Sunday, October 31, 2010

Pelajaran dari Nabi Ibrahim

Pelajaran terbesar yang diberikan oleh Nabi Ibrahim kepada kita adalah kecintaan kepada Allah harus melebihi kecintaan kepada apa dan siapapun termasuk anak dan istri.
Dalam suatu kisah Kurban, betapa besar pengorbanan Nabi Ibrahim dalam melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih Ismail, putra satu-satunya.

Karena kecintaan kepada Allah, perintah itu dilakukan.
Ternyata Allah hanya menguji saja.
Sebab pada saat akan disenbelih, ternyata Allah menggantikannya dengan domba.

Pelajaran pertama yang dipetik.
Kita harus lebih mngutamakan perintah dan beribadah kepada Allah daripada yang lainnya.
Ini juga diperingatakan dalam al-Qur'an,
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta dan anak-anakmu menjadi penghalang bagimu untuk ingat kepada Allah.
Barang siapa yang melakukan itu, maka dia termasuk orang yang merugi."

Pelajaran kedua yang bisa kita petik.
Bagaimana kita bisa meniru Nabi Ibrahim dalam mendidik putranya Ismail, sehingga menjadikan anak itu generasi taat yang mampu menyenangkan hati orang tuanya.

Ketaatan Ismail kepada Allah dan orang tuanya, membuat Nabi Ismail pasrah dan tunduk pada aturan Allah begitu dia diberitahu kalau akan disembelih.
Sebuah ketaatan yang sangat luar biasa.

Sebagai Umat Nabi Muhammad SAW, kita dianjurkan untuk menerapkan perintah al-Qur'an.
Rasulullah bersabda,
"Barang siapa yang mampu berkurban tetapi tidak melakukan, maka jangan dia dekat-dekat tempat shalatku."

Saturday, October 30, 2010

Minuman Arak di Surga

Orang-orang yang salah dalam menginterpretasikan al-Qur'an sebagai suatu bentuk kontradiksi adalah bagaimana arak disuguhkan di surga, sedangkan arak merupakan minuman haram di dunia.

Kesalahan persepsi ini terjadi ketika seseorang berprasangka, menentang dengan sengaja, tidak dapat berfikir dan tidak menerima al-Qur'an secara menyeluruh.

Apakah perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang didalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr(arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sunga0-sungai dari madu yang disaring, dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka, sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?
(QS.Muhammad:15)

Dengan membawa gelas (piala), cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk.
(QS.Al-Waqiah:18-19).

DIedarkan kepada mereka gelas yang berisi khamr dari sungai yang mengalir.
(Warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.
Tidak ada dalam khamr itu alkohol dan mereka tiada mabuk karenaya.
(QS.ash-Shaffaat:45-47).

Friday, October 29, 2010

Definisi Takwa

Definisi kata takwa dapat dilihat dari percakapan antara sahabat Umar bun Khattab dan Ubay bin Ka'ab.
Suatu ketika sahabat Umar bin Khattab bertanya kepada Ubay bin Ka'ab apakah takwa itu.

Ubay menjawab,"Pernahkah kamu melalui jalan berduri?"
Umar menjawab,"Pernah."
Ubay menyambung,"Lalu apa yang kamu lakukan?"
Umar menjawab,"Aku berhati-hati, waspada dan penuh keseriusan."

Maka Ubay berkata,
"Maka demikian pulalah takwa."

Sedangkan menurut Sayyid Qutub dalam tafsirnya, Fi Zhilal al-Qur'an, Takwa adalah kepekaan hati, kehalusan perasaan, rasa khawatir yang terus menerus dan hati0hati terhadap semua duri atau halangan dalam kehidupan.

Sedangkan perintah takwa kapan saja terdapat dalam surat Ali Imron 102,
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepadaNya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam."

Jadi dimanapun dan kapanpun kita harus menjaga ketkwaan kita.
Takwa dimana saja memang sulit untuk dilakukan dan dibutuhkan usaha eksra keras.

Untuk menjaga ketkwaan kita dimanapun saja, maka perlunya kita menyadari akan pengawasan Allah SWT baik secara langsung maupun melalui malaikatNya.

Thursday, October 28, 2010

Kisah Pembunuh 100 Orang Bagian 2

Kisah Pembunuh 100 orang bagian 1 
Setelah pembunuh itu ditunjukkan ke tempat seorang alim, akhirnya si pembunuh itu pergi menemui orang alim itu yang pada saat itu berada di majelisnya sedang mengajari generasi dan mendidik umat.

Orang alim itu pun tersenyum menyambut kedatangannya.
Begitu melihatnya, ia langsung menyambutnya dengan hangat dan mendudukkan di sebelahnya setelah memeluk dan menghormatinya.

Ia bertanya,
"Apakah keperluanmu datang kemari?"
Ia menjawab,
"Aku telah membunuh 100 orang yang terpelihara darahnya, maka masih adakah jalan taubat bagiku?"

Orang alim itu balik bertanya,
"Lalu siapakah yang menghalang-halangi antara kamu dengan taubat dan siapakah yang mencegahmu dari melakukan taubat?
Pintu Allah terbuka lebar bagimu, maka bergembiralah dengan ampunan, bergembiralah dengan perkenan dari-Nya, dan bergembiralah dengan taubat yang mulus."

Si pembunuh berkata,
"Aku mau bertaubat dan memohon ampun kepada Allah."
Orang alim berkata,
"Aku memohon kepada Allah semoga Dia menerima taubatmu."

Selanjutnya orang alim itu berkata kepadanya,
Sesungguhnya engkau tinggal di kampung yang jahat, karena sebagian kampung dan sebagian kota itu adakalanya memberikan pengaruh untuk berbuat kedurhakaan dan kejahatan bagi para penghuninya.

Barang siapa yang lemah imannya di tempat seperti itu, maka ia akan mudah berbuat durhaka dan akan terasa ringanlah baginya semua dosa, serta menggampangkannya untuk melakukan tindakan menentang Tuhannya, sehingga akhirnya ia terjerumus ke dalam kegelapan lembah dan jurang kesesatan.

Akan tetapi, apabila suatu masyarakat yang di dalamnya ditegakkan amar ma'ruf dan nahi mungkar, maka akan tertutuplah semua pintu kejahatan bagi para hamba.

Oleh karena itu, keluarlah kamu dari kampung yang jahat itu menuju ke kampung yang baik.
Gantikanlah tempat tinggalmu yang lalu dengan kampung yang baik dan bergaullah kamu dengan para pemuda yang shalih yang akan menolong dan membantumu untuk bertaubat.

Bersambung ke bagian 3.

Wednesday, October 27, 2010

Mukmin Yang Kuat Lebih Dicintai Allah

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,
"Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah.
Namun keduanya tetpat memiliki kebaikan.
Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu.
Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah.

Jika tertima musibah, maka janganlah engkau katakan:
'Seandainya aku lakukan demikian dan demikian'

Akan tetapi hendaklah engkau katakan:
'Ini sudah jadi takdir Allah.Setiap yang Dia kehendaki pasti terjadi.'
Karena perkataan 'seandainya' dapat membuka pintu syaiton."
(HR.Muslim).

Mukmin yang kuat bukanlah mukmin yang kekar badannya, perkasa dan sehat, namun yang dimaksud dengan mukmin kuat adalah mukmin yang kuat imannya, yaitu seorang mukmin yang mampu melaksanakan kewajiban dan dia menyempurnakannya pula dengan amalan sunnah.

Sedangkan seorang mukmin yang lemah imannya kadangkala tidak melaksanakan kewajiban dan enggan meninggalkan yang haram.
Orang seperti inilah yang memiliki kekurangan.

Rasulullah SAW mengatakan bahwa mereka semua (mukmin yang kuat dan lemah iman) sama-sama memiliki kebaikan.
Beliau menyebutkan demikian agar jangan disalahpahami bahwa mukmin yang lemah iman tidak memiliki kebaikan sama sekali.

Mukmin yang lemah imannya masih tetap memiliki kebaikan dan dia tentu saja lebih baik daripada orang kafir.
Namun sekali lagi perlu di ingat bahwa mukmin yang kuat imannya tentu saj lebih dicintai oleh Allah SWT daripada mukmin yang lemah imannya.

Rasulullah memberi wasiat agar kaum Muslim selalu bersemangat dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat yang mencakup segala sesuatu yang bermanfaat baik dalam masalah agama maupun dunia.
Namun apabila maslahat dunia dan agam bertabrakan, maka dahulukanlah maslahat agama.

"Barang siapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya.Dia akan menyatuka keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk padanya.
Barang siapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya."
(HR.Tirmidzi).

Monday, October 25, 2010

Hidup dan Mati Adalah Takdir Allah

Hidup dan mati semua adalah takdir Allah SWT, semuanya berada di tangan-Nya.
Manusia tidak bisa menentukan takdirhidup dan matinya sendiri.
Nyawa adalah pemberian Allah, artinya jika kita membunuh berarti telah menghilangkan barang berharga pemberian Allah SWT.

Pada dasarnya membunuh adalah mengikuti langkah setan
Selain itu, Allah SWT mengutuk segala bentuk tindak pembunuhan terhadap seorang mukmin dan Allah akan memberikan azab baginya.
Islam melarang membunuh saudaranya sendiri.


"Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahanam.
Ia kekal di dalamnya, Allah murka kepadanya, mengutuknya serta menyediakan azab yang besar baginya."

(QS.An-Nisa':93).

Sunday, October 24, 2010

Kalimat Tauhid

Kalimat Tauhid.


Sebuah hadist,
"Barang siapa yang akhir perkataannya adalah Laa ilaha illallah, maka dia akan masuk surga."
(HR.Abu Daud).

Marilah kita persiapkan bekal kalimat tauhid ini untuk menghadapi kematian.
Tidak ada bekal yang lebih baik daripada bekal kalimat tauhid dengan memenuhi syarat-syaratnya.

Saturday, October 23, 2010

Membuat Bahagia Istri

Ada beberapa hadits di bawah ini yang bisa kita jadikan oleh para suami untuk membahagiakan istrinya.
Ada saja cara Rasulullah SAW membahagiakan istrinya, salah satunya dengan rajin mencium istrinya.
Dalam satu hadits dari Hafshah, putri Umar r.a,
"Sesungguhnya Rasulullah SAW mencium istrinya sekalipun sedang berpuasa."
(HR.Ahmad).

Bahkan di hadits lain disebutkan bahwa Beliau tidak malu-malu berbaring di pangkuan istrinya.
Dalam riwaya dari Aisyah r.a,
"Nabi SAW meletakkan kepalanya di pangkuanku walaupun aku sedang haid, kemudian Rasulullah membaca Al-Qur'an."
(Riwayat Abdurrazaq).

Bahkan dalam hal meyapa istrinya pun Rasulullah SAW sangat romanis.
Kita perhatikan, Nabi senantiasa memanggil istrinya dengan sebutan yang indah.
Rasulullah SAW memanggil Aisyah dengan beberapa nama panggilan, dan yang paling disukainya adalah seperti Aisy dan Humaira' (Si pipi merah delima).

Untuk itu, sebagai suami marilah kita senantiasa tampil menarik dan memberikan perhatian yang sempurna kepada istri kita, sehingga nuansa yang romanis akan tetap terjaga.
(NB:Bagi yang masih belum beristri hmm mumet..hehe)

Friday, October 22, 2010

Ahli Tahajud

Dalam suatu riwayat Rasulullah SAW disebutkan bahwa siapapun yang melaksanakan shalat tahajud kemudian dilanjutkan dengan shalat subuh, niscaya malaikat selalu mendampingi di sisinya.

Tidak hanya itu, amal ibadahnya diterima berupa pahala sebesar seluruh permukaan bumi dan seseorang yang memelihara shalat, kehidupannya akan penuh berkah dan kebahagiaan.

Begitu pula kehidupan orang yang konsisten dalam melaksanakan shalat tahajud, tentunya akan berbeda dengan orang yang tidak pernah bersujud dalam keheningan malam.
Hidupnya tidak sebahagia orang yang melaksanakan shalat tahajud.

Orang-orang yang konsisten melaksanakan shalat tahajud, maka dialah yang berhak memperoleh keberkahan dan keberuntungan baik di dunia dan di akhirat.
Islam sangat menganjurkan untuk melaksanakan shalat malam ini.

"(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di wktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?
Katakanlah, "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?
Sesungguhnya orang yang berakal lah yang dapat menerima pelajaran."
(QS.Az-Zumar:9)

"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya."
QS.al-Muk'minun:1-2).

Wednesday, October 20, 2010

Mencintai Rasulullah

Orang yang senantiasa mencintai dan bershalawat kepada Rasulullah SAW akan mendapatkan perlindungan dunia dan akhirat.

Seperti firman Allah berikut,
"Dan barang siapa yang mentaati Allah dan RasulNya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah, yaitu Nabi-nabi, para Shiddiqin, orang-orang yang mati sahid dan orang-orang shaleh.
Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya."

(QS.An-Nisa':59).

Kecintaan para sahabat kepada Rasulullah merupakan contoh yang nyata bahwa mereka mengutamakan Rasulullah SAW dan ALLAH,
CIntanya para sahabta sampai menghujam ke dalam qolbu.
Mereka berani mengorbankan dirinya dan keluarganya untuk urusan Allah.

Kecintaan yang amat kuat, sehingga keinginan menjaga dan membela Rasulullah dalam menyiarkan Islam tiada tara.
Allah menegaskan bahwa Rasulullah adalah orang yang diberi rahmat untuk sekalian alam.

Firman Allah,
"Tidaklah Kami mengutus engkau melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."
(QS.Al-Ambiya':107).

Tuesday, October 19, 2010

Gemar Silaturrahmi

Seseorang yang lahir tidaklah lahir sendiri, tidak hidup sendiri.
Dia di ikat oleh lingkaran dimana dia tidak mungkin terlepas darinya dengan sendiri.

Dia adalah lemah dan bukan apa-apa, tetapi lingkaran tersebut, membuat dia kuat dan memiliki eksistensi.
Lingkaran tersebuta adalah rahim (keluarga dan kerabat).
Dari sini maka Islam mengajak kita untuk silaturrahmi.

Silaturrahmi sendiri paling tidak mempunyai 2 keutamaan penting:
1. Melapangkan rezeki.
2. Memperpanjang umur.

"Barang siapa senang dilapangkan rejekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya bersilaturrahmi."
(HR.al-Bukhari dan Muslim).

Silaturrahmi bisa melapang rezeki, yakni menjadi sebab turunnya rezeki karena dengannya hubungan kerabat menjadi lebih erat, dorongan membantu kepada yang membutuhkan dari mereka akan menguat pula, dan bagi yang membantu akan diberi ganti oleh Allah SWT dengan yang lebih baik.

Di samping itu, dengan silaturrahmi terjadi saling mendoakan dengan kebaikan yang salah satunya adalah memberi umur panjang.
Ada yang berpendapat bahwa umur panjang disini adalah nama baik yang dikenang setelah kematian.
Dia dikenang karena kebaikannya semasa hidup.

Monday, October 18, 2010

Dunia Islam | Sajadah Bercahaya

Kontroversi tentang arah kiblat shalat dalam Islam tampaknya akan terjawab bila kita menggunakan sajadah temuan terbaru Soner Ozenc.
Sajadah futuristik yang menggabungkan teknologi electroluminescent Fosfor dan seni artistik ini akan memudahkan umat Islam yang menunaikan shalat dalam menentukan arah kiblat.


Sajadah yang diberi nama Sajjadah 1426 ini akan bercahaya semakin terang bila digelar tepat menghadap arah kiblat.
Sebaliknya, cahaya akan semakin redup bila arah sajadah digeser menjauhi kiblat.

Belum diketahui berpa harga jual sajadah bercahaya ini.
Namun dalam pameran perdana di Kuwait belum lama ini banyak peminat yang berkeinginan memiliki sajadah ini.

Modul berbasis kompas canggih yang tertanam di dalam sajada akan menuntun arah kiblat dengan menunjukkan cahaya paling terang bila arah kiblat sudah tepat.
Sajadah ini tentu bermanfaat bila kita berada di hotel atau tempat baru yang belum jelas arah kiblatnya.

Sunday, October 17, 2010

Sepuluh Adab I'tikaf

Adapun adab I'tikaf antara lain:
1. Menghadirkan niat yang lurus dan mengharap ridha Allah SWT.

2. Melepaskan dari segala urusan keduniaan untuk beribadah.

3. Tidak keluar dari masjid kecuali hanya untuk memenuhi hajat yang mesti ia laksanakan.

4. Memperbanyak shalat, zikir dan membaca Al-Qur'an.

5. Membuat bilik-bilik di masjid untuk digunakan berkhalwat sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW terutama jika ada wanita yang ikut beri'tikaf, maka wajib atas wanita untuk membuat bilik-bilik tersebut agar terhindar dari ikhtilat dan saling pandang memandang dengan lawan jenis.

6. Meninggalkan perdebatan dan pertengkaran walaupun dia berada di pihak yang benar.

7. Hendaknya menghindari mengumpat, berghibah dan berkata-kata yang kotor karena hal tersebut terlarang di luar i'tikaf maka pelarangannya bertambah pada saat i'tikaf.

8. Secara umum seluruh perbuatan dan perkataan yang tidak bermanfaat hendaknya ditinggalkan karena semua hal itu akan mengurangi pahala beri'tikaf.

9. Sedikit makan, minum dan tidur dengan tujuan untuk melembutkan hati dan melatih kekhusyukan hati serta tidak membuang waktu sia-sia.

10. Selalu menjaga kebersihan dan kesucian diri dan tempat i'tikaf dengan selalu menjaga wudhu.
Saling menasehati dalam hal kebenaran dan kesabaran.
Secara ringkasnya adalah menerapkan sunnah dalam kehidupan sehari-hari.

Friday, October 15, 2010

Malik bin Dinar

Malik bin Dinar adalah seorang sufi yang mempunyai nama lengkap Abu Yahya Malik bin Dinar al Sami.
Beliau adalah seorang budak berkebangsaan Persi dari Sajistan.

Malik bin Dinar adalah seorang yang hidup dalam keluarga yang kaya raya dan beliau mempunyai wajah yang tampan.
Hingga membuat dirinya hidup dalam gemerlapnya dunia dan berfoya-foya dengan harta dan ketampanan yang dimiliki.
Namun pada akhirnya beliau pun bertobat dan menjadi seorang sufi.

Sekelumit kisah hingga Beliau mau bertobat.

Ketika pada suatu malam beliau berada di tempat hiburan dan tiba-tiba beliau mendengar suara dari salah satu kecapi yang dimainkan oleh salah seorang teman mereka.

"Wahai Malik, mengapa engkau tidak bertobat sampi sekarang?"

Dalam suatu tidurnya Malik bermimpi terjadi hari kiamat.
Dalam keadaan alam yang porak poranda, semua manusi berbondong-bondong untuk menuju alam mahsyar, termasuk dirinya.

Di tengah-tengah kemelut yang dahsyat itu, beliau dikejar-kejar oleh ular yang besar.
Kemanapun beliau menghindar, beliau selalu dikejar ular besar yang mau menerjamnya.

Tiba-tiba ketika beliau minta tolong, datang anak putrinya yang sudah meninggal, menjemputnya untuk menyelamatkan beliau dari kejaran ular besar tersebut.

Dalam keadaan tak berdaya itu, beliau di dudukkan oleh putrinya sambil di nasehati dengan membacakan Al Qur'an, surat Al Hadid ayat 16:

"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al kitab kepadanya.
Kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras.
Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasik."


Sekelumit kisahnya akan berlanjut besok.
Mari jadikan kisahnya sebagai uswah dalam Islam dan suri tauladan.

Monday, October 11, 2010

Setiap Amal Tergantung Niat

Setiap amal tergantung niatnya.
Dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang ia niatkan.
Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya.

Dan barang siapa yang hijrahnya kepada dunia yang akan ia dapatkan atau kepada wanita yang akan ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia tuju dalam hijrahnya.
(Hadits dari Umar bin Khattab r.a.).

Sunday, October 10, 2010

Dukun Yang Tobat

Bukan dongeng, bukan khayalan.
Inilah kisah teladan yang bisa dijadikan Uswah.
Mari ceritakan kepada putra-putri kita, agar mereka makin dekat dan bangga dengan agamanya.

Kisah sejarah nyata kali ini adalah seorang yang bernama Dhimad Al Azdy, seorang dukun yang bertobat karena mendengar betapa indahnya bacaan Al-Qur'an yang diucapkan Rasulullah SAW.

Berikut Kisahnya:

Ketika Nabi Muhammad SAW berdakwah secara terang-terangan, kaum Quraisy Makkah tersentak kaget.
Mereka terkejut dengan seruan Nabi SAW yang merusak tatanan kehidupan masyarakat musyrikin.

Nabi menentang kejahiliyahan kaum Quraisy yang secara turun-temurun menjadikan patung-patung sebagai tandingan Allah SWT.
Walaupun mengakui keberadaan Allah, kaum Quraisy tetap menjadikan patung-patung itu sebagai sarana beribadah.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa siapa yang menyembah berhala dan menjadikannya sebagai sarana Allah dan dirinya berada dalam kesesatan yang nyata.
Rasulullah menyeru mereka untuk meninggalkan berhala dan beribadah hanya kepada Allah semata.
Beliau mengajak mereka kembali kepada Islam agar terhindar dari siksa yang pedih.

Rasulullah SAW Dituduh Gila
Seruan Rasulullah SAW ini jelas membuat kaum musyrikin Makkah berang.
Mereka menganggap Rasulullah SAW telah mencela sesembahan mereka.

Oleh karena itu, para pemuka kaum musyrikin Quraisy mencoba menghadang dakwah yang beliau seru.
Mereka menyebarkan berita bahwa beliau itu seorang dukun, penyihir, dan penyair.
Bahkan beliau juga dikatakan sebagai orang yang sakit akal atau gila.

Di tengah badai fitnah yang menerpa dakwah Islam, datanglah seseorang dari Yaman ke kota Makkah.
Namanya Dhimad Al Azdy.
Dia dikenal sebagai seorang dukun dengan keahlian menyembuhkan orang sakit lewat jampi-jampi.

Metode yang ia gunakan adalah dengan cara menghembuskan angin ke penderita.
Ketika memasuki gerbang kota, Dhimad mendengar orang-orang berkata,
"Sesungguhnya Muhammad adalah orang gila."

Kemudian Dhimad berkata sendiri,
"Aku akan menemui orang itu (Rasulullah, red).
Siapa tahu Allah bisa menyembuhkan (sakit gilanya) lewat pengobatanku."

Bermaksud Mengobati Rasulullah SAW
Setelah bertemu Nabi SAW, Dhimad berkata,
"Hai Muhammad, sesungguhnya aku biasa mengobati dengan hembusan angin.
Apakah engkau memerlukannya?"

Rasulullah SAW menjawab,
"Sesungguhnya pujian bagi Allah.
Kami memuji dan memohon pertolongan kepada-Nya.
Siapa yang diberi petunjuk oleh-Nya, tak seorang pun dapat menyesatkannya.
Dan siapa yang disesatkan Allah, tak seorang pun bisa memberinya petunjuk.
Aku bersaksi tiada ilah yang patut disembah selain Allah semata.
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya."

Mendengar ucapan Rasulullah, Dhimad berkata,
"Tolong ulangi kata-katamu tadi!"
Dan Rasulullah pun mengulanginya.

Setelah dibacakan 3 kali, Dhimad berkata,
"Aku sudah mendengar bermacam ucapan tukang sihir, tukang tenung dan ucapan para penyair.
Namun aku belum pernah mendengar ucapan seperti ini.
Padahal aku pun sudah menguasai kamus (bahasa Arab, red) sedalam lautan."

Sepertinya Dhimad terpukau dengan perkataan Rasulullah.
Kalimat Thayyibah itu membuatnya terkesima.
Sebagai orang yang menguasai ilmu pengetahuan dan memahami tata bahasa Arab, Dhimad secara jujur menyatakan kekagumannya akan susunan kalimat Nabi SAW lafadzkan.

Saat itu juga Dhimad berkata,
"Berikan tanganmu, biar aku berbaiat atas nama Islam."

Maka warga kampung Azd Syanu'ah, Yaman ini berbaiat menyatakan keislamannya.

Sumber:
Sirah Nabawiyah, Syaikh Shafiyurrahman.

Saturday, October 9, 2010

Kisah Pembunuh 100 Orang

Ini merupakan sebuah kisah yang sangat terkenal di dunia Islam.
Umat Islam sangat di anjurkan untuk merenungkan kisah pembunuh 100 orang yang bermakna ini.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dikisahkan bahwa dahulu ada seorang lelaki yang telah membunuh 99 orang.
Lelaki ini telah berlumuran darah, jari jemarinya, pakaiannya, tangan dan pedangnya semuanya basah oleh darah.

Lelaki pelaku kejahatan ini telah melumuri dirinya dengan darah jiwa yang diharamkan oleh Allah membunuhnya serta mencabut nyawa mereka.
Sesudah dirinya berlumuran dengan kejahatan dan dosa besar ini, dia menyadari kesalahannya.

Maka keluarlah ia dengan pakaian yang berlumuran darah, sedang pedangnya masih meneteskan darah segar dan jari jemarinya belepotan darah juga.
Ia datang bagaikan seorang yang mabuk, gelisah, ketakutan seraya bertanya-tanya kepada semua orang,
"Apakah aku masih bisa diampuni?"

Orang-orang berkata,
"Kami akan menunjukkanmu kepada seorang rahib yang tinggal di kuilnya, maka sebaiknya kamu pergi ke sana dan tanyakanlah kepadanya apakah dirimu masih bisa diampuni."

Dia menyadari bahwa tiada yang dapat memberi fatwa dalam masalah ini, kecuali hanya orang-orang yang ahli dalam hukum Allah.
Ia pun pergi ke sana, ke tempat rahib itu, seorang ahli ibadah dari kalangan kaum Bani Israil.

Dia pergi melangkah dengan langkah yang cepat dengan penuh penyesalan karena dosa-dosa yang telah dilakukannya.
Lalu ia mengetuk pintu kuil si rahib tersebut.

Lelaki pembunuh itu masuk dan ternyata pakaiannya masih berlumuran darah segar, membuat si rahib kaget bukan kepalang.
Si rahib berkata,
"Aku berlindung kepada Allah dari kejahatanmu."
Si pembunuh bertanya,
"Wahai rahib ahli ibadah, aku telah membunuh 99 orang, maka masih adakah jalan bagiku untuk bertobat?"
Si rahib spontan menjawab,
"Tiada taubat bagimu."

Akhirnya si pembunuh ini putus asa memandang kehidupan ini.
Di matanya, dunia ini terasa gelap, kehendak dan tekadnya melemah, dan keindahan yang terlihat di matanya menjadi buruk.

Si pembunuh ini akhirnya mengangkat pedangnya dan membunuh rahib itu sebagai balasan yang setimpal untuknya guna menggenapkan 100 orang manusia yang telah dibunuhnya.

Selanjutnya ia keluar menemui orang-orang guna menanyakan lagi kepada mereka, bukan karena alasan apa, melainkan karena jiwanya sangat menginginkan untuk taubat dan kembali ke jalan Tuhannya serta menghadap kepada-Nya.

Ia bertanya kepada mereka,
"Masih adakah jalan untuk bertaubat bagiku?"
Mereka menjawab,
"Kami akan menunjukkanmu kepada Fulan bin Fulan, seorang ulama, bukan seorang rahib, yang ahli tentang hukum Tuhan."
(Bersambung lain waktu).

Friday, October 8, 2010

Kalimat Takziah Nabi Khidir

Pada saat Rasulullah SAW wafat, Nabi Khidir memang hadir secara ghaib untuk bertakziah.
Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib, ketika Rasulullah SAW wafat, datanglah ucapan takziah akan tetapi pentakziah yang lain tidak melihat orangnya.

Berikut ini kalimat takziah dari Nabi Khidir:
Assalamu'alaikum Ahlal Bait Warahmatullahi Wabarakatuh.
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.
Hanya saja disempurnakan pahala kamu pada hari kiamat.




Sesungguhnya dalam agama Allah ada pemberi takziah bagi musibah, bagi Allah ada pengganti setiap yang hilang.
Kepada Allah-lah kamu berpegang dan kepada-Nya mengharap.

Sesungguhnya orang yang diberi musibah adalah yang diberi ganjaran pahala.

Itulah ucapan Nabi Khidir saat menghadiri pemakaman Nabi Muhammad SAW.

Pentakziah yang lain bingung siapa yang mengucapkan kalimat takziah tersebut karena orangnya tak kelihatan.
Namun Sayyidina Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa suara itu adalah suara dari Nabi Khidir As.

Thursday, October 7, 2010

Tiga Nasehat Rasulullah SAW

Tiga nasehat Rasulullah SAW:
1.Takutlah kepada Alloh dimana saja.
Takut disini tidaklah sama jika kita takut kepada manusia.
Jika takut kepada manusia, biasanya orang itu akan menjauhi apa yang ditakutinya.

Tapi jika manusia takut kepada Alloh, maka biasanya orang itu haruslah bukannya malah menjauh, tapi harus semakin mendekat kepada Allah SWT.

2. Iringilah perbuatan yang jelek itu dengan sesuatu yang baik.
Pengertiannya jika kita telah melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah, maka segeralah bertobat mohon ampun kepada Allah SWT.
Selain bertobat, maka iringilah atau segera lakukanlah dengan perbuatan yang baik.

Barang siapa yang banyak membaca istighfar, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari tiap kesulitan yang kita hadapi.
Insya Alloh kesulitan dan musibah tersebut akan teratasi.

Jika kita ditimpa musibah atau kesulitan, maka mintalah tolong kepada hanya Allah SWT, bukan kepada yang lain.
Dengan sabar, istighfar dan sholat akan mengatasi kegundahan hati.

Istighfar juga bisa memiliki kekuatan untuk memudahkan dalam mencari rizki.

3. Bergaullah dengan sesama manusia dengan pergaulan yang baik.
Antara sesama muslim adalah saudara.
Maka dari itu jika kita menemui kesulitan atau perdebatan, pertikaian antara saudara kita, maka kita harus menyelesaikannya dengan damai dan berjabatan tangan.

Dengan berjabatan tangan, maka hilanglah rasa kedengkian antara sesama saudaraku seagama Islam.
Tidaklah sempurna iman seseorang jika ada kedengkian diantara kita.

Itulah 3 nasehat Rasulullah SAW yang aku simpulkan dari khutbah jumat siang ini.
Semoga kita semua bisa menerapkan nasehat ini dalam kehidupan sehari-hari.

Puasa dan Kesehatan

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Nasaa'i dari sahabat Abu Umamah,
"Wahai Rasulullah, perintahkanlah kepadaku satu amalan yang Allah akan memberikan manfaat-Nya kepadaku dengan sebab amalan itu."

Maka Rasulullah SAW bersabda,
"Berpuasalah, sebab tidak ada satu amalan pun yang setara dengan puasa."


Diantara manfaat kesehatan dari puasa adalah:
1. Merilekskan tubuh dan memperbaiki syarafnya.

2. Menyerap zat-zat yang mengendap di usus.
Pengendapan dalam jangka waktu lama mengakibatkan perubahan endapan itu menjadi kotoran yang beracun.

3. Memperbaiki fungsi percernaan dan penyerapan.

4. Mengembalikan vitalitas organ pembuangan dan memperbaiki fungsinya untuk membersihkan tubuh, yang mengakibatkan terkontrolnya stabilitas dalam darah dan berbagai cairan dalam tubuh.

5. Mengurangi zat-zat yang berlebihan dan endapan-endapan di dalam jaringan yang sakit.

6. Mengembalikan keremajaan dan vitalitas sel-sel dan berbagai jaringan dalam tubuh.

7. Menguatkan indera dan meningkatkan IQ.

8. Memperbagus dan membersihkan kulit.

Wednesday, October 6, 2010

Cara Mencegah Tindakan Bunuh Diri

Sebagai seorang muslim, hendaknya kita menjauhi tindakan bunuh diri dengan amal perbuatan yang bermanfaat agar seseorang tidak melakukan bunuh diri.

Islam melarang orang untuk melakukan bunuh diri dan haram hukumnya, seperti firman Allah, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka diantara kamu.
Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu."

(QS.An Nisa' 4:29).

Cara yang tepat agar tidak melakukan bunuh diri adalah:
1. Mendalami Islam dengan mempelajari Al-Qur'an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman salafush shalih supaya kita bisa beriman, berkeyakinan dan beribadah dengan benar, yang hal itu adalah sumber ketenangan jiwa.

Karena ketenangan jiwa adalah faktor utama yang menghalangi seseorang dari tindakan bunuh diri.

2. Selalu mengingat akan besar dan pedihnya siksaan Allah SWT bagi pelaku bunuh diri.

3. Berbagi masalah apabila mendapatkan masalah kepada orang yang bisa dipercaya dan bisa memberikan solusi seperti ustad, kyai dan tokoh agama.

4. Banyak berdoa kepada Allah SWT untuk mendapatkan khusnul khatimah.

Tuesday, October 5, 2010

Fadhilah I'tikaf

Adalah Nabi (beri'tikaf) di masjid dan di sisinya terdapat istri-istri beliau (sedang beri'tikaf pula)...
(HR.Bukhari dan Muslim).

Perempuan tidak boleh beri'tikaf hingga dia meminta izin kepada suaminya dan jika perempuan itu beri'tikaf tanpa izin maka suaminya boleh mengeluarkannya (dari i'tikaf).
Dan jika seorang suami telah mengizinkan (istrinya) lalu mau mencabut hal itu dibolehkan baginya.
(Fathul Bari 4:351).

Adapun fadhilah i'tikaf antara lain:
1. Cara atau wasilah untuk mendapatkan malam Lailatul Qadr.
2. Orang akan mudah mendirikan shalat fardhu secara kontinyu dan berjamaah.
3. Membiasakan jiwa untuk senang berlama-lama tinggal di masjid.
4. Menjaga puasa seseorang dari perbuatan dosa.
5. Membiasakan orang untuk hidup sederhana, zuhud dan tidak tamak terhadap dunia.

Islam sangat menganjurkan untuk melakukan i'tikaf ini.

Monday, October 4, 2010

Nikah Sirri Dipersoalkan

Nikah sirri dipersoalkan sedangkan prostitusi diabaikan.

Dari segi bahasa, nikah sirri berarti nikah secara rahasia tidak tercatat di KUA.
Kebalikannya adalah nikah Jahri yang berarti nikah secara terang-terangan dan tercatat di KUA.

Namun dalam hal kenyataan, keduanya sudah terpenuhi syarat sahnya suatu pernikahan dalam Islam, yakni:
-Adanya mempelai.
-Wali.
-Dua orang saksi.
-Ijab Qobul beserta mahar/maskawin.

Sejak munculnya draf RUU 2010 oleh DPR RI tentang larangan Nikah Sirri beserta sanksi bagi pelakunya, terjadilah polemik di kalangan masyarakat khususnya umat Islam.
Ada yang mendukung larangan tersebut dan ada pula yang menolaknya dengan berbagai alasan yang dikemukakan.

Memang nikah itu halal hukummya dan tidak ada nikah yang haram.
Hukum nikah menjadi haram jika hak-hak anak dan istri tidak terpenuhi oleh kepala keluarga.

Kalau nikah sirri dipidanakan bukankah ada kesan kalau nikah sirri itu diharamkan kan.
Dan saya sendiri tidak sepakat akan hal tersebut.
Lalu efektifkah jika draft UU tersebut disahkan.
Aku rasa tidak efektif dan malah menimbulkan kontra saja.

Sementara anggota DPR menggodok UU nikah sirri, yang jelas halal dan tidak haram menurut agama Islam, malahan prostitusi yang jelas-jelas haram hukumnya kok malah tidak dibuatkan UU yang tegas.
Minimal ya dibuatkan draft lah.

Prostitusi atau pelacuran dengan berbagai dampak negatifnya, jelas merupakan tindakan keji yang diharamkan oleh agama Islam.
Tapi kenyataannya hal itu diabaikan.
Bahkan ma'af, cenderung diakomudasi dengan adanya lokalisasi.

Istilah yang dahulu bernama WTS (Wanita Tuna Susila) yang merupakan nama yang jelek, kini telah berubah menjadi PSK (Pegawai Seks Komersial).
Sebuah sebutan nama yang cukup membanggakan ketimbang WTS.
Karena yang namanya pekerja maka pantaslah jika perlindungan Disnaker akan diperoleh seperti oleh para pekerja lainnya.

Sunday, October 3, 2010

Ubadah bin Shamit

UBADAH BIN SHAMIT
Rasulullah SAW pernah bersabda,
"Sekiranya orang-orang Anshar menuruni lembah atau celah bukit pasti aku akan mendatangi lembah dan celah bukit orang-orang Anshar...Dan kalau bukanlah karena hijrah, aku akan menjadi salah seorang warga Anshar..."


Ubadah bin Shamit adalah warga kaum Anshar dan ia termasuk salah seorang tokoh Anshar yang diutus pertama datang ke Mekkah untuk mengangkat bai'at kepada Rasulullah SAW untuk masuk Islam, yakni bai'at yang pertama yang kemudian dikenal dengan Bai'at Aqobah Pertama.

Ubadah termasuk salah satu dari 12 orang yang menyatakan keislamannya pada bai'at Aqobah pertama, serta menyatakan dukungan kesetiaan kepada Rasulullah SAW.

Sewaktu datang musim haji, yaitu saat terjadi Bai'at Aqobah kedua yang dilakukan oleh perutusan kaum Anshar yang terdiri dari 70 orang beriman, maka Ubadah menjadi tokoh perutusan dan wakil orang-orang Anshar itu.

Menyusul setelah kejadian itu, perjuangan, kebaktian dan pengorbanan Ubadah tak pernah absen dari setiap peristiwa, dan tak pernah ketinggalan dalam memberikan dukungan perjuangan.
Segala cinta dan ketaatan hanya tertumpah kepada Allah SWT.

Semenjak dulu, keluarga Ubadah telah terikat dalam suatu perjanjian dengan orang0orang Yahudi suku Qoinuqa' di Madinah.
Ketika Rasulullah SAW bersama para sahabatnya hijrah ke kota ini, orang-orang Yahudi memperlihatkan sikap dan persahabatan kepadanya.

Tetapi pada hari-hari menjelang perang Badar dan mendahului perang UHUD, orang-orang Yahudi di Madinah mulai menampakkan belangnya.
Salah satu kabilah mereka yaitu Qainuqa' membuat ulah untuk menimbulkan fitnah dan keributan di kalangan kaum muslimin.

Ubadah melihat penderitaan ini dan secepatnya ia melakukan tindakan yang cocok dengan jalan membatalkan perjanjian dengan mereka,
"Saya hanya mengikuti pimpinan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman."

Tak lama kemudian turunlah firman Allah SWT yang artinya,
"Dan barang siapa yang menjadian Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman sebagai pemimpin, maka sungguh partai atau golongan Allahlah yang memperoleh kemenangan..."
(QS.Al-Maidah:56).

Ayat tersebut diturunkan seakan menyambut baik pendirian serta memuji kesetiaan dan keimanan Ubadah bin Shamit.
Ubadah bin Shamit yang semula menjadi wakil kaum keluarganya dari suku Khazrj, sekarang meningkat menjadi salah seorang pelopor Islam dan salah seorang pemimpim kaum Muslimin.
Namanya bagai bendera yang berkibar di sebagaian besar penjuru bumi, bukan janya untuk satu atau 2 generasi tetapi seluruh masa yang dikehendaki Allah SWT.

Suatu hari Rasulullah SAW menjelaskan tanggung jawab seorang amir atau wali.
Di dengarnya Rasulullah SAW meyatakan nsib yang akan menimpa orang-orang yang melalaikan kewajiban di antara mereka atau memperkaya dirinya dengan harta...., maka tubuh Ubadah gemetar dan hatinya berguncang.

Ia bersumpah kepada Allah SWT tidak akan menjadi kepala atas dua orang sekalipun (korupsi).
Dan Ia pun memenuhi sumpahnya dan tak pernah melanggarnya sampai pada pemerintahan Amirul mukmini Umar bin Khattab r.a.
Ubadah tak mau menerima suatu jabatan kecuali dlam mengajar umat dan memperdalam pengetahuan agama mereka.

Friday, October 1, 2010

Mengapa Al Qur'an Berbahasa Arab

Mengapa Al Qur'an Berbahasa Arab
Kenpa Allah memilih bahasa arab bukan bahasa lain, barangkali itu adalah hak Allah sebagaimana firman Allah SWT,
"Sesungguhnya Kami menurunkan Al Qur'an berbahasa Arab agar kamu mengerti."
(QS.12:2))
"Dan demikianlah Kami telah menurunkan Al Qur'an sebagai peraturan yang benar dalam bahasa arab."
(QS.13:37).


Meski demikian pilihan Allah mengapa Al Qur'an itu dalam bahasa arab bisa dijelaskan secara ilmiah.
Pertama
Sampai hari ini, bahasa yang berasal dari rumpun Semit yang masih bertahan sempurna adalah bahasa arab.
Bahkan Bible (Old Testament) yang diklaim bahasa aslinya bahasa Ibrani (Hebrew) telah musnah, sehingga tidak ada naskah asli dari Perjanjian Lama.

Meskipun begitu, menurut Isra'il Wilfinson, dalam bukunya Tarik al-Lughat al Samiyyah (History of Semitic Language), seperti yang dikutip Prof.Al-A'zami, ternyata bahasa asli Perjanjian Lama itu tidak disebut Ibrani.

Kedua
Bahasa Arab dikenal memiliki banyak kelebihan:
1. Sejak zaman dahulu hingga sekarang bahasa arab itu merupakan bahasa yang hidup.
2. Bahasa arab adalah bahasa yang lengkap dan lusa untuk menjelaskan tentang Ketuhanan dan keakhiratan.
3. Bentuk-bentuk kata dalam bahasa arab mempunyai tasrif (konjungsi), yang amat luas hingga dapat mencapai 3000 bentuk perubahan, yang demikian itu tidak terdapat dalam bahasa lain.

Ketiga
Allah menurunkan Al-Qur'an kepada Rasulullah SAW dalam bahasa arab yang nyata (Bilisanin 'Arabiyyin Mubinin), agar menjadi mukjizat yang kekal dan menjadi hidayah (sumber petunjuk) bagi seluruh umat manusia di setiap waktu/zaman dan tempat.

Tujuannya adalah untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan "syirik" pada cahaya "Tauhid", dari kegelapan "kebodohan" kepada cahaya "pengetahuan" dan dari kegelapan "kesesatan" kepada cahaya "hidayah".


Islam itu adalah salah satu risalah/misi yang "universal" dan "kekal", maka mukjizatnya harus retoris (bayaniyyah), linguistik (lisaniyyah) yang kekal.
Dan Allah SWT telah berjanji untuk memelihar Al-Qur'an seperti uang Allah jelaskan,
"Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Dzikra (Al-Qur'an) dan Kami pula yang memeliharanya.