Islam melarang membuat tatto dan mencukur alis bagi wanita.
Yang dimaksud membuat tatto adalah menusuk-nusukkan jarum atau tangan, lengan atau bibir atau tempat lainnya pada tubuh wanita kemudian memberikan celak atau kapur sehingga kulitnya berubah menjadi berwarna.
Wanita yang menjadi tukang membuat tatto disebut sebagai wasyimah.
Sedangkan wanita yang dibuatkan tatto disebut mausyumah.
Dan orang yang meminta dibuatkan tatto disebut mustausyimah.
Dari Abdullah bin Umar r.a,
"Rasulullah SAW melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan wanita yang minta disambungkan rambutnya, wanita yang mentatto (kulitnya) dan wanita yang meminta dibuatkan tatto."
(Muttafaqun 'alaih).
Sedangkan dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata,
"Allah SWT melaknat wanita yang mencukur alisnya dan wanita yang minta dicukurkan alisnya, wanita yang minta direnggangkan giginya untuk mempercantik diri, yang mereka semua merubah ciptaan Allah."
Wallahu A'lam..
Uswah Islam Merupakan Cerita Suri Tauladan dari Sahabat Nabi Muhammad SAW Untuk dijadikan Pelajaran Buat Kita Semua
Monday, February 28, 2011
Sunday, February 27, 2011
Diciptakan Jin dan Manusia Untuk Beribadah
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu.
Aku tidak menghendaki rejeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya memberi Aku makan.
Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rejeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.
(QS. Adz Dzariyaat: 56-58).
Aku tidak menghendaki rejeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya memberi Aku makan.
Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rejeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.
(QS. Adz Dzariyaat: 56-58).
Cara Menyembelih Hewan
Cara Menyembelih Hewan sebagai aqiqoh menurut tuntunan agama Islam adalah sebagai berikut:
- Mengasah pisau hingga benar-benar tajam.
- Mengikat hewan dengan tali.
- Membaringkan hewan dengan lambung kiri menempel ke tanah, sehingga tangan kiri orang yang menyembelih berada di sebelah kepala hewan dan hewan ada di sebelah selatan.
- Penyembelihan menghadap kiblat.
- Membaca doa.
- Pisau ditekan dengan kuat ke leher hewan, sehingga saluran pernafasan dan saluran makan benar-benar putus.
- Penyembelihan bisa dilakukan sendiri atau diserahkan orang lain.
- Penyembelih dalam keadaan sehat dan Muslim.
Itulah tata cara menyembelih hewan sebagai aqiqah dalam ajaran agama Islam.
Semuanya hampir sama cara menyembelihnya antara aqiqah, kurban atau menyembelih biasa untuk dimakan.
Yang membedakan hanya niatnya saja.
Sedangkan doa yang harus dibaca adalah:
"Bismillah, Allahu Akbar, hadihil aqiqotu (sebut nama anak yang diaqiqohi) minka wa ilaika taqobbal 'aqiiqota."
Artinya:
"Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.Ya Allah, aqiqah ini adalah karuniamu dan aku kembalikan kepada-Mu.Ya Allah, ini aqiqah (sebut nama anak yang diaqiqohi), maka terimalah."
- Mengasah pisau hingga benar-benar tajam.
- Mengikat hewan dengan tali.
- Membaringkan hewan dengan lambung kiri menempel ke tanah, sehingga tangan kiri orang yang menyembelih berada di sebelah kepala hewan dan hewan ada di sebelah selatan.
- Penyembelihan menghadap kiblat.
- Membaca doa.
- Pisau ditekan dengan kuat ke leher hewan, sehingga saluran pernafasan dan saluran makan benar-benar putus.
- Penyembelihan bisa dilakukan sendiri atau diserahkan orang lain.
- Penyembelih dalam keadaan sehat dan Muslim.
Itulah tata cara menyembelih hewan sebagai aqiqah dalam ajaran agama Islam.
Semuanya hampir sama cara menyembelihnya antara aqiqah, kurban atau menyembelih biasa untuk dimakan.
Yang membedakan hanya niatnya saja.
Sedangkan doa yang harus dibaca adalah:
"Bismillah, Allahu Akbar, hadihil aqiqotu (sebut nama anak yang diaqiqohi) minka wa ilaika taqobbal 'aqiiqota."
Artinya:
"Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.Ya Allah, aqiqah ini adalah karuniamu dan aku kembalikan kepada-Mu.Ya Allah, ini aqiqah (sebut nama anak yang diaqiqohi), maka terimalah."
Friday, February 25, 2011
Mengobati Penyakit Demam
Dalam sebuah kitab hadits karya Bukhari dan Muslim, ada sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Umar, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda,
"Sesungguhnya demam panas itu adalah berasal dari percikan api neraka, maka dinginkanlah dengan air."
Hadits ini berkenaan dengan terserangnya penduduk negeri Hijaz oleh penyakit demam karena terkena sengatan sinar matahari.
Setelah Nabi Muhammad SAW menyebutkan hadits ini, para dukun banyak yang menentang, karena mereka memandang cara yang demikian bertentangan dengan apa yang mereka lakukan selama ini.
Biasanya para dukun dalam mengobati penyakit demam ini dengan cara membacakan mantra-mantra yang bertujuan mengusir setan dari tubuh pasien.
Ternyata banyak hadits yang berkaitan dengan sakit demam ini.
Salah satunya lagi adalah Abu Nu'aim, pengarang kitab Hilyatul Auliya', pernah meriwayatkan sebuah hadits yang berbunyi,
"Jika salah seorang diantara kamu ditimpa demam, hendaknya disiram dengan air selama tiga malam di waktu dini hari."
"Sesungguhnya demam panas itu adalah berasal dari percikan api neraka, maka dinginkanlah dengan air."
Hadits ini berkenaan dengan terserangnya penduduk negeri Hijaz oleh penyakit demam karena terkena sengatan sinar matahari.
Setelah Nabi Muhammad SAW menyebutkan hadits ini, para dukun banyak yang menentang, karena mereka memandang cara yang demikian bertentangan dengan apa yang mereka lakukan selama ini.
Biasanya para dukun dalam mengobati penyakit demam ini dengan cara membacakan mantra-mantra yang bertujuan mengusir setan dari tubuh pasien.
Ternyata banyak hadits yang berkaitan dengan sakit demam ini.
Salah satunya lagi adalah Abu Nu'aim, pengarang kitab Hilyatul Auliya', pernah meriwayatkan sebuah hadits yang berbunyi,
"Jika salah seorang diantara kamu ditimpa demam, hendaknya disiram dengan air selama tiga malam di waktu dini hari."
Thursday, February 24, 2011
Shalat Menghadap Makam
Agama Islam melarang umatnya mengerjakan shalat menghadap makam tanpa terhalang tembok atau yang lain.
Dan janganlah menduduki makam.
Rasulullah SAW bersabda,
"Aku benci makhluk dikultuskan atau diagung-agungkan, sehingga kuburnya dijadikan sebagai masjid (tempat peribadatan) karena hal itu akan menjadi sumber dosa bagi dirinya beserta orang lain yang hidup setelahnya."
(Al Minhaj Syarh Shahih Muslim).
Dan janganlah menduduki makam.
Rasulullah SAW bersabda,
"Aku benci makhluk dikultuskan atau diagung-agungkan, sehingga kuburnya dijadikan sebagai masjid (tempat peribadatan) karena hal itu akan menjadi sumber dosa bagi dirinya beserta orang lain yang hidup setelahnya."
(Al Minhaj Syarh Shahih Muslim).
Cerita Nabi Membunuh Anak Kecil
Cerita Nabi Membunuh Anak Kecil.
Mungkin semua sudah pernah mendengar cerita tentang seorang Nabi yang tega membunuh seorang anak kecil demi sesuatu hal yang baik di kemudian hari nanti.
Dialah Nabi Khidir a.s.
Berikut ini kisah Nabi Khidir.
Kisah tersebut terjadi pada saat Nabi Musa berguru kepada Nabi Khidir, sekaligus menjadi Asbabul Nuzul (sebab-sebab turunnya) ayat Al Qur'an surat Al-Kahfi ayat 65-82.
Pada suatu hari Nabi Musa ditanya oleh kaumnya tentang siapa orang yang paling berilmu.
Nabu Musa menjawab bahwa dirinyalah orang yang paling berilmu.
Seketika itu juga Nabi Musa ditegur oleh Allah SWT.
Sesungguhnya ada seorang hambaNya yang berada di pertemuan dua lautan dan dia lebih berilmu daripada Nabi Musa, yakni Nabi Khidir a.s.
Setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya Nabi Musa berjumpa dengan Nabi Khidir dan ingin menjadi muridnya.
"Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup bersabar bersamaku.Jika kamu mengikuti, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu pun sehingga aku sendiri menjelaskannya kepadamu," kata Nabi Khidir.
Ujian Kesabaran.
Akhirnya Nabi Musa menyanggupi.
Setelah mengikuti kemanapun Nabi Khidir oergi, terjadilah beberapa peristiwa yang aneh.
Kejadian pertama adalah saat Nabi Khidir menghancurkan perahu yang ditumpangi mereka bersama.
Nabi Musa bertanya tapi ditolak oleh Nabi Khidir a.s.
Selanjutnya setelah mereka sampai di suatu daratan, Nabi Khidir membunuh seorang anak kecil yang sedang bermain.
Peritiwa pembunuhan yang dilakukan oleh Nabi Khidir tersebut membuat Nabi Musa tak kuasa bertanya.
Namun Nabi Khidir kembali mengingitkan janji Nabi Musa.
Selanjutunya saat keduanya kelelahan dan hendak meminta bantuan kepada penduduk sekitar, namun sikap penduduk sekitar tidak bersahabat.
Hal ini membuat Nabi Musa kesal.
Setelah dikecewakan oleh para penduduk, Nabi Khidir malah menyuruh untuk bersama-sama memperbaiki tenbok suatu rumah yang rusak.
Nabi Musa akhirnya terpaksa bertanya terhadap sikap Nabi Khidir.
Karena pertanyaan itu, akhirnya Nabi Khidir menegaskan, ia tidak dapat menerima Nabi Musa menjadi muridnya.
Penjelasan Kejadian.
Selanjutnya Nabi Khidir menjelaskan mengapa ia melakukan hal-hal yang membuat Nabi Musa bertanya.
Kejadian Pertama.
Perahu dihancurkan karena perahu itu dimiliki oleh seorang yang miskin dan di daerah itu tinggalllah seorang raja yang suka merampas perahu milik rakyatnya.
Kejadian Kedua.
Nabi Khidir menjelaskan bahwa ia membunuh seorang anak, karena orang tuanya adalah pasangan yang beriman.
Jika anak ini menjadi dewasa, dapat mendorong bapak dan ibunya untuk menjadi orang yang sesat dan kufur.
Kematian anak itu nanti akan digantikan dengan anak yang sholeh dan lebih mengasihi kedua bapak ibunya hingga anak cucunya.
Kejadian Ketiga.
Rumah yang dindingnya diperbaiki itu adalah milik dua orang kakak beradik yatim yang tinggal di kota tersebut.
Di dalam rumah tersebut tersimpan harta benda yang ditujukan untuk mereka berdua.
Ayah kakak beradik itu telah meninggal dunia dan merupakan seorang yang shaleh.
Jika tembok tersebut runtuh, maka bisa dipastikan bahwa harta yang tersimpan tersebut akan ditemukan oleh orang-orang yang menyembah berhala.
Akhirnya Nabi Musa mengerti dan bersyukur karena telah dipertemukan dengan Nabi Khidir.
Maka dari itu sobat, janganlah merasa paling berilmu di dunia ini.
Karena ilmu adalah milik Allah SWT, Dialah yang memiliki ilmu tiada duanya.
Cerita ini sangat baik, Cerita Suri Tauladan untuk kita semua.
Sumber:
Al Qur'an surat Al-Kahfi ayat 65-82.
Mungkin semua sudah pernah mendengar cerita tentang seorang Nabi yang tega membunuh seorang anak kecil demi sesuatu hal yang baik di kemudian hari nanti.
Dialah Nabi Khidir a.s.
Berikut ini kisah Nabi Khidir.
Kisah tersebut terjadi pada saat Nabi Musa berguru kepada Nabi Khidir, sekaligus menjadi Asbabul Nuzul (sebab-sebab turunnya) ayat Al Qur'an surat Al-Kahfi ayat 65-82.
Pada suatu hari Nabi Musa ditanya oleh kaumnya tentang siapa orang yang paling berilmu.
Nabu Musa menjawab bahwa dirinyalah orang yang paling berilmu.
Seketika itu juga Nabi Musa ditegur oleh Allah SWT.
Sesungguhnya ada seorang hambaNya yang berada di pertemuan dua lautan dan dia lebih berilmu daripada Nabi Musa, yakni Nabi Khidir a.s.
Setelah melalui perjalanan panjang, akhirnya Nabi Musa berjumpa dengan Nabi Khidir dan ingin menjadi muridnya.
"Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup bersabar bersamaku.Jika kamu mengikuti, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu pun sehingga aku sendiri menjelaskannya kepadamu," kata Nabi Khidir.
Ujian Kesabaran.
Akhirnya Nabi Musa menyanggupi.
Setelah mengikuti kemanapun Nabi Khidir oergi, terjadilah beberapa peristiwa yang aneh.
Kejadian pertama adalah saat Nabi Khidir menghancurkan perahu yang ditumpangi mereka bersama.
Nabi Musa bertanya tapi ditolak oleh Nabi Khidir a.s.
Selanjutnya setelah mereka sampai di suatu daratan, Nabi Khidir membunuh seorang anak kecil yang sedang bermain.
Peritiwa pembunuhan yang dilakukan oleh Nabi Khidir tersebut membuat Nabi Musa tak kuasa bertanya.
Namun Nabi Khidir kembali mengingitkan janji Nabi Musa.
Selanjutunya saat keduanya kelelahan dan hendak meminta bantuan kepada penduduk sekitar, namun sikap penduduk sekitar tidak bersahabat.
Hal ini membuat Nabi Musa kesal.
Setelah dikecewakan oleh para penduduk, Nabi Khidir malah menyuruh untuk bersama-sama memperbaiki tenbok suatu rumah yang rusak.
Nabi Musa akhirnya terpaksa bertanya terhadap sikap Nabi Khidir.
Karena pertanyaan itu, akhirnya Nabi Khidir menegaskan, ia tidak dapat menerima Nabi Musa menjadi muridnya.
Penjelasan Kejadian.
Selanjutnya Nabi Khidir menjelaskan mengapa ia melakukan hal-hal yang membuat Nabi Musa bertanya.
Kejadian Pertama.
Perahu dihancurkan karena perahu itu dimiliki oleh seorang yang miskin dan di daerah itu tinggalllah seorang raja yang suka merampas perahu milik rakyatnya.
Kejadian Kedua.
Nabi Khidir menjelaskan bahwa ia membunuh seorang anak, karena orang tuanya adalah pasangan yang beriman.
Jika anak ini menjadi dewasa, dapat mendorong bapak dan ibunya untuk menjadi orang yang sesat dan kufur.
Kematian anak itu nanti akan digantikan dengan anak yang sholeh dan lebih mengasihi kedua bapak ibunya hingga anak cucunya.
Kejadian Ketiga.
Rumah yang dindingnya diperbaiki itu adalah milik dua orang kakak beradik yatim yang tinggal di kota tersebut.
Di dalam rumah tersebut tersimpan harta benda yang ditujukan untuk mereka berdua.
Ayah kakak beradik itu telah meninggal dunia dan merupakan seorang yang shaleh.
Jika tembok tersebut runtuh, maka bisa dipastikan bahwa harta yang tersimpan tersebut akan ditemukan oleh orang-orang yang menyembah berhala.
Akhirnya Nabi Musa mengerti dan bersyukur karena telah dipertemukan dengan Nabi Khidir.
Maka dari itu sobat, janganlah merasa paling berilmu di dunia ini.
Karena ilmu adalah milik Allah SWT, Dialah yang memiliki ilmu tiada duanya.
Cerita ini sangat baik, Cerita Suri Tauladan untuk kita semua.
Sumber:
Al Qur'an surat Al-Kahfi ayat 65-82.
Wednesday, February 23, 2011
Doa Ketika Sakit
Doa Ketika Sakit
"Anni massaniyadh dlurru wa anta ahamurroohimiin"
artinya:
"Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua Penyayang."
(QS. Al-Anbiya': 83).
Ya Alloh...sembuhkanlah penyakitku.
Semoga cepat sembuh semua penyakit yang aku derita ini.
Amiin
"Anni massaniyadh dlurru wa anta ahamurroohimiin"
artinya:
"Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua Penyayang."
(QS. Al-Anbiya': 83).
Ya Alloh...sembuhkanlah penyakitku.
Semoga cepat sembuh semua penyakit yang aku derita ini.
Amiin
Tuesday, February 22, 2011
Agama Sempurna
Allah SWT menegaskan bahwa Islam benar-benar telah sempurna sebagai sebuah agama.
Allah SWT berfirman,
"Pada hari ini telah Kusempurnakan agamamu, dan telah Kucukupkan Islam itu menjadi agama bagimu."
(QS. Al-Maidah: 3).
Allah SWT berfirman,
"Pada hari ini telah Kusempurnakan agamamu, dan telah Kucukupkan Islam itu menjadi agama bagimu."
(QS. Al-Maidah: 3).
Monday, February 21, 2011
Perbuatan Orang Kafir
Saudaraku yang seagama,
Alhamdulillah kita telah diberikan dalam keadaan Islam sampai saat ini.
Kita telah diperingatkan oleh Allah SWT melalui ayat-ayatNya, mari kita perhatikan bagaimana Allah memberi peringatan kepada kita semua.
Allah SWT berfirman,
"Sesungguhnya orang-orang kafir itu sama saja bagi mereka, apakah kamu peringatkan mereka, atau kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, (maka) bagi mereka (sama saja) tidak beriman."
(QS. Al-Baqarah: 6).
Allah SWT berfirman,
"(Maka dari itu) Allah mengunci mati hati mereka dan menutup pendengaran mereka dan penglihatan mereka, dan bagi mereka siksaan yang amat pedih."
(QS. Al-Baqarah: 7).
Sungguh orang-orang kafir itu sama saja bagi mereka, apakah kita ingatkan mereka, bahwa kitab Al Qur'an itu sebagai petunjuk Allah untuk mengerjakan segala perintahNya, atau diam saja tidak mengingatkan mereka tentang itu, karena kita mengingatkan mereka itu sama saja bagi mereka, seperti orang yang tidak diingatkan.
Dan yang demikian itu karena mereka tidak percaya terhadap kitab Al Qur'an.
Allah mengunci mati hati mereka, pendengaran dan penglihatan mereka utnuk mengerjakan perintah Allah SWT.
Demikianlah perbuatan orang-orang kafir yang Allah beritahukan kepada kita, dan Allah mengetahui yang mereka perbuat dalam kehidupan di dunia ini.
Maka janganlah kita seperti orang-orang kafir, yang tidak mau mengerjakan perintah Allah SWT.
Alhamdulillah kita telah diberikan dalam keadaan Islam sampai saat ini.
Kita telah diperingatkan oleh Allah SWT melalui ayat-ayatNya, mari kita perhatikan bagaimana Allah memberi peringatan kepada kita semua.
Allah SWT berfirman,
"Sesungguhnya orang-orang kafir itu sama saja bagi mereka, apakah kamu peringatkan mereka, atau kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, (maka) bagi mereka (sama saja) tidak beriman."
(QS. Al-Baqarah: 6).
Allah SWT berfirman,
"(Maka dari itu) Allah mengunci mati hati mereka dan menutup pendengaran mereka dan penglihatan mereka, dan bagi mereka siksaan yang amat pedih."
(QS. Al-Baqarah: 7).
Sungguh orang-orang kafir itu sama saja bagi mereka, apakah kita ingatkan mereka, bahwa kitab Al Qur'an itu sebagai petunjuk Allah untuk mengerjakan segala perintahNya, atau diam saja tidak mengingatkan mereka tentang itu, karena kita mengingatkan mereka itu sama saja bagi mereka, seperti orang yang tidak diingatkan.
Dan yang demikian itu karena mereka tidak percaya terhadap kitab Al Qur'an.
Allah mengunci mati hati mereka, pendengaran dan penglihatan mereka utnuk mengerjakan perintah Allah SWT.
Demikianlah perbuatan orang-orang kafir yang Allah beritahukan kepada kita, dan Allah mengetahui yang mereka perbuat dalam kehidupan di dunia ini.
Maka janganlah kita seperti orang-orang kafir, yang tidak mau mengerjakan perintah Allah SWT.
Sunday, February 20, 2011
Al Quran Keterangan Yang Nyata
Al Qur'an sebagai bukti keterangan yang nyata, sebagaimana yang Allah terangkan kepada kita denga ayat-ayatNya.
Allah SWT berfirman,
"Dan kita (Al Qur'an itu sebagai bukti) keterangan yang nyata (dari sisi Allah)."
(QA. Az-Zukhruf: 2).
Allah SWT berfirman,
"Bagaimana Allah akan memberi petunjuk kepada kaum yang mengingkari (Al Qur'an) sesudah mereka beriman, padahal mereka mengakui bahwa Rasul itu benar, dan dia telah datang kepada mereka dengan (membawa Al-Qur'an sebagai bukti)keterangan yang nyata (dari sisi Allah).
Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim."
(QS. Ali Imran: 86).
Allah SWT berfirman,
"Dan kita (Al Qur'an itu sebagai bukti) keterangan yang nyata (dari sisi Allah)."
(QA. Az-Zukhruf: 2).
Allah SWT berfirman,
"Bagaimana Allah akan memberi petunjuk kepada kaum yang mengingkari (Al Qur'an) sesudah mereka beriman, padahal mereka mengakui bahwa Rasul itu benar, dan dia telah datang kepada mereka dengan (membawa Al-Qur'an sebagai bukti)keterangan yang nyata (dari sisi Allah).
Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zalim."
(QS. Ali Imran: 86).
Thursday, February 17, 2011
Islam Sungguh Sempurna
Bersyukurlah kita memiliki tuntunan dan panduan hidup yang sempurna, yaitu agama Islam.
Tidak ada satu pun agama yang lebih sempurna dari Islam, karena Islam adalah penyempurna dari seluruh ajaran yang pernah diturunkan Allah SWT kepada manusia.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa risalah yang dibawanya adalah satu kesatuan dengan risalah yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya, sekaligus menjadi penyempurnanya.
Hadits yang berhubungan dengan Agama Islam sebagai penyempurna ada di bawah ini.
Rasulullah SAW bersabda,
"Perumpamaanku dan perumpamaan nabi-nabi sebelumku ibarat orang yang membangun sebuah rumah.
Ia memperindah dan mempercantik rumah itu, kecuali letak batu bata pada salah satu sisi bangunannya.
Kemudian manusia mengelilingi dan mengagumi rumah itu, lalu mengatakan,
Alangkah indah jika batu ini dipasang.
Aku adalah batu bata tersebut dan aku adalah penutup para nabi."
(HR. Bukhari dan Muslim).
Tidak ada satu pun agama yang lebih sempurna dari Islam, karena Islam adalah penyempurna dari seluruh ajaran yang pernah diturunkan Allah SWT kepada manusia.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa risalah yang dibawanya adalah satu kesatuan dengan risalah yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya, sekaligus menjadi penyempurnanya.
Hadits yang berhubungan dengan Agama Islam sebagai penyempurna ada di bawah ini.
Rasulullah SAW bersabda,
"Perumpamaanku dan perumpamaan nabi-nabi sebelumku ibarat orang yang membangun sebuah rumah.
Ia memperindah dan mempercantik rumah itu, kecuali letak batu bata pada salah satu sisi bangunannya.
Kemudian manusia mengelilingi dan mengagumi rumah itu, lalu mengatakan,
Alangkah indah jika batu ini dipasang.
Aku adalah batu bata tersebut dan aku adalah penutup para nabi."
(HR. Bukhari dan Muslim).
Wednesday, February 16, 2011
Doa Ketika Minum Obat
Ini adalah doa ketika kita minum obat:
Bismillaahisy syaafii, bismillahil kaafii, bismillaahi mua'aafii, bismillaahil ladzii laa yadhurru ma'asmihi syai'un fil ardhi walaa fissamaa'i wahuwas samii'ul 'aliim.
Artinya:
"Dengan menyebut nama Allah, dzat yang menyembuhkan penyakit.
Dengan menyebut nama Allah, Dzat yang mencukupkan.
Dengan menyebut nama Allah, Dzat yang tidak bisa dimudharatkan oleh sesuatu apapun, baik di dunia maupun di akhirat beserta asma-Nya, dan Dialah Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Bismillaahisy syaafii, bismillahil kaafii, bismillaahi mua'aafii, bismillaahil ladzii laa yadhurru ma'asmihi syai'un fil ardhi walaa fissamaa'i wahuwas samii'ul 'aliim.
Artinya:
"Dengan menyebut nama Allah, dzat yang menyembuhkan penyakit.
Dengan menyebut nama Allah, Dzat yang mencukupkan.
Dengan menyebut nama Allah, Dzat yang tidak bisa dimudharatkan oleh sesuatu apapun, baik di dunia maupun di akhirat beserta asma-Nya, dan Dialah Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Monday, February 14, 2011
Dalil Tentang Pengacara
Adanya pengacara dalam persidangan adalah perkara yang dibolehkan dalam Islam.
Hal ini berdasarkan dalil Al-Qur'an dibawah ini.
Allah SWT berfirman,
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat."
(QS. An-Nisa': 105).
Dalam ayat ini terdapat larangan menjadi pengacara secara bathil, berarti kalau dalam kebenaran maka dibolehkan.
Hal ini berdasarkan dalil Al-Qur'an dibawah ini.
Allah SWT berfirman,
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat."
(QS. An-Nisa': 105).
Dalam ayat ini terdapat larangan menjadi pengacara secara bathil, berarti kalau dalam kebenaran maka dibolehkan.
Saturday, February 12, 2011
Para Pelayan Rasulullah
Siang dan malam para pelayan membantu meringankan aktivitas dari Rasulullah SAW.
Mereka tak kenal lelah dan tak ada kata pamrih sedikitpun.
Mereka hanya mengejar ridha Allah SWT.
Semasa hidupnya, Rasulullah SAW dibantu oleh para nelayan yang begitu royal.
Merekalah orang-orang yang turut menyukseskan dakwah Rasulullah.
Bahkan ada yang sejak kecil telah berkhidmat kepada Nabi.
Namun, sikap Rasulullah tak seperti majikan dan pembantu.
Kebersamaan dan kedekatannya dengan Rasulullah justru membawa mereka meraih berbagai kenikmatan, baik dunia dan akhirat.
Jaman sekarang bos dan anak buah tak begitu dekat kayak sikap Rasul ini.
Diantara nama para pelayan Rasulullah SAW adalah Ummu Aiman, Anas bin Malik, Abdullah bin Mas'ud, Uqbah bin Amir al-Juhani, Rabi'ah bin Ka'ab.
Mereka tak kenal lelah dan tak ada kata pamrih sedikitpun.
Mereka hanya mengejar ridha Allah SWT.
Semasa hidupnya, Rasulullah SAW dibantu oleh para nelayan yang begitu royal.
Merekalah orang-orang yang turut menyukseskan dakwah Rasulullah.
Bahkan ada yang sejak kecil telah berkhidmat kepada Nabi.
Namun, sikap Rasulullah tak seperti majikan dan pembantu.
Kebersamaan dan kedekatannya dengan Rasulullah justru membawa mereka meraih berbagai kenikmatan, baik dunia dan akhirat.
Jaman sekarang bos dan anak buah tak begitu dekat kayak sikap Rasul ini.
Diantara nama para pelayan Rasulullah SAW adalah Ummu Aiman, Anas bin Malik, Abdullah bin Mas'ud, Uqbah bin Amir al-Juhani, Rabi'ah bin Ka'ab.
Friday, February 11, 2011
Kriteria Orang Mukmin
Kriteria orang mukmin bisa kita perhatikan hadits di bawah ini.
Rasulullah SAW bersabda,
"Orang mukmin bukanlah orang yang suka menghina, suka mengutuk, suka melakukan perbuatan keji, dan mengatakan perkataan yang kotor."
(HR. Turmudzi).
Rasulullah SAW bersabda,
"Orang mukmin bukanlah orang yang suka menghina, suka mengutuk, suka melakukan perbuatan keji, dan mengatakan perkataan yang kotor."
(HR. Turmudzi).
Thursday, February 10, 2011
Sebagai Suami
Sebagai suami, Rasulullah SAW adalah pendamping hidup yang pandai membahagiakan istrinya.
Salah satunya adalah dengan memberikan kejutan hadiah.
Rasulullah pun tidak segan menyapa istrinya dengan sapaan kesayangan.
Benar-benar Rasul kita patut menjadi suri tauladan bagi umat Islam.
Selalu ada senyum di bibir Baginda Nabi Muhammad SAW meski istrinya sedang marah.
Apapun yang terjadi, setiap masalah Beliau menyikapinya dengan santun dan bersahaja untuk menjaga nuansa romantis dalam keluarga.
Cara tips trik Nabi untuk menjaga keharmonisan keluarga akan diulas satu persatu di blog Hikmah Teladan, Tahtadun dan Tattaqun saja biar tidak terlalu panjang.
Salah satunya adalah dengan memberikan kejutan hadiah.
Rasulullah pun tidak segan menyapa istrinya dengan sapaan kesayangan.
Benar-benar Rasul kita patut menjadi suri tauladan bagi umat Islam.
Selalu ada senyum di bibir Baginda Nabi Muhammad SAW meski istrinya sedang marah.
Apapun yang terjadi, setiap masalah Beliau menyikapinya dengan santun dan bersahaja untuk menjaga nuansa romantis dalam keluarga.
Cara tips trik Nabi untuk menjaga keharmonisan keluarga akan diulas satu persatu di blog Hikmah Teladan, Tahtadun dan Tattaqun saja biar tidak terlalu panjang.
Wednesday, February 9, 2011
Membantu Kesusahan Seorang Mukmin
Saudaraku semua yang dimuliakan Allah SWT, apabila kita sekarang dalam kenikmatan dan kesenangan, kita bisa makan, minum, memiliki rumah, maka ingatlah saudara-saudara kita yang terkena bencana.
Saat terjadi bencana, mereka sedang dalam kesusahan dan kesulitan.
Maka ulurkanlah tanganmu untuk membantu mereka semampu mungkin.
Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa yang membantu menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan menghilangkan kesusahan darinya besok di hari kiamat."
(HR. Muslim).
Saat terjadi bencana, mereka sedang dalam kesusahan dan kesulitan.
Maka ulurkanlah tanganmu untuk membantu mereka semampu mungkin.
Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa yang membantu menghilangkan kesusahan seorang mukmin di dunia, maka Allah akan menghilangkan kesusahan darinya besok di hari kiamat."
(HR. Muslim).
Tuesday, February 8, 2011
Musyrik
Musyrik atau mempersekutukan Allah adalah suatu dosa yang tidak diampuni Allah.
Mereka itu adalah orang-orang yang berbuat syirik, meminta pertolongan atau petunjuk selain Allah dan orang kafir yang ingkar atau mendustakan ayat-ayat al-Qur'an.
Allah SWT berfirman,
"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan sesuatu dengan Dia dan Dia mengampuni dosa selain syirik itu bagi siapa yang dikehendakiNya.
Barang siapa yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya."
(QS. An-Nisa').
Selama ini umat Islam memahami kemusyrikan itu hanyalah sebatas mereka yang menyembah berhala dan jin atau setan.
Umat Islam ada yang tidak menyadari bahwa meminta pertolongan selain kepada Allah, misal Al-Quran adalah juga suatu bentuk kemusyrikan.
Mereka itu adalah orang-orang yang berbuat syirik, meminta pertolongan atau petunjuk selain Allah dan orang kafir yang ingkar atau mendustakan ayat-ayat al-Qur'an.
Allah SWT berfirman,
"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan sesuatu dengan Dia dan Dia mengampuni dosa selain syirik itu bagi siapa yang dikehendakiNya.
Barang siapa yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya."
(QS. An-Nisa').
Selama ini umat Islam memahami kemusyrikan itu hanyalah sebatas mereka yang menyembah berhala dan jin atau setan.
Umat Islam ada yang tidak menyadari bahwa meminta pertolongan selain kepada Allah, misal Al-Quran adalah juga suatu bentuk kemusyrikan.
Monday, February 7, 2011
Kaum Muslimin Wajib Bersatu
Kaum muslimin wajib bersatu padu di atas al Qur'an dan Hadits serta larangan berpecah belah di dalam kelompok-kelompok.
Allah SWT berfirman,
"Dan berpeganglah kalian semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai."
(QS. Ali Imran: 103).
Rasulullah SAW bersabda,
"Jama'ah adalah rahmat dan perpecahan adalah adzab."
(HR.Al-Qudhoi).
Allah SWT berfirman,
"Dan berpeganglah kalian semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai berai."
(QS. Ali Imran: 103).
Rasulullah SAW bersabda,
"Jama'ah adalah rahmat dan perpecahan adalah adzab."
(HR.Al-Qudhoi).
Saturday, February 5, 2011
Beda Qadha dan Qadar
Beda Qadha dan Qadar.
Para ulama Islam berbeda pendapat tentang perbedaan antara keduanya.
DIantaramereka ada yang mengatakan bahwa qadar adalah ketetapan Allah (tentang sesuatu) di waktu terdahulu (sebelum terjadinya), sedangkan qadha adalah keputusan Allah tentang sesuatu ketika terjadi.
Jika Allah SWT menetapkan (akan terjadi) sesuatu pada waktunya, maka itulah qadar.
Jika tiba waktu terjadinya sesuatu itu, maka ia menjadi qadha.
Dan yang seperti itu banyak di dalam al Qur'an, seperti firmannya,
"Telah diputuskan perkara."
(QS. Yusuf: 41)
"Dan Allah menghukum dengan keadilan."
(QS. Al-Mukmin: 20).
Jadi qadar adalah ketetapan Allah SWT tentang sesuatu di waktu terdahulu (sebelum terjadinya) dan qadha adalah ketika terjadinya.
Diantara para ulma ada yang mengatakan bahwa keduanya memiliki makna yang sama.
Pendapat yang terpilih adalah bahwa jika keduanya digandengkan, maka memiliki makna yang berbeda sebagaimana yang telah disebutkan di atas.
Tetapi jika dipisahkanantara satu dengan yang lain, maka keduanya memiliki makna yang sama.
Wallahu A'lam..
Para ulama Islam berbeda pendapat tentang perbedaan antara keduanya.
DIantaramereka ada yang mengatakan bahwa qadar adalah ketetapan Allah (tentang sesuatu) di waktu terdahulu (sebelum terjadinya), sedangkan qadha adalah keputusan Allah tentang sesuatu ketika terjadi.
Jika Allah SWT menetapkan (akan terjadi) sesuatu pada waktunya, maka itulah qadar.
Jika tiba waktu terjadinya sesuatu itu, maka ia menjadi qadha.
Dan yang seperti itu banyak di dalam al Qur'an, seperti firmannya,
"Telah diputuskan perkara."
(QS. Yusuf: 41)
"Dan Allah menghukum dengan keadilan."
(QS. Al-Mukmin: 20).
Jadi qadar adalah ketetapan Allah SWT tentang sesuatu di waktu terdahulu (sebelum terjadinya) dan qadha adalah ketika terjadinya.
Diantara para ulma ada yang mengatakan bahwa keduanya memiliki makna yang sama.
Pendapat yang terpilih adalah bahwa jika keduanya digandengkan, maka memiliki makna yang berbeda sebagaimana yang telah disebutkan di atas.
Tetapi jika dipisahkanantara satu dengan yang lain, maka keduanya memiliki makna yang sama.
Wallahu A'lam..
Friday, February 4, 2011
Doa Mohon Bimbingan Allah SWT
Ini adalah sebuah doa untuk mohon bimbingan dari Allah SWT.
"Alloohumma rohmataka arjun, falaa takilnii ilaa nafsii thorfata 'ainin, wa ashlih lii sya'nii kullihi, laa ilaaha anta."
artinya:
"Ya Allah, saya mengharap rahmat dari-Mu, maka janganlah Engkau meninggalkan saya walaupun hanya sekejap mata, dan baguskanlah perilaku saya secara keseluruhan, tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Engkau."
"Alloohumma rohmataka arjun, falaa takilnii ilaa nafsii thorfata 'ainin, wa ashlih lii sya'nii kullihi, laa ilaaha anta."
artinya:
"Ya Allah, saya mengharap rahmat dari-Mu, maka janganlah Engkau meninggalkan saya walaupun hanya sekejap mata, dan baguskanlah perilaku saya secara keseluruhan, tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Engkau."
Thursday, February 3, 2011
Amal Adalah Buah Ilmu
Ilmu memiliki kedudukan istimewa dalam agama Islam.
Ilmu merupakan pondasi pertama yang harus dimiliki oleh setiap hamba.
Tidak mungkinlah kita dapat beramal dengan benar, kecuali jika kita memiliki ilmu.
Syariat Islam pun dapat tegak kokoh jika ditopang dengan tersebarnya ilmu yang diamalkan.
Allah SWT berfirman,
"Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada illah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi dosa orang mukmin, laki-laki dan perempuan.
Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal."
(QS. Muhammad: 19).
Ilmu merupakan pondasi pertama yang harus dimiliki oleh setiap hamba.
Tidak mungkinlah kita dapat beramal dengan benar, kecuali jika kita memiliki ilmu.
Syariat Islam pun dapat tegak kokoh jika ditopang dengan tersebarnya ilmu yang diamalkan.
Allah SWT berfirman,
"Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada illah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi dosa orang mukmin, laki-laki dan perempuan.
Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal."
(QS. Muhammad: 19).
Wednesday, February 2, 2011
Anak Adalah Amanah
"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya."
(QS. Thaha: 132).
Islam mengajarkan kepada kita bahwa sesungguhnya anak itu adalah amanah Allah SWT yang harus dibina, dipelihara dan di didik secara seksama dan sempurna.
Setiap orang tua tentunya ingin agar anaknya menjadi insan kamil yang berguna bagi agama, bangsa dan negara.
Agar kelak ia menjadi penyejuk hati ayah dan bunda serta kebanggaan keluarga.
Pasti kita pernah membaca atau mendengar ucapan selamat berikut ini.
"Alhamdulillah, telah lahir putra pertama kami.
Semoga menjadi anak yang shalih."
Ayat yang menyatakan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya dalam ayat al-qur'an di atas mengandung makna kita harus melaksanakan dan mengerjakan shalat semaksimal mungkin.
Sementara itu, shalat memerlukan kesabaran agar sampai kepada tahap yang membuahkan hasil, baik pada sikap maupun tingkah laku.
Kalau tidak demikian, maka ia bukan shalat yang ditegakkan, akan tetapi ia hanya sekedar gerakan dan komat-kamit belaka.
(QS. Thaha: 132).
Islam mengajarkan kepada kita bahwa sesungguhnya anak itu adalah amanah Allah SWT yang harus dibina, dipelihara dan di didik secara seksama dan sempurna.
Setiap orang tua tentunya ingin agar anaknya menjadi insan kamil yang berguna bagi agama, bangsa dan negara.
Agar kelak ia menjadi penyejuk hati ayah dan bunda serta kebanggaan keluarga.
Pasti kita pernah membaca atau mendengar ucapan selamat berikut ini.
"Alhamdulillah, telah lahir putra pertama kami.
Semoga menjadi anak yang shalih."
Ayat yang menyatakan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya dalam ayat al-qur'an di atas mengandung makna kita harus melaksanakan dan mengerjakan shalat semaksimal mungkin.
Sementara itu, shalat memerlukan kesabaran agar sampai kepada tahap yang membuahkan hasil, baik pada sikap maupun tingkah laku.
Kalau tidak demikian, maka ia bukan shalat yang ditegakkan, akan tetapi ia hanya sekedar gerakan dan komat-kamit belaka.
Tuesday, February 1, 2011
Isi Neraka Jahannam
Allah SWT berfirman,
"Dan sesungguhnya Kami jadikan (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari Jin dan Manusia.
Mereka mempunyai hati tetapi tidak digunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah).
Mereka mempunyai mata (tetapi) tidak digunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah).
Mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak digunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah).
Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi.
Mereka itulah orang-orang yang lalai."
(QS. Al-A'raf: 179).
Maka dari itu, sebagai umat Islam mari kita gunakan akal untuk berfikir, mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar akan kekuasaan Allah, kenikmatan yang akan datang di akhirat kekal dan sebagainya.
Janganlah kita lalai akan mengingat Allah SWT.
"Dan sesungguhnya Kami jadikan (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari Jin dan Manusia.
Mereka mempunyai hati tetapi tidak digunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah).
Mereka mempunyai mata (tetapi) tidak digunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah).
Mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak digunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah).
Mereka itu bagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi.
Mereka itulah orang-orang yang lalai."
(QS. Al-A'raf: 179).
Maka dari itu, sebagai umat Islam mari kita gunakan akal untuk berfikir, mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar akan kekuasaan Allah, kenikmatan yang akan datang di akhirat kekal dan sebagainya.
Janganlah kita lalai akan mengingat Allah SWT.
Doa Mohon Cinta Sejati
Doa mohon cinta sejati.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, cinta terhadap-Mu, cinta terhadap orang yang mencintai-Mu, perbuatan yang mengantarkan aku cinta terhadap-Mu.
Ya Allah, jadikanlah cinta (terhadap)-Mu lebih aku cintai daripada diriku, keluargaku, dan daripada air yang dingin.
(HR. Tirmidzi dari Abu Darda').
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu, cinta terhadap-Mu, cinta terhadap orang yang mencintai-Mu, perbuatan yang mengantarkan aku cinta terhadap-Mu.
Ya Allah, jadikanlah cinta (terhadap)-Mu lebih aku cintai daripada diriku, keluargaku, dan daripada air yang dingin.
(HR. Tirmidzi dari Abu Darda').