Ikhlas itu mempunyai bukti penguat dan tanda-tanda pada orang yang ikhlas. Orang yang ikhlas akan memiliki tanda sebagai berikut.

  1. Takut kepada ketenaran.
  2. Beramal secara diam-diam, jauh dari sorotan.
  3. Tidak menuntut pujian dan tidak terkecoh oleh pujian.
  4. Tidak kikir pujian terhadap orang-orang yang memang layak dipuji.
  5. Berbuat selayaknya dalam memimpin.
  6. Mencari keridhaan Allah, bukan karena kepentingan pribadi.
  7. Sabar sepanjang jalan.
  8. Merasa senang jika ada yang bergabung.
  9. Rakus dalam amal yang bermanfaat.
  10. Menginghindari ujub.
  11. Senantiasa membersihkan diri dari pujian dan sanjungan.

Itulah tanda bila seorang muslim dalam melakukan amal atau perbuatan baik didasari oleh rasa ikhlas.
(Yusuf Al Qaradhawy).

Thursday, July 28, 2011

Warisan Wanita Separuh Laki-Laki

Di antara kepastian hukum dalam syariat Islam yang agung adalah bahwa warisan wanita setengah dari warisan laki-laki bila satu derajat, baik dia sebagai anak, orang tua maupun saudara.

Dalil-dalil akan hal ini sangat gamblang, tidak ada kesamaran padanya, dan tidak mungkin diartikan kepada makna lainnya. Namun, sejauh ini dengan semakin jauhnya manusia dari zaman turunnya wahyu dan dekatnya dengan hari akhir, maka sesuatu yang sangat gambalng ini pun malah menjadi samar, atau bisa jadi disamarkan dan bahkan banyak yang memberontak akan ketidakadilan warisan.

Seperti ada kabut dalam mengartikan dalil yang sudah jelas itu. Kabut kebodohan manusia dari ajaran agamanya, asap kerancuan pemikiran yang merasuk ke dalam tubuh kaum muslimin sendiri dan berbagai selimut lainnya.

Akankah kondisi ini akan terus berlanjut?

Inilah ayat Al Qur'an yang menyatakan hal pembagian warisan antara laki-laki dan perempuan.


ُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الأنْثَيَيْنِ فَإِنْ كُنَّ نِسَاءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ وَإِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ وَلأبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِنْ كَانَ لَهُ وَلَدٌ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلأمِّهِ الثُّلُثُ فَإِنْ كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ فَلأمِّهِ السُّدُسُ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا
(QS. An-Nisaa': 11)

Artinya:
Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu.
Yaitu bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, Maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, Maka ia memperoleh separo harta. dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), Maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, Maka ibunya mendapat seperenam.

(Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Bukankah ayat tersebut sangat jelas, dalam arti mudah untuk dipahami meskipun tidak melihat penjelasan hadits yang lebih lanjut.
Akankah kita tidak patuh terhadap perintah-Nya?

Tuesday, July 26, 2011

Asal Mula Ziarah Kubur

Ziarah Kubur Pada Awalnya.
Ziarah kubur dahulu memang sering dilakukan oleh orang-orang jahiliyah, bahkan pada zaman itu, kuburan menjadi salah satu sumber dan sasaran pembaktian kaum penyembah berhala, sehingga pada saat itu ziarah kubur dilarang oleh Nabi Muhammad SAW karena takut akan terjadi kesyirikan.
Sedangkan iman dan tauhid yang ditanamkan oleh Rasulullah SAW kepada para pengikutnya baru saja pada tahap permulaan, belum mendarah daging dalam jiwa mereka.

Kapan Ziarah Kubur Dibolehkan.
Ziarah kubur itu kemudian diperbolehkan oleh Nabi sebagaimana dalam salah satu haditsnya.
Rasullah SAW bersabda,
"Berziarahlah kamu agar kamu teringat kepada kematian."
(HR. Ahmad dan Muslim).

Jadi, dengan ziarah kubur tersebut kita diharapkan bisa mengambil pelajaran, khususnya agar kita ingat akan mati. Kalau seorang ingat akan mati, otomatis akan menjadi takut akan azab Allah SWT bilamana tidak mempunyai bekal untuk menuju ke sana.

Hikmah Ziarah Kubur.
Ziaah kubur bisa mengingatkan kita bahwa kematian itu pasti akan datang. Kalau sudah ingat nanti bakal mati, kita juga akan mempersiapkan bekal-bekal untuk menghadapinya.
Artinya, kematian akan menjadi warning bagi kita untuk senantiasa ingat bahwa suatu saat kita pasti akan kembali kepada Allah SWT.

Ada Orang Yang Mengatakan Ziarah Kubur Syirik.
Kalau menurut admin, syirik itu kan tergantung pada keyakinan masing-masing. Kalau kita ziarah kubur niatnya untuk meminta atau memohon sesuatu kepada ahli kubur atau kuburan, itulah yang dinamakan syirik. Karena hanya kepada Allah SWT saja seharusnya kita meminta, bukan kepada yang lain.

Akan tetapi kalau niatnya adalah untuk mendoakan orang yang sudah meninggal serta mengambil pelajaran dari hal tersebut, menurut saya itu bukan syirik. Dan maksud yang terakhir inilah yang sesuai dengan arti hadits Nabi tersebut.
Ingat, semua amal tergantung dari niat.

Wallahu A'lam.

Saturday, July 23, 2011

Jangan Meremehkan Nikmat

Renungan hadits kali ini tentang nikmat. Kita harus selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita, entah nikmat itu sedikit atau banyak, dimanapun berada. Janganlah sekali-kali kita menganggap remeh akan nikmat yang telah diberikan.
Dengan mensyukuri nikmat, maka hati kita akan menjadi tentram. Rasa iri kepada seseorang akan sirna kalau kita bisa menerapkan rasa syukurini.

Rasulullah SAW bersabda:

انضرو الى من اسفل منكم ولاتنضروا الى من هوفوقكم فهواجدرو ان لاتزدروا نعمة الله عليكم

Artinya:
Perhatikanlah orang yang berada di bawahmu dan jangan kamu memperhatikan orang yang berada di atasmu, karena yang demikian itu lebih pantas, agar kamu semua tidak menganggap remeh nikmat Allah yang telah dikaruniakan kepadamu.
(HR. Bukhari dan Muslim).

Thursday, July 21, 2011

Surat An Nas

Surat An Nas Surat dari Al Qur'an yang ke 114 dengan 6 ayatnya:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (١)
مَلِكِ النَّاسِ (٢)
إِلَهِ النَّاسِ (٣)
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (٤)
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (٥)

Artinya:
1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
2. raja manusia.
3. sembahan manusia.
4. dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6. dari (golongan) jin dan manusia.

Tuesday, July 19, 2011

Awal Penciptaan Jin

Allah SWT menciptakan jin sebelum menciptakan manusia dengan selisih waktu yang lama bila dikiaskan pada manusia dan jin sendiri.
Allah SWT berfirman,

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الإنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ
وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ

Artinya:
"Dan Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas sebelum itu."
(QS. Al-Hijr: 26-27).




Kalimat "sebelum itu" dalam ayat di atas mengisyaratkan pada waktu yang sangat lama yang menunjukkan usia penghunian jin di muka bumu sebelum manuisa. Dengan demikian, selisih waktu tersebut bukan hanya 40 tahun sebagaimana yang dikatakan sementara orang, akan tetapi ia merupakan waktu yang sangat lama, bahkan jika dikiaskan dengan jin sekalipun.

Sebab, waktu 40 tahun bisa jadi melebihi waktu penyusuan bayi jin. Kemungkinan tersebut setara dengan 2000 tahun seperti yang terdapat dalam pendapat yang dinisbatkan kepada Abdullah bin 'Amr bin "ash, dalam suatu riwayat, atau mungkin juga bisa lebih dari itu. Sebuah rentang waktu yang lama dan hanya Allah saja yang mengetahui secara pasti.

Bahasa Tertua di Dunia

Apabila para sarjana antropologi dan kebudayaan kuno menegaskan bahwa bahasa tertua di dunia adalah Bahasa Sumeria, yang sejarahnya mengakar kira-kira 3500 tahun sebelum Masehi, yaitu masa yang dalam nisbatnya dengan sejarah umum manusia setara dengan lima detik.

Namun dalam Agama Islam, kita berpendapat bahwa Bahasa Arab adalah bahasa induk bagi bahasa-bahasa umat manusia seluruhnya. Bahasa Arab adalah bahasa pertama dan darinya muncullah bahasa-bahasa kuno lainnya yang juga disevut sebagai Bahasa Aramia, yang merupakan cabang darinya. Hal ini berdasar pada telah ditemukannya beberapa teks dalam bahasa Aramia yang mengacu pada abad ke 14 sebelum masehi, suatu bahasa yang dalam skala besar, terdiri dari bentuk-bentuk huruf Arab sekarang ini.

Wallahu A'lam.

Arti Kata Jin

Jin adalah nama jenis, bentuk tunggalnya adalah Jiniy yang artnya adalah yang tersembunyi atau yang tertutup atau yang tak terlihat.
Hal inilah yang memungkinkan kita untuk mengaitkannya dengan sifat yang umum "Alam Tersembunyi" sekalipun akidah Islam memaksudkannya dengan makhluk-makhluk berakal, berkehendak, sadar dan mempunyai kewajiban, berjasad halus dan hidup bersama-sama kita di planet bumi ini.
ج ن
Dalam segi bahasa,Al-Jinn adalaha lawan kata dari An-Ins (manusia).
Kosakata dalam bahasa Arab yangterdiri dari huruf Jim dan Nun, dengan berbagai bentuknya, memiliki pengertian "benda" atau "makhluk" yang tersembunyi.

Sunday, July 17, 2011

Arti Doa Sapu Jagat

Dinamakan sapu jagat karena doa itu meliputi seluruh persoalan hidup, yang kecil hingga yang besar dan yang sepele hingga yang paling penting.
Semuanya dimintakan kebaikan dengan doa sapu jagat ini.

Kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, doa ini sangat luas cakupannya.
Doa sapu jagat berbunyi:
"Robbana aatina fid dun ya khasanah wafil akhiroti khasanah waqina adzaban naar."

Sikap Orang Mukmin Terhadap Musibah

Orang mukmin bila dilanda musibah, dia selalu berbaik sangka kepada Allah SWT.
Musibah itu membawa kebaikan akhirat seperti sabda Rasulullah SAW.

Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin itu bahwa semuanya baik, tidak ada yang tidak baik. Dan yang demikian itu hanya dimiliki oleh seorang mukmin, tidak bagi yang non mukmin.
Yaitu jika mendapatkan kesenangan, dia bersyukur dan itu adalah baik (baginya), dan jika dia mendapatkan hal-hal yang menyedihkan, dia sabar dan itu pun baik baginya.
(HR. Muslim).

Friday, July 15, 2011

Surat Al Fatehah

Surat Al Fatehah dalam Al Qur'an kebanyakan sudah banyak yang menghafalnya, dan surat ini memang menjadi salah satu ayat yang dibaca untuk menjalankan ibadah shalat di tiap rakaatnya


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (١)
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (٢)
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (٣)
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (٤)
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (٥)
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (٦)
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ (٧)



Artinya:
1. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
4. Yang menguasai di hari Pembalasan.
5. Hanya Engkaulah yang Kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan.
6. Tunjukilah Kami jalan yang lurus,
7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Tuesday, July 12, 2011

Mengadakan Perjalanan

Dengan mengadakan perjalanan, kita bisa bertafakkur terhadap ayat-ayat kauniyah (makhluk) Allah, bagaimana Dia telah menciptakan.

Allah SWT berfirman,
"Berjalanlah di (muka) bumi, lalu perhatikanlah Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Al-Ankabut (29): 20).

Asmaul Husna

Salah satu rahasia doa agar diteriam Allah SWT adalah mengawali dengan memuji Allah dengan nama-namaNya, yakni Asmaul Husna.
Dengan Asmaul Husna, Insya Allah doa kita mudah diterima Allah.

Asmaul Husna merupakan amalan yang bermanfaat dan mempunyai nilai yang tak terhingga tingginya.
Allah SWT berfirman,

وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya:
"Allah memiliki Asmaul Husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan (menyebut) namaNya yang baik itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan."
(QS. Al A'raf: 180)

Sunday, July 10, 2011

Kekuatan Doa

Seseorang yang ingin memiliki kekuatan rohani pada dirinya, hendaklah memperbanyak doa kepada orang lain, disamping untuk diri sendiri dan keluarganya.

Caranya, cobalah Anda mendoakan seseorang yang Anda kenal dimana itu orang itu sedang mengalami kesulitan.
Menurut para ahli hikmah, seseorang yang mendoakan sesamanya maka reaksi doa itu akan kembali kepadanya.

Karena itu, semakin banyak Anda berdoa untuk kebaikan sahabat, guru Anda, orang yang Anda kenal atau tidak, siapapun juga, maka akan semakin banyak kebaikan yang akan Anda rasakan.

Friday, July 1, 2011

Rumah Tempat Kebahagiaan

Rumah adalah tempat manusia menghabiskan sisa aktivitasnya di luar rumah, baik untuk istirahat, bercengkrama dan berbagi rasa.
Bahkan lebih jauh dari itu ia merupakan sekolah dan tempat pendidikan bagi anak cucu manusia yang beriman.

Rasulullah SAW bersabda,
"Empat hal yang termasuk kebahagiaan: istri yang sholihah, rumah yang luas, tetangga yang baik dan kendaraan yang menyenangkan."
(HR. Ibnu Hibban).

Khasiat Surat Al Waqiah

Khasiat dari surat Al Waqi'ah kita bisa membaca hadits di bawah ini.

Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa yang membaca surat Al Waqi'ah setiap malam, maka dirinya tidak akan ditimpa kemiskinan."

Amalam tersebut banyak digunakan oleh umat islam untuk memperoleh kesuksesan dalam dunia bisnis.

Membaca Kitab Non Muslim

Tidak ada larangan bagi seorang muslim untuk membaca buku atau kitab suci agama orang lain.
Al Qur'an mengajarkan umat Islam untuk selalu membaca, bahkan wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah SAW adalah tentang perintah membaca.

Allah SWT berfirman,
"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan."

Kalau memperhatikan ayat di atas, bahwa aktivitas membaca dan buku-buku yang dibaca haruslah yang mendatangkan semangat mengagungkan nama Tuhan kita.
Wallahu A'lam.