Jaman sekarang banyak para ibu yang bekerja membantu suaminya dalam memenuhi kebutuhan keluarganya.
Lalu bagaimana bila suami menggunakan gaji yang didapat oleh istri tersebut.
Sebagaian ulama menjawab diperbolehkan menggunakan gaji isti asalkan ia ridha dan tanpa paksaan. Begitu juga segala sesuatu yang diberikan merupakan bantuan yang dapat diambilnya.
Hal ini berdasarkan firman Allah SWT,
"..kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya."
(QS. An Nisa).
Meskipun hal itu tanpa tanda bukti, namun jika Anda memberikan tanda bukti, maka akan lebih aman jika sewaktu-waktu diminta oleh keluarga dan kerabatnya, atau ia memintanya kembali.
Uswah Islam Merupakan Cerita Suri Tauladan dari Sahabat Nabi Muhammad SAW Untuk dijadikan Pelajaran Buat Kita Semua
Wednesday, June 29, 2011
Makna Al-Afuww
Kata Al Afuww bermakna superlatif, yakni bahwa Allah banyak memaafkan. Sedangkan kata Al-Afw berarti memaafkan dosa-dosa dan tidak membalas orang-orang yang berbuat salah. Satu pendapat menyatakan bahwa Al-Afuww merupakan kata bentukan dari Araf ar-riih al-atsara, yang bermakna angin itu menyapu dan menghilangkan bekas.
Seakan-akan orang yang memaafkan dosa itu menghapuskan dosa itu dengan maafnya.
Makna kata ini juga merujuk pada arti meninggalkan sesuatu dan memintanya.
Karenanya, Afwu adalah meninggalkan sanksi pada yang bersalah, seperti kita meninggalkan amarah kepada orang yang melakukan kesalahan terhadap kita.
Sejalan dengan makna ini adalah afiat yang bermakna perlindungan Allah atas keburukan. Perlindungan adalah penutupan, karenanya Afwu juga berarti menutup.
Dalam tafsirnya, Imam Al Ghazali mengatakan bahwa Al-Afuww berarti yang menghapuskan keburukan-keburukan dan mengampuni kekejian.
Al Afuww ini juga merupakan nama indah Alllah SWT yang berarti Maha Pemaaf kepada hamba-Nya.
Allah SWT berfirman,
"Jika kamu menampakkan suatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa."
(QS. An-Nisa: 149).
Seakan-akan orang yang memaafkan dosa itu menghapuskan dosa itu dengan maafnya.
Makna kata ini juga merujuk pada arti meninggalkan sesuatu dan memintanya.
Karenanya, Afwu adalah meninggalkan sanksi pada yang bersalah, seperti kita meninggalkan amarah kepada orang yang melakukan kesalahan terhadap kita.
Sejalan dengan makna ini adalah afiat yang bermakna perlindungan Allah atas keburukan. Perlindungan adalah penutupan, karenanya Afwu juga berarti menutup.
Dalam tafsirnya, Imam Al Ghazali mengatakan bahwa Al-Afuww berarti yang menghapuskan keburukan-keburukan dan mengampuni kekejian.
Al Afuww ini juga merupakan nama indah Alllah SWT yang berarti Maha Pemaaf kepada hamba-Nya.
Allah SWT berfirman,
"Jika kamu menampakkan suatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa."
(QS. An-Nisa: 149).
Tuesday, June 28, 2011
Wanita Terbaik
Islam memberikan balasan kepada istri yang salehah, yakni surga.
Karena surga merupakan tempat yang paling mulia untuk orang-orang yang beriman kepada Allah dan selalu menjaga harga dirinya.
Rasulullah SAW bersabda kepada Umar bin Khattab,
"Maukah aku beritahukan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri salehah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi, si istri akan menjaga dirinya."
(HR. Abu Dawud).
Karena surga merupakan tempat yang paling mulia untuk orang-orang yang beriman kepada Allah dan selalu menjaga harga dirinya.
Rasulullah SAW bersabda kepada Umar bin Khattab,
"Maukah aku beritahukan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri salehah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi, si istri akan menjaga dirinya."
(HR. Abu Dawud).
Sunday, June 26, 2011
Di Surga Bersama Nabi
Orang yang membaca Al Qur'an, lagi pula ia mahir, kelak akan mendapat tempat dalam surga bersama-sama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik.
Dan orang membaca Al Qur'an, tetapi tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan tampak agak berat lidahnya (belum lancar), ia akan mendapat dua pahala.
(HR. Bukhari-Muslim).
Dan orang membaca Al Qur'an, tetapi tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan tampak agak berat lidahnya (belum lancar), ia akan mendapat dua pahala.
(HR. Bukhari-Muslim).
Saturday, June 25, 2011
Dasar Hukum Puasa Senin Kamis
Senin dan kamis merupakan dua nama hari dalam kalender Hijriyah dan Masehi. Namun hari itu memiliki keistimewaan tersendiri, karena pada harh itu Rasulullah Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan puasa sunnah pada hari-hari itu.
Puasa Senin dan Kamis adalah puasa yang paling sering dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana sabda Rasulullah dari Abu Hurairah,
"Bahwasanya Rasulullah SAW adalah orang yang paling banyak berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Ketika ditanya tentang alasannya, Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya segala amal perbuatan dipersembahkan pada hari Senin dan Kamis, maka Allah akan mengampuni dosa setiap orang muslim atau setiap orang mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan. Maka Allah berfirman,
"Tangguhkan keduanya."
(HR. Ahmad).
Puasa Senin dan Kamis adalah puasa yang paling sering dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW, sebagaimana sabda Rasulullah dari Abu Hurairah,
"Bahwasanya Rasulullah SAW adalah orang yang paling banyak berpuasa pada hari Senin dan Kamis. Ketika ditanya tentang alasannya, Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya segala amal perbuatan dipersembahkan pada hari Senin dan Kamis, maka Allah akan mengampuni dosa setiap orang muslim atau setiap orang mukmin, kecuali dua orang yang bermusuhan. Maka Allah berfirman,
"Tangguhkan keduanya."
(HR. Ahmad).
Friday, June 24, 2011
Menyambut Ramadhan
Bulan Ramadhan sudah semakin dekat. Mari kita sambut bulan yang penuh hikmah dengan limpahan berkah dan maghfirah tersebut dengan persiapan fisik dan mental yang prima.
Sebenarnya dengan menyambut bulan Ramadhan dan senang akan datangnya bulan mulia tersebut, kita sudah termasuk hamba Allah yang selamat dari neraka.
Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siap bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah mengharamkan jasadnya masuk neraka."
Sebenarnya dengan menyambut bulan Ramadhan dan senang akan datangnya bulan mulia tersebut, kita sudah termasuk hamba Allah yang selamat dari neraka.
Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siap bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan, maka Allah mengharamkan jasadnya masuk neraka."
Benarkah Nabi Isa Masih Hidup
Nabi Isa a.s disebut Yesus Kristus dalam agama Kristen.
Dalam bahasa Ibrani, Isa adalah Yesyu dan dalam Injil disebut Yesus.
Dalam Islam, Isa hanya manusia biasa, bukan Tuhan. Ia hanya seorang utusan Allah seperti para rasul lainnya.
Nabi Isa diutus Allah hanya untuk bangsa Israil.
Dalam Al Qur'an, Allah SWT berfirman'
"Dan (sebagai) rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka):
'Sungguh aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung, kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak, dan aku menghidupkan orang mata dengan seizin Allah. Dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu.
Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman."
(QS. Ali Imran: 49).
Sekalipun Isa adalah Yesus dalam pandangan Kristen, namun sebaiknya umat Islam memanggilnya Isa sesuai dengan panggilan dalam Al Qur'an.
Karena manusia biasa, maka ia juga mati seperti manusia pada umumnya.
Bagaimana peristiwa kematiannya?
Dalam Al Qur'an ia tidak mati di tiang salib.
Allah SWT berfirman,
"Dan karena ucapan mereka: 'Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.
Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang pembunuhan Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu.
Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa."
(QS. An Nisa': 157-158).
Menurut sebagian ulama, Nabi Isa masih hidup dengan cara yang dirahasiakan Allah.
Suatu saat nanti ia akan turun ke bumi untuk meluruskan kepercayaan manusia yang salah terhadap dirinya.
Sedangkan menurut ulama yang lain, ia telah benar-benar wafat.
Perbedaan pendapat itu berpangkal pada firman Allah SWT,
"Ingatlah ketika Allah berfirman,
'Hai Isa, sesungguhnya kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang kafir hingga hari kiamat.
Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya."
(QS. Ali Imran: 55).
Sekalipun kepercayaan kita berbeda dengan saudara kita yang Kristen tentang Nabi Isa a.s, kita wajib tetap menghormati keyakinan mereka dan memberi hak sepenuhnya untuk beribadah menurut keimanan tersebut.
Wallahu A'lam.
Dalam bahasa Ibrani, Isa adalah Yesyu dan dalam Injil disebut Yesus.
Dalam Islam, Isa hanya manusia biasa, bukan Tuhan. Ia hanya seorang utusan Allah seperti para rasul lainnya.
Nabi Isa diutus Allah hanya untuk bangsa Israil.
Dalam Al Qur'an, Allah SWT berfirman'
"Dan (sebagai) rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka):
'Sungguh aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung, kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah. Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak, dan aku menghidupkan orang mata dengan seizin Allah. Dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu.
Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman."
(QS. Ali Imran: 49).
Sekalipun Isa adalah Yesus dalam pandangan Kristen, namun sebaiknya umat Islam memanggilnya Isa sesuai dengan panggilan dalam Al Qur'an.
Karena manusia biasa, maka ia juga mati seperti manusia pada umumnya.
Bagaimana peristiwa kematiannya?
Dalam Al Qur'an ia tidak mati di tiang salib.
Allah SWT berfirman,
"Dan karena ucapan mereka: 'Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.
Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang pembunuhan Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu.
Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa."
(QS. An Nisa': 157-158).
Menurut sebagian ulama, Nabi Isa masih hidup dengan cara yang dirahasiakan Allah.
Suatu saat nanti ia akan turun ke bumi untuk meluruskan kepercayaan manusia yang salah terhadap dirinya.
Sedangkan menurut ulama yang lain, ia telah benar-benar wafat.
Perbedaan pendapat itu berpangkal pada firman Allah SWT,
"Ingatlah ketika Allah berfirman,
'Hai Isa, sesungguhnya kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang kafir hingga hari kiamat.
Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu aku memutuskan di antaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya."
(QS. Ali Imran: 55).
Sekalipun kepercayaan kita berbeda dengan saudara kita yang Kristen tentang Nabi Isa a.s, kita wajib tetap menghormati keyakinan mereka dan memberi hak sepenuhnya untuk beribadah menurut keimanan tersebut.
Wallahu A'lam.
Wednesday, June 22, 2011
Berjuang Beramal Beribadah
Allah SWT dan Rasul-Nya senantiasa memerintahkan umatnya untuk senantiasa berjuang dalam beramal dan beribadah, dan bersabar atas susah dan capeknya ibadah.
Allah SWT berfirman,
Katakanlah:"Beramallah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat amal perbuatanmu itu."
(QS. At-Taubah: 905).
Allah SWT berfirman,
Katakanlah:"Beramallah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat amal perbuatanmu itu."
(QS. At-Taubah: 905).
Setiap Semangat Ada Masa Lemahnya
Rasulullah SAW bersabda,
"Setiap amal perbuatan ada masa semangatnya, dan setiap semangat ada masa lemahnya. Barang siapa yang masa lemahnya menuju pada sunnahku, maka sungguh dia telah mendapatkan petunjuk.
Namun barang siapa yang masa lemahnya menuju pada yang lainnya, maka sungguh dia telah binasa."
(HR. Ahmad).
"Setiap amal perbuatan ada masa semangatnya, dan setiap semangat ada masa lemahnya. Barang siapa yang masa lemahnya menuju pada sunnahku, maka sungguh dia telah mendapatkan petunjuk.
Namun barang siapa yang masa lemahnya menuju pada yang lainnya, maka sungguh dia telah binasa."
(HR. Ahmad).
Waktu Luang dan Longgar
Janganlah kita sampai terjerumus kepada apa yang diperingatkan oleh Rasulullah SAW tentang waktu yang luang dan longgar.
Rasulullah SAW bersabda,
"Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, kesehatan dan waktu luang."
(HR. Bukhari).
Rasulullah SAW bersabda,
"Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, kesehatan dan waktu luang."
(HR. Bukhari).
Monday, June 20, 2011
Perintah Berbuat Kebaikan
Islam memerintahkan segala sesuatu yang bisa ditunaikan oleh seseorang kepada orang lain berupa kebaikan apapun, misalnya mengajarkan ilmu, menganjurkan berbuat kebaikan, menyambung silaturrahmi, berbuat baik kepada kedua orang tua, mendamaikan perseteruan, memberi nasehat dan sebagainya.
Allah SWT berfirman,
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan.
Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran."
(QS. An-Nahl: 90).
Allah SWT berfirman,
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan.
Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran."
(QS. An-Nahl: 90).
Saturday, June 18, 2011
Tiga Orang Yang Dicintai Allah
Ada tiga orang yang dicintai oleh Allah SWT, dan hal ini merujuk kepada hadits Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bersbda,
"Tiga orang yang dicintai Allah SWT, seorang yang shalat malam kemudian membaca Al Qur'an dan seorang yang bersedekah dengan sembunyi-senbunyi, seolah-olah tangan kirinya tidak tahu apa yang diberikan oleh tangan kanannya, dan seorang lelaki berperang, ketika teman-temanya berhamburan melarikan diri, ia maju menuju pertempuran."
(HR. At-Turmudzi).
Rasulullah SAW bersbda,
"Tiga orang yang dicintai Allah SWT, seorang yang shalat malam kemudian membaca Al Qur'an dan seorang yang bersedekah dengan sembunyi-senbunyi, seolah-olah tangan kirinya tidak tahu apa yang diberikan oleh tangan kanannya, dan seorang lelaki berperang, ketika teman-temanya berhamburan melarikan diri, ia maju menuju pertempuran."
(HR. At-Turmudzi).
Friday, June 17, 2011
Mengambil Harta Orang Lain
Rasulullah SAW melarang seseorang mengambil harta dan barang milik orang lain meskipun hanya untuk bersenda gurau saja, bahkan meskipun barang tersebut adalah barang yang remeh, semisal tongkat.
Dari Abdullah bin Sa'id bin Yazid dari bapaknya dari kakeknya berkata:
Rasulullah SAW bersabda,
"Janganlah salah seorang di antara kalain mengambil tongkat saudaranya, baik sekedar untuk main-main ataupun sungguhan.
Barang siapa yang mengambil tongkat saudaranya maka hendaklah dia mengembalikannya."
(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi).
Dari Abdullah bin Sa'id bin Yazid dari bapaknya dari kakeknya berkata:
Rasulullah SAW bersabda,
"Janganlah salah seorang di antara kalain mengambil tongkat saudaranya, baik sekedar untuk main-main ataupun sungguhan.
Barang siapa yang mengambil tongkat saudaranya maka hendaklah dia mengembalikannya."
(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi).
Thursday, June 16, 2011
Fenomena Alamiah
Hingga saat ini, Bangsa Indonesia telah mengalami banyak bencana dan musibah.
Sungguh sebagai muslim yang baik tak sepantasnya musibah yang telah terjadi adalah hanya fenomena alam belaka. Pasti ada sebab dibalik itu semua.
Hubungkan segala sesuatu dengan faktor keimanan.
Ketahuilah bahwa sangat erat hubungan antara keimanan dengan kenyamanan hidup dan kesejahteraan, serta sangat erat hubungannya antara kemaksiatan dengan kesengsaraan dan malapetaka.
Allah SWT berfirman,
"Seandainya penduduk negeri-negeri mau beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapimereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya."
(QS. Al A'raf: 96).
Semoga semua musibah yang melanda negeri ini akan menjadi cambuk buat kita untuk semakin memacu diri menuju ketaatan dan keridhaan Allah SWT.
Sungguh sebagai muslim yang baik tak sepantasnya musibah yang telah terjadi adalah hanya fenomena alam belaka. Pasti ada sebab dibalik itu semua.
Hubungkan segala sesuatu dengan faktor keimanan.
Ketahuilah bahwa sangat erat hubungan antara keimanan dengan kenyamanan hidup dan kesejahteraan, serta sangat erat hubungannya antara kemaksiatan dengan kesengsaraan dan malapetaka.
Allah SWT berfirman,
"Seandainya penduduk negeri-negeri mau beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapimereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya."
(QS. Al A'raf: 96).
Semoga semua musibah yang melanda negeri ini akan menjadi cambuk buat kita untuk semakin memacu diri menuju ketaatan dan keridhaan Allah SWT.
Wednesday, June 15, 2011
Saling Membantu
Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa yang memiliki kelebihan kendaraan, maka hendaknya ia bermurah hati kepada yang tidak memiliki kendaraan.
Dan barang siapa yang membawa kelebihan bekal, maka hendaknya ia memberikan orang yang tidak memiliki bekal."
(HR. Muslim).
"Barang siapa yang memiliki kelebihan kendaraan, maka hendaknya ia bermurah hati kepada yang tidak memiliki kendaraan.
Dan barang siapa yang membawa kelebihan bekal, maka hendaknya ia memberikan orang yang tidak memiliki bekal."
(HR. Muslim).
Tuesday, June 14, 2011
Menghormati Ulama
Ilmu memiliki keutamaan yang agung dan sungguh Allah SWT telah meninggikan derajat para ulama yang mengamalkan agamanya.
Allah SWT berfirman,
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberh ilmu beberapa derajat."
(QS. Al Mujadilah: 10).
Pada ayat Al Qur'an disebutkan, Allah SWT berfirman,
"Katakanlah, adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui."
(QS. Az Zumar: 9).
Allah SWT berfirman,
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberh ilmu beberapa derajat."
(QS. Al Mujadilah: 10).
Pada ayat Al Qur'an disebutkan, Allah SWT berfirman,
"Katakanlah, adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui."
(QS. Az Zumar: 9).
Monday, June 13, 2011
Akibat Orang Yang Keras Hati
Hati yang keras tentu berbahaya, sebagaimana kita saksikan dia pemarah, perusak, sulit menerima nasehat, egois, sulit diatur dan masih banyak lagi.
Akibat orang yang keras hatinya adalah:
Allah SWT berfirman,
"Bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan setan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am: 43).
Akibat orang yang keras hatinya adalah:
- Sulit menerima kebenaran.
- Meninggalkan ibadah.
- Merusak kehidupan manusia.
- Celaka dunia dan akhirat.
- Menjadi temannya setan.
- Hidupnya bagaikan binatang.
Allah SWT berfirman,
"Bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan setan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan."
(QS. Al-An'am: 43).
Sunday, June 12, 2011
Setan Musuh Yang Nyata
Ibnul Qoyyim berkata,
Perintah untuk menjadikan setan sebagai musuh adalah peringatan untuk mengerahkan segala usaha untuk menghancurkannya dan melawannya.
Seolah ia adalah musuh yang tidak pernah lemah dan surut untuk menyesatkan hamba sepanjang nafas.
Allah SWT juga berfirman,
"Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu."
(QS. Al Baqarah: 168).
Perintah untuk menjadikan setan sebagai musuh adalah peringatan untuk mengerahkan segala usaha untuk menghancurkannya dan melawannya.
Seolah ia adalah musuh yang tidak pernah lemah dan surut untuk menyesatkan hamba sepanjang nafas.
Allah SWT juga berfirman,
"Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu."
(QS. Al Baqarah: 168).
Musuh Manusia
Sesungguhnya Alloh menguji para hambaNya di dunia dengan musuh yang selalu mengintainya, tidak pernah melalaikannya walaupun hanya sekejap mata, tidak bosan menyesatkan sampai di penghujung hayat.
Alloh SWT berfirman,
"Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu. Karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala."
(QS. Fathir: 6).
Alloh SWT berfirman,
"Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu. Karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala."
(QS. Fathir: 6).
Baca Ini Sebelum Menikah
Sebelum pernikahan dilaksanakan, sebaiknya baca dahulu hadits berikut ini.
Rasulullah SAW bersabda,
Barang siapa yang menikahkan putrinya karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu diberkahi-Nya.
Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya.
Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan.
Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, ALlah akan menambahkan kerendahan padanya.
Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi berkah dan menambah keberkahan itu padanya.
(HR. Thabrani)
Rasulullah SAW bersabda,
Barang siapa yang menikahkan putrinya karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu diberkahi-Nya.
Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya.
Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan.
Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, ALlah akan menambahkan kerendahan padanya.
Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi berkah dan menambah keberkahan itu padanya.
(HR. Thabrani)
Saturday, June 11, 2011
Wali Nikah
Islam mengajarkan bahwa pernikahan harus dilakukan di depan wali bagi seorang wanita dewasa. Susunan wali dalam pernikahan adalah sebagai berikut:
Ayah kandung.
Ayahnya ayah kandung atau kakek dari pihak ayah.
Saudara laki-laki, baik yang masih muda (adik) atau kakak.
Anak laki-laki dari saudara laki-laki.
Paman yaitu saudara laki-laki ayah.
Anak laki-laki dari paman atau biasa disebut sepupu (laki-laki).
Seandainya semua wali dari urutan nomor satu hingga ke enam sudah meninggal atau tidak memenuhi syarat sebagai wali, maka yang menjadi wali adalah penguasa.
Rasulullah SAW bersabda,
"Tidak ada pernikahan kecuali dengan seorang wali dan dua orang saksi yang adil. Suatu pernikahan yang selain itu (tidak adanya mereka) maka nikahnya batil. Apabila terjadi perselisihan diantara mereka maka penguasa adalah wali bagi orang yang tidak memiliki wali."
(HR. Ibnu Hibban).
Ayah kandung.
Ayahnya ayah kandung atau kakek dari pihak ayah.
Saudara laki-laki, baik yang masih muda (adik) atau kakak.
Anak laki-laki dari saudara laki-laki.
Paman yaitu saudara laki-laki ayah.
Anak laki-laki dari paman atau biasa disebut sepupu (laki-laki).
Seandainya semua wali dari urutan nomor satu hingga ke enam sudah meninggal atau tidak memenuhi syarat sebagai wali, maka yang menjadi wali adalah penguasa.
Rasulullah SAW bersabda,
"Tidak ada pernikahan kecuali dengan seorang wali dan dua orang saksi yang adil. Suatu pernikahan yang selain itu (tidak adanya mereka) maka nikahnya batil. Apabila terjadi perselisihan diantara mereka maka penguasa adalah wali bagi orang yang tidak memiliki wali."
(HR. Ibnu Hibban).
Thursday, June 9, 2011
20 Amal Penambah Umur
Kalau yang dimaksud memanjangkan umur itu adalah mengundurkan ajal yang sudah ditetapkan, jelas tidak akan ada yang mampu selain Allah SWT. Tapi jika maksudnya adalah berusaha menjaga diri agar tetap sehat dan mengefektifkan umur agar lebih berdaya guna, semua manusia bisa melakukannya.
Karenanya, memanjangkan umur dapat dilakukan secara lahiriyah maupun maknawiyah.
Secara lahiriyah, agar umur panjang, seseorang harus menjaga agar tubuhnya senantiasa sehat.
Adapun secara maknawiyah, memanjangkan umur adalah melipatgandakan nilai dari berbagai aktivitas yang dilakukan.
Nah, ada 20 amal yang mampu meningkatkan poin di dunia ini.
Dengan mengamalkan ini, kita berharap semoga umur kita semakin berkualitas dan berdaya guna.
Kita memang tidak menjadi lebih lama hidup di dunia, tapi kita berharap hasil yang kita peroleh berlipat ganda hingga seakan-akan kita hidup seribu tahun lagi.
Karenanya, memanjangkan umur dapat dilakukan secara lahiriyah maupun maknawiyah.
Secara lahiriyah, agar umur panjang, seseorang harus menjaga agar tubuhnya senantiasa sehat.
Adapun secara maknawiyah, memanjangkan umur adalah melipatgandakan nilai dari berbagai aktivitas yang dilakukan.
Nah, ada 20 amal yang mampu meningkatkan poin di dunia ini.
- Shalat Jamaah.
- Shalat Sunnah di rumah.
- Qiyamul lail di malam lailatul Qadar.
- Shalat jumat dan menjaga adabnya.
- Menempati shaf awal.
- Banyak membaca surat al Ikhlas dan Al Qur'an secara menyeluruh.
- Memperbanyak tasbih.
- Shaum sunnah.
- Memberi makan orang yang berpuasa setiap kali berbuka.
- Berakhlak baik terutama pada tetangga.
- Silaturrahmi.
- Sedekah jariyah.
- Memohonkan ampun untuk orang mukmin.
- Mengajar ilmu di masjid.
- Menjadi Dai.
- Mendidik anak agar shaleh shalehah.
- Jihad di jalan Allah.
- Menjaga diri dari maksiat.
- Menjauhi kesewenangan.
- Tidak memberi teladan buruk.
Dengan mengamalkan ini, kita berharap semoga umur kita semakin berkualitas dan berdaya guna.
Kita memang tidak menjadi lebih lama hidup di dunia, tapi kita berharap hasil yang kita peroleh berlipat ganda hingga seakan-akan kita hidup seribu tahun lagi.
Tuesday, June 7, 2011
Iblis Menolong Orang Shalat
Sekali iblis tetaplah iblis.
Mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk si iblis ini.
Tak disangka dan tak dinyana, iblis membantu manusia bukan saja untuk berbuat kejelekan, namun iblis juga membantu manusia untuk berbuat kebaikan, namun dalam hal kebaikan ini tetaplah ada tujuan tunggalnya, yaitu menjerumuskan, dia tak pernah rela sedikitpun kalau anak Adam masuk surga Allah SWT.
Sekali iblis ya pastilah tetap akan menjadi iblis selamanya sampai hari kiamat.
Dikisahkan bahwa ada sahabat bernama Abdullah bin Ummi Maktum r.a yang buta.
Ia adalah seorang sosok sahabat yang senantiasa tawadlu dalam menunaikan kewajibannya sebagai hamba Allah SWT.
Abdullah telah berikrar untuk mendirikan jamaah subuh di masjid, sekalipun dia harus pergi ke masjid dengan sebatang tongkat karena buta.
Tersandung Batu
Pada keesokan harinya, seperti biasanya Abdullah pergi ke masjid untuk shalat berjamaah. Di tengah jalan, sahabat ini tersandung sebuah batu hingga bdannya tersungkur dan sebagian batu tadi mengenai wajahnya hingga darah mengalir.
Tak berapa lama kemudian, datanglah sosok lelaki tak dikenal menghampirinya, kemudian lelaki itu bertanya,
"Paman hendak pergi kemana?".
"Saya ingin memenuhi panggilan Ilahi," jawab Abdullah dengan tenang.
"Saya akan antarkan paman ke masjid, lalu nanti kembali pulang ke rumah," kata lelaki itu.
Ternyata lelaki itu menepati janjinya, diantarnya sahabat Abdullah pergi dan pulang ke masjid setiap hari.
Hingga tibalah suatu saat Abdullah ingin tahu siap nama lelaki yang selalu mengantarnya. Namun spontan saja lelaki asing itu menjawab,
"Apa yang paman inginkan dari namaku?"
"Saya ingin berdoa kepada Allah atas kebajikan yang selama ini engkau lakukan," jawab Abdullah.
"Tidak usah Paman, Paman tidak perlu berdoa untuk meringankan penderitaanku," tegasnya.
Siasat Iblis Laknatullah
Sahabat Abdullah pun tersentak dan terkejut atas jawaban lelaki itu, ia pun kemudian bersumpah atas nama Allah, meminta lelaki itu untuk tidak menemuinya lagi sampai ia tahu betul siapa dan mengapa ia terus memandunya menuju ke masjid tanpa mengharapkan balasan apapun.
Mendengar sumpah Abdullah,laki-laki itu berpikir panjang, ia kemudian berkata,
"Baiklah akan aku katakan siap diriku sebenarnya. Aku adalah Iblis," jawabnya.
Abdullah tersentak lagi, dan hampir tak percaya mendengar penuturan lelaki asing itu.
"Bagaiman mungkin engkau menuntunkuke masjid, sedangkan dirimu menghalangi manusia untuk shalat?" tanya Abdullah.
Iblis kemudian menjawab,
"Engkau masih ingat ketika dulu hendak melaksanakan shalat subuh berjamaah, lalu tersandung dan bongkahannya mengenai wajhmu?"
"Iya, akuingat," jawab Abdullah.
"Ketahuilah pada saat itu aku mendengar ucapan malaikat bahwasanya Allah telah mengampuni setengah dari dosamu. Aku takut kalau engkau tersandung untuk kedua kalinya, lalu Allah akan menghapuskan setengah dosamu yang lain.
Oleh karena itu aku selalu menuntunmu ke masjid dan mengantarkanmu pulang, aku khawatir jika engkau kembali tersandung untuk yang kedua kalinya," jelasnya.
Astaghfirullah...
Ternyata Iblis laknatullah ini tak pernah rela sedikitpun melihat hamba Allah menjadi ahli ibadah, hingga ia tak segan untuk menggunakan topeng kebaikan, khawatir kalau mangsanya akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
Mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk si iblis ini.
Tak disangka dan tak dinyana, iblis membantu manusia bukan saja untuk berbuat kejelekan, namun iblis juga membantu manusia untuk berbuat kebaikan, namun dalam hal kebaikan ini tetaplah ada tujuan tunggalnya, yaitu menjerumuskan, dia tak pernah rela sedikitpun kalau anak Adam masuk surga Allah SWT.
Sekali iblis ya pastilah tetap akan menjadi iblis selamanya sampai hari kiamat.
Dikisahkan bahwa ada sahabat bernama Abdullah bin Ummi Maktum r.a yang buta.
Ia adalah seorang sosok sahabat yang senantiasa tawadlu dalam menunaikan kewajibannya sebagai hamba Allah SWT.
Abdullah telah berikrar untuk mendirikan jamaah subuh di masjid, sekalipun dia harus pergi ke masjid dengan sebatang tongkat karena buta.
Tersandung Batu
Pada keesokan harinya, seperti biasanya Abdullah pergi ke masjid untuk shalat berjamaah. Di tengah jalan, sahabat ini tersandung sebuah batu hingga bdannya tersungkur dan sebagian batu tadi mengenai wajahnya hingga darah mengalir.Tak berapa lama kemudian, datanglah sosok lelaki tak dikenal menghampirinya, kemudian lelaki itu bertanya,
"Paman hendak pergi kemana?".
"Saya ingin memenuhi panggilan Ilahi," jawab Abdullah dengan tenang.
"Saya akan antarkan paman ke masjid, lalu nanti kembali pulang ke rumah," kata lelaki itu.
Ternyata lelaki itu menepati janjinya, diantarnya sahabat Abdullah pergi dan pulang ke masjid setiap hari.
Hingga tibalah suatu saat Abdullah ingin tahu siap nama lelaki yang selalu mengantarnya. Namun spontan saja lelaki asing itu menjawab,
"Apa yang paman inginkan dari namaku?"
"Saya ingin berdoa kepada Allah atas kebajikan yang selama ini engkau lakukan," jawab Abdullah.
"Tidak usah Paman, Paman tidak perlu berdoa untuk meringankan penderitaanku," tegasnya.
Siasat Iblis Laknatullah
Sahabat Abdullah pun tersentak dan terkejut atas jawaban lelaki itu, ia pun kemudian bersumpah atas nama Allah, meminta lelaki itu untuk tidak menemuinya lagi sampai ia tahu betul siapa dan mengapa ia terus memandunya menuju ke masjid tanpa mengharapkan balasan apapun.
Mendengar sumpah Abdullah,laki-laki itu berpikir panjang, ia kemudian berkata,"Baiklah akan aku katakan siap diriku sebenarnya. Aku adalah Iblis," jawabnya.
Abdullah tersentak lagi, dan hampir tak percaya mendengar penuturan lelaki asing itu.
"Bagaiman mungkin engkau menuntunkuke masjid, sedangkan dirimu menghalangi manusia untuk shalat?" tanya Abdullah.
Iblis kemudian menjawab,
"Engkau masih ingat ketika dulu hendak melaksanakan shalat subuh berjamaah, lalu tersandung dan bongkahannya mengenai wajhmu?"
"Iya, akuingat," jawab Abdullah.
"Ketahuilah pada saat itu aku mendengar ucapan malaikat bahwasanya Allah telah mengampuni setengah dari dosamu. Aku takut kalau engkau tersandung untuk kedua kalinya, lalu Allah akan menghapuskan setengah dosamu yang lain.
Oleh karena itu aku selalu menuntunmu ke masjid dan mengantarkanmu pulang, aku khawatir jika engkau kembali tersandung untuk yang kedua kalinya," jelasnya.
Astaghfirullah...
Ternyata Iblis laknatullah ini tak pernah rela sedikitpun melihat hamba Allah menjadi ahli ibadah, hingga ia tak segan untuk menggunakan topeng kebaikan, khawatir kalau mangsanya akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
Monday, June 6, 2011
Perkembangan Islam di Amerika
Sekitar 15 tahun yang lalu,di Anchorage, Amerika Serikat hanya ada kurang dari 200 muslim, akan tetapi kini komunitas muslim di sana jumlahnya lebih dari 3000 musli dan membuat mereka menyadari bahwa membangun masjid sangatlah perlu sebagai sarana berkumpulnya umat Islam di daerah tersebut.
Di Anchorage, warga yang memeluk Islam semakin lama semakin banyak.

Untuk memenuhi kebutuhan komunitas muslim, tersedia toko grosir halal dan rezto pizza halal, hanya saja hingga kini komunitas muslim di sana belum memiliki masjid sebagai sarana shalat berjamaah dan pusat kegiatan serta pertemuan komunitas di kawasan Alaska tersebut.
Pada tahun yang lalu, komunitas muslim Anchorage mengajukan permohonan izin ke pemerintah kota untuk embangun sebuah Islamic Center, termasuk di dalamnya pembangunan sebuah masjid.
Lokasinya di Old Seward Highway dengan pemandangan alam ke arah pegunungan Chugach.
Bulan Oktober tahun lalu pembangunan pondasi masjid dimulai, dan diperkirakan menelan biaya 2.9 juta dollar.
Sangat kasihan mereka, selama bertahun-tahun komunitas muslim Anchorage harus meminjam gedung untuk dijadikan pusat komunitas muslim, dan akibatnya mereka sering berpindah gedung.
Sedangkan untuk acara-acara yang lebih besar, komunitas muslim di sana menyewa aula di pusat rekreasi di Spenard atau di FairView, sangat jauh sekali bedanya dengan komunitas muslim di Indonesia.
Melihat kondisi yang demikian, ada seorang warga muslim dan pemilik Juba Halal Market di Anchorage Umal Samatar yang memperjuangkan akan keberadaan sebuah masjid demi komunitas muslim yang pemeluknya sudah mencapai angka ribuan.
Selain itu para pemuka muslim lain bernama Lamin Jobarteh juga turut memperjuangkan dengan gigih pembangunan masjid di Anchorage.
Aparat kepolisian, masyarakat Alaska ternyata cukup toleran dan terbuka menerima kehadiran komunitas muslim, bahkan banyak warga yang menelepon dan meninggalkan pesan akan mendukung mendukung pembangunan masjid di Anchorage, masjid pertama di Alaska, Amerika Serikat.
Di Anchorage, warga yang memeluk Islam semakin lama semakin banyak.
Untuk memenuhi kebutuhan komunitas muslim, tersedia toko grosir halal dan rezto pizza halal, hanya saja hingga kini komunitas muslim di sana belum memiliki masjid sebagai sarana shalat berjamaah dan pusat kegiatan serta pertemuan komunitas di kawasan Alaska tersebut.
Pada tahun yang lalu, komunitas muslim Anchorage mengajukan permohonan izin ke pemerintah kota untuk embangun sebuah Islamic Center, termasuk di dalamnya pembangunan sebuah masjid.
Lokasinya di Old Seward Highway dengan pemandangan alam ke arah pegunungan Chugach.
Bulan Oktober tahun lalu pembangunan pondasi masjid dimulai, dan diperkirakan menelan biaya 2.9 juta dollar.
Sedangkan untuk acara-acara yang lebih besar, komunitas muslim di sana menyewa aula di pusat rekreasi di Spenard atau di FairView, sangat jauh sekali bedanya dengan komunitas muslim di Indonesia.
Melihat kondisi yang demikian, ada seorang warga muslim dan pemilik Juba Halal Market di Anchorage Umal Samatar yang memperjuangkan akan keberadaan sebuah masjid demi komunitas muslim yang pemeluknya sudah mencapai angka ribuan.
Selain itu para pemuka muslim lain bernama Lamin Jobarteh juga turut memperjuangkan dengan gigih pembangunan masjid di Anchorage.
Aparat kepolisian, masyarakat Alaska ternyata cukup toleran dan terbuka menerima kehadiran komunitas muslim, bahkan banyak warga yang menelepon dan meninggalkan pesan akan mendukung mendukung pembangunan masjid di Anchorage, masjid pertama di Alaska, Amerika Serikat.
Sunday, June 5, 2011
Ikat Nikmat Dengan Syukur
Begitu indahnya nikmat saat direspon dengan syukur.
Sungguh kesyukuran itu bahkan lebih berharga nilainya dari nikmat yang disyukuri, karena ia akan melahirkan banyak sekali buah dan faedah yang dirasakan nikmatnya dalam segala sisi, baik di dunia maupun di akhirat.
Tidaklah mengherankan jika target setan menggoda manusia dari segala arah adalah untuk menjauhkan manusia dari rasa syukur.
Al Qur'an telah menyebutkan bahwa,
Iblis berkata,
"Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka.
Dan Engkau tidak akan mendapati mereka bersyukur."
(QS. Al-A'raf: 17).
Setan tidak ingin manusia mendapatkan faedah melimpah karena bersyukur.
Karena orang yang bersyukur tak hanya terhindar dari siksa akhirat, tapi juga bisa mengenyam selaksa kebahagian di dunia.
Sungguh kesyukuran itu bahkan lebih berharga nilainya dari nikmat yang disyukuri, karena ia akan melahirkan banyak sekali buah dan faedah yang dirasakan nikmatnya dalam segala sisi, baik di dunia maupun di akhirat.
Tidaklah mengherankan jika target setan menggoda manusia dari segala arah adalah untuk menjauhkan manusia dari rasa syukur.
Al Qur'an telah menyebutkan bahwa,
Iblis berkata,
"Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka.
Dan Engkau tidak akan mendapati mereka bersyukur."
(QS. Al-A'raf: 17).
Setan tidak ingin manusia mendapatkan faedah melimpah karena bersyukur.
Karena orang yang bersyukur tak hanya terhindar dari siksa akhirat, tapi juga bisa mengenyam selaksa kebahagian di dunia.
Saturday, June 4, 2011
Zigot Dalam Al Qur'an
Ketika sperma dari laki-laki bergabung dengan sel telur wanita, intisari bayi yang akan lahir terbentuk. Sel tunggal yang dikenal sebagai "Zigot" dalam ilmu biologi ini akan segera berkembang biak dengan membelah diri hinga akhirnya menjadi "Segumpal Daging".
Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia dengan bantuan mikroskp. Namun Zigot tersebut tidak melewatkan tahap pertumbuhannya begitu saja. Ia melekat pada dinding rahim seperti akar yang kokoh menancap di bumi dengan carangnya.
Melalui hubungan seperti ini, Zigot mampu mendapatkan zat-zat penting dari tubuh sang ibu bagi pertumbuhannya.
Salah satu keajaiban yang disebutkan dalam Al Qur'an akhirnya terungkap. Saat merujuk pada zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu, Allah SWT menggunakan kata "Alaq" dalam Al Qur'an,
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari 'alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmu lah Yang Maha Pemurah."
(QS. Al 'Alaq: 1-3).
Arti kata 'Alaq dalam bahasa Arab adalah tempat.
Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk mengjisap darah.
Tentunya bukanlah suatu kebetulan bahwa sebuah kata yang demikian tepat digunakan untuk zigot yang sednag tumbuh dalam rahim ibu.
Hal ini sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur'an merupakan wahyu dari Allah SWT, Tuhan Semesta Alam.
Tentu saja hal ini hanya dapat dilihat oleh manusia dengan bantuan mikroskp. Namun Zigot tersebut tidak melewatkan tahap pertumbuhannya begitu saja. Ia melekat pada dinding rahim seperti akar yang kokoh menancap di bumi dengan carangnya.
Melalui hubungan seperti ini, Zigot mampu mendapatkan zat-zat penting dari tubuh sang ibu bagi pertumbuhannya.
Salah satu keajaiban yang disebutkan dalam Al Qur'an akhirnya terungkap. Saat merujuk pada zigot yang sedang tumbuh dalam rahim ibu, Allah SWT menggunakan kata "Alaq" dalam Al Qur'an,
"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari 'alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmu lah Yang Maha Pemurah."
(QS. Al 'Alaq: 1-3).
Arti kata 'Alaq dalam bahasa Arab adalah tempat.
Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk mengjisap darah.
Tentunya bukanlah suatu kebetulan bahwa sebuah kata yang demikian tepat digunakan untuk zigot yang sednag tumbuh dalam rahim ibu.
Hal ini sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur'an merupakan wahyu dari Allah SWT, Tuhan Semesta Alam.
Friday, June 3, 2011
Suami Melarang Memakai Jilbab
Senantiasa lah kita hanya takut kepada Allah SWT, memujiNya, yang telah memerintahkan hambaNya yang beriman untuk menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.
Allah SWT berfirman,
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."
(QS. A-Tahrim: 6).
Demikia pula, Rasulullah SAW telah membebankan kepada laki-laki tanggung jawab atas keluarganya dengan sabdanya,
"Laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan akan ditanya akan apa yang menjadi tanggung jawabnya."
Dari kandungan isi Al Qur'an dan hadits di atas, atau dengan kata lain bahwa Allah SWT dan RasulNya memerintahkan demikian, lanats apakah pantas laki-laki tersebut berusaha memaksa istrinya untuk menanggalkan pakaian syar'i (jilbab) kemudian berganti mengenakan pakaian yang diharamkan yang akan menjadikan istrinya itu sumber sekaligus sasaran fitnah.
Hendaknya dia takut kepada Allah SWT akan diri dan keluarganya dan hendaknya dia bersyukur atas nikmat Allh yang telah menyenangkannya dengan memberinya istri yang shalehah.
Adapun untuk sang istri, sama sekali tidak halal baginya mentaati suami yang menyuruh menanggalkan jilbab, tak halal seorang istri mentaati suami yang dalam kemaksiatan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk jika memerintahkan berbuat maksiat kepada Allah SWT, Sang Pencipta.
Allah SWT berfirman,
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."
(QS. A-Tahrim: 6).
Demikia pula, Rasulullah SAW telah membebankan kepada laki-laki tanggung jawab atas keluarganya dengan sabdanya,
"Laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan akan ditanya akan apa yang menjadi tanggung jawabnya."
Dari kandungan isi Al Qur'an dan hadits di atas, atau dengan kata lain bahwa Allah SWT dan RasulNya memerintahkan demikian, lanats apakah pantas laki-laki tersebut berusaha memaksa istrinya untuk menanggalkan pakaian syar'i (jilbab) kemudian berganti mengenakan pakaian yang diharamkan yang akan menjadikan istrinya itu sumber sekaligus sasaran fitnah.
Hendaknya dia takut kepada Allah SWT akan diri dan keluarganya dan hendaknya dia bersyukur atas nikmat Allh yang telah menyenangkannya dengan memberinya istri yang shalehah.
Adapun untuk sang istri, sama sekali tidak halal baginya mentaati suami yang menyuruh menanggalkan jilbab, tak halal seorang istri mentaati suami yang dalam kemaksiatan kepada Allah, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk jika memerintahkan berbuat maksiat kepada Allah SWT, Sang Pencipta.
Thursday, June 2, 2011
Doa Minta Sehat
A'uudzu bika min zawaali ni'matika wa min tahawwuli 'aafiyatika wamin faj'ati naqmatika wamin jamii'i sakhathika.
Artinya:
Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari hilangnya nikmat karuniaMu, dari perubahan kesehatanMu, dari kesegeraan balasan siksaMu, dan dari semua kemurkaanMu.
Artinya:
Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari hilangnya nikmat karuniaMu, dari perubahan kesehatanMu, dari kesegeraan balasan siksaMu, dan dari semua kemurkaanMu.
Wednesday, June 1, 2011
Ziarah Kubur Yang Syirik
Ziarah kubur yang syirik yaitu penziarah ada tujuan tertentu kepada ahli kubur, berdoa kepada selain AllahSWT agar memperoleh manfaat dan dijauhkan dari mara bahaya, seperti memohon agar disembuhkan dari sakit, agar barang yang hilang dikembalikan atau yang semisalnya yang berkaitan dengan hajat mereka.
Ini merupak perbuatan syirik besar kepada Allah SWT, dan tidak diampuni dosanya kecuali dengan bertobat.
Allah SWT berfirman,
"Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak memberi mudharat kepadamu selain ALlah. Sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang zalim.
Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia.
Dan Jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tak ada yang dapat menolak karuniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamab-hambaNya dan Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. Ynus: 106-107).
Ini merupak perbuatan syirik besar kepada Allah SWT, dan tidak diampuni dosanya kecuali dengan bertobat.
Allah SWT berfirman,
"Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak memberi mudharat kepadamu selain ALlah. Sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang zalim.
Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia.
Dan Jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tak ada yang dapat menolak karuniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendakiNya di antara hamab-hambaNya dan Dia lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. Ynus: 106-107).

