Dalam Al Qur'an telah disebutkan dengan jelas mengenai syarat berjilbab ini.
Allah SWT berfirman,
"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.
Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.
Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. Al Ahzab: 59).
Uswah Islam Merupakan Cerita Suri Tauladan dari Sahabat Nabi Muhammad SAW Untuk dijadikan Pelajaran Buat Kita Semua
Tuesday, May 31, 2011
Pemindah Singgasana Ratu Balqis
Blog Uswah Islam kali ini akan menceritakan sebuah karomah yang telah diberikan kepada seorang manusia berilmu yang bernama Ashif bin Barkhiya.
Ashif bin Barkhiya ini dikenal sebagai figur penting dalam kisah pertemuan Nabi Sulaiman a.s dengan Ratu Balqis.
Dia dikaruniai karomah berupa bisa memindahkan singgasana sang ratu hanya dalam sekedipan mata.
Ashif dahulunya adalah seorang pemboros, sering melakukan maksiat, namun kemudian dia bertobat.
Ketika Ashif dan Nabi Sulaiman bertemu, Nabi Sulaiman menyampaikan apa yang telah diwahyukan Allah tentang dirinya, dan setelah mendengar penjelasan tersebut, Ashif keluar dan menaiki bukit.
Di bukit itulah dia menengadahkan kepala ke langit dan berdoa,
"Tuhanku, Junjunganku, Engkau ya Engkau, aku ya aku, bagaimana aku akan bertobat sedangkan Engkau tidak menerima tobatku?
Bagaimana aku akan minta perlindungan dari dosa sedangkan Engkau tidak menjagaku?
Aku pasti kembali."
Demikianlah akhirnya Ashif ini mau menerima pertolongan Allah SWT, sehingga dirinya berubah drastis dari seorang yang selalu melakukan maksiat menjadi orang yang patuh kepada perintah Allah SWT.
Allah pun selalu membantunya dalam melakukan ibadah, ketaatan, penngakuan terhadap dosanya, serta tobatnya.
Pada akhirnya Allah pun memberikan karomah kepada Ashif.
Dikisahkan bahwa suatu saat Ashif bin Barkhiya berwudhu kemudian dia melakukan shalat sunnah 2 rakaat, setelah itu dia berkata kepada Nabi Sulaiman,
"Wahai Nabi Allah, arahkan pandanganmu ke arah yang jauh!"
Nabi Sulaiman pun mengarahkan pandangannya ke arah Yaman.
Setelah itu Ashif berdoa memohon bantuan Allah SWT, maka tiba-tiba singgasana Ratu Balqis yang berada di Yaman muncul di hadapan Nabi Sulaiman dan ketika melihat hal itu, Nabi Sulaiman berkata,
"Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku."
(QS. An-Naml: 40).
Berkata Sulaiman,
"Hai pembesar-pembesarku, siapakah di antara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."
Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan Jin,
"Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu, sesungguhnya aku benar-benar kuat membawanya lagi dapat dipercaya."
Berkatalah seseorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab,
"Aku akan membawa singgasana itu kepadamu itu kepada engkau sebelum matamu berkedip."
Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu telah terletak dihadapnnya, ia pun berkata,
"Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmatnya).
Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan ) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia."
(QS. An-Naml: 38-40).
Berkenaan dengan firman Allah SWT tersebut, Ibnu Katsir berkata,
"Orang itu adalah Ashif seorang juru tulis Nabi Sulaiman."
Dialah Ashif bin Barkhiya, seorang manusia yang diberi karomah oleh Allah SWT karena tobat dan doanya.
Dia selalu menjaga wudhu, seorang yang jujur dan mengetahui.
Akankah kita semua sebagai umat Islam ingkar akan kisah agung dari Al Qur'an ini?
Sebuah kisah Uswah Islam yang harus kita jadikan suri tauladan sekaligus pelajaran, betapa dekatnya Ashif bin Barkhiya ini kepada Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Ashif bin Barkhiya ini dikenal sebagai figur penting dalam kisah pertemuan Nabi Sulaiman a.s dengan Ratu Balqis.
Dia dikaruniai karomah berupa bisa memindahkan singgasana sang ratu hanya dalam sekedipan mata.
Bertobat
Dalam kitab Ihya' Ulumuddin karya sufi besar Imam AL Ghazali dikatakan bahwa Ashif bin Barkhiya adalah sepupu Nabi Sulaiman a.s, dan ada juga yang bilang bahwa dia adalah juru tulis Nabi Sulaiman.Ashif dahulunya adalah seorang pemboros, sering melakukan maksiat, namun kemudian dia bertobat.
Ketika Ashif dan Nabi Sulaiman bertemu, Nabi Sulaiman menyampaikan apa yang telah diwahyukan Allah tentang dirinya, dan setelah mendengar penjelasan tersebut, Ashif keluar dan menaiki bukit.
Di bukit itulah dia menengadahkan kepala ke langit dan berdoa,"Tuhanku, Junjunganku, Engkau ya Engkau, aku ya aku, bagaimana aku akan bertobat sedangkan Engkau tidak menerima tobatku?
Bagaimana aku akan minta perlindungan dari dosa sedangkan Engkau tidak menjagaku?
Aku pasti kembali."
Demikianlah akhirnya Ashif ini mau menerima pertolongan Allah SWT, sehingga dirinya berubah drastis dari seorang yang selalu melakukan maksiat menjadi orang yang patuh kepada perintah Allah SWT.
Allah pun selalu membantunya dalam melakukan ibadah, ketaatan, penngakuan terhadap dosanya, serta tobatnya.
Pada akhirnya Allah pun memberikan karomah kepada Ashif.
Ashif Memindahkan Singgasana Ratu Balqis
Salah satu karomahnya yang terkenal adalah ia mampu menghadirkan singgasana Ratu Balqis di Yaman untuk dibawa ke Baitul Maqdis di Palestina.Dikisahkan bahwa suatu saat Ashif bin Barkhiya berwudhu kemudian dia melakukan shalat sunnah 2 rakaat, setelah itu dia berkata kepada Nabi Sulaiman,
"Wahai Nabi Allah, arahkan pandanganmu ke arah yang jauh!"
Nabi Sulaiman pun mengarahkan pandangannya ke arah Yaman.
Setelah itu Ashif berdoa memohon bantuan Allah SWT, maka tiba-tiba singgasana Ratu Balqis yang berada di Yaman muncul di hadapan Nabi Sulaiman dan ketika melihat hal itu, Nabi Sulaiman berkata,
"Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku."
(QS. An-Naml: 40).
Ayat-Ayat Al Qur'an Yang Menjelaskan Singgasana Ratu Balqis
Dalam ayat Al Qur'an, Allah SWT berfirman,Berkata Sulaiman,
"Hai pembesar-pembesarku, siapakah di antara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."
Berkata Ifrit (yang cerdik) dari golongan Jin,
"Aku akan datang kepadamu dengan membawa singgasana itu kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu, sesungguhnya aku benar-benar kuat membawanya lagi dapat dipercaya."
Berkatalah seseorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab,
"Aku akan membawa singgasana itu kepadamu itu kepada engkau sebelum matamu berkedip."
Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu telah terletak dihadapnnya, ia pun berkata,
"Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmatnya).
Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan ) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia."
(QS. An-Naml: 38-40).
Berkenaan dengan firman Allah SWT tersebut, Ibnu Katsir berkata,
"Orang itu adalah Ashif seorang juru tulis Nabi Sulaiman."
Dialah Ashif bin Barkhiya, seorang manusia yang diberi karomah oleh Allah SWT karena tobat dan doanya.
Dia selalu menjaga wudhu, seorang yang jujur dan mengetahui.
Akankah kita semua sebagai umat Islam ingkar akan kisah agung dari Al Qur'an ini?
Sebuah kisah Uswah Islam yang harus kita jadikan suri tauladan sekaligus pelajaran, betapa dekatnya Ashif bin Barkhiya ini kepada Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Monday, May 30, 2011
Ibnu Katsir | Tentang Makrifat
Ibnu Katsir mengatakan bahwa kecintaan mereka (orang-orang beriman) kepada Allah SWT merupakan bentuk kesempurnaan makrifat mereka kepadaNya.
Mereka tidak menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu, akan tetapi mereka menyembahNya serta mengembalikan permasalahan mereka kepadaNya.
Dengan demikian mereka yang mencintai Allah hanya akan bersandar pada Allah SWT, mencintai sepenuh jiwa dan hati dan sangat bergantung pada-Nya.
Mereka tidak menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu, akan tetapi mereka menyembahNya serta mengembalikan permasalahan mereka kepadaNya.
Dengan demikian mereka yang mencintai Allah hanya akan bersandar pada Allah SWT, mencintai sepenuh jiwa dan hati dan sangat bergantung pada-Nya.
Sunday, May 29, 2011
Khamar Dalam Syariat Islam
Perlu diketahui bahwa khamar dalam syariat islam adalah segala hal yang memabukkan, baik berupa minuman atau makanan.
Rasulullah SAW bersabda,
"Setiap yang memabukkan adalah khamar, dan setiap yang memabukkan adalah haram."
(HR. Muslim).
Rasulullah SAW bersabda,
"Setiap yang memabukkan adalah khamar, dan setiap yang memabukkan adalah haram."
(HR. Muslim).
Saturday, May 28, 2011
Pemeluk Islam Meningkat
Selama 30 tahun terakhir jumlah kaum muslim di dunia telah meningkat dengan pesat. Angkat statistik tahun 1973 menunjukkah bahwa jumlah penduduk muslim dunia adalah 500 juta.
Sekarang, angka ini telah mencapai 1.5 miliar dan kini setiap empat orang salah satunya adalah Muslim.
Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk yang beragama islam akan terus bertambah dan islam akan menjadi agama terbesar di dunia. Peningkatan yang terus-menerus ini bukan hanya karena jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara muslim, tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk islam yang terus meningkat.
Sekarang, angka ini telah mencapai 1.5 miliar dan kini setiap empat orang salah satunya adalah Muslim.
Bukanlah mustahil bahwa jumlah penduduk yang beragama islam akan terus bertambah dan islam akan menjadi agama terbesar di dunia. Peningkatan yang terus-menerus ini bukan hanya karena jumlah penduduk yang terus bertambah di negara-negara muslim, tapi juga jumlah orang-orang mualaf yang baru memeluk islam yang terus meningkat.
Friday, May 27, 2011
Mencintai Allah
Mencintai Allah sudah menjadi kewajiban bagi setiap muslim karena rasa cinta menjadi ukuran keimanan dan menjadi pembeda antara muslim dan orang kafir.
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT,
"Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.
Adapun orang-orang yang beriman amat sangat mencintai Allah, dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa pada hari kiamat, bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya niscaya mereka menyesal."
(QS. Al Baqarah: 165).
Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT,
"Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.
Adapun orang-orang yang beriman amat sangat mencintai Allah, dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa pada hari kiamat, bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya niscaya mereka menyesal."
(QS. Al Baqarah: 165).
Thursday, May 26, 2011
Keutamaan Ali bin Abi Thalib
Tidak diragukan lagi bahwa Ali bi Abi Thalib adalah sahabat dan khalifah ke empat yang terbaik sesudah Abu Bakar, Umar dan Ustman dalam pimpinan Islam.
Adapun orang-orang syi'ah yang lebih mengutamakan Ali dari ketiga shabat tersebut, bahkan memusuhi dan mengkafirkan selainnya.
Hal itu hanya didasari oleh sifat fanatik buta belaka yang membuat hati juga menjadai buta, sehingga tidak bisa dan tidak mau melihat kebenaran.
Ali bi Abi Thalib termasuk salah seorang dari sepuluh orang yang dikabarkan oleh Rasulullah SAW akan masuk surga.
Rasulullah SAW bersabda,
"Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di Surga, Thalhah di surga, ZUbair di surga, Abdurrahman bin Auf di surga, Sa'ad bin Abi Waqqas di surga, Said bi Zaid di surga, dan Abu Ubaidah bin Jarrah di surga."
Beliau adalah orang yang cinta dan dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW,
"Akan kuberikan bendera perang besok kepada seseorang yang Allah akan memenangkan kaum muslimin lewat tangannya. Dia mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan Allah dan Rasul-Nya pun mencintainya," lalu bendera tersebut diberikan kepada Ali bi Abi Thalib.
Adapun orang-orang syi'ah yang lebih mengutamakan Ali dari ketiga shabat tersebut, bahkan memusuhi dan mengkafirkan selainnya.
Hal itu hanya didasari oleh sifat fanatik buta belaka yang membuat hati juga menjadai buta, sehingga tidak bisa dan tidak mau melihat kebenaran.
Ali bi Abi Thalib termasuk salah seorang dari sepuluh orang yang dikabarkan oleh Rasulullah SAW akan masuk surga.
Rasulullah SAW bersabda,
"Abu Bakar di surga, Umar di surga, Utsman di surga, Ali di Surga, Thalhah di surga, ZUbair di surga, Abdurrahman bin Auf di surga, Sa'ad bin Abi Waqqas di surga, Said bi Zaid di surga, dan Abu Ubaidah bin Jarrah di surga."
Beliau adalah orang yang cinta dan dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW,
"Akan kuberikan bendera perang besok kepada seseorang yang Allah akan memenangkan kaum muslimin lewat tangannya. Dia mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan Allah dan Rasul-Nya pun mencintainya," lalu bendera tersebut diberikan kepada Ali bi Abi Thalib.
Wednesday, May 25, 2011
Anjuran Bersedekah
Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak sedekah.
Hal itu dimaksudkan agar rezeki yang Allah berikan kepada kita menjadi berkah dan bermanfaat.
Firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 261 yang artinya,
"Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebulir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.
Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa saja yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas karuniaNya lagi Maha Mengetahui."
Ayat ini menunjukkan kepada umat Islam bahwa sedekah di jalan Allah akan dibalas dengan dua kali lipat, bahkan Allah menjamin harta mereka bebas dari bencana dan musibah.
Hadits Rasulullah SAW,
"Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi.
Yang satu menyeru, Ya Tuhan, karuniakanlah kepada orang yang membelanjakan hertanya kepada Allah."
Hal itu dimaksudkan agar rezeki yang Allah berikan kepada kita menjadi berkah dan bermanfaat.
Firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 261 yang artinya,
"Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebulir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.
Allah melipatgandakan ganjaran bagi siapa saja yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas karuniaNya lagi Maha Mengetahui."
Ayat ini menunjukkan kepada umat Islam bahwa sedekah di jalan Allah akan dibalas dengan dua kali lipat, bahkan Allah menjamin harta mereka bebas dari bencana dan musibah.
Hadits Rasulullah SAW,
"Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia di bumi.
Yang satu menyeru, Ya Tuhan, karuniakanlah kepada orang yang membelanjakan hertanya kepada Allah."
Tuesday, May 24, 2011
Rombongan Kelima Iblis
Akan datang Iblis laknatullah menyerupai sanak saudara yang hendak mati tu, seperti ayah ibunya dengan membawa makanan dan minuman, sedangkan orang yang di dalam sakaratul maut itu sangat mengharapkan makanan dan minuman lalu dia pun mengulurkan tangannya untuk mengambil makanan dan minuman yang dibawa oleh si ayah dan ibu yang dirupai oleh iblis laknatullah.
Monday, May 23, 2011
Rombongan Keempat Iblis
Rombongan Keempat Iblis saat sakaratul maut, akan datang iblis menyerupai sesuatu yang paling dibenci oleh orang yang akan mati, seperti musuhnya.
Maka orang yang di dalam sakaratul maut itu akan menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu kepada musuh yang dibencinya itu.
Maka sewaktu itulah maut pun datang dan matilah ia sebagai orang yang mati fasik dan munafik.
Maka orang yang di dalam sakaratul maut itu akan menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu kepada musuh yang dibencinya itu.
Maka sewaktu itulah maut pun datang dan matilah ia sebagai orang yang mati fasik dan munafik.
Sunday, May 22, 2011
Rombongan Ketiga Iblis Saat Sakaratul Maut
Akan datang iblis laknatullah menyerupai binatang yang menjadi kesukaan orang yang hendak mati itu, seperti burung dan lain sebagainya.
Apabila tangannya meraba burung itu dan waktu meraba itu dia mati, maka matinya itu di dalam golongan yang lalai dan lupa kepada Allah SWT.
Apabila tangannya meraba burung itu dan waktu meraba itu dia mati, maka matinya itu di dalam golongan yang lalai dan lupa kepada Allah SWT.
Saturday, May 21, 2011
Rombongan Kedua Iblis Saat Sakaratul Maut
Rombongan kedua dari Iblis ini akan datang menyerupai binatang yang ditakuti seperti harimau, singa dan ular.
Maka apbila yang sedang sakaratul maut memandang binatang itu, maka dia pun meraung dan melompat.
Seketika itu juga akan putuslah nyawa itu dari badannya.
Maka matinya itu disebut sebagai mati lalai kepada Allah SWT.
Maka apbila yang sedang sakaratul maut memandang binatang itu, maka dia pun meraung dan melompat.
Seketika itu juga akan putuslah nyawa itu dari badannya.
Maka matinya itu disebut sebagai mati lalai kepada Allah SWT.
Friday, May 20, 2011
Rombongan Pertama Iblis Saat Sakaratl Maut
Setan dan Iblis laknatullah senantiasa mengganggu manusia, bermula dengan memperdayai manusia dari terjadinya setitik mani, hingga ke akhir hayat.
Godaan yang paling dahsyat ialah sewaktu akhir hayat ketika sakaratul maut.
Iblis laknatullah punya golongan dan rombongan untuk mengganggu manusia.
Rombongan pertama Iblis.
Akan datang Iblis laknatullah menyerupai emas, perak dan lain-lain serta makanan dan minuman yang lezat.
Maka, jika orang yang sakaratul mau itu di masa hidupnya sangat tamak, maka diraba dan disentuhnya barang iblis laknatullah itu, di waktu nyawa insan hampir putus dari tubuh.
Inilah yang dinamakan mati lalai kepada Allah SWT.
Untuk rombongan lain akan menyusul di postingan berikutnya.
Godaan yang paling dahsyat ialah sewaktu akhir hayat ketika sakaratul maut.
Iblis laknatullah punya golongan dan rombongan untuk mengganggu manusia.
Rombongan pertama Iblis.
Akan datang Iblis laknatullah menyerupai emas, perak dan lain-lain serta makanan dan minuman yang lezat.
Maka, jika orang yang sakaratul mau itu di masa hidupnya sangat tamak, maka diraba dan disentuhnya barang iblis laknatullah itu, di waktu nyawa insan hampir putus dari tubuh.
Inilah yang dinamakan mati lalai kepada Allah SWT.
Untuk rombongan lain akan menyusul di postingan berikutnya.
Thursday, May 19, 2011
Sejarah Kiswah
Menurut sejarah, Ka'bah sudah diberi kain penutup yang disebut kiswah sejak zaman Nabi Ismail a.s, putera dari Nabi Ibrahima.s.
Namun tidak ada catatan yang mengisahkan kisawah pada zaman Nabi Ismail terbuat dari apa dan berwarna apa.
Baru pada masa kepemimpinan Raja Himyar Asad Abu Bakr dari Yaman, disebutkan kiswah.
Pada masa Qusay ibnu Kilab, salah seorang leluhur Nabi Muhammad SAW yang terkemuka, pemasangan kiswah pada ka'bah menjadi tanggung jawab masyarakat Arab dari suku Quraisy.
Rasulullah SAW sendiri juga pernah memerintahkan pembuatan kiswah dari kain yang berasal dari Yaman.
Sedangkan 4 khalifah penerus Nabi Muhammad SAW yang termasuk dalam Khulafa Al-Rasyidin memerintahkan pembuatan kiswah dari kain benang kapas.
Sementara itu, pada era kekhalifahan Abbassiyah, khalifah ke 4 al Mahdi memerintahkan supaya kiswah dibuat dari kain sutra Khuz, yang pada masa pemerintahannya, kiswah didatangkan dari Mesir dan Yaman.
Warna Kiswah
Menurut catatan sejarah, kiswah tidak selalu berwarna hitam pekat seperti saat ini.
Kiswah pertama yang dibuat dari kain tenun dari Yaman justru berwarna merah dan berlajur-lajur.
Sedangkan pada masa khalifah Mamun ar-Rasyid, kiswah juga pernah dibuat dengan warna dasar putih.
Kiswah juga pernah dibuat berwarna hijau atas perintah Khalifah An-Nasir dari Bani Abbasiyah sekitar abad 16 M dan kiswah juga pernah dibuat berwarna kuning berdasrkan perintah Muhammad Ibnu Sabktakin.
Penggantian kiswah yang berwarna-warni dari tahun ke tahun, rupanya mengusik benak Khalifah Al-Mamun dari Dinasti Abbasiyyah, hingga akhirnya diputuskan bahwa sebaiknya warna kiswah itu tetap dari waktu ke waktu yaitu hitam.
Hingga saat ini, meskipun kiswah diganti setiap tahun, tetapi warnanya selalu hitam.
Dulu, kiswah yang terbuat dari sutera hitam pernah didatangkan dari Mesir yang biayanya diambil dari kas Kerajaan Mesir.
Tradisi pengiriman kiswah dari Mesir ini dimulai pada zaman Sultan Sulaiman yang memerintah Mesir pada sekitar tahun 1950-an H sampai masa pemerintahan Muhammad Ali Pasya sekitar akhir tahun 1920-an.
Raja Abdul Aziz bin Saud memutuskan untuk membuat pabrik kiswah sendiri pada tahun 1931 di Makkah.
Hingga akhirnya kiswah dibuat di Arab Saudi hingga saat ini.
Namun tidak ada catatan yang mengisahkan kisawah pada zaman Nabi Ismail terbuat dari apa dan berwarna apa.
Baru pada masa kepemimpinan Raja Himyar Asad Abu Bakr dari Yaman, disebutkan kiswah.
Pada masa Qusay ibnu Kilab, salah seorang leluhur Nabi Muhammad SAW yang terkemuka, pemasangan kiswah pada ka'bah menjadi tanggung jawab masyarakat Arab dari suku Quraisy.Rasulullah SAW sendiri juga pernah memerintahkan pembuatan kiswah dari kain yang berasal dari Yaman.
Sedangkan 4 khalifah penerus Nabi Muhammad SAW yang termasuk dalam Khulafa Al-Rasyidin memerintahkan pembuatan kiswah dari kain benang kapas.
Sementara itu, pada era kekhalifahan Abbassiyah, khalifah ke 4 al Mahdi memerintahkan supaya kiswah dibuat dari kain sutra Khuz, yang pada masa pemerintahannya, kiswah didatangkan dari Mesir dan Yaman.
Warna Kiswah
Menurut catatan sejarah, kiswah tidak selalu berwarna hitam pekat seperti saat ini.
Kiswah pertama yang dibuat dari kain tenun dari Yaman justru berwarna merah dan berlajur-lajur.
Sedangkan pada masa khalifah Mamun ar-Rasyid, kiswah juga pernah dibuat dengan warna dasar putih.
Kiswah juga pernah dibuat berwarna hijau atas perintah Khalifah An-Nasir dari Bani Abbasiyah sekitar abad 16 M dan kiswah juga pernah dibuat berwarna kuning berdasrkan perintah Muhammad Ibnu Sabktakin.
Penggantian kiswah yang berwarna-warni dari tahun ke tahun, rupanya mengusik benak Khalifah Al-Mamun dari Dinasti Abbasiyyah, hingga akhirnya diputuskan bahwa sebaiknya warna kiswah itu tetap dari waktu ke waktu yaitu hitam.Hingga saat ini, meskipun kiswah diganti setiap tahun, tetapi warnanya selalu hitam.
Dulu, kiswah yang terbuat dari sutera hitam pernah didatangkan dari Mesir yang biayanya diambil dari kas Kerajaan Mesir.
Tradisi pengiriman kiswah dari Mesir ini dimulai pada zaman Sultan Sulaiman yang memerintah Mesir pada sekitar tahun 1950-an H sampai masa pemerintahan Muhammad Ali Pasya sekitar akhir tahun 1920-an.
Raja Abdul Aziz bin Saud memutuskan untuk membuat pabrik kiswah sendiri pada tahun 1931 di Makkah.
Hingga akhirnya kiswah dibuat di Arab Saudi hingga saat ini.
Wednesday, May 18, 2011
Sekarat
Sekarat yang berarti sakaratul maut, tidak ada yang mengetahui pasti.
Sebuah proses yang akan terlepasnya roh dari jasad manusia.
Allah SWT berfirman,
"Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah, yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. Al Jumuah: 63).
Ayat di atas menjelaskan bahwa sakaratul maut tidak ada yang mengetahui secara pasti, namun bisa dilihat dari tanda-tandanya, misalnya sakit dan lain sebagainya.
Sebuah proses yang akan terlepasnya roh dari jasad manusia.
Allah SWT berfirman,
"Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah, yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. Al Jumuah: 63).
Ayat di atas menjelaskan bahwa sakaratul maut tidak ada yang mengetahui secara pasti, namun bisa dilihat dari tanda-tandanya, misalnya sakit dan lain sebagainya.
Tuesday, May 17, 2011
Balasan Setiap Perbuatan
Allah SWT berfirman,
"Jika kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat jahat, maka itu untuk dirimu sendiri.."
(QS. Al Israa': 7).
Penggalan ayat di atas menunjukkan sebuah prinsip ganjaran perbuatan yang dilakukan oleh manusia.
Ayat tersebut juga menegaskan, bahwa semua perbuatan manusia akan menjadi miliknya sendiri dengan apapun semua harta dan konsekuensinya.
Selain itu juga menegaskan, bahwa balasan akan menjadi konsekuensi logis bagi setiap amal perbuatan, baik atau buruk.
"Jika kamu berbuat baik berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri, dan jika kamu berbuat jahat, maka itu untuk dirimu sendiri.."
(QS. Al Israa': 7).
Penggalan ayat di atas menunjukkan sebuah prinsip ganjaran perbuatan yang dilakukan oleh manusia.
Ayat tersebut juga menegaskan, bahwa semua perbuatan manusia akan menjadi miliknya sendiri dengan apapun semua harta dan konsekuensinya.
Selain itu juga menegaskan, bahwa balasan akan menjadi konsekuensi logis bagi setiap amal perbuatan, baik atau buruk.
Monday, May 16, 2011
Pentingnya Silaturrahmi
Islam merupakan satu-satunya agama yang mengajarkan umatnya agar selalu menjaga hubungan baik dengan Sang Pencipta di satu sisi dan sesama makhluk di sisi lain.
Seseorang dikatakan tidak sempurna imannya jika hanya mempunyai hubungan baik dengan Allah SWT tapi buruk dengan sesamanya.
Demikian pula sebaliknya.
Salah satu bentuk ajaran Islam yang mulia itu yaitu kewajiban menjaga hubungan baik dengan tetangga.
Dalam Islam, tetangga memiliki kedudukan yang sangat agung.
Rasulullah SAW adalah manusia yang sangat memuliakan para tetangganya.
Dalam kehidupan Nabi, tetangga ditempatkan pada posisi yang sangat mulia.
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda,
"Malaikat Jibril senantiasa mewasiatkan agar aku berbuat baik kepada tetangga, sehingga aku mengira ia akanmemberikan hak waris bagi mereka."
(HR. Bukhari dan Muslim).
Oleh karena itu, kita sebagai pengikutnya hendaklah senantiasa berlaku baik kepada para tetangga.
Rasulullah SAW bersbda,
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari akhir, hendaklah ia berlaku baik kepada tetangganya."
(HR. Muslim).
Bahkan dalam Al Qur'an, Allah SWT memperingatkan tentang berbuat baik kepada tetangga juga.
Allah SWT berfirman,
"Dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh."
(QS> An Nisa': 36).
Ayat tersebut mengajarkan kepada kita bahwa berbuat baik kepada tetngga merupakan perintah agama yang wajib kita jalankan.
Ayat tersebut juga tidak membedakan apakah tetangga itu muslim atau tidak.
Bahkan haram hukumnya bagi seorang muslim memutus hubungan dengan tetangga non muslim, selama mereka tidak mengganggu.
Ketika mereka sakit, dianjurkan menjenguknya.
Seseorang dikatakan tidak sempurna imannya jika hanya mempunyai hubungan baik dengan Allah SWT tapi buruk dengan sesamanya.
Demikian pula sebaliknya.
Salah satu bentuk ajaran Islam yang mulia itu yaitu kewajiban menjaga hubungan baik dengan tetangga.
Dalam Islam, tetangga memiliki kedudukan yang sangat agung.
Rasulullah SAW adalah manusia yang sangat memuliakan para tetangganya.
Dalam kehidupan Nabi, tetangga ditempatkan pada posisi yang sangat mulia.
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda,
"Malaikat Jibril senantiasa mewasiatkan agar aku berbuat baik kepada tetangga, sehingga aku mengira ia akanmemberikan hak waris bagi mereka."
(HR. Bukhari dan Muslim).
Oleh karena itu, kita sebagai pengikutnya hendaklah senantiasa berlaku baik kepada para tetangga.
Rasulullah SAW bersbda,
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari akhir, hendaklah ia berlaku baik kepada tetangganya."
(HR. Muslim).
Bahkan dalam Al Qur'an, Allah SWT memperingatkan tentang berbuat baik kepada tetangga juga.
Allah SWT berfirman,
"Dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh."
(QS> An Nisa': 36).
Ayat tersebut mengajarkan kepada kita bahwa berbuat baik kepada tetngga merupakan perintah agama yang wajib kita jalankan.
Ayat tersebut juga tidak membedakan apakah tetangga itu muslim atau tidak.
Bahkan haram hukumnya bagi seorang muslim memutus hubungan dengan tetangga non muslim, selama mereka tidak mengganggu.
Ketika mereka sakit, dianjurkan menjenguknya.
Sunday, May 15, 2011
Pahala Sempurna
Uqbah bin Amir Aljuhani mendengar Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa mengimami suatu kaum, maka apabila sempurna emngimami shalat, maka baginya pahala sempurna.
Begitu juga bagi makmum jika imam tidak menyempurnakan, amka bagi makmum pahala yang sempurna, tetapi atas imam itu dosa."
HR. Ahmad.
"Barang siapa mengimami suatu kaum, maka apabila sempurna emngimami shalat, maka baginya pahala sempurna.
Begitu juga bagi makmum jika imam tidak menyempurnakan, amka bagi makmum pahala yang sempurna, tetapi atas imam itu dosa."
HR. Ahmad.
Saturday, May 14, 2011
Mencekik Dirinya Sendiri
Rasululah SAW bersabda,
"Seseorang yang mencekik dirinya sendiri atau bunuh diri, maka ia akan mencekik dirinya sendiri pula di neraka.
Dan seseorang yang menusuk dirinya sendiri, maka ia akan menusuk dirinya sendiri pula di neraka."
HR. Bukhari.
Sangat menakutkan bila terjadi demikian.
Jangan bunuh diri, karena agama Islam mengharamkan bunuh diri.
"Seseorang yang mencekik dirinya sendiri atau bunuh diri, maka ia akan mencekik dirinya sendiri pula di neraka.
Dan seseorang yang menusuk dirinya sendiri, maka ia akan menusuk dirinya sendiri pula di neraka."
HR. Bukhari.
Sangat menakutkan bila terjadi demikian.
Jangan bunuh diri, karena agama Islam mengharamkan bunuh diri.
Friday, May 13, 2011
Menjaga Ucapan
Perbuatan fitnah dan menyebarkan aib orang lain termasuk dosa yang dilarang.
Karena itu, Islam menganjurkan agar senantiasa menjaga mulut dan ucapan agar selamat.
Allah SWT berfirman,
"Betul-betul buruk perumpamaan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami itu.
Dengan perbuatan mereka yang demikian, mereka telah menganiaya dirinya sendiri."
(QS. Al A'raf: 177).
Ayat di atas menjelaskan bahwa seseorang yang benar-benar beriman kepada Allah SWT tidak akan menyebarkan fitnah dan berkata kasar, apalagi misuh.
Karena itu, Islam menuntut seorang mukmin untuk berbuat baik dan berperilaku baik terhadap semua orang.
Karena itu, Islam menganjurkan agar senantiasa menjaga mulut dan ucapan agar selamat.
Allah SWT berfirman,
"Betul-betul buruk perumpamaan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami itu.
Dengan perbuatan mereka yang demikian, mereka telah menganiaya dirinya sendiri."
(QS. Al A'raf: 177).
Ayat di atas menjelaskan bahwa seseorang yang benar-benar beriman kepada Allah SWT tidak akan menyebarkan fitnah dan berkata kasar, apalagi misuh.
Karena itu, Islam menuntut seorang mukmin untuk berbuat baik dan berperilaku baik terhadap semua orang.
Jagalah Lima Perkara
Rasulullah SAW bersabda,
"Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara."
Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu.
Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu.
Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu.
Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu.
Masa hidupmu sebelum datang kematianmu.
HR. Al Hakim.
"Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara."
Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu.
Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu.
Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu.
Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu.
Masa hidupmu sebelum datang kematianmu.
HR. Al Hakim.
Kesempurnaan Wudhu
Imam Muslim meriwayatkan dari Umar bin Khattab r.a, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,
"Siapa saja diantara kalian yang berwudhu kemudian menyempurnakan wudhunya lalu membaca Asyhadu allaa ilaaha illallah, wahdahu laa syaarikalah, wa asyhadu anna Muhammadan 'aaduhuu wa rasuluh.
Melainkan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang berjumlah delapan dan ia masuk darimana saja ia sukai.
"Siapa saja diantara kalian yang berwudhu kemudian menyempurnakan wudhunya lalu membaca Asyhadu allaa ilaaha illallah, wahdahu laa syaarikalah, wa asyhadu anna Muhammadan 'aaduhuu wa rasuluh.
Melainkan dibukakan baginya pintu-pintu surga yang berjumlah delapan dan ia masuk darimana saja ia sukai.
Tuesday, May 10, 2011
Keutamaan Istikharah
Tidak akan kecewa bagi yang melaksanakan istikharah dan tidak akan menyesal bagi orang yang suka bermusyawarah dan tidak ada kekurangan bagi orang yang suka berhemat.
(HR. Thabrani).
(HR. Thabrani).
Monday, May 9, 2011
Biarkan Ruh Meluncur
Hanya untuk sebagai renungan saja untuk kita semua.
Biarkan ruh meluncur dibawa oleh tuntunan Allah SWT pada saat sedang menjalankan ibadah shalat.
Semua itu sesuai dengan firman Allah SWT,
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kapada Engkaulah kami mohon pertolongan."
(QS. Al Fatehah: 5).
Biarkan ruh meluncur dibawa oleh tuntunan Allah SWT pada saat sedang menjalankan ibadah shalat.
Semua itu sesuai dengan firman Allah SWT,
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kapada Engkaulah kami mohon pertolongan."
(QS. Al Fatehah: 5).
Sunday, May 8, 2011
Beda Mukjizat dan Sulap
Para ulama islam dengan tegas menyatakan bahwa mukjizat tidak sama seratus persen dengan sulap.
Mukjizat adalah sesuatu yang luar biasa yang diberikan Allah SWT kepada Nabi, tidak bisa dipelajari serta tidak akan ada yang bisa menirukannya sepanjang masa.
Mukjizat diberikan kepada para Nabi, karena umat yang dipimpinnya selalu meragukan kenabiannya.
Jika mukjizat bisa ditiru, tentu mereka semakin tidak percaya lagi kepada para Nabi.
Mukjizat suatu keajaiban khusus pada nabi, sedangkan sulap keajaiban yang bisa dipelajari semua orang.
Umat Nabi Shaleh yaitu kaum Tsamud adalah masyarakat yang ahli dalam seni lukis atau pahat.
Gunung yang menjulang tinggi bisa mereka pahat sehingga nampak sebagai sesuatu yang hidup.
Oleh sebab itu Allah SWT memberikan mukjizat kepada Nabi Shaleh berupa unta yang benar-benar hidup yang keluar dari batu-batu pegunungan.
Inilah mukjizat.
Tidak ada satu pun ahli pahat waktu itu dan sampai kapanpun yang bisa menirukan keajaiban ini.
Allah SWT berfirman,
"Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu.
Dan telah Kami berikan kepada Tsamud unta betina itu sebagai mukjizat yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti."
(QS. Al Israa: 59).
Mukjizat adalah sesuatu yang luar biasa yang diberikan Allah SWT kepada Nabi, tidak bisa dipelajari serta tidak akan ada yang bisa menirukannya sepanjang masa.
Mukjizat diberikan kepada para Nabi, karena umat yang dipimpinnya selalu meragukan kenabiannya.
Jika mukjizat bisa ditiru, tentu mereka semakin tidak percaya lagi kepada para Nabi.
Mukjizat suatu keajaiban khusus pada nabi, sedangkan sulap keajaiban yang bisa dipelajari semua orang.
Umat Nabi Shaleh yaitu kaum Tsamud adalah masyarakat yang ahli dalam seni lukis atau pahat.
Gunung yang menjulang tinggi bisa mereka pahat sehingga nampak sebagai sesuatu yang hidup.
Oleh sebab itu Allah SWT memberikan mukjizat kepada Nabi Shaleh berupa unta yang benar-benar hidup yang keluar dari batu-batu pegunungan.
Inilah mukjizat.
Tidak ada satu pun ahli pahat waktu itu dan sampai kapanpun yang bisa menirukan keajaiban ini.
Allah SWT berfirman,
"Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasaan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu.
Dan telah Kami berikan kepada Tsamud unta betina itu sebagai mukjizat yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti."
(QS. Al Israa: 59).
Saturday, May 7, 2011
Ridha Takdir
Ridha kepada takdir hukumnya wajib karena ia termasuk kesempurnaan ridha kepada rububiah Allah SWT.
Maka dari itu wajib bagi setiap muslim ridha kepada takdir Allah.
Akan tetapi, mengenai perkara yang ditakdirkan terdapat beberapa perincian, dan perkara yang ditakdirkan berbeda dengan takdir itu sendiri, karena takdir adalah perbuatan Allah, sedangkan perkara yang ditakdirkan adalah obyek dari perbuatan atau takdir Allah SWT.
Maka dari itu wajib bagi setiap muslim ridha kepada takdir Allah.
Akan tetapi, mengenai perkara yang ditakdirkan terdapat beberapa perincian, dan perkara yang ditakdirkan berbeda dengan takdir itu sendiri, karena takdir adalah perbuatan Allah, sedangkan perkara yang ditakdirkan adalah obyek dari perbuatan atau takdir Allah SWT.
Friday, May 6, 2011
Beda Qadha dan Qadar
Para ulama berbeda pendapat tentang perbedaan antara keduanya.
Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa Qadar adalah ketetapan Allah SWT di waktu terdahulu, sedangkan Qadha adalah keputusan Allah SWT tentang sesuatu ketika terjadi.
Jika Allah SWT menetapkan sesuatu pada waktunya, maka itulah qadar (pasti akan terjadi).
Jika tiba waktu terjadinya sesuatu itu, maka itu menjadi Qadha.
Dan yang seperti ini banyak di dalam Al Qur'an seperti firmanNya,
"Telah diputuskan perkara."
(QS. Yusuf: 41).
Allah SWT berfirman,
"Dan Allah menghukum dengan keadilan."
(QS. AL Mukmin: 20).
Banyak sekali ayat-ayat Al Qur'an lain yang serupa.
Jadi Qadar adalah ketetapan Allah SWT tentang sesuatu sebelum terjadinya, sedangkan Qadha adalah ketika terjadinya.
Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa Qadar adalah ketetapan Allah SWT di waktu terdahulu, sedangkan Qadha adalah keputusan Allah SWT tentang sesuatu ketika terjadi.
Jika Allah SWT menetapkan sesuatu pada waktunya, maka itulah qadar (pasti akan terjadi).
Jika tiba waktu terjadinya sesuatu itu, maka itu menjadi Qadha.
Dan yang seperti ini banyak di dalam Al Qur'an seperti firmanNya,
"Telah diputuskan perkara."
(QS. Yusuf: 41).
Allah SWT berfirman,
"Dan Allah menghukum dengan keadilan."
(QS. AL Mukmin: 20).
Banyak sekali ayat-ayat Al Qur'an lain yang serupa.
Jadi Qadar adalah ketetapan Allah SWT tentang sesuatu sebelum terjadinya, sedangkan Qadha adalah ketika terjadinya.
Thursday, May 5, 2011
Amal Paling Mulia
Ketika Rasulullah SAW ditanya para sahabat,
"Ya Rasulullah, amalan apa yang paling mulia."
Rasul menjawab,
"Seutama amal adalah memasukkan rasa bahagia pada hati orang lain yang beriman, yaitu denganm melepaskan dari rasa lapar, membebaskannya dari kesulitan dan membayarkan hutang-hutangnya."
"Ya Rasulullah, amalan apa yang paling mulia."
Rasul menjawab,
"Seutama amal adalah memasukkan rasa bahagia pada hati orang lain yang beriman, yaitu denganm melepaskan dari rasa lapar, membebaskannya dari kesulitan dan membayarkan hutang-hutangnya."
Wednesday, May 4, 2011
Amalan Istikhomah
Amalan yang dicintai oleh Allah SWT adalah amalan yang meskipun sedikit, namun kontinyu.
Misal saja mengasuh seorang anak yatim dengan baik di rumah kita adalah salah satu sarana untuk menanamkan sifat istikhomah pada kita dan keluarga.
Sifat istikhomah ini juga merupakan sikap yang terpenting setelah kita beriman kepada Allah SWT.
Sedekah kalo dilakukan rutin, istikhomah tiap bulan dengan keikhlasan yang tinggi, juga merupakan suri tauladan yang baik untuk diri kita pribadi khususnya dan orang lain pada umumnya.
Sedekah sedkit namun kontinyu bisa dijadikan uswah menurut penulis.
Misal saja mengasuh seorang anak yatim dengan baik di rumah kita adalah salah satu sarana untuk menanamkan sifat istikhomah pada kita dan keluarga.
Sifat istikhomah ini juga merupakan sikap yang terpenting setelah kita beriman kepada Allah SWT.
Sedekah kalo dilakukan rutin, istikhomah tiap bulan dengan keikhlasan yang tinggi, juga merupakan suri tauladan yang baik untuk diri kita pribadi khususnya dan orang lain pada umumnya.
Sedekah sedkit namun kontinyu bisa dijadikan uswah menurut penulis.
Tuesday, May 3, 2011
Jauh Dari Kikir
Jauh dari sifat kikir adalah salah satu fadilah cinta akan anak yatim
Kikir adalah saah satu penyakit yang mendatangi manusia agar terlepas dari sifat dermawan, solidaritas dan suka memberikan pertolongan.
Allah SWT berfirman,
"Yang menafkankan hartanya di jalan Allah untuk membersihkannya."
QS. Al Lail: 18.
Kikir adalah saah satu penyakit yang mendatangi manusia agar terlepas dari sifat dermawan, solidaritas dan suka memberikan pertolongan.
Allah SWT berfirman,
"Yang menafkankan hartanya di jalan Allah untuk membersihkannya."
QS. Al Lail: 18.
Monday, May 2, 2011
Dimanakah Allah
Merupakan janji Allah SWT saat fitrah manusia menanyakan dimanakah Allah.
Lalu Allah menyatakan diriNya berada sangat dekat.
Hal ini sebagaimana tercantum dalam Al Qur,an,
"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahwasanya Aku adalah dekat.
Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka itu beriman kepadaKu agar mereka selalu berada dalam kebenaran."
QS. Al Baqarah: 186.
Lalu Allah menyatakan diriNya berada sangat dekat.
Hal ini sebagaimana tercantum dalam Al Qur,an,
"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah, bahwasanya Aku adalah dekat.
Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka itu beriman kepadaKu agar mereka selalu berada dalam kebenaran."
QS. Al Baqarah: 186.
Sunday, May 1, 2011
Aneka Sedekah
Hadits berikut ini adalah hadits yang menguraikan bagaimana bentuk sedekah dalam agama Islam jika orang islam tersebut tidak mampu atau miskin.
Pada setiap orang muslim terdapat sedekah.
Sahabat bertanya,
"Jika tidak mempunyai apa-apa."
Rasulullah SAW menjawab,
"Dia berusaha menggunakan kedua tangannya, sehingga dia dapat memberi manfaat untuk dirinya dan bersedekah."
Sahabat bertanya lagi,
"Jika ia tidak mampu."
Rasul menjawab,
"Dia mampu membantu orang yang memerlukan pertolongan."
Sahabat bertanya lagi,
"Apa pendapat Anda jika dia juga tidak mampu."
Rasulullah SAW bersabda,
"Dia menahan diri dari melakukan keburukan, maka itu juga dikira sebagai sedekah."
HR. Bukhari dan Muslim.
Pada setiap orang muslim terdapat sedekah.
Sahabat bertanya,
"Jika tidak mempunyai apa-apa."
Rasulullah SAW menjawab,
"Dia berusaha menggunakan kedua tangannya, sehingga dia dapat memberi manfaat untuk dirinya dan bersedekah."
Sahabat bertanya lagi,
"Jika ia tidak mampu."
Rasul menjawab,
"Dia mampu membantu orang yang memerlukan pertolongan."
Sahabat bertanya lagi,
"Apa pendapat Anda jika dia juga tidak mampu."
Rasulullah SAW bersabda,
"Dia menahan diri dari melakukan keburukan, maka itu juga dikira sebagai sedekah."
HR. Bukhari dan Muslim.